
Eps 11
Amel masih berbaring di ranjang nya dengan keringat dan air mata yang mengalir tiada henti saat ini jam 12 malam, dan ia tidak bisa terbangun dari mimpi 11 tahun yang lalu.
di dalam mimpi amel
saat itu malam yang sepi hanya ada lampu jalan dan sinar bulan. Amel berjalan sendirian melewati gang yang sepi itu. tapi tiba-tiba ada pria mabuk datang menghampiri Amel, pria itu seperti ingin melecehkan dirinya. Amel berlari sekencang mungkin untuk keluar dari gang tersebut. karena masa itu usia nya baru' 10 tahun ia berlari sambil menjerit meminta pertolongan, tolong....tolong... kata amel.
Amel sudah tahu bahwa tidak akan ada yang menolongnya. akhirnya ia pun tertangkap oleh pria tua itu, pria tua itu seperti orang gila yang kesetanan ia langsung melucuti baju Amel dan menciumi nya , Amel menangis dan meronta-ronta berharap ada yang menolongnya, ia terus menangis dan menangis sambil berdoa dalam hati ya tuhan tolong aku kata Amel masih tetap menangis.
tak lama kemudian datanglah seorang pria besar dan tinggi, aku tambah menggigil dan ketakutan apa ia juga ingin melecehkan ku batin Amel masih tetap menangis. kemudian ia mendekati kami dan menghabisi pria tua tersebut bahkan langsung menelpon polisi. tak lama kemudian polisi pun datang untuk membawa pria tua itu pergi.
tu...tuan... terimakasih kata Amel terbata-bata sambil membungkukkan badannya karena sangat bersyukur ada yang menolong dirinya. pria itu hanya tersenyum lalu berkata berterimakasih lah pada tuan kecilku karena ia lah yang meminta ku untuk menolong nona kata tuan itu ramah. kemudian keluarlah tuan kecil yang di sebut pria tadi dari dalam mobil. aku langsung berlari mendekati dia tanpa rasa malu karena tidak mengenakan pakaian selain celana dalam, ia terlihat bingung melihat kedatangan ku.
aku lalu berkata kepada tuan kecil itu.
tuan kecil terimakasih telah menolong ku kataku lalu tersenyum tulus memperlihatkan gigi ku yang rapat, aku juga membungkuk kan badan, karena tidak tahu bagaimana cara aku untuk berterima kasih. tuan kecil itu hanya memandang ke arah lain sepertinya ia sedang malu, tuan kataku memanggil karena merasa bahwa ia tidak mendengar kan perkataan ku.
..........Kya...kata dia menjerit membuat aku, dan pria tadi terkejut dengan jeritan nya.
ja... ja..jangan memanggilku tuan kecil katanya malu-malu.
kami hanya senyum melihat tingkah lucu nya apalagi pria tinggi itu karena baru kali ini ia melihat tuan nya malu hanya karena seorang gadis kecil.
dan satu lagi kata dia masih dengan wajah' yang malu, sambil melihat' Amel.
ada apa ???? kata amel polos lalu mendekati tuan kecil itu, apakah tuan sedang malu tanya Amel.
__ADS_1
....Kya.....katanya lagi-lagi menjerit kau...kau...jangan lihat wajahku katanya malu-malu, dan jangan dekat..dekat dengan ku......!!!!!
*padahal maksud anak lelaki itu jangan
dekat-dekat karena malu.
Amel seketika itu langsung diam dan tidak bergerak sedikitpun, ia hanya bisa menitikkan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya kembali tanpa suara sedikitpun.
ia sudah tahu bahwa tidak akan ada seorang pun yang mau menerima ataupun berteman dengan wanita kotor yang suka pulang malam, tidak punya tempat tinggal suka tunggang langgang,dan yang paling menyakitkan tidak memiliki orang tua.
pria kecil itu terlihat kebingungan karena melihat gadis di depannya menangis,
......ke......kenapa kamu menangis???? tanya pria kecil itu bingung, apakah ada kata-kata ku yang salah kata pria kecil itu.
tidak kata Amel dengan suara sesugukan anda benar' tuan, orang seperti saya ini tidak pantas berdekatan dengan tuan kecil kata Amel menyapu air matanya dengan tangan. terimakasih telah menolong saya katanya masih dengan air mata yang terus mengalir karena orang yang menolongnya tidak menginginkan dirinya untuk dekat-dekat dengan nya.
tunggu sebentar ya katanya pada tuan kecil itu lalu ia mengambil baju dan celana pendek nya kemudian mendekati tuan kecil itu, ia lalu mengeluarkan tiga batu berwarna yang selalu ia bawa kemanapun.
ini adalah satu-satu nya harta peninggalan ibuku kata Amel sambil menangis mengingat masa lalunya, walau hanya sebuah batu tak berharga, tapi aku sudah menganggap batu ini sebagai keluargaku kata Amel sambil tersenyum. pria kecil itu masih tetap diam tak berkata, atau menjerit sekalipun.
amel lalu menjelaskan satu persatu dari ketiga batu tersebut.
batu yang berwarna merah ini adalah milik ibuku ia mengatakan bahwa ia akan selalu menjaga kami dengan semangat 45 yang membara, kata Amel dengan air mata yang mengalir tak henti membasahi batu batu tersebut, dan
__ADS_1
*batu yang berwarna hijau ini adalah milik adik ku, ibu mengatakan bahwa adikku akan bisa menyejukkan hati siapapun, sedangkan
*yang terakhir batu biru kata Amel tersendat lalu kembali menyapu air matanya ini adalah milikku kata Amel dengan suara yang semakin serak karena sudah lelah menangis ibu mengatakan bahwa aku akan bisa membuat orang lain bersinar dan bahagia seperti layaknya langit yang tak henti membuat bintang dan bulan bahagia saat malam tiba, dan membuat mentari tersenyum saat siang hari.
jadi kata Amel kemudian menyudahi penjelasan tentang batu Yang iya pegang.
kalian sudah sangat menolongku bahkan sampai memasukkan pak tua ke dalam penjara,dan aku tidak akan bisa membalas kebaikan kalian kata Amel.hanya inilah yang ku punya ku harap tuan-tuan mau menerima nya.
tidak usah kata tuan kecil itu cemas.
aku tahu kamu pasti tidak butuh batu ini tapi aku percaya bahwa ibuku pasti sangat senang di surga sana bisa menjaga orang yang telah menolong anak nya. Amel lalu memegang tangan pria kecil itu dan memberikan batu merah milik ibunya, jika kamu tidak membutuhkan nya kamu boleh membuang nya di danau Kasman itu lalu menunjukkan arah jalan nya, karena disitulah tempat kami mencari batu itu kata Amel lalu Tersenyum.
kemudian Amel mendekati tuan yang tadi memukul pak tua. tuan besar kata Amel saya tidak tahu bagaimana cara saya berterima kasih kepada tuan besar saya hanya bisa memberi batu hijau milik adik saya kepada anda saya harap dia dapat membuat hati anda sejuk kata Amel menangis.
ia lalu memakai baju dan celana pendek yang sedari tadi ia pegang, sekali lagi terimakasih kata Amel sambil tersenyum tulus lalu pergi.
tunggu kata tuan kecil itu, kamu katanya bertanya aku adalah Amelia
kamu mau kemana ??? kata tuan kecil itu karena ia melihat Amel hanya memakai pakaian yang tipis tanpa mengenakan alas kaki di malam yang dingin ini batin tuan kecil itu. Amel hanya pergi tak berkata sedikitpun ia juga tidak tahu mau kemana, yang dia tahu bahwa tuan tadi adalah orang kaya karena ia membawa mobil dan juga menggunakan supir, jika aku ikut dengan tuan itu maka aku pasti akan di usir lagi batin Amel sambil menangis dalam diam.
Bersambung.......
Amel masih menggeliat kanan dan kiri saat ini masih jam 2 malam, ia sangat gelisah di tempat tidur nya, ia akhirnya tersentak dari mimpinya dan terbangun dengan napas yang tidak teratur, dan
terengah-engah.......hah...ha....ha...ha....huh.... ternyata cuma mimpi kata Amel lega aku pikir itu nyata katanya takut, untung tidak ada yang mendengar batin Amel. kemudian dia berkata kak Rama aku kangen katanya sambil menangis tanpa suara sedikitpun. karena kelelahan menangis iapun akhirnya tertidur sampai pagi.
" mohon maaf jika cerita nya jelek😅😅
dan terimakasih karena sudah mau
__ADS_1
mampir'😉😊