
Eps 12
" sebelum saya melanjutkan cerita ini,saya
sangat mengucapkan terima kasihπππ
sebanyak-banyak nya kepada semua
viewers,yang sudah mau mampir atau
hanya sekedar melihat karya saya."
saya sangat mengharapkan dukungan
kalian berupa πlikesπ & πkomentarπ
agar saya tahu kekuranganπ& kelebihan π
dari karya fiksi saya.
terimakasihπππππππ
selamat membacaππππβΊοΈ
Β
Pagi ini Finka juga masih tertidur di atas ranjang sama seperti amel. tapi bedanya Amel semalam sedang bermimpi buruk sehingga kelelahan dan baru bisa tertidur pagi, sedang kan Finka ia baru bisa tidur karena merasa sangat bersalah terhadap Amel karena gara-gara menjemput dirinya, Amel hampir saja ingin di perkosa oleh segerombolan preman, jika tidak ada kak Arel dan Vinto maka tidak tahulah apa yang akan terjadi pada Amel, itulah yang difikirkan Finka dari semalam hingga membuat ia harus begadang.
Finka menggeliat kesana kemarin di atas ranjang sambil menarik selimutnya keatas menutupi seluruh tubuh nya termasuk kepala,dan juga menutup telinganya dengan menggunakan bantal. karena alarm jam cracker nya berbunyi sangat bising hingga membangunkan dirinya yang masih ingin terlelap.
Β
.....kring......kring....kring..ring....ring.., jam itu tak henti-hentinya berdering untuk membangun kan sang majikan, Ish......kata Finka kesal terhadap suara yang telah menganggu dirinya yang sedang ter tiduri. dengan cepat ia membuka selimut, dan membuang bantal ke segala arah lalu langsung menyambar jam cracker tersebut,ia langsung mematikan nya dengan sangat kasar.
Β Ish,.... jam berapa sih batin finka sambil melihat jam cracker yang iya pegang, seketika itu matanya langsung terbelalak melihat angka yang tertera di jam itu. patut aja ini jam ngak mau berhenti katanya dalam hati orang jam 07.20, tapi dia belum menyadari bahwa ia akan terlambat ke kampus jika masih berlama-lama mungkin finka berpikir ini adalah hari Minggu. tak lama kemudian ia pun tersadar, gawat kata Finka menjerit seperti orang' kesetanan. ia langsung berlari ke kamar mandi tanpa memperdulikan tempat tidur yang sudah berantakan seperti kapal' pecah.
ia mandi dengan sangat cepat layaknya jet yang ingin melaju di udara, bisa dibilang mungkin ia hanya menumpahkan sabun ke seluruh badan tapi tidak menggosoknya melainkan hanya menyiram nya,yang penting wangi batin finka. selesai mandi,ia langsung mengenakan pakaian yang sudah di siapkan nya semalaman. tak lama kemudian handphonenya pun berbunyi siapa lagi sih batin finka kesal sambil memakai make-up.
Β
ia lalu mengambil handphone nya sambil kembali duduk di kursi hias, Ami,???? ngapain dia nelpon gue batin finka. ....
halo kenapa mi? tanya finka sambil bersolek, ada berita baik kata Ami girang, berita baik apaan kata Finka masih tetap bersolek hari ini kata Ami terjeda mungkin karena ia di panggil, sebenarnya berita baik apa sih batin finka penasaran.
halo kata Ami lagi, ya halo kata finka, ya udah buruan ngomong nya ada berita baik apaan nanti gue telat ni gara-gara elo kata Finka agak kesal, ha ....ha...ha...., Ami hanya tertawa-tawa seperti orang gila, low kenapa sih emangnya gue salah tanya finka heran. bukan kata Ami lalu berhenti tertawa hari ini kampus kita enggak masuk seperti jam biasa, maksud elo gimana gue nggak ngerti kata Finka,
ya hari ini Andrew bilang kita masuk jam berapapun boleh, serius kata Finka sambil berdiri Ami hanya mengangguk di sana seolah-olah Finka melihat nya. baguslah kalau begitu makasih infonya,dah!!! kata Finka ingin menutup telponnya eits..... tahan dulu kata Ami apalagi sih kata Finka malas, nanti kita pergi nya bareng ya, oke nanti gue kabarin kalau udah sampai sana eits sekalian kirim alamat elo kata Finka, siap bos!!!! kata Ami lalu menutup telpon nya.
bagus dengan begini gue bisa tidur sebentar lagi sambil senyam-senyum, tapi gimana dengan make-up ini katanya sambil duduk melihat cermin masak iya gue hapus.
sedangkan Amel iya hanya duduk di pojok ranjangnya, iya sangat kelelahan juga masih ada sedikit rasa takut terhadap dirinya.
aduh gimana ini aku sepertinya sangat tidak enak badan tapi hari ini ada perlombaan, aku sudah janji bahwa hari ini akan ikut dalam perlombaan itu, apa yang harus aku lakukan batin amel. ia lalu mengambil handphone nya kemudian mengirim sebuah pesan kepada seorang teman untuk mewakili dirinya dalam perlombaan itu, dan teman tersebut menyanggupi nya karena Amel sudah beralasan.
__ADS_1
Β
padahal aku sangat ingin melihat wajahnya saat aku tahu dia akan datang sebagai seorang juri, tapi kata Amel sedih ia pasti sangat kecewa dan membenciku jika tahu aku masih hidup kata Amel lalu menangis'.
Β
kenangan Amel saat itu
Β
aku sangat membenci dirimu kata Amel marah terhadap tuan kecil itu,kenapa tanya tua kecil itu bingung apakah aku ada berbuat salah tanyanya padaku. karena aku tak ingin lagi melihat wajahmu kata Amel sambil menangis ia tak bisa membendung air matanya saat itu, amel merasa sangat bingung bagaimana mungkin ia membenci orang yang telah menyelamatkan diri nya dari pelecehan.
tapi ia tak bisa bicara saat itu karena ia di bayar oleh seseorang untuk meninggalkan tuan kecil itu, jika tidak tuan kecil itu akan mati, tapi Amel tak berani mengatakan yang sesungguhnya karena saat itu iya masih bodoh. aku tak percaya, kata tuan kecil itu marah sambil memeluk tubuh ku yang masih kecil. aku hanya bisa menangis tapi apa daya mungkin takdir kami tak bisa bersama.jangan bohong kata tuan kecil itu sambil membisikkan ke telingaku, aku lalu mendorong nya sekuat tenaga yang ku miliki dan dia terjatuh mengenai tangga rumahnya. tapi ia tidak pingsan, melainkan hanya mengeluarkan darah segar karena kepalanya mengenai besi.
aku sangat ketakutan tetapi aku tak bisa menolongnya aku hanya bisa pergi, tunggu,,,,, kata dia masih memegangi kepalanya jika kamu pergi jangan pernah kembali lagi dan jika kamu mati jangan pernah menghantui ku lagi lalu ia tersenyum getir.
aku hanya menangis saat ia mengatakan kata-kata seperti itu tak lama kemudian datanglah keluarga nya, mereka bertanya kepadaku tapi aku tak menjawab sedikitpun pertanyaan mereka Mala pergi meninggalkan mereka.
ma, pa kata tuan kecil itu terhadap orang tua nya aku ingin melihat wanita di depanku ini mati.....katanya lantang entah karena dia masih kecil sehingga dengan mudah nya ia mengatakan kata mati. Amel saat itu seperti di sambar petir dan tidak dapat berkata-kata, orang yang sangat ia sayangi selain keluarga nya menyuruh dia mati Amel hanya bisa berlari sekencang mungkin sambil menangis dalam diam.
Β
Amel menangis kembali' mengingat kejadian tiga belas tahun lalu itu, aku harus mencari tahu siapa dalang dari semua ini kata Amel sambil mengelap sisa air matanya lalu berlalu menuju kamar mandi.
karena boleh datang terlambat maka Finka memutuskan untuk menghapus make-up nya dulu, ia mengambil kapas lalu membasahi kapas tersebut menggunakan air mawar. tidak lama kemudian Ami nelpon lagi,
ngapain lagi sih Ami nelpon batin finka, alah... paling cuman mau ngomong jangan lupa jemput gue, pikir finka ia pun tak mengangkat telpon dari Amel,
huh.... akhirnya bersih juga batin finka seperti nya aku tadi ketebalan pakai make-up nya sehingga agak sulit membersikan nya.
" Finka gawat kita di suruh datang sebelum
jam 09, karena ada perubahan dalam
perlombaan ini. katanya enggak semua ikut
dalam perlombaan jadi di seleksi dulu, dan
kalau enggak datang nilai jurusan
dipastikan tidak akan lulus,low buruan
jemput gue ya, alamat: jln. palem
no 03,gue tunggu Deket halte buruan.
finka terkejut bahkan matanya mungkin mau keluar dari tepatnya saat membaca chat dari ami, iya membanting gelas yang ada di meja. dasar guru sinting kata Finka marah emang mereka pikir kami ini budak apa katanya masih ceramah, Mala bedak udah gue hapus lagi gimana ini batin finka awalnya gue mau bawa mobil tapi sepertinya enggak bisa kata Finka kesal sambil menyumpahi dosen yang ada di universitas itu, terkutuk kata Finka, emang universitas ini buat gue tambah gila katanya sambil menjambak rambutnya sendiri, setiap hari ada saja masalahnya.
Finka lalu memanggil bik Ijah, bik.......kata Finka menjerit bik Ijah lari terbirit-birit dari lantai bawah menuju lantai atas karena takut jika terlambat Finka pasti' akan marah.
iya non kata bik Ijah ngos-ngosan huh....huh...lama amat kata Finka membentak cepat buruan bawain barang-barang gue ke dalam mobil, maaf non kata bik Ijah
takut-takut barang yang mana kata bik Ijah masih dengan napas tak teratur. elo enggak lihat atau pura-pura buta??? itu kata Finka menunjuk, itu barang mahal jangan sampai rusak udah buruan jangan berdiri aja Bawak terus masukin ke mobil kata finka membentak. sambil berjalan menuruni tangga Finka masih mengoceh bak burung beo.
__ADS_1
enggak Bibik,ngak dosen emang kalau udah tua semuanya sama saja bikin kesal.
saat Finka sudah sampai di bawah Amel lalu memanggil Finka, ia sudah merasa mendingan saat meminum obat tadi. Finka...tunggu kata Amel, ada apa lagi sih kata Finka agak sedikit kesal. ini Amel lalu memberikan sebuah bungkusan, sebelum Finka bertanya Amel langsung menjawab karena ia sudah tahu apa yang ingin di tanyakan Finka. ini isinya jaket Arel udah di cuci dan di setrika,tolong kamu berikan sama arel kata Amel menyudahi.
bagus batin finka sambil tersenyum gue udah enggak ketemu kak Arel dari kemarin, selain tadi malem. dengan adanya jaket ini gue bisa ngajak dia ketemuan batin finka kekeh. Amel yang melihat itu hanya Tersenyum geli memikirkan orang bodoh yang mencintai orang bodoh, maksudnya Arel dan finka.
kamu hari ini mau ke kampus kan???kebetulan aku juga mau ke sana, jadi kita pergi nya barengan aja biar aku aja yang bawa mobilnya kata amel sambil memasukkan tangannya ke saku baju.
aku lihat kamu tidak berdandan hari ini padahal hari ini akan ada perlombaan kata Amel terpotong, saat Finka menatap dirinya Amel sudah tahu maksud dari tatapan Finka. bibi yang telah memberi tahuku kata Amel berpura-pura padahal iya sudah tahu dari sekolah kursusnya.
buruan naik kata Amel nanti keburu terlambat, tunggu kata Finka ada apa ??? tanya Amel, kamu bukan nya sekolah hari ini ya dan bukan nya kamu ngerasa trauma karena kejadian tadi malam. sekolah kami juga libur dan aku juga tidak merasa trauma kata Amel berbohong. aneh padahal semalam jelas-jelas dia sangat ketakutan saat kak Arel dan Vinto bercerita apa mereka berbohong padaku pikir finka.
mereka pun menaiki mobil sedan berwarna putih.
emangnya kamu nggak papa bawa mobil tanya finka karena melihat keanehan Amel hari ini. tenang aku udah punya SIM jadi aku jamin kita pasti selamat kata Amel sambil tersenyum licik, ia sebenarnya ingin mengerjai Finka karena sudah bentak-bentak orang yang tidak bersalah yaitu bik Ijah.
" Amel sangat membenci jika ada yang memarahi orang yang tidak bersalah apalagi sudah tua, tapi dia tidak mungkin melarang Finka karena di rumah Amel tidak terlalu banyak bicara, padahal aslinya dia sangat ceria.
mobil pun melaju awalnya sangat pelan seperti layak nya tak bisa mengemudi, Amel sengaja' menunggu agar Finka mengatakan agak balap. mereka pun jadi bahan penglihatan pengguna jalan raya lain nya, Amel..... kata finka sambil berdandan kamu bilang tadi cepat' nanti terlambat tapi lihat yang kamu lakukan?? kita seperti sedang mengendarai keledai kecil yang kekurangan makan, kamu sebenarnya bisa bawa mobil apa enggak sih kata Finka kesal.
tentu aku bisa tapi kamu pasang dulu sabuk pengamannya agar selamat' kata Amel sambil tersenyum licik, yang benar saja jalan lemot macam bebek gini di suruh pasang sabuk pengaman kata Finka mengejek. setelah memastikan Finka memasang sabuk pengaman, barulah Amel melaju karena Amel tidak ingin membuat Finka masuk ke rumah sakit ia hanya ingin membuat Finka makin emosional agar Amel tahu sampai kapan ia akan berpura-pura polos di depan teman-temannya apalagi di depan Arel.
Amel langsung tancap gas menuju alamat yang di tunjukan Finka, Amel stop.....kata Finka menginterupsi, lipstik nya jadi patah saat ia memakainya dan mencoreng bibir nya sampai ke pipi atasnya untung tidak mengenai mata.
Amel hanya tersenyum licik, tenang aja Finka kita akan sampai bahkan lebih cepat dari perkiraan kata amel lalu memotong jalan pengemudi lain. woy..... hati-hati dong kalau mengemudi kata pengendara itu kesal kepada mereka. stop... Amel gue bilang stop.... kata Finka dengan suara yang sudah serak karena ketakutan jantung nya sudah tidak menentu kemana berdetak nya, bahkan wajah Finka pucat fasih karena gugup.
Amel pun berhenti bukan karena kasihan melainkan karena sudah sampai ke tempat yang di tuju finka,
tin....tin....Ami langsung naik ke kursi penumpang, Finka Lo kenapa kata Ami karena melihat' finka terkapar dan tak berdaya seperti orang kelaparan begitulah batin Ami.
Finka hanya menarik napas panjang mencoba rileks kembali, lalu duduk dengan posisi yang benar merapikan rambut dan pakaian yang sudah berantakan. ia lalu tersenyum palsu melihat Ami, gue nggak papa kok katanya dengan lembut. Ami lalu tertawa-tawa layaknya orang gila ha.....ha.....ha...p, ini anak kenapa lagi batin finka masak iya dia tahu kalau gue lagi marah
Finka gue nggak salah kan lihat dandanan elo???? iya sih gue tahu hari ini Lo ikut fashion show tapi nggak gitu juga kali kata Ami masih tertawa, Amel hanya tersenyum melihat kepolosan Ami ngomong blak-blakan.
Finka kemudian melihat' kaca dan melirik Amel iya seperti ingin memakannya hidup-hidup. ini kesempatan gue bongkar kedok nya batin Amel, sorry Finka aku hanya ingin kita cepat sampai kata Amel .
ia lalu mengambil tas yang dipegang Finka yang berisikan alat make-up mulai dari aksesoris, lipstik, bedak, liptin, blush on,dan lain sebagainya.
Amel lalu mengambil kapas dan lipstik, sini gue perbaikan kata Amel. ayo buruan marah batin Amel, enggak papa kok kata Finka biar gue aja kata finka kesal.
dasar munafik batin Amel,, enggak papa kok sebagai ucapan maaf dari saya Amel lalu memperbaiki make-up Finka dan juga liptin berwarna oranye di bibir nya, sedang kan coretan lipstik tadi ia jadikan blush on,lalu ia mengikat rambut Amel ngasal dan memakaikan bando pita yang ada permata nya, sudah selesai kata Amel senang melihat hasil karyanya. Amel bukan tidak bisa berdandan tapi malas.
finka lalu melihat' kaca ia sangat terpukau melihat dandanannya, gue udah mau sejam dandan, tapi iya hanya lima menit,.batin finka takjub gue awalnya sampai rumah akan bikin perhitungan tapi melihat' wajahku jauh lebih cantik dari tadi sebaiknya aku memaafkan nya batin finka. Ami juga sangat terpukau dengan Finka, aku juga mau dong kata ami.
Amel hanya tersenyum di balik masker nya ia lalu menyuruh Ami sedikit memajukan wajahnya, lalu memakaikan Kep berwarna putih di rambut Ami karena ia memiliki rambut pendek sama seperti Amel tapi bedanya lebih pendek, lalu mengambil kapas untuk merapikan make-up nya, kemudian memakaikan lipstin berwarna merah muda, menambah blush on berwarna oranye karena kulit Ami agak gelap, memakaikan maskara juga menambahkan bando berwarna putih, sempurna kata Amel di balik masker nya.
lalu Amel melaju kan mobil nya dengan kecepatan agak balap karena jalanan agak sepi, wah elo hebat kata Ami aku jadi sangat cantik, kata Ami sambil foto Selfi. dandanan Amel lebih ke warna-warna muda dan tidak menonjol sehingga terlihat anggun dan menawan.
tak lama kemudian mereka pun sampai dan langsung memarkirkan mobilnya ketempat parkiran atas arahan Finka.
maaf ya kalau sangat tidak berbobot
__ADS_1
πππππππππ
Β