
Eps 36
Arel hari ini juga ada di mol, karena ada pertemuan dengan klien juga.
sebenarnya Arel bisa saja mewakilkan dirinya, tapi karena projects ini terlalu besar maka dia memutuskan untuk turun tangan sendiri. tapi jika tender dari projects yang kecil, maka Arel akan mewakilkan kan nya.
sekretaris Ning aku tadi sepertinya melihat Amel, kata Arel saat dirinya baru sampai di parkiran. sedangkan Amel keluar dari parkiran, maaf pak.... Mungin bapak salah orang. karena tidak mungkin istri bapak ada disini, sedang kan non Amel belum pulang dari Amerika kata Ningsih.
tapi saya yakin dia istri saya, pak ikuti mobil itu kata Arel memerintah kepada supir pribadinya. baik tuan....!!! kata supir itu menurut.
maaf pak, bagaimana dengan klien nya...???!!! kata Ningsih agak kesal.
batalkan...!!!, kata Arel tanpa ada rasa beban sedikitpun. tapi pak kata Ningsih lagi,. saya bilang batalkan ya batalkan jangan protes kata Arel marah.
pada akhirnya Ningsih hanya bisa pasrah, mengikuti kata bos nya.
"padahal gue udah susah payah mencari waktu luang Klein ini, tapi dengan mudahnya bos edan ini memutuskan sendiri membatalkan pertemuannya batin Ningsih.
tadi malam gue ke acara perayaan bisnis sendirian, nungguin rama kayak ketek goblok. katanya Rama akan datang, untung aku langsung pulang kalau enggak mungkin gue nungguin Rama sampai acara selesai batin Ningsih kesal.
Ningsih masih tetap dalam hanyalah nya, mobil pun berhenti di seberang jalan. loh kita ngapain di sini pak....??? tanya Ningsih, apa Klein kita minta disini....???? tanya Ningsih lagi. tidak... aku hanya ingin memastikan,dia beneran istri saya atau bukan kata Arel lalu membuka pintu mobil nya.
kamu tetap tunggu disini dengan supir, saya akan masuk ke cafe itu kata Arel lalu meninggalkan mereka berdua. tanpa memperdulikan angel yang sudah
berteriak-teriak, tapi Arel sudah pergi ke seberang dan memasuki cafe itu.
Amel menemui Klein nya di cafe itu juga, maaf apa bapak yang akan bekerja sama dengan perusahaan Williams kata Amel lembut. iya betul, saya kata pria itu lalu tersenyum.
apakah bapak sudah menunggu lama....??? kata Amel sambil tersenyum, tidak juga saya juga baru sampai kata pria itu. mereka akhirnya berbicara dan mengobrol layaknya seorang teman, sambil menunggu sekretaris Amel datang. Amel sudah menelepon sekretarisnya itu, katanya karena macet jadi dia agak terlambat datang nya.
mereka bercerita dan tertawa, tanpa mengetahui bahwa Arel juga berada di cafe itu. Arel berjalan sambil melihat kiri dan kanan, dia sangat yakin bahwa orang yang dia lihat tadi adalah Amel. di tambah lagi ada mobil terparkir di depan, aku yakin Amel pasti di sini soalnya mobil Williams ada di depan kata arel. sambil matanya terus mencari sosok istrinya itu, lalu matanya terhenti pada
kedua sosok yang sedang asik bercerita dan tertawa ria.
Arel seketika itu langsung melotot, dan marah. rasanya emosi dia sudah sampai ke tingkat ubun-ubun, Arel langsung mendatangi kedua insan yang tak tahu apa-apa itu.
dia kemudian membanting meja itu...Trak.... hingga membuat Amel dan pengunjung di situ terkejut.
Arel....... kata Amel terbata-bata, hebat elo Mel.... gue enggak nyangka ternyata elo orang yang seperti ini, kata Arel dengan tatapan nanar dan kecewa.
Arel bukan seperti itu, dengerin penjelasan ku dulu kata Amel sambil memegang tangan Arel yang sudah mengeras.
penjelasan cuih......!!?? kata Arel meludah, penjelasan apa lagi yang akan elo jelasin....??? setelah semua terlihat di depan mata gue kata Arel menarik tangan nya kembali.
gue sangat khawatir sama elo di rumah, berharap elo segera pulang. tapi ternyata elo enak-enakan di sini sama cowok lain, kata Arel lalu melihat cowok itu dengan tatapan tajam.
lelaki itu langsung tahu siapa pria di depannya, maaf tuan Arel ini tidak seperti yang kamu pikirkan. kami hanya...... Arel langsung menarik kerah baju pria itu, hingga membuatnya berdiri. gue enggak nyuruh elo untuk bicara, kata rel lalu meninju pria itu.
elo masih berani bicara...??? kata Arel membentak nya, dan kembali meninju pria tak salah itu.
Arel.... cukup.....??? dia tidak salah, lagian apakah kamu tidak malu membuat keributan di sini kata Amel marah. Arel langsung melepaskan pria yang sudah bonyok pipinya itu, dia langsung Tersenyum miris. kenapa gue malu, seharusnya elo yang malu kata Arel membentak. tanpa memperdulikan
orang-orang,sudah mengerubungi mereka.
gue enggak nyangka Mel, ternyata elo memang pelacur gue kecewa sama elo Mel. karena gue pernah menyukai wanita murahan kata Arel, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Amel hanya bisa diam dan menangis, sambil melihat punggung Arel yang mulai menjauh. ia baru tersadar saat pria itu kesakitan, AW........!!??? katanya merintih. kamu tidak apa-apa....??? kata Amel lalu membantu pria itu duduk, aku enggak papah.
siapa dia apa kamu kenal....???? kata pria itu sambil memegang pipinya yang sakit. dia suami ku kata Amel, seketika pria itu langsung menegang.
apa.....???!!!! cepat kejar dia, dan jelaskan bahwa kita hanya rekan bisnis kata pria itu ketakutan. tapi bagaimana dengan kamu .....??? kata Amel sedih, aku tidak apa-apa kamu tenang saja, pergilah.....!!???.
Amel lalu pergi meninggalkan pria itu, dan mengejar Arel.
ah.... sial, kenapa gue harus berurusan dengan perusahaan besar itu....???? padahal perusahaan gue baru aja berkembang batin pria itu.
arel......!!! tunggu kata Amel sambil mengejar Arel yang sedang menyeberang, tapi Arel tetap terus berjalan. Arel aku mohon tunggu.....!!! kata Amel masih dengan air mata yang mengalir, Amel kemudian memegang tangan Arel dan kemudian memeluknya dari belakang.
Arel..... aku mohon dengerin aku kata Amel sedih, Arel sebenarnya tidak tega melihat Amel yang seperti ini. tapi dia juga tidak tahu harus ngapain, Arel aku mohon dengerin penjelasan ku dulu kata Amel lagi mencoba menenangkan hati Arel.
tapi pria pecemburu buta itu, tidak bisa di lunakkan dengan mudah. Arel memaksa melepas pelukan Amel, meskipun Amel telah memeluk nya dengan erat. Amel pikir Arel akan Luluh, ternyata kebalikannya.
gue nggak butuh penjelasan elo lagi, dan mulai sekarang hubungan kita sampai sini saja kata Arel. sambil menolak tubuh Amel dan mengenai mobil yang melintas, dengan kekuatan penuh. hingga membuat Amel tertabrak mobil, dan terpental mengenai tiang lampu jalan.
Arel terkejut mendengar suara orang jatuh, ia langsung memutarkan tubuhnya dan melihat Amel sudah berlumuran dengan darah. Ningsih yang melihat itu dari dalam mobil, langsung keluar dan berlari mendekati mereka.
__ADS_1
Amel...........!!!??????
kata Arel menjerit, Amel bangun Amel aku mohon kata Arel sambil menangis. dia tidak memperdulikan orang-orang sekitarnya, Arel..... aku enggak bohong kata Amel terbata-bata lalu pingsan. Amel........... kata Arel menjerit lagi, biya aku percaya kamu enggak bohong katanya mencoba membangunkan Amel.
maaf pak, lebih baik non Amel segera di bawah ke rumah sakit kata Ningsih. Arel langsung mengangkat tubuh wanita yang sudah tak berdaya itu, sesampainya di rumah sakit Amel langsung di bawah ke UGD.
Arel dengan cemas menunggu Amel di luar, pak sabar pak, lebih baik kita berdoa kata Ningsih menenangkan bos nya yang
mondar-mandir.
Arel kemudian menelpon orang tuanya, dan mertuanya mengatakan bahwa Amel mengalami kecelakaan.
tak lama kemudian, dokter pun keluar dari ruang operasi.
bagaimana keadaannya dok......??? kata Arel khawatir. maaf keadaan pasien sedang kritis kata sang dokter,. Arel seketika itu hanya bisa lemas. dia tidak tahu harus marah atau bersyukur, karena amel masih bisa bertahan.
Ningsih segera memegang bahu bos nya itu, agar tidak terhuyung. kalau begitu saya permisi dulu kata dokter tersebut, baik dok terimakasih kata Ningsih ............ terpotong oleh omongan Arel, tidak....!!??? kau harus menyelamatkan nya. kata Arel mulai menggila, sambil menarik baju putih milik sang dokter.
sang dokter hanya bisa diam, aku mohon..... selamat'kan dia... . kata Arel emosi dan sedih. maafkan bos saya ya dok..... kau diam Ningsih....!!! kata Arel marah. tapi pak, dia hanya seorang dokter kata Ningsih memberanikan diri untuk bicara'. aku bilang diam.....!!!??? kata Arel menjerit.
sambil masih tetap menarik kerah baju sang dokter, dokter itu sangat ketakutan dan kasihan melihat Arel.
dokter..... aku mohon.... kata arel lagi, tak lama kemudian datanglah keluarga Arel. syukurlah mereka datang, batin Ningsih lega. Arel apa yang kau lakukan....???? kata anes, saat melihat Arel sudah memegang kerah baju dokter itu.
mama..... kata Arel lalu memeluk mamanya itu, layaknya seperti anak kecil. dia menangis di pelukan Mama nya itu ...hu...hu..hu.. anes tidak tahu harus berkata apa, ia hanya bisa mengelus rambut putra bungsunya itu.
ada apa ini sebenarnya.....???? kenapa Arel menangis. ..??? dan dimana Amel.....???? tanya fuzi karena melihat Arel menangis.
dokter itu merasa terselamatkan kali ini, maaf nyonya keadaan pasien sedang kritis kata dokter itu mencoba menjelaskan.
dia bohong ma.... dia bohong.... kata Arel tak terima keadaan istrinya. iya-iya mama tahu kata anes mencoba menenangkan, pa.... Amel pa..... kata fuzi. karena syok dia akhirnya pingsan, ... ma.....mama kata Williams ketakutan. dia lalu membawa istrinya, untuk di periksa.
sedangkan Arel menemui Amel di ruangan VVIP karena Amel sudah dipindahkan. Arel duduk di samping Amel, kemudian Arel memegang tangan perempuan yang sudah lemas itu dan menciumnya.
Amel..... aku mohon bangunlah.... aku janji tidak akan marah lagi, dan aku juga janji akan mendengar kan perkataan mu. jadi aku mohon bangunlah..... kata Arel sambil menangis.
tak lama kemudian datanglah Vinto, angel, dan juga Rama bersamaan. mereka lalu masuk keruangan Amel,
kakak...... kata angel, langsung berlari dan memeluk kakaknya itu.
kakak aku mohon bangunlah...... kata angel lagi, sambil menggoyang kan tubuh Kakak nya itu.
angel hentikan......!!! ???? Amel akan kesakitan kata Arel marah. ini semua salahmu, kenapa kau tidak menjaganya....???? kata angel menjerit. kenapa kau tidak percaya pada
kakak ku.....????? kenapa Arel jawab gue....??? kenapa kata angel frustasi sambil memukul- mukul dada bidang Arel, ini bukan salahku kata Arel juga marah.
Rama kemudian berlari menghalangi angel agar tidak memukul Arel, sedangkan Vinto menghalangi Arel agar tidak bertengkar lagi.
kakak..... lepasin aku, ini semua salah Arel kenapa dia tidak mendengarkan kak Amel kata angel sambil menangis terisak-isak.
hingga semua orang yang melihatnya juga ikut menangis, tak terkecuali arel.
fuzi sudah siuman mereka langsung keruangan Amel apalagi mendengar suara keributan di dalam.
Arel kenapa kau tega...??? kata angel
terbata-bata, sambil berusaha menunjang Arel tapi di tahan rama.
kenapa arel..... kenapa kau menolak Kakak ku...??? kenapa kau tidak mendengarkan nya....??? kenapa kata angel dengan tubuh yang mulai bergetar, dan air mata yang tidak hentinya mengalir.
kau tahu.....!!!??? kata angel sambil menunjuk arel, kakak ku sengaja pulang lebih cepat agar bisa bertemu denganmu. tapi karena papa masih sakit, maka kakak' lah yang menggantikan posisi papa meskipun sebenarnya kakak Amel juga capek.
tapi dengan mudahnya kau menuduh dia sembarangan kata angel, dengan tatapan tajam dan penuh kebencian. angel lalu memaksa Rama untuk melepaskan nya, akhirnya angel pun terlepas.
ia langsung menarik kerah baju Arel, tak perduli lagi dengan orang tua nya maupun orang tua Arel. aku janji jika kakak ku sadar, aku tidak akan mengijinkan kakak ku bersama mu lagi kata angel menjerit.
sekarang kembali kan kakak ku Arel....., aku mohon kata angel menangis sejadi-jadinya sambil memukul Arel. yang di pukul hanya bisa menangis, dan tak melawan sedikitpun.
aku mohon Arel.......!!!! aku mohon..... kebalikan kakak ku, kata angel sambil terus menangis. dia adalah kakak ku satu-satunya, aku mohon kata angel lagi.
fuzi tidak tahan lagi melihat kesedihan angel, dia juga tidak sanggup menerima jika Amel dalam keadaan kritis maupun koma. tapi fuzi juga tidak bisa melihat angel yang sangat frustasi, fuzi lalu berjalan mendekati angel dan langsung menarik ke pelukannya.
Williams hanya bisa menangis dalam diam, dia tidak tahu harus berbuat apa.
sayang..... mama mohon jangan menangis lagi, kata fuzi sambil mengelus rambut angel. tapi ma..... kak Amel ma....., Arel jahat ma..... kak Amel ma...... kata angel terbata-bata, bahkan dia sampai tidak tahu apa yang sedang ia ucapkan.
__ADS_1
iya...iya.... mama tahu kata fuzi sambil menahan tangisannya, mereka semua yang hadir hanya bisa menangis dan berdoa semoga Amel segera siuman.
tak lama kemudian Amel pun sadar ia lalu melihat kearah Arel, tapi yang dilihat hanya bisa merenung seperti layaknya orang bodoh.
Arel....... kata Amel dengan suara yang amat kecil, semua orang yang hadir di situ langsung melihat ke sumber suara. tak terkecuali arel, ia sangat terkejut dan langsung berlari memeluk Amel.
apakah kamu baik-baik aaja...??? maafkan aku....??? kata Arel sambil menangis.
jangan menangis Arel, ini bukan salahmu tapi ini sudah takdir kata Amel. Arel aku minta maaf, jika selama ini aku tidak bisa berperan sebagai istri yang baik ataupun penurut. tapi aku janji jika kita bertemu dalam kehidupan lain aku berharap bisa memperbaiki semua itu.arel maafin aku karena aku tidak bisa lagi menahan nya kata Amel sambil menangis, merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Arel...... berjanjilah padaku bahwa kamu akan menjaga adikku kata Amel, hingga membuat semua yang hadir tercengang.
apa maksud kamu...??? aku tidak akan menjaga dia, kecuali kamu masih bisa bertahan kata arel marah dan takut.
kakak aku mohon jangan berbicara seperti itu, angel juga enggak mau kata angel sambil menangis. Arel aku mohon, aku tidak bisa menahan rasa sakit ini kata Amel terbata-bata dan dengan suara yang amat kecil. Arel menikahlah dengan gadis yang baik, agar kamu bisa bahagia. kata Amel lalu melihat kearah adiknya, dan kamu angel jangan pernah menyalahkan arel kata Amel masih dengan suara yang sama.
Amel kemudian memandang semua orang yang hadir dengan senyuman, dan rasa sakit yang iya sembunyikan.
terimakasih semuanya, karena telah merawat Amel. tapi maaf, aku tidak bisa membalas kebaikan kalian. karena aku akan segera menyusul Finka kata Amel dengan suara yang sangat serak, mereka semua hanya bisa menangis. .
Arel maaf karena membuat kamu kecewa, selamat tinggal kata Amel ia lalu menutup matanya.
Amel bangun..... kata Arel menjerit, Amel aku mohon bangun..... katanya lagi sambil menangis. Amel aku mohon..... kata Arel lagi. kakak...... jangan tinggalkan aku, aku mohon kak, kata angel sambil menangis dan menggoyang tubuh kakaknya.
fuzi hanya bisa memeluk angel, sambil menangis.
tak lama kemudian datanglah seorang dokter, dia kemudian memeriksa keadaan Amel.
bagaimana dok....??? tanya mereka semua, Maaf saya tidak bisa menolong pasien beliau sudah pergi kata sang dokter.
tidak........,. kau pasti bohong...... kenapa kau dokter gadungan bisa bekerja di sini....??! kata Arel marah-marah dan menumbuk dokter itu. vinto dan Rama langsung memegangi Arel yang sudah menggila.
kembalikan Amel ..... kata Arel menjerit. pak dokter maafkan teman saya, dan terimakasih kata Vinto. dokter itu hanya mengangguk, lalu pergi.
Vinto lepasin gue, dokter itu harus bertanggung jawab kata arel marah-marah.
Arel sadar.......rel ... kata Vinto marah, dia sudah tidak ada dan ini bukan salah dokter itu kata Vinto menenangkan. tidak...., ini salah dokter gadungan itu, kak...... ini salah dokter itu, kata Arel berbicara tak karuan.
Rama hanya bisa diam saja, dia juga tidak bisa berkata lagi.
tidak...!!!!,. ini semua salahmu, kau.... yang telah membunuh kakak ku pergi kata angel sambil menangis.
kembali' kan kakak ku Arel...!!! kembali kan...???? kata angel menjerit tak terima.
ini bukan salahku..... tidak.........!!!!?????... kata Arel menjerit.
sudah stop....!!!! kata Williams dan girang, mereka juga tidak bisa menyalahkan siapapun. hentikan .....!;;; perdebatan kalian, kata Williams marah.
sekarang apapun yang kalian katakan, Amel sudah pergi untuk selamanya. jadi lebih baik kita segera memberikan tempat yang nyaman untuk Amel kata Williams.
sambil menangis, dia sangat menyesal karena menyetujui Amel untuk menggantikan posisinya.
......
mereka akhirnya mengebumikan Amel, di tempat pemakaman keluarga Wijaya. alasannya agar bisa menemani mamanya, selain itu Arel juga meminta agar Amel di ke kebumikan di pemakaman keluarga nya, karena Amel adalah istrinya.
pemakaman pun selesai, dengan cepat.
kak amel, maafin aku kata angel sambil menangis. hu...hu...tapi aku berjanji akan hidup bahagia kata angel dengan air mata yang sudah tak terkira banyaknya. jadi aku mohon kakak juga harus bahagia di sana, kata angel lalu memeluk mamanya.
merekapun akhirnya pulang, dan hanya meninggalkan Arel Rama dan juga Vinto.
Amel..... kenapa kamu pergi....??? tanya Arel sambil menangis dia benar-benar sangat merasa kehilangan hari ini. maafkan aku kata arel sedih', Amel aku mohon maafin aku kata kata Arel lai Rama dan Vinto hanya bisa menangis melihat teman sekaligus adiknya yang menderita dan melihat Amel yang sudah pergi untuk selamanya, Rama dan Vinto akhirnya membawa pulang Arel merekapun meninggalkan pemakaman itu.
END...........
terimakasihπππππππ kepada semua viewer's......... yang sudah mau mampir ke novel perdana saya, semoga kalian suka dengan
alurnyaπππππππππ.
dan saya pribadi juga minta maaf, jika dalam penulisan karya ini banyak terdapat kesalahan π π π π .
by the way saya sebenarnya ingin membuat season dua nya Lo guys, tapi nanti.....hi.....hi....hi...., jangan lupa komenπ end πsukaiβ£οΈβ€οΈπ ya guys terimakasih.
ya udah deh enggak usah basa-basi, saya langsung undur diri saja Babay......ππππππ€π€π€π€π€π€π€ππ
__ADS_1