
Eps 3
Sesampainya didalam lokal aku tidak tahu harus berbuat apa,soal nya semua orang pada ngeliatin aku.Aku akhirnya memutuskan untuk menggunakan kacamata yang biasa ku gunakan saat belajar.dan ketika pelajaran sedang berlangsung aku hanya bisa mendumel dalam hati dan tidak fokus pada pelajaran itu,.......sial .....gara** dia aku nggak bisa punya teman kan image ku jadi jelek sial batinku lagi, aku lalu memukul meja dengan kencang terbawa akan khayalan ku.
hey......!!! kamu,kata dosen tersebut aku tersentak kaget' ketika ia memanggil ku,... *kenapa kamu memukul meja apakah kamu tidak suka dengan pelajaran saya?jika tidak suka keluar? katanya membentak!!!
apa-apaan sih ibuk ini aku kan ngk sengaja lagian gitu aja sampai marah',coba aja ini ngk disekolah aku pasti udah bilang ke papa.kemudian aku maju ke depan sambil berfikir bagaimana alasan nya,Amel baru teringat kalau orang tua dosen itu bekerja di perusahaan Williams....a...ha...aku punya ide, aku memasang wajah ....imut seolah tak bersalah lalu mendekati guru tersebut dan membisikkan ke telinganya,...ibu itu terlihat bingung akan tingkahku, maaf Bu saya hari ini lagi palang merah jadi saya sangat kesakitan kataku memelas,lagian Bu kataku mengancam, ibu tidak tahu siapa saya ya,aku kembali menakuti,ibu itu hanya mendelik aku nggak tahu apa sebab nya mungkin dia takut atau apalah. melihat' ibu itu yang sedikit takut aku kembali menekan nya,saya anak Williams Lo Bue.....nggak takut apa kalau kedua orang tua ibu dipecat lalu keluarga ibu gimana kataku sambil tersenyum puas,saya hanya mengingatkan Lo Bu dan masih tetap tersenyum.lalu aku mundur dan menundukkan kepala maaf ya Bu kataku sopan di depan semua murid seolah merasa tidak bersalah, saya benar-benar minta maaf saya janji tidak akan mengulangi kataku dengan raut wajah yang memelas para murid semua tertegun melihat aku merasa bahwa aku tidak bersalah.ibu tadi hanya diam tak dapat bicara sepatah katapun ia tak menyangka bahwa wanita didepan nya ini memiliki banyak sekali wajah palsu,padahal ia baru saja mengancam ku,kalau bukan karena orang tuaku bekerja di perusahaan Williams aku pasti akan mengeluarkan dia batin ibu itu kesal.ibu itu hanya mengangguk dan berkata baiklah jangan lakukan lagi katanya padaku, baik Bu kataku sambil tersenyum puas seolah mengejek.
aku lalu kembali ke kursi ku emang dia pikir dia siapa bisa marahin gue batin finka kesal,dan masih tetap tersenyum.
*Begitulah kehidupan anak jaman sekarang yang diandalkan hanya kedua orang tuanya,yang menyebabkan mereka berbuat seperti itu juga karena orang tua mereka yang telah terbiasa berbuat semena-mena dengan money dan kedudukan yang dimiliki,mereka berfikir bahwa dengan adanya semua itu dapat membeli dan bahkan bisa mengancam kehidupan dan nyawa seseorang.
wah...wah,...kamu hebat kata orang dibelakang ku,kamu tahu nggak katanya lagi ibu itu adalah guru yang paling garang tapi dengan kamu ngomong begitu aja udah dimaafin salut deh,aku hanya tersenyum. oh ya kenalin nama gue Ami katanya sambil mengulurkan tangannya kita boleh berteman katanya bertanya?? bagus ada yang mau temenan Ama gue ya walaupun ia jelek', hitam,tapi sedikit manis nggak malu-maluin gue banget sih,lalu aku membalas uluran tangannya gue Williams finkata,oh jadi kamu' anak dari keluarga Williams, pantas saja dosen garang tadi takut tapi bagus deh gue berteman sama anak nya Williams ayah pasti seneng kata Ami dalam hati.
__ADS_1
pelajaran hari ini cukup sampai disini kita akan berjumpa Minggu depan,dan jangan lupa tugas kelompoknya ibu sudah membagi kelompok menjadi 10 bagian yang beranggotakan 5 orang, nama-nama nya ibu kirim lewat email ketua kelas, tanyakan saja nanti pada dia, kalau begitu ibu permisi dulu,,selamat siang.....,siang buk .....kata kami membalas.
murid semua pada berhamburan mendekati ketua kelas, apaan sih kampungan banget, kan bisa aja nanti batinku.
finka kata Ami memanggil ku,ayok ke kantin nanti gue kenalin elo sama temen gue gimana??
gue lihat elo seperti nya belum punya temen, aku hanya tersenyum,ayok kataku malas...kami pun berjalan menuju kantin sesampainya di kantin ia memilih duduk di paling pojokan aku sebenarnya ingin menolak tapi sepertinya hanya tempat itu yang kosong.
setelah beberapa menit terdiam Ami memulai untuk bercerita by the way elo benaran pacarnya vinto anarto,katanya bertanya, what's.....pacar, batin finka menjaga image agar tidak terlihat heboh kayak orang kampungan, aku lalu berhenti dan melihat' dia sekilas perempuan ini sebenarnya ngapa sih kenapa dia mengatakan bahwa aku pacarnya Vinto ?? lagian bukan nya keluarga itu terkenal juga ya kalau nggak salah di bidang properti,apa dia ini fans nya, terus ngapain dia nanyain gue,bahkan ngatain gue pacarnya kenal aja kagak nie cewek halu kali ya batin Finka .
Enggak tue,gue bukan pacarnya lagian kenal aja kagak kayak mana bisa jadi pacar,selain itu gue juga udah punya kali.oh gitu kata ami malu-malu aku pikir kamu beneran pacarnya soalnya dia kasih tahu di depan orang ramai sih.aku memperhatikan tingkah nya sebenarnya dia ini siapa sih bikin kesel aja, tunggu dulu apa elo bilang barusan di depan orang ramai,,emmmm...kata Ami sambil mengangguk. ''"""hah...,,di depan orang ramai kapan vinto ngasih tahu nya gue aja baru pertama masuk kuliah, terus cewek ini tahu dari mana?? kayak nya gue beneran berteman sama orang sinting deh tuhan kenapa gue dapat teman kayak gini sih batin Finka tambah kesal.
*seharusnya yang kesel itu Ami ya kan guys dapat temen bloon kayak Finka.
__ADS_1
finka orang nya agak Lola saat berfikir meskipun ia kaya, tapi otak nya tak sebanding dengan harta keluarga nya.
Ami bingung karena Finka diam saja dalam hati ia berfikir sebenarnya Finka ini tahu nggak sih Vinto yang mana kok kayak nya aku ngomong nggak di gubris ya.merasa tak diacuhkan Ami bertanya kembali, finka kamu' tahu kan vinto yang mana? enggak kata Finka dengan enteng nya tak merasa bersalah sama sekali, Ami sangat kesal dengan ucapan finka buat apa ia cemburu sama orang yang sama sekali tidak kenal dengan vinto, ngabisin waktu gue aja batin ami. memang nya vinto yang mana kata finka balik bertanya? masak kamu nggak tahu kata Ami dengan heboh nya, ituloh cowok yang tadi pagi yang ngatain kalau elo pacarnya,oh itu kata finka santai belum mencerna kata-kata Ami, kemudian ia tersadar..... what's kata Finka dengan suara yang lantang, sehingga orang yang ada di kantin pada ngeliatin mereka merasa dilihatin Finka hanya menunduk kan kepala nya,sial batin Finka gara** berteman sama dia gue juga jadi ikutan heboh kayak orang alay*.kemudian finka menaikkan kepala nya lagi,oh jadi itu yang namanya Vinto kata finka,emang gue nggak kenal sih sama dia tapi papa gue temen baik nya,kenapa kamu nanyain dia kata Finka menyelidik, enggak bukan apa-apa kata Ami dengan cepat,Ami nggak mau orang lain' tahu kalau ia menyukai Vinto.
tak lama kemudian datang lah satu orang cewek menyapa kami,....
Hi ami ...im sorry ,,, gue telat kesini, soal nya setelah lihat daftar club'tadi, gue langsung pergi keruang seni untuk daftarin diri dulu gue mau ikut seni lukis.
*dengan logat Inggris**
nggak papa kan kata dia dengan muka imut,ya nggak papa kok kata Ami oh ya kenalin ini Finka,....halo kata...nya sambil mengulurkan tangan kenalin nama saya Angel, *masih dalam logat bahasa Inggris*, halo kataku juga aku finka dan tersenyum.aku memperhatikan wanita yang baru datang ini seperti mirip seseorang yang ku kenal,ada apa Finka kata Ami bukan apa-apa kata Finka,apa kamu kenal Angel kata Ami? Finka hanya menggeleng.
oh iya kita satu club' Ami kata angel, "masih dengan logat Inggris nya ingat ya guys dia agak sulit berbicara dalam bahasa Indonesia pasih.
ami dan Finka hanya tersenyum bukan club' angel tapi kelompok kata Ami,oh.... kalau begitu sorry katanya,ya nggak papa kata ami,oh ya gimana elo kelompok siapa?Adrew bilang lihat di email kelas saja, tunggu dulu kata Ami,ada apa kata angel dan Finka siapa itu Andrew pacar kamu' tentu saja bukan dia ketua kelass Ami masak kamu nggak tahu sih,kata Angel ya iyalah kita kan nggak kenalan jadi kayak mana mau tahu,tapikan ada bio**** kelas sih,ya emang sih tapi kan enggak hapal, emangnya elo kutu buku apaan sih kata Angel malu-malu.
__ADS_1