
eps 38
Arel sudah di periksa oleh dokter dan, mereka mengatakan keadaan nya baik-baik saja.
baiklah pak, karena pria itu baik-baik saja bolehkan saya permisi pulang kata caca pada pria yang membantu mereka tadi. maaf nyonya kata pria itu terlihat agak bingung, bukankah Anda istrinya....???? bagaimana pun anda bertengkar dengan tuan Arel, lebih baik dalam kondisi seperti ini anda menemaninya.
ya ampun..., ini bapak udah di bilang berapa kali , masih juga enggak mudeng kata wanita itu dalam hati.
pak dengar ya, saya sudah katakan dari tadi. saya bukan istrinya, dan saya juga tidak kenal dengan pria itu kata wanita itu dengan wajah yang sangat kesal. pokoknya karena bapak mengenal pria itu, jadi saya minta tolong rawat dia sampai keluarga nya datang. saya mau pulang kata wanita itu, lalu pergi.
tapi ... nyonya, kata pria paruh baya itu melarang pergi. tapi yang di larang tidak perduli, dia langsung berjalan layaknya kilat.
huh.....!!!??? mimpi apa lagi aku semalam kok apes banget sih. bukannya dapat kerja,
ehh,, malah dapat masalah. kata wanita itu sambil berjalan keluar rumah sakit.
halo namaku Caca usiaku baru 22 tahun, aku merantau ke kota karena di kampung sudah tidak memiliki sanak saudara. ibuku meninggal saat usiaku masih lima tahun, dan untuk ayah sendiri, beliau menikah lagi. dan sampai sekarang, aku juga tidak tahu dimana keberadaan nya.
setelah mereka pergi, aku tinggal bersama dengan nenek dan kakek. merekalah yang telah merawat aku hingga aku dewasa, seperti sekarang ini. tapi sayangnya mereka juga meninggal, sebelum aku sempat membalas jasa mereka.
nah untuk alasan aku pindah ke kota, itu karena di kampung ku umur 20 sudah banyak yang menikah. bahkan langsung di lamar, aku enggak mau itu terjadi. jadi aku berlari ke kota, setelah menjual harta peninggalan kakek dan nenek yaitu rumah mereka.
dan sekarang aku bahkan sudah dua hari di kota, tapi belum mendapatkan pekerjaan.
eh.... ini malah dapat masalah batin cacah, entah sudah berapa kali dia harus menghela nafas nya.
pak berhenti kata Caca pada supir yang iya tumpangi, ia lalu memberikan ongkosnya dan tidak lupa mengucapkan terimakasih.
ia lalu masuk ke kosannya, dimana di dalam kamar kosan itu ada dua orang yaitu Caca dan temannya yang sama-sama dari kampung. tapi bedanya ni anak sekolah alias kuliah, ya namanya juga orang kaya.
Caca lalu mengetuk rumah itu, tok...tok...tok...
iya bentar.... kata ana. setelah pintu di buka, Caca langsung masuk dengan wajar yang murung.
loh..., kenapa kak....??? kakak belum dapat pekerjaan....!??? Caca hanya menggelengkan kepala sambil berbaring.
ya elah kak...kak ....kalau belum dapet ya jangan menyerah. kakak pilih mana, menikah di kampung, atau di sini cari kerja...???? Caca hanya diam saja, tak menanggapi.
ya udah kak, sana pergi mandi nanti kumannya lengket pulak kata ana bergurau. males ah orang masih sore aja, justru masih soreh lah bagus.
maksudnya....???? kata Caca bingung, iya kebetulan ana mau keluar sama temen-temen mau makan.
nah kakak boleh ikut tu, ya siapa tahu aja kakak bisa mendapatkan pekerjaan. iya bolehlah, kalau gitu kakak mandi dulu.
sip..... kata ana, sambil maskeran Caca lalu masuk ke kamar mandi.
ana elo yakin gue enggak papa ikut bareng kalian, kata Caca ketika taksi sudah melaju. loh kenapa emangnya kak....????
kak Caca malu, bukan nya gitu, tenang aja kak mereka semua baik kok kata ana sambil tersenyum.
__ADS_1
pak berhenti di depan ya, baik....kata supir itu. kemudian ia menepikan mobilnya, nah ini pak terimakasih kata Nina. supir itu hanya mengangguk saja, mereka lalu turun dari taksi.
ya.. ampun....,. ini tempat makan...??? atau gedung pernikahan...???? batin Caca.
tinggi amat Caca lalu membaca nama gedung tersebut, "cafe racer V3" apa-apaan ini ternyata cafe toh, kata Caca melongo.
cafe aja setinggi ini, apalagi restoran nya. batin Caca bergidik, membayangkan karena dia takut ketinggian.
kak Caca..... ngapain di situ...??? di panggilin dari tadi kok, kata ana yang sudah berada di depan pintu cafe.
Caca akhirnya berlari mengikuti ana, mereka lalu masuk kedalam restoran itu. yang dimana sudah ada temannya ana, yang sudah menunggu.
ana ......!!???.... sini kata salah satu temannya, ayok kak kita kesana kata ana mengajak Caca. Hay guys...sorry, udah lama nunggunya ya...??? enggak kok kata mereka sambil tersenyum.
by the way, ini siap....??? bodyguard elo...??? kata salah satu temen ana. mengejek penampilan Caca, yang memakai jeans hitam, kemudian kaus oblong polos, dan sepatu putih sneaker putih. dengan rambut yang hanya diikat ngasal, bahkan mungkin tidak disisir.
dan tidak memakai riasan sedikitpun, hanya ada gelang tangan anak metal berwarna hitam, serta anting-anting berwarna hitam.
ini mata pingin gue colok rasanya, batin Caca saat mereka melihat dari mulai atas hingga bawah.
oh....!!! ini kakak gue, namanya Caca.
hah...!!??? elo enggak salah...??? tampang nya kayak preman gini...???
adiknya kayak Barbie, ras.....!!!! jangan cari masalah kata temannya, apaan sih....????
ya udah kenalin kak, kami temennya ana.
ya.... udah, ayok duduk kak kata ana. enggak usah deh, kakak mau pulang aja. oh iya kalau kamu udah menemukan job, kabarin kakak ya kata Caca berbicara pelan.
loh....!!! kenapa pergi kak.....??? atau makanan di sini enggak enak kata Laras mengejek. atau kemahalan....???? tenang aja kak, makannya gratis kok saya yang traktir, jadi kakak jangan takut kalau enggak punya uang kata Laras sombong.
seketika itu semua kawan ana langsung tertawa, ha.....ha... ha... bahkan meli si tukang akting pun ikut tertawa.
caca melihat kebelakang sedikit, dasar munafik. tapi sayangnya saya enggak butuh makanan itu, walaupun gratis kata Caca hingga membuat teman-teman ana geram.
ana....!!??? aku harap kamu enggak salah pilih teman, kata Caca lalu pergi.
tapi tiba-tiba saja dia menabrak seseorang yang sedang berjalan,
......brak.....maaf tuan.... saya tidak sengaja', kata Caca sambil membungkukkan badan.
it's ok...., kata pria itu. hei...... kalau jalan pakai mata dong, suami orang di tabrak kata wanita di sebelahnya.
iya... maaf mbak, udahlah sayang aku enggak papa kata pria itu. lalu melihat ke arah Caca , dengan tatapan melongo dan terkejut.
wah.... dari bau-bau nya, kayak nya gue mau dapat masalah ini batin Caca segera pergi.
tunggu..... kata pria itu, Amel....???? kata nya lagi. Caca seketika itu langsung berbalik, maaf.... nama gue bukan Amel kata Caca tegas.
__ADS_1
sayang..., kamu ngelantur dari mana lagi. Amel kan sudah meninggal kata wanita di sebelahnya, iya ma aku tahu. tapi coba kamu perhatikan, wanita ini.... dia sangat mirip dengan Amel. hanya rambut nya saja yang berbeda kata pria itu, istrinya lalu melihat Caca.
sambil membolak-balik kan tubuh Caca, iya pa kok bisa mirip ya...??? aku yakin dia ini Amel kata pria itu sangat yakin.
ah rasaku dunia ini sudah gila kali ya, dari kemarin orang menyangka gue Amel batin Caca malas menanggapi dua orang itu.
ia lalu pergi begitu saja, tunggu dulu....!!!! nama kamu siapa....???? kata wanita itu, nama saya Caca, karena caca tidak ingin mereka salah sangka lagi.
tuh.... kan, bukan sayang. ya papa juga tahu kata pria itu, orang Udah mati kok bisa hidup lagi batin Vinto.
baiklah begini Caca, perkenalan nama saya Vinto dan ini istri saya Ami. kamu sangat mirip dengan mantan istri teman saya, lalu apa hubungannya....??? kata Caca bingung.
maaf ya tuan, saya tidak kenal Amel dan saya juga tidak mau tahu tentang dia. jadi saya mohon, jangan ganggu saya kata Caca lalu pergi.
bukannya dapat kerjaan,malah dapat masalah kata caca yang masih dapat di dengar mereka. tunggu.. ??? , apalagi sih....???? kata Caca, apa kamu sedang mencari kerja...???? kata Vinto, kenapa emangnya .. ..??? kata Caca balik bertanya.
nah kebetulan saya membutuhkan karyawan kata Vinto, papa.....!!! kata Ami merasa tak terima. ayolah ma, come on. kata Vinto sambil memberi isyarat pada istinya. ok fine, kata Ami mengalah.
Caca kemudian naik kedalam kendaraan mereka, kamu tinggal dimana....???? kata Vinto mulai mengintrogasi. saya dari desa, merantau ke kota. dan saya tinggal di kompleks perumahan dekat universitas xxxxxxxx.
oh..... kata Vinto, apakah kamu kuliah....??? kata Ami, tidak kak, saya tidak kuliah.
setelah mereka mengobrol panjang dan lebar, merek akhirnya sampai. baik ini alamat tempat kerjanya, dan kamu bisa langsung menghubungi saya jika membutuhkan bantuan kata Ami sambil tersenyum.
ya ampun.... terimakasih banyak, karena telah menolong saya kata Caca senang.
sama-sama kata mereka lalu pergi, wah sepertinya aku tidak boleh terlalu berburuk sangka terhadap orang lain batin Caca lalu masuk kedalam rumah.
sayang..... kamu yakin akan menjodohkan wanita itu, dengan Arel kata Ami saat mereka di perjalanan pulang. ia aku sangat kasihan melihat Arel, dia bahkan sampai kecelakaan hanya karena melihat sosok yang mirip dengan Amel.
tapi, bagaimana jika Caca tidak mau.....???? tidak mungkin Kata Vinto langsung. meskipun Arel sudah brrusia24 tahun, tapi dia masih tampan. lagian Arel juga Kaya, perempuan mana sih yang tidak mau...??? karena sekarang dia kurang normal saja bertemu dengan wanita, makanannya semua orang berlari ketakutan.
kamu tenang saja, tidak perlu khawatir kata Vinto sambil mencium tangan istrinya, baiklah terserah kamu saja.
pagi hari sudah tiba, Caca dari mulai pagi sudah semangat karena hari ini dia akan melamar pekerjaan.
kakak mau kemana.....???? tanya ana, mau kerja kata Caca sumringan, dimana....???? emangnya kakak udah dapat pekerjaan.....????
iya, kemarin ada orang baik yang menawarkan pekerjaan sama kakak katanya gajinya juga besar.
hati-hati Lo kak, ini buka desa, banyak penipuan di sini kata ana menakuti.
iya kakak tahu, kalaupun seandainya kakak di tipu, ya udah besok enggak usah datang aja kalau di terima kata Caca santai lalu pergi.
tak lama kemudian ia pun sampai ke perusahaan itu.
ya ampun ini gedung apa lagi.....???? tingginya minta ampun, kalau aku bekerja di sini, bisa bisa langsung mati, karena sakit jantung batin Caca. tapi ngomong-ngomong gedung setinggi ini, apa bisa menerima gue yang cuma tamatan SMP....?????! kata Caca mulai tak berani untuk masuk.
hei.....kamu udah lama nunggu.....???? kenapa tidak masuk....???? kata Ami dan Vinto. oh... kakak, maafkan saya kata Caca kelabakan. tidak apa-apa, ayo masuk kata Ami mereka akhirnya masuk.
__ADS_1
tapi tatapan semua orang sangat heran, dan bingung melihat Caca tapi tidak ada yang berani satupun bicara. merekapun sampai di ruang direktur, Vinto langsung mengetuk pintu itu. dan masuk setelah pintu itu di buka, Caca sangat terkejut dan kaget saat melihat banyak orang di ruangan itu. dengan berpakaian rapi, sambil menatap dirinya dengan tatapan tak percaya dan penuh tanya.
kenapa ya....?????