
Eps 26
Amel sebenarnya sangat bingung siapa yang harus ia hubungi.
siapa yang harus aku hubungi, batin Amel sedih. kalau aku menghubungi papa, aku takut mereka akan mengalami kecelakaan jika mereka mendengar berita ini. apalagi mereka juga belum sampai ke kota ini, batin Amel sedih.
tapi jika aku menghubungi Arel, pasti dia akan membabi buta diri ku batin Amel bingung.
maaf.... mbak...... kata dokter tersebut. karena melihat Amel masih diam, bagaimana keputusan nya.......??? kata sang dokter mengagetkan Amel.
maaf.... dok..!!! baik akan segera saya hubungi. Amel lalu menghubungi Williams, dan juga Arel. Amel lalu menjelaskan mengenai Finka bisa masuk kerumah sakit, dan juga penyakit apa yang di derita Finka.
setelah itu ia lalu mengikuti, sang dokter tadi. loh, dok.......!!!! kenapa pasien di ruang ICU...,??? kata Amel bingung.
dokter itu lalu melihat Amel dan menjelaskan alasannya,
"pertama karena menunggu tanda tangan dari keluarga nya, yang
"kedua ada yang ingin dia sampaikan kata sang dokter sambil memegang pundak Amel, masuklah kata sang dokter.
Amel lalu masuk seperti perintah sang dokter, ia melihat Finka yang sudah tak berdaya berbaring di atas ranjang rumah sakit itu.
Amel hanya bisa menangis melihat Finka, ia tidak menyangka orang yang baru menganggap dirinya keluarga harus menderita seperti ini.
Amel sangat menyesal karena harus meracuni tubuh Finka, namun apa daya nasi sudah menjadi bubur. Amel berjalan untuk mendekati finka, namun kakinya terasa gemetar karena tak kuat berdiri.
amel sebenarnya juga sangat lemah karena terus-terusan menangis, ditambah lagi ia belum sempat makan dari semalam hingga sore ini.
kakak......!!!!! kata Finka dengan suara yang amat pelan. Amel menguatkan kaki nya, untuk berjalan mendekati finka. kak .....kata Finka, saat Amel sudah duduk di kursi. Finka lalu memegang tangan Amel, sambil menatap mata Amel dengan tatapan sendu.
kak.....!!!!..???? kata Finka sambil menahan rasa sakit dan air matanya, jika nanti ada kehidupan lain. aku ingin bahagia hidup dengan kakak, tanpa harus ada rahasia diantara kita. kata Finka terbata-bata, karena air mata yang sudah mengalir.
Amel hanya bisa mengangguk ia tidak tahu lagi harus berbicara apa, karena ia juga sangat kesulitan untuk menahan air matanya agar tidak mengalir.
Finka .....dengarkan kakak kata amel, kau pasti bisa bertahan. kata amel memberi semangat, pada pasien yang sudah merasakan sakit yang luar biasa.
Finka hanya bisa tersenyum, sambil menahan rasa sakitnya.
kak .....!!!! berjanjilah.... bahwa kakak akan bahagia. dan menikahlah dengan kak Arel kata Finka lagi, Amel hanya bisa diam ia sebenarnya tak mau menerima kenyataan pahit ini.
aku tahu kak, kakak suka dengan kak Rama dan bukan kak Arel kata Finka.
hingga membuat Amel menatap mata Finka lekat-lekat, dan aku tahu kakak pasti tidak akan mau memenuhi permintaan ku kata Finka dengan air mata yang sudah mengalir.
tidak......, aku pasti akan menepati nya aku janji kata Amel dengan senyum palsu. terimakasih kak kata Finka bahagia karena ia tidak perlu khawatir dengan pujaan hatinya saat dia pergi nanti. tapi...... kata Amel, terpotong karena tiba-tiba datanglah Arel yang diikuti papa, mama, omm, Tante(maksud nya orang tua Rama dan Arel) Rama, dan juga Vinto,
apa yang terjadi kata Arel seperti orang yang sedang kebakaran jenggot, ia langsung berlari mendekati finka. begitu juga dengan yang lainnya, mereka langsung memenuhi ranjang Finka.
Finka hanya tersenyum melihat kehadiran mereka semua. sayang kamu kenapa.....???? kata mama Finka dengan air mata yang sudah mengalir.
ma...jangan menangis kata Finka sambil tersenyum,aku tidak papa kok katanya lagi.
Amel sengaja diam-diam pergi, karena ia tak sanggup melihat kesedihan antara ibu dan anak itu. tapi dilarang oleh Finka.
Finka lalu melihat kearah kanan, kakak mau kemana.....???? tanya Finka.
Amel hanya bisa diam lalu berbalik melihat finka. kak.. kemarilah.....!!!! ..????? kata Finka memanggil Amel.
ada apa Fin....???? kata amel lalu mendekati finka.
kak Arel dan kak Amel kata Finka sambil menyatukan tangan mereka. berjanjilah padaku, bahwa kalian akan menikah nantinya kata Finka sambil menangis. semua orang terkejut dengan pesan finka, tak terkecuali Vinto.
tidak.....!!!! kata arel sambil menarik tangannya. aku tidak akan menikahi wanita ini, sampai kapanpun kata Arel marah.
Arel lalu menatap Finka lekat-lekat, sambil memegang tangan Finka pelan. dengar kan kakak kata Arel lembut, aku tidak akan menikah dengan siapapun kecuali dengan kamu' kata Arel keceplosan.
__ADS_1
Finka terlihat bingung dengan perkataan Arel, maksud kakak apa kata Finka polos. aku menyukai kamu Finka, tapi kita pernah berjanji. bahwa kita tidak akan menikah kecuali salah satu dari kita telah menikah, kata Arel sedih' sambil memeluk tubuh yang sudah tak berdaya itu.
jadi jangan coba-coba untuk pergi dari ku, kata Arel sambil menangis. karena ia melihat Finka yang sudah sangat pucat, dan lemas. kak.... kata Finka dengan suara pelan, sambil membelai rambut Arel maafkan aku. karena aku seperti nya tidak akan bisa menemani kakak dan kalian semua, kata Finka sedih sambil melihat mereka semua.
Finka lalu berhenti saat melihat mama dan papanya ma, pa tolong jaga kak Amel karena dia adalah anak kandung papa.
apa...???...!!!!!???? kata mereka melongo heran, dan juga bingung, Arel juga seketika itu langsung melepas pelukannya. Finka maklum akan hal itu, karena ia tadi awalnya juga tak percaya dengan kenyataan ini semua.
Finka lalu Tersenyum melihat' kebodohan mereka semua, pa..... apa papa pernah menikah sebelum nya.......!!!????? tanya Finka. sehingga membuat Williams mendapat, tatapan dari semuanya. Williams hanya bisa saling memandang dengan fuzi, lalu sang istri hanya bisa mengangguk. katakanlah kata fuzi, mungkin ini sudah saatnya kata fuzi memberi semangat pada suaminya.
benar ..., papa pernah menikah sebelumnya kata Williams.
kenapa papa lakukan ini....????? kata finka sambil menangis tersedu-sedu, maafkan papa Finka....???.. Finka hanya tersenyum miris ia benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi.
lalu siapa nama istri papa itu, namanya adalah Anesta kata Williams mantab karena ia tidak akan pernah bisa melupakan mantan sekaligus kekasih yang sangat ia cintai.
Finka hanya datar menanggapi nya, karena ia sudah tahu dari amel. lalu apakah papa mempunyai anak dari Tante itu, kata Finka sambil menghapus air matanya.
iya ..., papa punya anak 2 dari Tante Anesta namanya Amelia, dan Angela.
seketika itu Rama langsung bergetar kakinya, karena ia sangat terkejut mendengar penuturan itu. tak terkecuali mamanya Rama, ia juga ikut terkejut dengan perkataan Williams.
Rama dan mamanya hanya bisa saling pandang memandang.
baik kata Finka pasrah, apakah mama juga mengetahui kalau papa pernah menikah dan punya dua orang anak .......?????...
Mama nya hanya bisa mengangguk.
maaf Finka sayang......, mama awalnya ingin bercerita dengan kamu. tapi mama takut kalau kamu tak akan terima. ditambah lagi, kami tidak pernah bertemu dengan Anesta, dan kedua anaknya. kata fuzi sambil menangis, karena merasa bersalah.
Finka benar'- benar sangat membenci semua ini, ia sudah tidak sanggup lagi mendengar kan kenyataan hidup nya, ia sampai tak tahu harus berkata apa hanya dengan air mata lah iya menggungkap rasa sakit ini.
maaf......
kata Finka di sela-sela tangisan nya, tinggal kan aku berdua dengan kak Arel dulu ada yang ingin aku sampaikan.
Finka tak menanggapi mamanya sama sekali, pergi lah ma .....!!!! jika mama ingin aku sehat kembali kata Finka tegas.
ma.... ayo... ma.... kata Williams, tapi pa...!!! mama nggak mau kata fuzi sambil menangis meronta-ronta. Williams tetap memaksa istri nya untuk pergi keluar begitu juga dengan semuanya, mereka pun akhirnya keluar dari ruangan itu.
Finka.... kata Arel lembut, apa yang ingin engkau katakan. Finka awalnya tak ingin mengatakan bahwa dirinya diracuni oleh kakaknya. tapi karena kebohongan ini Finka tidak bisa menerima nya, ia akhirnya mengungkapkan semua kebohongan terbesar Amel.
mulai dari penyamaran Amel di rumah Arel, bahkan Finka juga menambah kejelekan Amel, hingga membuat Arel benar-benar sangat membenci Amel.
entah kenapa Finka Sangat senang setelah mengatakan itu, ia bisa tidur dengan nyaman sekarang.
dalam hati Arel berkata, bahwa Arel akan membalas semua perbuatan Amel.
tak lama kemudian datanglah dokter dan juga suster keruangan itu, dan segera membawa Finka ke ke UGD untuk segera di operasi.
Arel lalu keluar dari ruangan itu, ia lalu menatap Amel yang sudah sangat lemah dan pucat itu. tanpa belas kasihan, Arel langsung menarik tangan Amel erat. hingga membuat Amel menahan rasa sakitnya,
ikut aku.....!!!!..???? kata Arel.
tunggu .....???? kata Rama dan Vinto.
Arel semakin memuncak emosinya, ia benar-benar sangat membenci wanita di depan nya. karena ada yang membelanya.
mau kemana kau membawa nya....!!!..??? kata Arel dan Vinto.
orang tua mereka, hanya bisa melihat tingkah mereka.
ini bukan urusan kalian, kata Arel dengan tatapan membunuh. tanpa memandang teman dan juga kakaknya.
Arel lalu menarik tangan Amel secara paksa, meskipun Amel sudah meronta-ronta ingin melepaskan tangannya. pa, ma om, Tante kata Arel sebelum ia pergi.
__ADS_1
aku ingin secepatnya, menikah dengan Amel kata Arel sambil tersenyum licik. apa....?????....!!!!!
kata mereka bingung, dan tak percaya.
Arel tak memperdulikan hal itu, ia hanya menarik tangan Amel sampai ke taman belakang. lalu arel melepaskan pegangan tangan nya secara kasar, hingga membuat Amel terjatuh karena tubuh nya sudah sangat lemah.
Amel dapat merasakan sakit di lutut dan juga pergelangan tangannya,.... AW......kata Amel merintih kesakitan Arel hanya tersenyum licik.
enggak usah sok-sok lemah, bukannya biasanya elo Sangat kuat dan pemberani. sehingga bisa meracuni adik elo, kata Arel marah.
Vinto yang bersembunyi di balik tembok, sangat terkejut mendengar perkataan Arel. ia mengikuti Arel dan Amel tadi, karena iya takut jika terjadi apa-apa dengan amel.
Amel terkejut dengan perkataan Arel, darimana kamu' tahu tanya Amel polos.
Arel lalu berjongkok, sambil menekan rahang Amel dengan tangan nya yang kekar. elo.... wanita busuk, gue akan membuat elo... menderita sampai kapanpun. kata Arel lalu melepaskan tangannya uang kekar itu dari rahang Amel, Amel dapat merasakan rahangnya sakit dan merah karena ulah arel.
sekarang berdiri kata Arel membentak, Vinto hanya bisa menahan kemarahannya sendiri melihat gadis yang iya suka harus di sakiti seperti itu oleh sahabat nya.
Amel berdiri menahan rasa sakit di lutut nya, cepat kata Arel kembali membentak. Amel hanya bisa menahan air matanya, karena di bentak oleh Arel.
sekarang katakan padaku, kenapa kau meracuni finka .....???..!!!!. tanya Arel, oh..... kata arel menjawab sendiri. atau elo sengaja supaya bisa mengambil semua harta om Williams kata Arel sambil melihat Amel dengan tatapan jijik.
ternyata elo sama aja kayak ibu elo, udah miskin mau jadi orang kaya kata Arel sambil tertawa ha....ha...ha... dasar murahan kata Arel. Amel sudah menahan dari tadi kemarahan nya, Arel cukup.....!!!! kamu tidak tahu penderitaan yang aku rasakan selama ini. terserah mau ngomong apa tapi jangan menjelek-jelekkan ibuku, kata Amel sambil menangis.
entah kenapa Arel merasa sangat iba, melihat Amel yang seperti itu. ia teringat dengan gadis kecil, yang mengamen waktu itu.
tapi Arel tak memperdulikan rasa simpati itu, ia tetap menyakiti hati Amel. kenapa bukannya kenyataan elo emang murahan...???..., setelah membuat kakak gue jatuh cinta sama elo, lalu elo bersembunyi di keluarga omm Williams dan menghancurkan kehidupan Finka kata Arel menjerit.
Amel hanya bisa menangis tanpa air mata sedikitpun, ia benar-benar tidak sanggup dengan prasangka buruk yang Arel lontarkan padanya. kenapa elo tega melakukan ini, kata Arel sambil menggoyang-goyangkan bahu Amel yang lemah.
Vinto hanya bisa melihat dari balik tembok semua yang Arel perbuat, ia benar-benar tak sanggup melihat nya lalu ia pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Amel benar- benar tak sanggup lagi berdiri, matanya sudah mulai berkunang-kunang. tapi Arel tak mau berhenti menggoyang-goyangkan bahu Amel sambil meminta penjelasan kepada Amel mengenai Finka.
Arel lalu melepaskan tangannya sambil sedikit mendorong Amel, hingga membuat wanita lemah itu terhuyung dan kepala nya mengenai batu taman belakang itu.
Arel tidak tahu jika Amel sudah pingsan, ia baru sadar ketika ia berjalan.
arel berkata kepada Amel bahwa kita akan menikah sekarang juga, karena Arel sudah tidak sabar untuk menyiksa Amel.
woy..... wanita.... apakah kau dengar aku...????...!!!! kata Arel marah karena perkataan nya tak di jawab. ia lalu melihat ke belakang, namun sudah mendapati Amel yang sudah tidak sadar kan diri.
Arel sedikit terkejut, ia lalu mendekati Amel dan menepuk-nepuk pipi Amel tapi Amel tidak juga mau bangun.
hei........jangan kau pikir kau bisa mengelabuhi ku kata Arel, tapi tiba-tiba Rama datang.
ia awalnya sangat khawatir, karena Arel dan Amel tak kunjung kembali. Rama lalu menanyakan keberadaan Arel dan Amel sama vinto saat ia telah kembali.
sesampainya di lokasi, rama tidak tahu apa yang dilakukan adiknya itu. ngapain Arel jongkok di dekat taman bunga itu.....????.batin Rama bingung, apakah Amel juga jongkok....??? kata Rama bertanya tanya.
rama lalu mendekati Arel, dan mendapati Amel yang sudah tak sadarkan diri.
Arel .....!!!! apa yang kau lakukan...??? kata Rama sambil melihat Amel. ia sangat terkejut, saat melihat darah di batu. Rama langsung melihat kepala Amel
kenapa elo tega melakukan ini.....???? kata Rama sambil menolak Arel yang sedang berjongkok.
Rama lalu mengangkat amel, dan meninggalkan arel. Amel aku mohon bertahanlah, jangan tinggalkan aku kata Rama sambil membawa Amel kembali ke rumah sakit lagi.
entah kenapa Arel merasa sakit' sekali hati nya, entah karena kakak nya yang lebih menyayangi Amel atau karena ia cemburu.
terimakasih ππ, sudah mau mampir. jika
kalian mau komen silahkan di bawah,
monggo atu, dipersilahkan. dan kalau suka
__ADS_1
kalian bisa langsung tekanππβ€οΈβ£οΈπ
πππ