
eps 42
Caca melihat bayangan putih yang mendekati dirinya.
emak, kakek, nenek, kata Caca memanggil mereka di dalam mimpinya.
Caca..... pergilah....!!! jangan ikuti kami...!!! berbahagialah dengan kehidupanmu yang baru. dan jangan sia-siakan dia kata emak Caca.
enggak.... Caca enggak mau, Caca mau ikut emak, kakek dan juga nenek kata Caca sambil menangis dan berlari mengejar mereka.
tahan....!!!!???... kata Amel dan juga Finka, lepasin aku kata Caca sambil menangis dan meronta-ronta, aku ingin ikut emak...!!!! kata Caca dengan wajah yang sangat melas.
Caca.... bangunlah...!!!! bahagialah dengan kehidupan barumu. pergilah...!!! jangan ikuti kami kata Finka dan juga Amel.
tak lama kemudian, bayangan' putih itu pun mulai menjauh dan menghilang.
Caca seketika itu langsung membuka mata, dengan air mata yang sudah menetes. dimana aku....???? kata Caca sambil melihat sekelilingnya, ternyata aku di rumah sakit batin Caca. seolah tidak percaya, bahwa ia tadi sedang bermimpi.
Rama dan Ningsih sangat terkejut, saat melihat Caca membuka mata.
ca....Caca.... kata Ningsih terbata-bata, kamu sudah siuman....??? apakah ada yang sakit'....??? tanya Ningsih bingung, dan juga takut. karena Caca tidak berbicara sedikitpun, dia hanya menatap Ningsih sambil menitikkan air mata.
Rama.....!!!! segera panggil dokter kata Ningsih memerintah, tak lama kemudian dokter pun datang.
bagaimana keadaannya dok....??? tanya Rama, pasien sudah keluar dari masa kritisnya. pasien ini sudah boleh pulang, tapi paling tidak biarkan ia istirahat sejenak.
lalu dok kenapa dia hanya diam saja....??? tanya Ningsih penasaran, karena melihat Caca seperti orang linglung. mungkin pasien mengalami sedikit trauma, dokter itu lalu mendekati Caca.
apakah anda baik-baik saja...??? tanya sang dokter, Caca hanya mengangguk saja. lalu apakah anda merasa sakit'.....???? Caca hanya menggeleng saja.
baiklah tidak ada yang perlu di khawatir kan, karena keadaan pasien baik-baik saja.
jika kalian bertanya kenapa pasien diam saja...??? kalian boleh langsung bertanya pada pasien, kata sang dokter lalu permisi pergi.
dasar sinting batin Ningsih, ditanya kok malah gantian nanyak, aneh...!!.
Rama dan Ningsih kemudian mendekati Caca yang seperti orang linglung itu.
Caca ..... apakah kamu baik-baik saja...?? apa kamu merasa ada yang sakit'...??? tanya Ningsih khawatir.
kakak...!!??...... kata Caca langsung memeluk Ningsih. yang di peluk sangat terkejut, bahkan matanya serasa mau keluar. tapi pada akhirnya Ningsih hanya bisa duduk, sambil mendengarkan cerita Caca.
Caca bercerita mulai dari mimpi yang baru saja ia alami, maupun tentang pekerjaan dia sebagai seorang cleaning servis, dan kecelakaan yang menahan dirinya.
Ningsih hanya memeluk, sambil menenangkan Caca yang sedang ketakutan.
Caca....!!??? dengarkan kakak, kamu tidak perlu takut dengan kedua hantu itu. karena mereka sekarang telah di penjara kata Ningsih menenangkan, dan untuk mimpi kamu sendiri, kakak yakin bahwa mimpi itu adalah titipan dari mereka.
caca.....!!??? Arel sebenarnya sangat baik, hanya saja dia memang agak lebih dingin dan cuek. beda dengan kakaknya, kata Ningsih melirik Rama.
memangnya aku gimana orangnya sayang....???? tanya Rama penasaran,
tahu ah...!!! oh kamu gitu ya, kata Rama menggelitik Ningsih yang digelitik hanya bisa tertawa karena merasa geli.
Caca yang melihat keromantisan mereka, hanya bisa tersenyum. akhirnya kamu tersenyum juga, kata Ningsih sambil menghentikan aksi rama.
by the way, sebenarnya ada yang kakak ingin sampaikan buat kamu kata Ningsih.
apa....,???? tanya Caca bingung,
Caca...??!! Arel sebenarnya sangat khawatir dengan kamu, dia bahkan setiap hari datang kesini sambil menangis dan menyesali perbuatannya.
meskipun jadwalnya padat,dia tidak pernah sedikitpun absen melihat dirimu. tidak perduli baik itu pagi, siang, sore, maupun malam kata Ningsih menjelaskan.
lalu kenapa hari ini dia tidak datang...??? tanya Caca tidak percaya, dengan karangan Ningsih.
hari ini Arel tidak datang, karena dia masih berada di luar negeri sama papa mertua.
dia disana sudah hampir satu Minggu, Caca... dengarkan kakak kata Ningsih, sambil memegang tangan Caca.
kamu bilang kamu bermimpi bertemu mereka, dan mereka juga menitipkan pesan agar kamu bahagia.
kakak tahu kamu mungkin tidak memiliki rasa simpati sedikitpun dengan Arel, tapi kakak yakin hatin kamu pasti bisa berubah kata Ningsih mencoba membujuk Caca.
Rama hanya diam saja, dalam hati dia berkata" ini istriku kok jadi macomblang gini sih batin ramah kekeh.
__ADS_1
kak aku bukannya enggak suka dengan Arel, aku hanya merasa bahwa Arel hanya menganggap aku sebagai pengganti dari kak Amel kata Caca sedih.
kak sekarang aku tanya sama kakak, siapa coba yang tidak suka dengan pria tampan, mapan, tidak selingkuh, kaya, pokoknya sempurna deh.
mungkin hanya orang buta yang tidak mau, kata Caca dengan tatapan sendu. kak...!!!! meskipun kakak bilang Arel setiap hari datang kesini, tapi dia bukan karena ada perasaan. melainkan karena merasa bersalah...!!!! kata Caca.
sehingga membuat Rama, dan Ningsih hanya bisa diam tidak bisa bicara lagi.
setelah cerita lama dan mengobrol, mereka akhirnya pulang kerumah.
Caca sebenarnya tidak ingin pulang ke keluarga Wijaya, tapi karena Ningsih memaksa. dengan alasan sangat khawatir dengan keadaannya, Caca akhirnya hanya bisa mengalah saja.
sesampainya di rumah keluarga Wijaya, Caca turun dengan di bantu Ningsih. sedangkan Rama dia hanya cemberut saja, karena sedari tadi tidak di perduli kan istrinya
Caca kamu sudah sehat.....??? kata anes menyambut Caca, menantu, serta anaknya yang bermuka masam itu.
iya Tante, kata Caca lembut.
ayo mari masuk, Tante udah masakin makanan kesukaan kamu..!!! Caca hanya mengangguk saja,.merekapun makan di meja makan.
Tante...!!??... ini beneran makannya kesukaan Caca semua kata Caca terkejut.
anes dan yang lainnya hanya bisa tersenyum saja.
Arel yang memberitahu makanan kesukaan kamu...!!?? dia juga memberi tahu apa yang tidak kamu suka..?? dan....
dan apa....???? kata Caca seperti orang linglung,
Caca....!!??? sebenarnya Arel sangat perhatian dengan kamu, jadi Tante mohon sekali agar kamu tidak membatalkan pernikahan dengan Arel.
stop....!!!??... kata Caca seolah tidak ingin penjelasan apapun lagi.
maaf Tante, saya bukannya tidak mau dengan pak Arel, hanya saja saya tahu kalau dia hanya menganggap saya sebagai pengganti.
jadi saya hanya akan melakukan tugas saya sebagai pengganti, kata Caca dengan tegas.
setelah selesai makan mereka lalu berkumpul di ruang tamu, Caca sedang berbincang dengan Ningsih dan juga putrinya misca.
tiba-tiba Anes datang, ini cemilan nya kata anes. sambil membawa buah segar yang sudah dikupas dan dipotong dadu-dadu.
tapi besok Arel akan pulang...!!! bersama dengan papanya. besok adalah ulang tahun Arel, Tante dan Ningsih berencana membuat kejutan untuk hari ulang tahunnya besok.
................
Arel....rel.... kata girang membangun kan Arel yang masih tidur di atas pesawat,
Emm..... kata Arel menggeliat sambil membuka mata
apa pa...???
perhatikan-perhatian pesawat akan segera mendarat, mohon kepada para penumpang pasang sabuk pengamannya kata pramugari cantik itu.
setelah mendarat mereka langsung menaiki mobil yang sudah di jemput oleh sang supir. pa ini udah jam berapa...??? kata Arel, masih dengan mata yang sangat berat, karena terlalu lelah bekerja.
sekarang ini udah jam 5 sore, jadi arel udah berapa jam tidur pa....???? kamu masih nanyak tidur jam berapa....???? papa tidak bisa menghitungnya kata girang.
papa ini ada-ada saja kata Arel sambil tertawa, oh iya pa oleh-oleh buat Caca sudah masuk belum....???? kamu tenang saja kata papanya sambil tersenyum.
tak lama kemudian handphone Arel berbunyi, mama....,!?!!! kata Arel sehingga mendapat tatapan dari girang.
halo ada apa ma....???? tanya Arel gawat...!!?? kata anes. sehingga membuat Arel hanya bisa melongo, mendengar perkataan mamanya yang mengoceh panjang kali lebar.
pak tolong lebih cepat sedikit kata Arel pada sang supir, dan langsung mematikan sambungan telepon nya dengan mamanya.
Arel...!!! kenapa..??? kata girang pura-pura khawatir, karena dia sudah tahu apa rencana istri nya itu.
pa... gawat kata Arel cemas, ada apa emangnya...??? Caca...??!!!... dia sudah siuman,tapi sekarang dia akan menikah.
apa...??? kata girang kaget, lalu apa yang ingin kau lakukan...??? tanya girang penasaran. ya tentu saja aku harus melarangnya, kenapa...??? Arel diam sejenak, kemudian dia berkata. " ya karena dia adalah istriku, kata Arel dengan raut wajah yang sudah merah karena menahan malu.
tak berapa lama kemudian merekapun sampai, Arel langsung membuka pintu mobilnya dan berlari memasuki rumahnya.
tapi dia tidak melihat satu orangpun di rumah itu, kemana semua orang...??? kata Arel sambil mencari ke seluruh sudut ruangan. bahkan pembantu di rumah ini, juga ikut menghilang kata Arel bingung.
kemana mereka semua...??!!! batin Arel lagi sambil melihat seluruh tempat.
__ADS_1
pa...papa ..kata Arel memanggil papanya yang masih di luar.
loh....!!!! papa kemana...??? batin Arel.
pa..papa...kata Arel memanggil lagi, bahkan pak supir juga ngilang. masak iya mereka di culik semua....??? batin arel mulai berpikir yang tidak-tidak.
Arel kemudian duduk sambil berfikir sejenak, apa mereka pergi ke pernikahan Caca...??? dan mereka tidak mengabari diriku batin arel kesal.
akh.....!??? kata Arel frustasi, kenapa bisa jadi seperti ini...??! kata Arel sambil membayangkan Caca yang sudah melakukan ijab kabul.
Arel kemudian menelpon Caca, berharap ia mau menerima telepon dari arel.
tapi tiba-tiba lampu pun mati, ada apa...??? batin Arel sedikit takut.
............
"happy birthday to you..."
"happy birthday to you..."
"happy birthday ............."
"happy birthday .............."
"happy birthday to you..."
kata keluarga Arel, dan juga pembantu, serta supir dan para pelayan lainnya.
"selamat ulang tahun Arel, kata anes kemudian mencium pipi anaknya kiri dan kanan."
"selamat ulang tahun bocah" kata Rama.
tapi Arel masih tetap tidak bergeming sedikitpun, sampai semua mengucapkan selamat pada dirinya dia masih tetap diam seribu bahasa.
stop....!!??... kata Arel melihat mereka yang masih terlihat bahagia.
kalian masih bisa tersenyum dan bahagia di sini...!!??? di saat Caca sudah menikah di sana kata Arel dengan suara yang sudah memuncak.
kenapa....??? bukannya kamu tidak suka dia...???? tanya Ningsih, suka tidak nya aku yang menentukan kata Arel tegas.
jadi jangan seenaknya kalian mengijinkan, Caca menikah dengan orang lain kata arel marah.
tapi, Caca tidak mau menikah dengan orang yang tidak mencintainya.. kata Ningsih lagi. siapa bilang aku tidak menyukainya, aku hanya mengatakan akan memberi dia waktu satu bulan.
tujuannya agar aku tahu, apa keinginan dia sebenarnya.. ??? kata Arel masih dengan emosi yang memuncak.
sekarang aku tanya, dimana Caca mengadakan pernikahan....???? kata Arel menjerit, karena sudah tidak bisa menahan emosi dan amarah nya.
dan seketika itu, lampu langsung di matikan. kemudian ada seorang wanita membawa kue ultah, yang dimana sudah terdapat lilin dengan api diatasnya yang bertulisan
"HBD my husband" tapi Arel tak memperdulikannya kue itu, apalagi membacanya, yang dia fokuskan wanita yang membawa tart itu.
"selamat ulang tahun" kata Caca ingin bernyanyi.
tapi dengan sigapnya setelah mendengar suara wanita itu, arel langsung memeluk caca.
untungnya kue itu tidak jatuh, Caca lalu memberikan kue itu pada Rama dengan tubuh yang masih di peluk.
Caca kamu kemana saja...???? kata Arel dengan suara yang mulai serak.
maaf karena aku tidak menemanimu, ketika kamu sudah sadar.
tapi, bukan berarti kamu dengan mudahnya memutuskan menikah dengan orang lain. karena aku telah memasang kan cincin untuk kamu, artinya kamu milikku kata Arel masih memeluk Caca erat.
lalu, apakah dengan kamu pasang cincin aku langsung setuju saja...???
Arel seketika itu langsung melepas pelukannya, maaf kata Arel dengan tatapan kosong. yang kamu katakan benar, tapi aku beneran suka kata Arel terpotong saat Caca mencium pipi Arel.
aku tahu, "selamat ulang tahun sayang" kata Caca sambil tersenyum, yang lainnya hanya bisa terharu karena ciuman itu tidak ada dalam skenario mereka.
Arel hanya diam saja, Arel seperti tidak tahu harus berbicara apalagi. Arel sangat terharu dengan semua ini rasanya pikiran nya campur aduk jadi satu, antara sedih senang dan bahagia.
baiklah..!!! sekarang, kamu tiup lilinnya kata Caca, membuat semuanya mengangguk setuju.
Arel lalu meniup lilinnya, sebelum itu ia meminta. agar hubungannya dengan Caca bisa berjalan lebih mulus, sampai hayat memisahkan.
__ADS_1