Antara janji benci dan cinta

Antara janji benci dan cinta
PERPISAHAN DAN LOMBA


__ADS_3

Eps 13


 


setelah sampai merekapun turun dari mobil, tak terkecuali Amel. ia memakai kacamata yang berwarna yellow, dan jaket berwarna putih, serta celana Chino berwarna coklat muda, style yang sungguh memukau mata tetapi sayangnya Amel memakai masker hingga tidak terlihat kecantikan alami nya.


 


sedangkan Finka ia menggunakan dress berwarna crime yang hanya selutut dengan lengan agak terbuka memperlihatkan kulit mulusnya dan juga postur tubuhnya, memakai pita dengan mutiara ditengahnya dan dengan rambut ikal yang diikat. ia bagaikan putri bangsawan yang sangat anggun, apalagi ia sangat lihai memakai hak tinggi sungguh setiap orang yang melihatnya ingin sekali memilikinya.


 


Ami tidak terlalu pintar dalam bermake-up tapi kali ini Ami berubah menjadi wanita yang sangat manis dan cantik dengan kulit yang agak cokelat muda memakai balutan baju dress berwarna putih bedanya dress itu hanya memiliki satu tali, di tambahkan bando di atasnya dan memakaikan hak tinggi sekitar satu setengah inci karena Ami orangnya agak agak pendek. ami sangat cantik hari ini ia terlihat seperti seorang gadis yang masih remaja, yang sangat imut.


 


Ami awalnya ikut perlombaan menari tapi ami berubah pikiran karena melihat Finka,Ami akhirnya memilih lomba fashion show sama seperti Finka.


 


mereka berjalan layak nya seorang artis papan atas, yang telah menjadi sorotan dan tatapan para siswa-siswi yang melintas.


mereka sampai ke lokal, setelah menaiki tangga yang cukup membuat kaki sakit karena hak tinggi yang mereka gunakan. Amel menunggu di luar ruangan. sedang kan Ami dan Finka, mengikuti seleksi di lokal karena acara akan di adakan hingga malam.


 Amel kamu tunggu di sini dulu, kami masuk dulu kata Finka, Amel hanya mengangguk.


  Ami dan finka masuk ke ruangan mereka, semua mata tertuju pada mereka yang baru masuk, termasuk juga dosen seni yang sedang berbicara. tadi sebenarnya dosen ini ingin marah karena mereka terlambat, tetapi ia berubah pikiran karena dosen tersebut melihat mereka hari ini sangat cantik dan berpotensi untuk ikut dalam perlombaan ini begitulah batin si dosen, ia akhirnya mengurungkan niatnya untuk menjadikan mereka santapan lezat pagi ini, setelah menyantap para siswa di kelas.


" maksudnya memarahi 🗣️"


kalian hari ini terlambat katanya tegas tapi tidak papa hari ini di maafkan kata dosen tersebut, jadi cepat' masuk sebelum saya berubah pikiran kata dosen seni itu. Ami dan Finka tersenyum dan mengangguk senang, dalam hati Finka sangat bersyukur hari ini karena telah membawa Amel ke sini.


baiklah anak-anak ibu akan memulai pemilihan nya, Finka melihat ke samping kirinya kosong kak arel kemana ya apa dia belum datang ??? oh ya gue lupa diakan jadi panitia lomba begitulah batin finka dia yang bertanya pada diri sendiri,tapi dia juga yang menjawab pertanyaan nya.


 


Amel menunggu hampir setengah jam diluar, lama banget sih orang finka, gue nggak bisa lagi nunggu mereka di sini batin Amel. tujuan gue kesini bukan mau nungguin mereka, tapi gue mau lihat seni yang di perlombakan kata Amel dalam hati.


ia kemudian melihat' arloji berwarna coklat tua yang biasa iya kenakan. Sekarang udah jam 10.20, sedang kan seni di mulai sejak pukul 10.00 gawat. aku udah terlambat 20 menit, semoga mereka belum selesai pinta Amel dalam hati. ia kemudian berjalan menuruni anak tangga karena lokal Amel berada di lantai dua.


 gue nggak tahu dimana ruang seni batin Amel bingung. lalu iya berjalan lurus mengikuti filing nya karena siswa dan siswi tak terlihat satupun.


kemudian Amel melihat sekelompok yang menggunakan baju yang sama seperti nya mereka itu panitia batin Amel, ia lalu mendekati dua orang wanita yang sedang berbicara itu.


permisi kata Amel dibalik masker nya saya mau bertanya ruang seni di mana ya??? tanya Amel. mereka hanya melihat Amel sinis, dan tidak menjawab. ni orang kenapa lagi, sakit kali ya, ditanya nggak jawab, kayaknya aku salah menanyai orang' batin Amel.


jika tidak tahu ya sudah kata amel acuh tak acuh lalu pergi, perempuan itu hanya melotot heran. karena sebelumnya tidak ada yang berani melawan gue, siswa pintar yang berbakat batinnya kesal.


  hei......kata dia, elo tahu enggak siapa gue katanya dengan sombong. Amel lalu berbalik melihat' wanita itu di balik kacamata nya, yang jelas kamu bukan orang kaya golongan atas kata Amel di balik maskernya.


Amel hari ini sangat kesal karena ketinggalan pertunjukan seni, ditambah lagi bertemu dengan segerombolan manusia sombong makin memuncaklah emosinya.


karena Amel tahu keluarga golongan atas di kota ini adalah keluarga Wijaya, Williams, Anarto, dan Kusuma, tapi keluarga itu jarang terlihat karena sering terlilit hutang,

__ADS_1


kau..... kata wanita itu marah dan ingin menampar Amel tapi tiba-tiba tangan nya di hadang oleh seorang laki-laki, Vinto katanya takut. apa sebenarnya yang kamu' lakukan elo enggak tahu peraturan jadi panitia??? kata Vinto marah, atau mau gue sebutin lagi kata Vinto masih ngoceh.


  tak lama kemudian datanglah Arel ada apa Vinto kata Arel mendekat, ini Siska sama temennya mau Nindas orang lagi kata Vinto menjelaskan. bukan seperti itu kata Siska gue ngelakuin itu karena emang dia yang duluan mulai, ya kan ayo kamu jelasin sama mereka kata dia gugup.


 


dasar sekumpulan sampah batin Amel. ngabisin waktu gue aja, ia kembali melihat arloji nya menunjukkan pukul 10.40, Amel ingin marah telah menghabiskan waktunya sia-sia hanya untuk kesalahan yang tak jelas masalah nya.


 Amel lalu berkata maaf!!!! kata Amel, saya bukan siswi disini dan saya kesini ingin bertanya di mana ruang seni tapi anda tidak mau menjawab lalu Amel pergi.


 


tunggu.... kata wanita itu, kamu' tadi mengejek saya katanya marah kau harus menjelaskan pada mereka. Amel sangat jengkel kepada orang-orang yang ada di depannya, waktunya benar-benar terbuang sia-sia hari ini oleh mereka.


 


ya saya memang mengatakan bahwa anda bukan golongan kelas' atas, kata Amel marah kalaupun Anda termasuk golongan kelas' atas itu, kata Amel terjeda, maka anda adalah anak dari bapak Kusuma dan keluarga itu terlalu banyak terlilit hutang jadi mereka sama saja dengan rakyat biasa kata Amel mengejek, jadi jangan menghabiskan waktu kalian kalau hanya ingin mempermalukan diri sendiri kata Amel kesal.


Amel lalu pergi meninggalkan mereka, ia kemudian bersembunyi karena takut jika dirinya ketahuan oleh Vinto maupun Arel. ia kemudian browsing ke internet mencari tahu tentang universitas Gunadarma, terutama letak ruangan seninya, sial tahu tadi langsung aja browsing dari pada ngabisin waktu kata Amel kesal.


 


Arel dan Vinto sangat kaget' dengan penjelasan Amel begitu juga Siska dan temannya, bagaimana mungkin cewek itu tahu tentang keluarga Kusuma yang banyak terlilit hutang, ya kalaupun ada yang mengetahui informasi itu pasti nya hanya golongan kelas' atas batin mereka dan cewek ini siapa sebenarnya????


mereka tak sadar jika Amel sudah menghilang dari pandangan mereka, Vinto dan Arel saling bertatapan seperti orang bodoh, dimana wanita itu batin mereka heran.


Amel sudah menemukan ruang seni yang sedari tadi ia cari, ia lalu masuk kedalam ruangan tersebut ia sangat bersyukur karena saat itu kebetulan sekali seni yang terakhir di tampilkan adalah milik nya, tapi di wakilkan oleh Dinda teman amel, dinda tidak tahu jika Amel datang melihat perlombaan itu.


 


baiklah Dinda coba perlihatkan karyanya


 


Dinda lalu membuka penutup lukisan tersebut, semua orang sangat terkesan dan sangat suka dengan lukisan yang terlihat hidup itu.


  Dinda pun menceritakan karakteristik dari lukisan tersebut, yang sesuai dengan penjelasan Amel kemarin.


lukisan ini berjudul "semoga bahagia" terlihat gambar tiga angsa betina berbulu putih yang sedang bermain di dekat danau, angsa tersebut terlihat sangat cantik dan gembira, ditambah lagi terdapat sebuah pohon yang sangat rindang yang dimana daun nya mulai berguguran di atas danau. dengan sinar mentari senja, dengan di temani awan agak kemerahan membuat orang yang melihatnya merasa senang dan juga sedih kata Dinda sambil tersenyum.


pemilik lukisan ini berharap para juri maupun penonton dapat membeli lukisan ini secara sukarela tidak di bandrol harga nya, karena hasil uang ini akan di sumbangkan ke pada anak jalanan kata Dinda menyudahi perkataannya, terimakasih lalu membungkukkan badannya.


wah sungguh pemandangan yang sangat luar biasa kata si pembawa acara tersebut, mari beri tepuk tangan yang sangat meriah penonton, peserta dan juri memberi tepuk tangan yang sangat meriah....prok....prok....prok ...



baiklah bagaimana dewan juri sekalian apa pendapat kalian tentang karya seni ini kata pembawa acara itu, penonton kembali' memberikan tepuk tangan.



rama saat itu hanya tertegun, dan ingin menangis saat melihat lukisan itu. ia teringat seseorang yang sangat ia rindukan. baik kata pembawa acara itu kita mulai dulu dari juri Rama Wijaya untuk memberikan komentar kata pembawa acara tersebut, membuat para penonton, dewan juri dan peserta kembali memberi tepuk tangan karena itu adalah orang terkaya di kota ini.


 

__ADS_1


tak terkecuali Amel ia sangat ingin mendengar pendapat dari Rama, karena Amel sedari tadi menutup rambutnya dengan kanopi dari jaket yang ia kenakan sehingga tak ada yang sadar dengan dirinya


Ami dan Finka sudah selesai seleksi dan mereka lolos di babak pertama, dan kedua, tapi pada babak 3 besar mereka kalah. karena Finka dan Ami sangat gugup di tambah lagi mereka tidak melihat Amel sedari tadi, mereka takut hal yang tidak diinginkan terjadi lagi.


setelah selesai lomba fashion show tersebut mereka mencari Amel ke bawah sambil menuruni tangga, mereka lalu berhenti saat melihat Arel sedang memeluk Siska wanita yang melabrak Finka.


kak Arel.....kata Finka ,Arel dan Vinto menoleh ke arah sumber suara, awalnya Arel dan Vinto tidak menandai mereka berdua, akhirnya Ami dan Finka pun menghampiri Arel dan Vinto.


kakak ngapain kata Finka seolah ia tidak sedang marah' Arel lalu melepaskan pelukan dari Siska, begini kata Arel mencoba menjelaskan. sudahlah kata Finka kesal aku tak perlu penjelasan, lagian itu terserah sama kakak mau pacaran sama kakak kelas ini atau tidak karena kita hanya sebatas kakak dan adik kata finka sedih', begitu juga Arel ia merasa bahwa cintanya tak akan pernah terbalas, dan tak bisa untuk diungkap kan Arel hanya diam dan tidak berkata lagi.


melihat kecanggungan itu Vinto langsung mencari topik lain memangnya kalian dari mana tanya Vinto, kami tadi habis selesai lomba fashion show dan Sekarang ingin mencari Amel, karena ia menghilang kata Ami membuat seolah-olah suasana nya sangat mencekam. Lo emangnya dia ikut kalian kata Vinto bingung, iya tadi nya sih kata Ami, tapi ia menghilang ketika kami sedang lomba, apa????? kata Vinto, ia takut jika terjadi sesuatu pada Amel, mereka pun memutuskan untuk mencari Amel.


 


kembali ke ruang seni


kemudian Rama pun tersadar kembali', baik lah ' kata Rama memulai komentar saya akui saya sangat kagum dengan lukisan angsa itu, saya jadi teringat dengan seseorang yang sangat saya rindukan kata rama, sambil tersenyum miris.


 


membuat hati Amel sedikit bahagia bisa mendengar pengakuan dari Rama


penonton yang awalnya ribut Langsung terdiam mendengar kan cerita dari Rama Wijaya, Rama lalu memulai cerita nya


 


ada seorang wanita yang pernah bercerita kepada saya, bahwa ketika ia sudah dewasa ia akan menggambar angsa yang sangat sempurna.karena sewaktu kecil ia tidak bisa menggambar angsa kata Rama sambil tersenyum mengenang masa lalu nya, tapi sayang nya wanita itu pergi dan tak pernah kembali, saya tidak tahu apakah wanita itu sudah tiada atau masih hidup kata Rama menyudahi.


para penonton, dan peserta juga juri terharu dengan cerita rama, mereka tidak menyangka bahwa Rama yang terkenal tidak punya pasangan, ternyata memiliki cerita di balik alasan mengapa dia belum mau menikah. karena ternyata Rama telah memiliki seseorang di yang sangat ia tunggu.


finka, Arel, Ami dan Vinto mendengar perkataan Rama karena mereka baru saja masuk, mereka hanya ingin memastikan bahwa Amel di dalam. Finka dan Arel terdiam mendengarkan penjelasan Rama seorang wanita itu adalah cinta masa kecil Rama, tapi mereka pikir Rama sudah melupakan Amelia Anesta ya itulah nama wanita itu.


oh ya,,, kalau boleh tahu kata Rama, siapakah yang melukis angsa ini kata Rama kepada Dinda. Dinda terdiam sejenak lalu melihat kearah kursi penonton karena ia sepertinya tadi melihat' Amel.


 


karena hanya Amel yang tidak suka menggunakan pakaian pendek, dan penonton kebanyakan pakai baju seksi. hanya wanita misterius itu yang memakai jaket sendirian di saat semua orang pada merasa kegerahan, gue nggak salah orang kan batin Dinda.


Dinda lalu menjawab pertanyaan Rama tadi, yang menggambar lukisan ini adalah Amel kata Dinda, seketika itu Rama langsung syok, bahkan Finka, Ami,Arel, Vinto dan juga angel ikut kaget'. angel juga ikut menonton perlombaan tapi ia berada di kursi peserta.


Amel sangat gelisah di kursi atas ia menjadi tatapan teman-teman Finka, apalagi Finka ia merasa bahwa Amel ikut dengan nya tadi sepertinya memang ada yang disembunyikan batin finka.


apa yang harus aku lakukan batin Amel, jika aku kabur maka semua orang akan tahu kalau aku hadir dalam acara ini, apa lagi Rama ia sepertinya akan mencari tahu tentang aku batin Amel, ia masih duduk dan berfikir bagaimana caranya dia keluar dari kondisi mencengkram ini.



setelah Amel menimbang agak lama, ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari sini, setelah itu baru cari jalan keluar batin Amel. ketika Amel berdiri Dinda langsug menunjuk Amel yang ingin kabur, wanita itulah yang menggambar angsa cantik ini kata dinda yakin lalu tersenyum.


semua mata tertuju kepada Amel yang sudah sampai di depan pintu ingin keluar. habislah aku kali ini kata amel dalam hati, apakah akan ketahuan, semua sudah ku susun dengan rapi tapi hancur di karenakan kecerobohan ku. aku datang pada acara ini berharap bisa melihat Rama secara langsung, tapi lihat apa yang kau lakukan Amel. katanya berbicara dalam hati, dasar bodoh kata Amel mengutuk dirinya sendiri, Amel masih berdiri pada posisi nya dan tidak berbalik sedikit pun, pembawa acara sudah menyuruh nya turun tapi dia masih tetap diam seperti patung memandangi pintu.


mohon dukungan ya teman-teman 👍👍👍


🙄😉😉😉😉😉😉☺️🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2