
Eps 17
Mel...mel...Amel.... panggil Finka, udah pagi Mel. kita pulang yok, aku pengen kuliah hari ini kata Finka.
padahal Finka ingin bertemu dengan Arel secepatnya. Amel.... panggil Finka lagi ia lalu menggoyang-goyangkan badan Amel, tapi Amel masih tetap tertidur.
Amel Lo budek ya kata Finka kesal, Amel.........kata Finka menjerit di telinganya.
Amel langsung tersentak bangun dari tidurnya sampai terduduk, iya seperti orang linglung yang bodoh. melihat tingkah bodoh dan lucu Amel Finka otomatis tertawa terbahak- bahak,...ha....ha....ha...emang enak kata Finka mengejek.
elo sih gue udah bangunin elo dari tadi, tapi elo nya nggak bangun-bangun. jadinya gue kesel la, kata Finka bercerita, dengan Amel yang masih belum sadar. Amel lalu menguap karena masih merasa ngantuk,
......hu.....ah..... kamu' ini kenapa sih Fin??? aku masih ngantuk kata amel dengan suara khas orang bangun tidur.
lagian dokter bilang semalam, kamu' harus istirahat total selama dua hari kata Amel ingin kembali tidur, hentikan Amel..... katanya sambil menarik kembali tangan Amel yang sudah mau kembali berbaring .udahlah Fin hari ini kita bolos aja' kata Amel menjelaskan, aku ngantuk banget kata Amel masih tetap tertidur.
ternyata dia lebih sulit di bangunin dari pada gue, tapi kok dia bisa bangun pagi duluan ya kalau sekolah dari pada gue kata Finka berbicara sendiri. aku buat alarm kata Amel menyambung ucapan Finka, elo belum tidurnya. ayo kita pulang kata finka pas, dibilang seperti itu ia kembali pura-pura tertidur lagi.
baiklah jika elo tidak ingin pulang, gue akan menelpon kak Arel sama kak rama suruh mereka jemput gue ancam Finka.
seketika itu Amel langsung bangkit dari tempat tidur, jangan !!!!... yaudah ayok kita pulang kemasi barang-barang milikmu kata Amel seolah ia sedang takut. Finka hanya tersenyum, ternyata dia bisa takut juga batin finka. tapi sepertinya amel sudah banyak bicara' sekarang tidak seperti dulu, nggak papalah aku lebih suka dia yang sekarang, batin finka masih tetap tersenyum. andai aja dia kakak gue, pasti gue akan senang banget kata Finka berbicara sendiri.
Hoy,,,,,, Finka mau sampai kapan kamu di situ terus katanya mau pulang. barang-barang nya udah aku beresin kata Amel, iya-iya aku pulang kata Finka.
tak lama kemudian handphonenya berbunyi siapa lagi sih batin finka, Amel panggil Finka histeris. apa???? .....kata Amel acuh tak acuh ini!!!!! lalu Finka menunjukkan handphone nya, telpon dari kak arel kata finka.
yaudah tinggal angkat aja, kok susah. iya gue juga tahu tinggal angkat, terus gue harus bilang apa kata Finka heboh. Amel akhirnya kembali duduk, karena melihat kehebohan Finka. yaudah tinggal bilang, kalau seandainya dia nanyak kenapa kamu nggak ke kampus bilang aja lagi pusing.
__ADS_1
Finka lalu mengangkat telpon dari arel, halo Finka kamu dimana???? kata Arel khawatir. aku udah di depan rumah ni, tapi kata satpam di rumah kalian katanya kamu' nggak di rumah dari semalam katanya kamu' tidur di rumah teman. teman siapa???? tanya Arel tak mau berhenti bicara. Finka sengaja membuat speaker aktif, supaya Amel mendengar perkataan Arel.
Amel gimana ini gue harus jawab apa kata finka bingung. ya udahlah bilang aja memang elo lagi tidur di rumah temannya aku sekalian sama aku juga. kalau dia nanyak lagi kenapa???? bilang aja sekalian mau ambil lukisan, dan ketika mau pulang udah kemalaman jadi menginap di rumah dia.
Finka pun menjelaskan seperti yang Ami sarankan padanya, oh gitu!!!! tapi kamu emangnya enggak ke kampus hari ini kata Arel. finka lalu melirik Amel ia Mala menggelengkan kepalanya sambil membuat tanda silang pada tangan nya, menandakan bahwa dirinya hari ini tidak boleh kuliah.
enggak kakak aja yang pergi ke kampus, nya soalnya aku agak pusing sedikit jadi tolong ya kak bilangin kata Finka. ya' ,,, nanti kakak sampein tapi kamu harus istirahat supaya cepat' sehat kembali.
iya kak,,. kakak hati-hati la berangkat nya, emmm kata Arell , kemudian arel menutup telponnya.
huh......kata Finka menghela nafas, ia merasa seperti telah lolos dari bahaya. yaudah ayok kita pulang kata Finka, ayok kata Amel sambil tersenyum, mereka sudah sangat dekat sekarang
Finka pun mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang, ginka kemudian membuka pembicaraan. oh ya Mel mama, sama papa kapan pulang tanya finka. ya aku juga nggak tahu la, kamu' kan bisa nelpon kata Amel.
iya sih,,,, kata Finka tapi gue males katanya lagi. kamu kan tahu mereka itu gimana??? kalau bukan karena ada elo waktu aku SMA, mungkin aku tak memiliki teman hingga sekarang kata Finka sedih'. Amel melirik Finka sedikit, Amel merasa sangat kasihan pada Finka. sejak kecil meskipun hidup nya enak dan tercukupi tapi,mereka jarang bertemu.
begini saja bagaimana jika kamu aku bawa ke suatu tempat, agar kamu tidak sedih lagi. sekalian kita makan kamu kan belum makan kata Amel.
dasar bilang aja kamu yang laper kata Finka mengejek, Amel hanya tersenyum. jadi gimana kamu mau makan enggak???? tanya Amel lagi, ya boleh lah kata Finka alah padahal kamu juga laper. kata Amel membalas ejekan Finka, mereka pun akhirnya tertawa bersama- sama akhirnya dia tidak sedih' lagi batin finka senang.
mereka tidak tahu jika ada mobil yang mengikuti, ikuti mobil itu. jangan sampai lolos katanya memerintah, baik' bos kata bawahan tersebut.
Tara ...... kita udah sampai kata Amel bahagia, taman bermain...... kata Finka girang Amel hanya mengangguk. elo hebat' katanya pada Amel, lalu tersenyum. mereka pun berjalan sambil bercerita.
elo tahu enggak, gue udah lama banget ngak kesini. cuman waktu masa kanak-kanak,kata Finka mengenang. waktu itu kami sangat sering kesini bersama kak Arel, kak Rama dan Amelia, kamu benar ..... kata Amel spontan ia tidak tahu jika kata-kata terucap keluar bukan di dalam hati. maksudnya kata finka menyelidik, Amel sengaja' bersikap tenang agar tidak ketahuan. maksudnya kamu benar waktu kecil anak-anak sering bermain kesini, yaudah lah ayok nanti kalau udah siang' banyak pengunjung kata Amel mengalihkan pembicaraan.
kamu' mau makan nasi apa roti tanya Amel, gimana kalau kita makan roti sambil naik permainan. yakin kamu bisa kata Amel mengejek tentu emang elo aja.
__ADS_1
tapi aku takut setelah dari sini kamu masuk rumah sakit lagi kata Amel sambil makan roti, kamu benar Mel seperti nya aku baru tahu kenapa aku enggak di bolehin ke sini. mungkin karena aku punya penyakit ini kata Finka sedih', Amel seketika itu langsung memeluk Finka.
jangan sedih ini semua salah ku, aku minta maaf sambil mengelus rambut Finka. maaf kata Amel merasa bersalah, andai aja aku tidak menambah kan obat-obatan di minumannya. pasti sakit nya tidak akan tambah parah, batin Amel menyesal.
Finka masih tetap menangis, aku janji mulai sekarang aku akan sering membawa kamu ke taman bermain. dan kita, akan bermain sepuasnya sesuai dengan permainan pilihan kamu'. beneran kata Finka Melepas pelukan nya, Amel hanya mengangguk sambil tersenyum.
makasih Amel kamu memang yang paling ngerti aku kata Finka sambil memeluk Amel kembali,' andai kamu adalah Angela aku pasti sangat bahagia batin Amel mengingat adiknya yang sudah tiada.
ya udah ini rotinya makan dulu siap itu baru' kita bermain, baik' bos kata Finka menurut sambil mengelap air matanya. mereka pun berjalan-jalan dulu, sambil melihat permainan mana yang cocok.
bos gimana ini kata segerombolan orang berjas hitam tersebut, tunggu ketika mereka agak ke tempat sepi baru kita bawa kata nya membuat ancang-ancang.
setelah Amel dan Finka puas bermain komedi putar, bianglala,dan lain sebagainya mereka pun beristirahat. ah........ . rasanya lelah sekali kata finka, kamu benar' aku juga lelah tapi seru kata mereka sambil tertawa-tawa.
ya udah kamu tunggu di sini sebentar aku akan beli minum dulu, Finka hanya mengangguk lalu menelpon arel. ia ingin menceritakan kesenangan nya di taman bermain ....Tut....Tut ....., Arel kemana sih padahal ini udah sore masak dia belum pulang kata Finka menggerutu.
tak lama kemudian Arel pun mengangkat halo Finka, ...emmmm...emmmm... kata Finka berontak karena ada yang menyergapnya, lepasin gue. tak lama kemudian ia pun tak sadarkan diri karena sudah di beri obat bius.
halo....halo...Finka kata Arel khawatir di sana,
woy,,,,,, kata Amel berlari mengejar mereka. lepasin dia kata Amel tegas, Arel sempat mendengar suara Amel. tak lama kemudian Amel juga pingsan karena di beri obat bius ia tidak tahu jika di belakang nya ada orang. begitu juga telpon Finka langsung di matikan, bahkan langsung di copot semua isinya mereka pun di bawa pergi.
halo....halo....Finka....kata Arel khawatir .Tut....Tut....Tut.... Arel ingin membanting telponnya. tahan kata Vinto elo kenapa???? Finka seperti nya di culik apa????? kata Vinto ikut khawatir.
ini semua gara-gara Amel katanya marah, kenapa sih nama Amel itu selalu membawa sial. ngak untuk gue, kakak gue, elo bahkan Finka katanya sedih. stop...... kata Vinto marah berhenti menyalahkan Amel, jangan karena gara-gara Amelia kamu bisa seenaknya menyalahkan dia kata Vinto tak suka dengan pernyataan Arel.
kamu masih bisa membela dia, setelah dia mengajari Finka berbohong. lihat-lihat katanya lalu menunjuk lukisan yang tadi di beri Dinda, mereka bilang mereka sedang menginap. tetapi Dinda bilang mereka tidak disini semalam, ya mungkin aja temen Amel yang lain kata Vinto mencari alasan.
hentikan omong kosong mu Vinto Finka bilang Amel ingin mengambil lukisan, lalu sekarang lihat apa yang telah dia perbuat Sekarang Finka di curi.
__ADS_1
oke fine... mungkin Amel memang salah, tapi sekarang bukan saatnya bersedih lebih baik kita cari mereka bila perlu lapor polisi kata vinto memberi solusi.