
Eps 14
masih dalam posisi berdiri amel akhirnya memutuskan untuk turun kebawah karena iya tidak bisa lagi menghindari masalah ini, jika ia berlari maka dia akan segera ketahuan lebih baik hadapi dulu begitulah pikir Amel.
Amel kemudian memutar kepalanya yang masih menggunakan jaket, kacamata,dan juga masker. ia lalu berjalan menuruni tangga menuju pentas seni tersebut, di perjalanan menuruni tangga, semua mata tertuju pada Amel termasuk juga Rama. dalam hati Amel berkata ngapain juga orang ini pada geliatin aku, apa aku cantik walaupun pakai masker batin Amel, bahkan Rama melihat' aku sampai bawah kata Amel senang tapi kok, tatapan Rama aneh ya batin Amel.
Rama dan semua orang yang ada di situ melihat Amel bukan karena terpesona, melainkan karena merasa gerah sendiri melihat Amel berpakaian yang bisa buat orang sesak nafas. mereka berfikir mungkin Amel beneran sakit makan nya menggunakan jaket, kacamata, dan juga masker di saat semua orang merasa kepanasan.
sesampainya di bawah, Amel merasa sangat gugup sekali apalagi di depan nya ada Rama orang yang sangat ia rindukan. baiklah kata pembawa acara itu, ternyata orang yang memiliki karya seni ini juga hadir mengikuti acara hanya saja mungkin dia beneran sakit kata pembawa acara itu.
baik nama kamu' tadi siapa kata pembawa acara tersebut, Amel kataku menjawab. seketika itu Rama langsung terhipnotis dengan suara Amel, ia langsung melompat dari meja juri ketempat Amel. ia langsung memeluk Amel erat tanpa memperdulikan bahwa dia sekarang sedang menjadi juri.
Arel dan finka syok melihat' kakak mereka mempermalukan diri sendiri di depan orang banyak hanya karena teringat dengan Amelia Anesta.
Rama masih memeluk Amel erat seperti enggan melepaskan Amel, sebenarnya amel ingin membalas pelukan Rama tapi amel mengurungkan niatnya karena ia tidak mau masalah nya makin berabe.
maaf kata Amel memulai bicara', apakah juri Rama bisa melepaskan pelukannya???? kata Amel berpura-pura tidak mengenal, Rama lalu melepaskan pelukan nya. kamu kata rama terjeda, apakah kamu ingin berpura-pura kata Rama marah. maaf tapi saya tidak mengenal anda kata Amel gugup, ia gugup bukan karena takut tapi gugup jika dirinya ketahuan.
__ADS_1
mengapa kamu' jadi seperti ini kata Rama sedih seolah ingin meneteskan air mata' ia lalu memegang kedua pipi Amel dengan menggunakan tangannya, kenapa kamu berpura-pura kata Rama lagi.wartawan yang tadi sembunyi di kerumunan penonton langsung mengambil Poto,dan merekam adegan yang sangat langkah.
Arel, Finka dan Vinto menyadari hal itu mereka segera berlari untuk menuruni tangga dan membawa Amel dan Rama menjauh dari paparan Nets, Vinto menyuruh Dinda untuk menyimpan lukisan itu dulu Dinda hanya bisa mengangguk.
mereka berlari menaiki tangga tapi wartawan sudah banyak menghadang dari atas. pementasan kali ini benar-benar kacau batin pembawa acara, tapi dari mana datangnya para wartawan ini ya batin mereka.
Amel juga bingung kenapa bisa ada wartawan, ia lalu menarik tangan Rama untuk bersembunyi di belakang punggung Arel dan Vinto. dengar kan aku kata Amel sambil berbisik kami akan berlari duluan dari sini,lalu menunjuk jalan potong dari belakang pentas karena ia tadi sempat melihat ada orang yang keluar masuk dari situ.
dan kalian alihkan dulu wartawan itu, setelah itu baru ikuti kami, kami akan menunggu kalian di mobil kata Amel. lalu memberikan Rama kacamata yang iya pakai dan juga membalikkan jaketnya untuk di pakai oleh rama. buat apa kata Rama bingung, kenapa kamu masih sama bodoh nya sih batin Amel kesal buruan pakai kata amel. Rama hanya bisa pasrah mengikuti apa kata amel, ia lalu memakai semuanya.
tanpa menunggu aba-aba Amel langsung menarik tangan Rama untuk berlari, Rama awalnya sangat terkejut melihat Amel menarik tangan nya dengan erat sambil berlari seolah Amel tak ingin melepaskan Rama begitulah pikir Rama.
Rama lalu berhenti dan melepaskan pegangan tangan mereka, Amel heran dengan tingkah Rama, kenapa kamu' lepas??? kata Amel marah memperlihatkan gigi nya saat berbicara,dan membuat rambutnya bergetar saat itu juga. membuat Rama yakin bahwa ini adalah Amel yang iya cari selama ini. hey,,,,, kata Amel kesal karena Rama hanya diam sambil memandangi wajah nya.
Rama masih tetap memandang Amel, ia lalu menggandeng tangan Amel erat. baiklah, kata Rama semangat, ayok kita lari katanya sambil tersenyum, Amel pun juga ikut tersenyum lalu berlari meninggalkan wartawan.
pemandangan itu sempat terlihat oleh Vinto,dadanya rasanya sangat sakit. ketika melihat Amel tersenyum pada laki-laki lain, padahal itu pertemuan pertama mereka. tetapi tidak dengan dirinya, mereka sudah bertemu hampir empat kali tapi tidak pernah melihat Amel tersenyum sedikitpun.
Vinto awas.......!!!!!?
__ADS_1
kata Arel menjerit membuat semua orang kaget' karena jeritan Arel tak terkecuali sesil dan temannya, ya ampun gimana ini kata sesil takut. mereka dari tadi sembunyi di balik tirai, karena merekalah yang menyuruh wartawan untuk datang.
sesil marah dengan Arel karena telah mempermalukan dirinya di depan orang banyak, ia hanya ingin membuat keluarga Arel malu tapi tidak berencana membuat Vinto dalam bahaya'.
kejadian beberapa jam lalu
saat sesil memeluk Arel berpura-pura sedih, tiba-tiba datanglah Finka dan Ami mereka lalu pergi mencari Amel. tetapi sesil melarang Arel untuk ikut, Arel sangat marah lalu berkata.
hey,,,,,, lepasin tangan gue atau perlu gue panggilin satpam kata Arel sombong, low pikir Lo siapa keluarga udah mau bangkrut aja sok bergaya. jangan mimpi mau dapetin orang' kaya, nanti kalau jatuh sakit lo kata Arel lalu menolak sesil.
sesil pun akhirnya jatuh terduduk karena di tolak Arel, dan menjadi pusat perhatian semua orang yang melintas. iya ditertawakan semua orang bukan hanya siswa di sini, tapi juga siswa dari kampus lain, lihat aja Arel gue akan balas kata Siska marah.
Vinto kehilangan kesadaran saat wartawan mendorong-dorong, hingga membuat dirinya jatuh dari tangga yang tinggi.sampai ke bawah pementasan, kepalanya menatap kursi hingga membuat dirinya pingsan.
Arel langsung berlari mendekati Vinto yang sudah pingsan, Arel sangat marah karena telah membuat temannya tak sadarkan diri.
Arel lalu berkata sambil mengutuk semua orang, kalian ..... kata Arel lantang gue nggak akan biarin kalian selamat' ..... satupun,,,,,
kata Arel membuat semua orang takut karena baru kali ini melihat' Arel marah. sesil dan temannya bergetar saat Arel berkata seperti itu saat Arel tahu jika dirinya yang mengundang wartawan, matilah aku batin sesil lalu pergi.
Arel langsung menelpon bodyguard nya untuk segera datang. tak lama kemudian mereka pun akhirnya datang untuk mengusir para wartawan.
Arel membawa Vinto ke mobil yang di ikuti oleh Finka, Ami dan juga angel. kak arel jadi gimana apa kita bawa Vinto ke rumah sakit???? kata Finka,. jangan kata Arel cepat. karena Arel tidak mau membuat Vinto makin dalam kesulitan jika orang tuanya tahu kalau Vinto terluka.
__ADS_1
begini saja kita bawa saja dulu dia kerumahnya kemudian kita telpon dokter, aku ikut kata Ami. bagaimana dengan kamu???? kata Arel pada angel, yang membuat Finka agak sedikit marah karena perhatian Arel pada angel. maaf aku tidak bisa kata angel lembut, tidak papa kok Ngel kata Finka menjawab perkataan angel, makasih Finka maaf ya teman-teman kata angel, tolong sampaikan salam ku pada Vinto agar dia lekas sehat kata angel lalu Tersenyum, Arel lalu melajukan mobilnya.