
eps 39
Caca masih berdiri di tempat tak berkata sedikitpun, fuzi yang melihat kemiripan itu langsung pingsan karena syok.
mama... kata angel menjerit, mereka langsung membawa puji ke sofa dan di beri minyak kayu putih supaya sadar kembali.
sedangkan Caca dia tidak tahu apa-apa hanya bisa diam, nak siapa nama kamu...????... dan dari mana kamu bbersala...??? kata anis sampai bergetar karena sangat terkejut.
nama saya Caca, asal saya kota batu dan saya ke sini mau cari kerja soalnya keluarga saya sudah pada meninggal kata Caca mulai menceritakan kronologi hidup nya.
Caca.... kata Anis kemarilah, Caca kemudian mengikut saja ia lalu duduk di samping Anis. jadi apa kamu sekarang sudah menikah...??? belum kata Caca polos, bagus..... kata Anis senang Caca hanya bisa diam dan bingung dengan semua orang di ruangan itu seolah sangat senang melihat Caca belum menikah.
Caca sebenarnya seperti ini, Tante dengar kamu sedang kerja ya....??? iya Tante, tapi...??
tapi apa..??? tanya Anis bingung, saya hanya tamatan SMP dan saya juga tidak punya keahlian. paling saya cuma bisa bekerja sebagai office boy, kata Caca sedikit takut. dan saya lihat perusahaan ini terlalu besar,
sepertinya kurang cocok dengan pendidikan saya kata Caca malu.
kamu tenang saja, masalah itu biar Tante yang urus. beneran Tante kata Caca senang, iya kata Anes sambil mengangguk.
tapi ada syaratnya, apa syarat nya tanya Caca bingung. kamu harus menikah dengan anak Tante, apa...???? enggak kata Caca tegas kalau gini alasannya sama aja kayak di kampung batin Caca geram.
Caca dengerin saya dulu, saya mohon kata anes sambil memegang tangan Caca yang sudah berdiri. tapi Tante saya tidak bisa ini namanya pemaksaan kata Caca marah.
saya tahu kata anes, lalu ia mulai menceritakan tentang keadaan Arel sekarang. ane juga menceritakan tentang Amel serta kemiripan Caca dengan Amel.
jadi nak Caca, apakah kamu mau membantu saya....??? kata anes. Caca hanya bisa diam saja dia sebenarnya juga merasa kasihan terhadap Arel, apalagi saat mamanya mengatakan bahwa Arel sangat menyesal tidak mempercayai amel.
Caca saya tahu, mungkin kamu tidak akan mau menerima kenyataan bahwa kalian memiliki kemiripan, tapi coba kamu pikir anak saya tampan dia juga mapan dan juga belum punya anak. kamu di kota juga tidak tahu tujuan, bahkan sedang mencari kerja. bukankah sangat sayang jika kamu menolak Arel....??? Tante yakin hidup pasti bahagia. Caca berfikir sejenak, sebenarnya ada bebernya juga sih batin Caca walaupun dia sudah tapi dia kaya.
baik saya akan setuju tapi ada syaratnya, syarat....??? kata mereka bingung. iya, yang pertama saya akan lihat dulu Arel itu yang mana, yang kedua kalian harus mencari ayah saya karena saya ingin melihat kehidupannya sekarang kata Caca. baik kami setuju dengan syarat itu, sekarang ayo ikut Tante karena Arel sudah menunggu di rumah.
...........
tak lama kemudian Caca pun sampai di kediaman keluarga Wijaya, bersama dengan girang, anes, Rama dan juga ningsih. sedangkan yang lainnya, mereka memiliki pekerjaan yang harus di selesaikan.
Caca turun dari mobil mewah itu, matanya bahkan sampai tak dapat berkedip lagi melihat rumah itu. Caca hanya berdiri sambil membayangkan, berapa banyak uang yang tertimbun untuk membangun rumah ini batin Caca bergidik membayangkan jumlahnya.
Caca.... kata anes membuyarkan lamunannya, kamu ngapain.....???? Tante udah manggil kamu dari tadi, tapi kamunya enggak dengar. maaf Tante kata Caca merasa bersalah, enggak papa, Tante ngerti kok anggap aja seperti rumah sendiri kata anes sambil memegang tangan Caca baik Tante kata kata Caca sambil tersenyum kaku.
mereka lalu berjalan dan masuk ke kamar arel. tok...tok...tok.... kata Rama mengetuk pintu Arel, siapa.....??? kata Arel malas, dia masih berbaring di tempat tidur.
sebenarnya luka arel tidak terlalu parah, tapi dokter menyarankan agar ia istirahat yang cukup agar staminanya kembali lebih cepat.
Arel ini kak Rama, kakak bawa berita bagus kata Rama merayu Arel. masuklah pintunya tidak ku kunci kata Arel malas berdebat dengan kak Rama.
Rama pun masuk bersama dengan angel, ada apa....??? kata arel dengan wajah yang sangat pucat karena dia malas makan.
Arel kemarin kamu bilang, kamu bertemu dengan alm. Amel kan....??? tanya Rama sangat hati-hati, takut Arel Mulya langsung emosi.
__ADS_1
langsung saja pada intinya, kata arel malas menanggapi Rama. baik begini jika kakak bisa menemukan wanita itu apakah mau menikah...??? Arel hanya menatap Rama datar, kenapa....??? apakah kakak sudah menemukan wanita itu....??? tanya Arel penasaran.
tak lama kemudian, masuklah seorang wanita sambil membawa nampan yang berisi bubur, air minum dan obat.
Amel..... kata Arel langsung turun dari ranjangnya, tunggu dulu, kamu baru pulih dokter bilang jangan banyak bergerak kata Caca takut Arel kembali bersandar di ranjangnya.
huh.....batin Caca lega, jadi ini yang namanya Arel.....??? tampan sih tampan, tapi oh aku tahu sekarang ini cowok yang kemarin aku tolak itu kan batin Amel sambil melihat Arel.
ehem...... kata arel membuyarkan, apa kamu akan terus melihat aku..... ???? Caca langsung kelabakan, ia langsung memalingkan wajahnya melihat Rama.
baiklah Arel ini adalah Caca, dan dia yang akan merawat kamu selama kamu masih belum pulih kata Rama menjelaskan kemudian setelah angel dan Rama pun pergi meninggalkan mereka.
aduh kok jadi kayak gini sih, Mala ni orang nggak ngomong lagi, dan yang lebih parahnya dia ngeliatin gue aja, batin Caca bingung mau ngapain.
maaf tuan Arel kata Caca pelan, karena saya telah mendorong Anda di lampu jalan itu. saya beneran enggak sengaja, soalnya anda tiba-tiba meluk saya kata Caca terbata-bata.
Arel awalnya hanya diam, kemudian dia menanggapi cerita Caca. jangan panggil saya tuan, kata Arel ambigu.
hah.......!!??? kata Caca seperti orang bodoh, ia lalu melihat wajah Arel yang datar nan dingin itu, baik saya tidak akan panggil tuan lagi. jadi saya panggil siapa...?? tanya caca,
terserah, kata Arel malas. katakan apa tujuan kamu kesini....??? dan kenapa kamu berpenampilan seperti istri saya.....??? kata Arel dengan suara yang mulai meninggi, dan satu lagi kenapa kamu bisa mirip dengan wanitaku....??? kata Arel menjerit.
Caca sebenarnya sangat takut dan gugup, apalagi saat melihat wajah Arel yang merah, padahal sudah jelas tadi wajahnya sangat pucat.
cepat katakan kata Arel, dengan tatapan dingin seolah seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi penjahat.
Caca hanya bisa menelan ludah, ia kemudian menceritakan alasan dia bisa sampai disini, serta tujuan dia masuk ke keluarga Wijaya.
hentikan......!!??? kata Arel dengan tatapan tajam, dan penuh emosi kau tidak berhak berkata seperti itu kata Arel tapi dengan raut wajah yang sangat sedih'.
baik, saya tidak akan melakukan nya lagi kata caca takut. padahal dalam hati Caca berfikir, salah apa lagi aku, perasaan tadi aku enggak salah la ngomong nya.
baiklah tuan Arel, karena anda belum makan, dan minum obat sekarang makan dulu kata Caca lembut.
tidak.... aku tidak mau, siap kamu...??? kenapa mengatur saya....??? kata Arel marah
Caca hanya bisa menghela napas panjang, entah berapa kali dia harus menghela nafas menghadapi Arel, kalau enggak karena elo tampan dan gue perlu duit udah gue tinggalin elo batin Caca mendumel sendiri.
Arel saya mohon jangan persulit keadaan saya, kata Caca memelas. saya hanya ingin mencari uang dan tidak lebih, dan kamu juga belum makan tidakkah kamu kasihan melihat ayah dan ibu kamu khawatir...??? bahkan kakak dan teman kamu juga khawatir. apakah kamu tega melukai hati mereka...??? Arel hanya diam saja tak menanggapi.
ayolah Arel. ... kata Caca sambil mengangkat bubur itu dari atas nampan. jangan panggil aku arel, panggil aku bapak dan suapin aku kata Arel malu-malu.
Caca sebenarnya ingin tertawa melihat tingkah lucu Arel yang malu, baiklah saya akan panggil anda bapak. dan sekarang buka mulut bapak kata Caca menahan tawanya, bapak batin Caca ingin menjerit dan tertawa di dalam hati.
Rama, Ningsih, dan juga Anis mengintip keharmonisan mereka dari pintu kamar, sedangkan girang dia hanya sibuk membaca koran sambil berdiri.
ma..... sudah jadi ngintipnya kata girang malas, ish papa ini bukannya turut seneng malah baca koran bukannya gitu ma kata girang salah lagi.
flash back
__ADS_1
Rama dan Ningsih sedang di kamar, tiba-tiba Anes mengetuk pintu kamar mereka.
sayang bukain pintunya kata Ningsih memerintah, ais.... kamu ini ya sukanya memerintah kata rama, kenapa kamu enggak mau kata Ningsih manja. iya...iya.... aku bukain kata Rama mengalah.
loh..... mama, ada apa....??? tanya Rama bingung. sini dulu, Ningsih mana....?? merasa namanya di sebut Ningsih langsung keluar kamar ada apa ma....??? tanya Ningsih menyelinap di ketek Rama.
bagus kalian belum tidur siang kan....??? nah begini papa dan mama berencana mengintip Arel, siapa juga yang mau ikutan kata girang malas, papa......kata anes dengan tatapan membunuh iya papa ikutan juga bahkan papa yang merencanakan kata girang takut dengan istrinya.
.........
ya udahlah ma, kan sekarang Caca dan Arel baik-baik saja mending kita pergi kerja lagi. kata girang saat mereka duduk di sofa, ya elah papa ini, kerjaannya duit Mulu.
loh Arel kalian mau kemana....?? kata anes heran, saat melihat Arel di papah Caca turun tangga.
kami mau ke tempat Amel kata Arel datar, saat mereka sudah sampai di bawah tangga.
apa ...??? kata mereka semua, siang-siang gini....??? tanya mereka bingung.
iya, kata Arel lalu kembali berjalan. aku ikut kata Rama, mama juga kata anes akhirnya semua minta ikut. tidak ada satupun yang di ijinkan untuk ikut kata Arel dengan tatapan membunuh, jika kalian melanggar kalian akan tahu sendiri akibatnya kata Arel lalu menyuruh Caca membawa mobil.
pa..... gimana ini....??? mama takut mereka
kenapa-kenapa kata anes khawatir. mama tenang aja, jadi mau gimana lagi kalau kita ikut bisa-bisa Arel marah besar kata girang.
di perjalanan Caca hanya mengemudi tak berbicara sedikitpun, begitu juga dengan Arel mereka sibuk dengan pikirannya
masing-masing.
ya ampun masak iya keluarga Arel tunduk sama Arel batin Caca, sambil mengingat kejadian yang tadi apa Arel ini makan orang batin Caca bergidik sambil melihat Arel.
lihat jalanmu.... kata Arel tak menoleh sedikitpun, baik kata Caca kembali melihat kedepan. aduh aku ngapain sih...??, lebih baik jangan cari masalah gimana kalau nanti dia marah...?? bisa-bisa aku langsung di kubur di sana batin Caca semrawutan.
tak lama kemudian mereka pun sampai di pemakan milik keluarga Wijaya itu.
Caca memapah Arel sambil memayunginya, mereka berjalan ke makam Amel.
Amel.... kata Arel sambil berjongkok di makam istri tercinta nya itu.
aku datang kata Arel dengan suara yang amat berat Caca hanya bisa diam dan tak bergeming sedikitpun.
maaf aku sudah beberapa hari tidak datang menyapa kata Arel, berarti dia tiap hari datang batin Caca.
Amel Sekarang aku datang menyapa kamu lagi, tapi aku tidak sendiri aku bersama dengan wanita yang sangat mirip dengan kamu kata Arel sambil melihat Caca.
merasa di lihat, Caca kemudian memperkenalkan dirinya. halo kak Amel namaku Caca, maaf baru pertama menyapa kata Caca karena dia bingung mau berbicara apa.
Amel kata Arel pada makam istrinya itu, aku tahu mungkin kamu akan marah jika aku menikah lagi. tapi aku juga tidak bisa sendirian saja, karena ketika aku tua siapa yang akan mengurus diriku...?? kata Arel mulai bercerita. tapi aku janji Amel ketika aku mati, aku pasti akan menemui kamu duluan dan Sekarang aku akan menikah dengan Caca aku harap kamu merestui hubungan kami kata Arel dengan air mata yang sudah mengalir.
entah kenapa Caca secara otomatis langsung memeluk Arel, sudahlah jangan menangis mati kak Amel akan sedih kata Caca menenangkan. padahal dia juga merasa sedih ,apalagi saat Arel bilang ketika dia mati orang yang akan ia temui adalah amel. tapi Caca pun tau dia hanya pengganti dari seseorang yang sangat Arel cintai, Caca juga berharap semoga menemukan orang yang tulus mencintai dirinya apa adanya.
__ADS_1
mereka akhirnya berpamitan pulang kepada Amel, karena Arel juga masih sangat lemah jadi tidak dapat berjongkok lama-lama. di perjalanan keduanya masih tetap diam, tidak ada yang membuka percakapan sedikitpun.