
Eps 32
Arel bangun dari tidurnya tetapi dia merasakan tangan nya sedikit keram dan sakit.
......AW....batin Arel merintih, ia lalu melihat tangan bagian kanannya. loh tangan gue kenapa....????? batin arel bingung, sambil mengingat kejadian tadi malam.
setelah Vinto mengantar Arel pulang,
Arel sangat marah dan frustasi.
kenapa semua orang bohongin gue katanya lalu meninju tembok kamarnya sendiri, tanpa memperdulikan tangan nya berdarah sudah berdarah. merasa tidak puas dengan apa yang ia buat, Arel lalu membanting semua yang ada di atas meja hias, dan melukai tangannya sendiri dengan menggunakan pecahan kaca. tanpa merasakan rasa sakit lagi Arel melakukan semua tindakan bodoh itu, mungkin karena di bawah pengaruh alkohol sehingga ia tidak sadar lagi.
sebenarnya mama Arel mendatangi kamar Arel semalam, tapi Arel mengatakan bahwa dia tidak sengaja' menjatuhkan gelas sehingga anes tidak sampai berfikir yang aneh-aneh.
sial gara-gara emosi sesaat tangan gue jadi terluka batin Arel merintih, sambil melihat darah yang sudah mengering di tangannya.
gue hampir lupa Amel masih di rumah sakit kata Arel, ketika dia ingin berdiri, tiba-tiba kepalanya pusing dan langsung tak sadarkan diri.
...............
girang telah sampai di rumah, dan di sambut oleh istrinya.
pa.... gimana keadaan Amel.....!!??? tanya anes. amel baik-baik saja ma, keadaan nya sudah membaik. tapi sekarang Amel masih koma,. apa.....!!!..???? kata anes khawatir.
mama tenang aja Amel pasti akan segera siuman , kata girang menghibur.
oh iya ma.....mama siap-siap gih kita akan jenguk Amel kata girang. lalu dia masuk ke kamar dan mandi, selesai mandi dan berpakaian merekapun bersiap-siap untuk berangkat. ketika girang ingin bertanya dimana Arel, tiba-tiba saja handphone nya berbunyi.
Rama kata girang gugup dan takut, ada apa pa....???? kata anes. ini Rama nelpon papa, ayo cepat diangkat pa, kata anes kalang kabut takut kejadian yang tidak di inginkan terjadi.
halo Rama, ada apa...???? kata girang gugup. pa cepetan datang kesini, Amel sudah siuman kata Rama senang. syukurlah kalau begitu kata girang lega huh.....papa sama mama akan segera kesana kata girang senang.
iya melupakan Arel yang sedang berbaring di kasur, dengan berlumuran darah.
mereka akhirnya pergi ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit anes dan girang langsung masuk ke ruangan VVIP yang dimana tempat Amel dirawat.
anes Sangat senang saat melihat Amel sudah terbangun, ia langsung mendekati Amel yang duduk di tempat tidur.
Amel kamu baik-baik saja...??? kata anes sedih, maafin mama karena tidak mengetahui jika kamu diculik. Amel enggak papa kok ma, ini bukan salahnya mama. tapi salah kamel karena enggak hati-hati.
malahan Amel yang minta maaf kepada semuanya, karena telah membuat kalian khawatir kata Amel melihat mereka satu persatu. itu sudah sepantasnya, kata fuzi lalu memeluk Amel.
oh iya nes.... dimana anak kamu Arel.....???? tanya fuzi karena ia tidak melihat Arel sedari tadi.
oh iya saya hampir lupa, Arel masih di rumah mungkin bentar lagi datang kesini. rama coba hubungi adik kamu lagi, kata anes menyuruh Rama. baik ma....kata Rama, iya lalu menelpon Arel beberapa kali tapi tidak diangkat.
" nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi cobalah beberapa saat lagi"
gimana Rama kata anes khawatir, tidak di angkat kata Rama pelan. sehingga Rama dan anes, mendapat tatapan dari semuanya.
ya udah lah ma, mungkin Arel masih di jalan kata Amel menenangkan. karena ia tidak enak dengan suasana mencekam itu, anes hanya tersenyum kaku begitu juga dengan girang.
oh iya kata anes mencari topik lain, kapan kamu boleh keluar dari rumah sakit......???? tanya anes. kata dokter tadi sih hari ini Amel udah boleh pulang, tapi harus banyak istirahat.
bagus kalau begitu biar mama yang akan merawat kamu, enggak pokoknya mama fuzi kata fuzi ngotot. tidak fuzi bagaimana pun Amel menantuku, tapi dia juga anakku kata fuzi tak mau kalah. mereka akhirnya berebut hanya karena ingin merawat Amel.
stop......kata angel jadi stress, mama tante udah dong....!!!! lihat kak Amel kata Angel. kak Amel baru aja siuman, dan harus banyak istirahat. sedangkan kalian bukannya bikin tenang malah bikin ribut, kata angel kesal melihat kedua orang tua di depan nya.
Williams, girang, dan Rama, hanya bisa menggelengkan kepala melihat semuanya. Amel akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah mama mertua, setelah membujuk fuzi.
mereka akhirnya berkemas untuk pulang, mereka berjalan sampai ke lobi parkiran bawah rumah sakit.
oh iya mama fuzi, apakah mama fuzi Sama papa langsung pulang...??? tanya Amel.
iya.....mama fuzi sama papa akan segera pulang, soalnya ada rapat sore ini kata fuzi sedih.
tadi berebut mau jagain Amel tapi sekarang lihat, mama fuzi bahkan langsung ninggalin Amel, kata Amel menyinggung. fuzi hanya tersenyum, iya... maafin mama fuzi ya sayang. tapi mama janji jika jadwal kami tidak padat, kami pasti akan menjenguk kamu kata fuzi lalu mencium kening Amel.
iya kata Amel lembut, ya udah kalau gitu mama fuzi pergi dulu ya, dah sayang kata fuzi, lalu masuk ke dalam mobil. papa juga pergi ya Amel kata Williams sambil memeluk Amel, jika ada terjadi sesuatu kamu harus segera menghubungi papa kata Williams cemas Amel hanya tersenyum iya pa kata Amel nurut.
angel juga pergi ya kak, nanti sore kalau ada waktu angel akan datang menjenguk. oh ya kak kata angel lalu membisikkan di telinga Amel. jika kakak memiliki masalah dengan Arel bilang aja sama angel, biar angel yang hadapi kata angel semangat.
iya-iya.... kakak tahu kok kata Amel sambil tersenyum, jangan lupa kak kata angel lalu berlari memasuki mobil. da...dada....kata mereka dan mobil pun melaju.
baiklah karena semua sudah siap, ayo kita juga pulang kata Rama. merekapun mengendarai mobil dengan sangat santai, sesampainya di rumah Amel turun dari mobil dengan di papah oleh anes.
sini mama yang papah kata anes, Amel enggak papa kok ma, Amel bisa jalan sendiri kata Amel canggung. enggak papa mama akan segera antar kamu ke kamar, supaya kamu bisa beristirahat.
bik.....!!!??? kata anes memanggil, ya nyonya kata Susi pembantu mereka juga. ada apa nyonya, ada yang bisa saya bantu....??? kata Susi ragu-ragu. apakah Arel sudah bangun tanya anes, maaf nyonya sepertinya belum bangun kata Susi. ya udahlah kata anes, lalu menyuruh Susi pergi.
dasar anak itu ya, jam segini masih aja molor kata anes kesal. sambil menaiki tangga dengan pelan,, ya udah lah ma mungkin Arel sangat lelah, kata Amel menenangkan. lelah ngapain.. .??? paling juga karena ke bar semalam kata anes keceplosan.
__ADS_1
apa ma....??? tanya Amel bingung, enggak maksud mama bermain game. ya itu kata anes kelabakan dan gugup, ya udah gih kamu cepat' mandi. siap itu langsung istirahat kata anes setelah sampai di depan pintu kamar mereka. iya ma kata Amel Tersenyum lembut, kalau gitu mama turun dulu ya. jika kamu butuh bantuan atau sesuatu, tinggal panggil mama ataupun pembantu kata anes lalu pergi menuruni tangga. baik ma kata Amel, aneh apakah ada sesuatu yang di sembunyikan dari aku....???? tanya Amel pada diri sendiri. ah udahlah nanti bisa tanya langsung sama Arel kata Amel santai, mending sekarang aku mandi dulu rasanya udah gatal kata Amel ngomong sendiri.
Amel lalu membuka pintu kamarnya, tanpa melihat kiri dan kanan Amel langsung menutup pintu itu.
ia tidak menyadari, jika ada keganjalan di kamarnya.
dan saat Amel melihat pemandangan di depannya, Amel sangat terkejut setengah mati.
Kya...............!!!!????...... kata Amel menjerit sekuat tenaga yang iya punya, Amel bahkan sampai jatuh terduduk karena tak percaya melihat keadaan di depannya.
kenapa bisa seperti ini kata Amel sambil menangisia, hu....hu....hu..... kenapa kau lakukan ini kata Amel berusaha untuk mendekati Arel yang sedang berbaring di lantai. Arel bangun aku mohon kata Amel sambil menangis...hu....hu...hu...aku mohon aku tahu aku salah telah meracuni finka dan berbohong kata Amel masih tetap bercerita sambil nangis.
Anes, girang serta semua pembantu di situ terkejut mendengar jeritan Amel. Rama juga langsung berlari menuju kamar Amel, meskipun dia masih mengenakan piyama mandi.
begitu juga dengan anes dan girang.
awalnya mereka ingin pergi ke kantor, tapi mendengar jeritan itu mereka akhirnya berlari menuju ke kamar Amel. sesampainya di depan pintu Amel tanpa menunggu aba-aba, Rama langsung membuka pintu itu dan mendapati Amel yang sudah terduduk di lantai bersama dengan Arel.
Amel ada apa ini....???? kata Rama langsung berlari mendekati mereka tiba-tiba datanglah anes dan girang, Amel ada apa....??? kta anes terpotong.
Arel........ kata anes dan girang menjerit, rama langsung mengangkat tubuh Arel, dan meletakkannya di atas ranjang. kenapa bisa seperti ini.....????? kata anes sambil menangis,...hu....hu... pa Arel pa kata anes sambil memukul-mukul suaminya pelan, girang hanya bisa diam tak berbicara sepatah katapun.
Rama lalu memeriksa denyut nadi arel, masih berdetak batin rama. Rama gimana adik kamu kata anes sambil menangis melihat kondisi Arel, denyut nadinya masih bergerak kata Rama khawatir, pa cepat hubungi dokter untuk segera kesini, mama panggil pelayan supaya membersihkan pecahan kaca ini kata Rama memerintah. baik kata mereka berdua lalu pergi keluar kamar, untuk melakukan tugasnya.
Amel hanya bisa menangis ketakutan melihat tangan Arel yang penuh dengan darah, tubuhnya sampai bergetar karena tak kuasa melihat nya. Rama lalu mengangkat tubuh Amel, meskipun dia masih menggunakan piyama mandi.
tenanglah..... jangan nangis, kata Rama sambil mengusap air mata amel.
Arel pasti akan baik-baik saja,kata Amel menenangkan. kamu duduk lah disini dulu kata Rama, lalu meletakkan Amel di sofa kamar.
tak lama kemudian datanglah bik Isa, untuk membersihkan pecahan kacanya. bik kata Rama pelan, apakah Bibik tahu kapan Arel melakukan ini....???? .. tanya rama.
maaf den, Bibik enggak tahu kata bik isah.
lalu ia permisi keluar, setelah membersihkan serpihan kaca itu.
tak lama kemudian datanglah seorang dokter yang menangani Amel tadi, silahkan dok kata girang menyuruh sang dokter masuk. Amel langsung berdiri dan berjalan Pelan-pelan, dan di bantu Rama saat dokter tersebut datang.
dokter itu langsung memeriksa kondisi tubuh Arel, gimana kondisi nya dok....???? tanya Amel khawatir. pasien tidak apa-apa, mungkin sebentar lagi juga siuman. meskipun pasien telah mengeluarkan darah, tapi darahnya telah tertutupi oleh darah yang sudah mengering sehingga tidak sampai terjadi masalah yang serius. syukurlah batin mereka semua, terimakasih tuhan. engkau masih mau memberi kesempatan kepadaku untuk memperbaiki kesalahanku, batin Amel sambil menangis tanpa suara.
saya akan membersihkan luka nya dulu kata dokter tersebut, baik dok kata Amel
terbata-bata. sudahlah jangan bersedih lagi, Arel enggak papa kok kata Rama menghibur sambil mengelus rambut Amel.
kalau begitu saya permisi dulu pak, buk, kata dokter itu sopan. iya sangat terkejut ternyata orang yang selama ini berobat di rumah sakit itu, adalah keluarga Wijaya batin si dokter saat melihat rumah Wijaya. untung aja aku enggak cari masalah dengan mereka, orang kaya no satu di kota ini. kalau enggak mungkin sekarang aku udah jadi pengemis, batin sang dokter bergidik membayangkan nya.
pak..... tunggu...!!!!! kata girang saat, sang dokter sudah sampai di ambang pintu depan, terimakasih banyak ya telah menolong kedua anak saya kata girang basa-basi. iya pak sama-sama, itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang dokter untuk menolong pasien yang sedang sakit kata dokter itu gugup.
sebenarnya saya akan berencana membeli rumah sakit itu kata girang, mereka akhirnya mengobrol di depan rumah.
Amel berdiri di samping Arel, dia sedikit merasa kasian terhadap Arel karena telah melukai dirinya sendiri. hanya karena kebohongan, yang Amel lakukan sehingga menyebabkan Finka tiada dan akibatnya Arel harus kehilangan kendali dan melukai dirinya sendiri batin Amel sedih.
Amel hanya bisa menangis tanpa suara di samping Arel, berharap Arel segera siuman. Amel sudah lah jangan menangis lagi kata Rama lembut, ia tidak tega melihat Amel seperti menyalahkan diri sendiri.
kamu juga perlu istirahat, kata Rama mengingatkan.
iya Amel sayang, betul kata kak Rama. sudahlah jangan menangis lagi kamu juga harus menjaga kesehatan kata anes khawatir. jika kalian dua-duanya sakit, bagaimana cara kalian mengurus satu sama lain....???? kata anes menenangkan.
iya betul itu kata Rama menyaut, ini bukan seutuhnya salah kamu. tapi salah keluarga kami juga, jadi jangan bersedih kata Rama sambil memeluk Amel. Rama tak perduli jika dia masih menggunakan baju piyamanya, yang dia tahu saat ini adalah menenangkan wanita di depannya. Amel lalu membalas pelukan itu, anes hanya tersenyum melihat keakraban mereka.
Arel membuka matanya perlahan, dan dia sangat terkejut melihat pemandangan di depannya.
kalian..........kata Arel membentak, hingga membuat Amel Rama dan juga anes sangat terkejut. Rama langsung melepaskan pelukannya, sambil menatap Arel takut.
bisa-bisanya kalian pelukan di depanku, kata Arel menjerit apalagi saat arel melihat Rama mengunakan piyama. Arel mencoba untuk berdiri, tak perduli dengan ada jarum suntik yang menggantung.
Arel kata Amel sambil tersenyum bahagia, Amel sebenarnya tadi masih tidak percaya jika itu arel makannya Amel masih diam.
Amel langsung berlari pelan, tak memperdulikan perut nya yang terasa sakit karena barusan di jahit . Amel pelan-pelan kata Rama dan anes khawatir, Amel tak mendengarkan mereka ia langsung memeluk Arel yang sudah berdiri.
Arel sangat terkejut melihat Amel yang sudah memeluknya, Arel akhirnya kamu sadar kata Amel sambil menangis...hu..hu..hu... aku pikir kamu tidak akan bangun, aku benar-benar minta maaf karena telah berbohong kata Amel terbata-bata.
arel akhirnya luluh, padahal dia awalnya sangat marah sekali.
iya aku udah enggak papa kata Arel sambil membelai rambut Amel pelan, dengan menggunakan tangan kiri nya.
kamu bohong..... pasti masih sakit kan...!!???? kenapa kamu melukai dirimu sendiri...??? tanya Amel lalu melepaskan pelukannya. seharusnya aku yang nanyak itu, kenapa kamu mau mengorbankan nyawa mu demi aku.....???? kata Arel menyelidik.
itu.... karena aku ingin menembus dosaku, kata Amel sambil menitikkan air mata.
aku telah meracuni finka Arel, dan kesalahan yang ku perbuat itu sangat fatal. jika saja kalian melaporkan aku ke kantor polisi, pasti aku akan masuk penjara kata Amel menjelaskan sambil menangis.
__ADS_1
dia benar-benar sangat menyesal, atas semua perbuatan yang ia lakukan.
Amel hanya bisa diam melihat kesedihan Amel, padahal seharusnya aku yang minta maaf karena telah salah' paham sama kamu batin Arel sedih.
sudahlah jangan menangis lagi, mulai sekarang berjanjilah padaku. kamu jangan pernah melakukan hal bodoh itu lagi, kamu dengar kata Arel sambil memegang rambut Amel. iya aku dengar kok, berarti kamu udah maafin aku kata Amel lembut Arel hanya mengangguk sambil memeluk Amel.
Rama hanya bisa menangis dalam hati, melihat kemesraan mereka.
oh iya kak, kakak ngapain kesini pakai baju mandi kata Arel sinis.
Rama akhirnya tersadar, bahwa sekarang dia sedang mengenakan piyama. iya itu karena Amel menjerit terlalu keras, saat melihat kamar ini di penuh dengan darah.
sehingga aku yang baru selesai mandi, langsung berlari kesini kata Rama bercerita. Arel hanya tersenyum, mengingat Amel yang jika berteriak dapat memecahkan telinga.
jadi kenapa kamu memeluk nya kata Arel marah, iya itu karena dia menangis kata Rama datar. kakak bohong kata Arel, iya kalau kamu enggak percaya tanya aja sama mama. itu.... kata Rama menunjuk mama nya yang duduk di sofa, mama....kata Arel terkejut.
AW.....kata Amel merintih kesakitan, kamu kenapa Mel...????!!!! kata mereka semua. aku enggak papa kok, tapi sepertinya perutku nyeri kata Amel. Arel ingin membantu Amel untuk berbaring, tapi tangannya sedang terluka.
akhirnya Rama la yang turun tangan,sini aku bantu kata Rama lembut.
Arel sebenarnya sangat marah pada dirinya sendiri, kenapa disaat seperti ini gue malah nggak bisa diandalin batin Arel kesal. ini akibat kecerobohan yang telah gue perbuat, karena terlalu banyak minum bir sialan itu batin nya mengupat.
ya udah lah Arel kakak ganti baju dulu, enggak nyaman pakai baju kayak gini kata Rama. oh iya satu lagi jika butuh bantuan kamu bisa langsung panggil kakak, kata Rama lalu pergi meninggalkan arel.
mama juga ya Arel, biarkan Amel istirahat dulu jangan biarkan dia terluka lagi. kamu dengar jaga dia kata anes, jika kamu tidak ingin direbut kata anes menekankan
kata-katanya.
oh iya mama hampir lupa, kamu juga harus jaga kesehatan kata anes.
biar dalam satu Minggu ini, papa sama maam yang akan menggantikan kamu ke kantor.
makasih iya ma kata Arel, iya kata anes sambil tersenyum. kalian enggak usah turun kebawah, biar bik Isa ataupun susi yang mengantar makan malam. baik ma... kata Arel sambil Tersenyum, ya udahlah kalau gitu mama keluar dulu. jika kamu perlu bantuan, langsung aja panggil mama kata anes lalu pergi.
Arel lalu mendekati Amel yang sudah tidur, dia lalu mencium kening Amel pelan. maafin aku ini semua salahku, tapi aku janji tidak akan membuat kamu terluka lagi kata Arel sambil tersenyum. dia pun langsung masuk kedalam selimut, untuk tidur juga.
sial batin Arel kesal, gara-gara tangan sialan ini gue enggak bisa peluk Amel tidur kata Arel mengerutu.
soalnya tangan arel yang terluka adalah tangan bagian kanan, akhirnya ia tertidur terlentang juga sama seperti Amel.
.................
matahari pagi sudah menyapa kedua insan yang masih terlelap, tidak ada satu orang pun yang berani membangun kan mereka padahal sudah jam delapan pagi.
karena sebelum anes pergi, dia sudah berpesan dulu agar membiarkan Amel dan Arel istirahat agak siangan. jika ada yang sesuatu yang mencurigakan segera telepon , dan jika mereka membutuhkan bantuan Segera datang kata anes.
..................
Amel menguap....hoam ..... karena masih mengantuk, lalu ia mengucek-ucek matanya. emmm.... katanya lagi, sambil merenggangkan tangannya keatas.
jam berapa sih batin Amel, ia sangat terkejut bukan main. bahkan matanya ampai terbelalak tak percaya melihat jam cracker itu, Gilak...... padahal jam ini selalu bunyi nya cempreng tapi bisa-bisanya kami enggak dengar batin amel.
akh..... udahlah mending aku mandi dulu, soalnya udah hampir tiga hari aku enggak mandi pasti kecut banget batin Amel.
ia lalu bangun dari tidurnya, dan berjalan ke kamar mandi. untung aja lukanya agak ringan, paling cuma perut lah yang agak terluka, katanya sambil melihat di kaca.
kalau enggak pasti aku enggak bisa
mandi, batin Amel.
ia lalu mengunci pintu kamar mandi itu, takut jika kejadian yang tidak diinginkan datang. seperti misalnya Arel tiba-tiba bangun, dan masuk ke kamar mandi kata Amel bercerita sendiri.
Amel lalu menghidupkan shower itu, dan mengatur suhu airnya. iya meskipun gue mandinya kurang bersih, yang penting ilang bolotnya kata Amel kekeh.
selesai mandi ia langsung dengan sigap keluar dari kamar mandi, berharap Arel tidak melihatnya. syukurlah dia belum bangun batin Amel, setelah selesai berpakaian Amel tidak ingin mengganggu Arel yang sedang tidur. tapi karena jadwal minum obat, Amel akhirnya keluar dari kamar dan memanggil salah satu Bibik di rumah Arel.
bik.....!!!??? kata Amel memanggil dari atas, Amel sebenarnya tidak ingin menyusahkan. tapi dia tidak bisa turun dengan cepat dari tangga kamar mereka, di tambah lagi perutnya akan lama mengering nya, jika terlalu banyak bergerak apalagi naik turun tangga.
tak lama kemudian, bik Isah pun datang.
iya saya non,... apa ada yang bisa saya bantu non.....!!??? tanya bik Isah pelan. iya begini kata Amel lembut, saya mau minta tolong siapin sarapan Arel ya kata Amel sopan.
baik non kata Bibik itu, oh iya non, apakah nona ingin makan juga....???? tanya bikin Isa. iya boleh kata Amel manja, kalau gitu aku ingin makan sandwich kata Amel sambil tersenyum. baik non kata bik Isah, kalau begitu saya permisi dulu.
iya kata Amel sambil tersenyum, maaf ngerepotin ya bik. nggak kok non, kata bik Isah canggung.
Amel kembali masuk ke dalam kamar, saat bik isah sudah turun . ia lalu mendekati tempat tidur Arel.
arel.....kata Amel membangunkan Arel, tapi Arel masih enggan untuk bangun. Arel kata Amel kesal, kamu bangun dulu kata Amel sambil menarik kuping Arel.
emm.......kata Arel, karena merasakan ada yang menarik kupingnya. iya....aku bangun kata Arel lalu berusaha untuk bangun, karena agak kesulitan Amel pun membantu nya. terimakasih kata Arel sambil tersenyum, ini sudah menjadi kewajiban ku.
__ADS_1
apa dia sedang berekting menjadi istri yang baik batin Arel, karena kamu masih seorang pasien kata Amel sambil senyum. ternyata hanya karena aku sakit batin Arel sedih, ya udah gih kamu mandi dulu. setelah itu baru minum obat kata Amel menjelaskan, Arel hanya berjalan ke kamar mandi karena malas mendengar kan Amel khutbah.