
Eps 31
Arel sudah sampai di tempat lokasi, ia kembali menelpon penculik itu.
halo...,,,, kata Arel dimana aku harus meletakkan uang ini...???? masuklah ke gudang itu, katanya memerintah.
Arel hanya mengikuti arahan pria itu, ia lalu masuk kedalam gudang itu tapi tidak mendapati siapapun di dalam.
apa aku sedang di tipu kata Arel marah, tak lama kemudian keluarlah rombongan pria berbadan besar. Arel hanya diam sambil menelan ludah, apakah kau sudah membawa barang nya kata bos mereka.
Arel lalu melihat ke sumber suara di belakangnya, kau.....!!!! kata Arel marah. kenapa apa kau terkejut kenapa aku masih hidup, ya tentu saja tuhan masih memberikan kesempatan untuk aku membalas dendam kata pria itu.
dasar sinting batin Arel geram, jadi dimana amel sekarang kata Arel marah.
selow..... keluarkan wanita itu katanya memerintah, baik' bos.
tak lama kemudian Amel pun keluar dengan wajah yang penuh lebam dan memar, bahkan dia sampai susah untuk berjalan.
Amel kata Arel terkejut melihat luka di sekujur tubuhnya, arel ingin berjalan mendekati Amel. tahan dia kata pria itu, seketika kedua bawahan by memegang kedua tangan arel.
Danil apa maumu kata Arel menjerit, tidak ada kata Danil enteng. aku hanya ingin mengambil apa yang menjadi hak ku.
ya kan sayang, kata Danil sambil memeluk Amel yang sudah tidak memiliki tenaga. Arel sangat marah melihat pandangan di depan nya, kenapa wanita itu diam saja di peluk pria itu batin Arel kesal.
Danil..... kata Amel pelan tolong lepaskan Arel, aku akan lakukan apapun kata Amel pasrah. Amel sebenarnya tidak menyangka, jika Arel sampai datang menjemputnya.
benarkah kamu akan mengabulkan apapun kata Danil Tersenyum licik, kalau begitu cium aku kata Danil hingga membuat Arel benar-benar terbakar emosi.
Amel lalu mencium Danil dengan terpaksa, hentikan..... sandiwara kalian kata Arel menjerit.
aku sudah membawa apa yang kau minta, sekarang lepaskan Amel kata Arel geram. baik santai saja kata Danil, kalian....!!!??? ambil dokumen itu. dan lepaskan Arel kata danil Tersenyum licik,
Amel...... kata Arel berjalan dan mendekati Amel, hentikan...... jangan mendekat...???!!! apa maksudmu kata Arel bingung.
Arel pulanglah, kita tidak punya hubungan apapun lagi kata Amel menjerit.
maafin aku Arel ini demi keselamatan mu batin Amel, apa maksud kamu aku ini masih suami kamu. dan satu lagi aku telah mengeluarkan banyak uang, bahkan perusahaan ku juga hilang dan sekarang kau Dengan enaknya menyuruh aku pulang kata Arel marah.
maaf....!!! pulanglah, kata Amel dengan air mata yang berlinang.
aku tidak percaya jika kamu masih mau disini kata Arel, lalu memegang tangan Amel tapi ditahan oleh Danil. jangan paksa dia, lebih baik kau pulang dari pada aku berubah pikiran kata Danil.
cih.....!!??? kata Arel berludah, jadi buat apa aku membawa uang itu kalau tidak bisa menembus wanita ini kata Arel membentak.
seketika itu Danil langsung menodongkan pistol nya, berhenti omong kosong jika tidak aku akan mengeluarkan peluru ini di kepalamu. Arel hanya diam tak bergeming, baiklah karena kau sepertinya sangat menyukai wanita ini kau boleh membawanya pulang. tapi kau harus memilih melawan mereka semua, atau mati di tanganku kata Danil tersenyum licik.
Amel sangat takut dengan senyuman Danil itu, apa lagi yang akan di rencanakan pria busuk ini batin amel. seandainya aku tidak sedang terluka, aku pasti sudah membunuhnya duluan batin Amel geram.
baik aku terima aku terima tawaran nya, aku akan memilih mati di tanganmu kata Arel tegas. sebenarnya dia berharap dalam hati, semoga kak Rama segera datang.
Arel jangan bodoh pulanglah kata Amel menjerit, aku tidak mencintaimu dan kita hanya pasangan bohongan. aku tidak perduli kata Arel membentak, yang aku tahu sekarang aku adalah suamimu kata arel.
Amel hanya bisa diam mendengarnya, Danil merasa geram dengan pertengkaran kecil mereka. sudah cukup cerita mengharukan ini, baiklah karena kita masih teman kau boleh membawanya pulang. apa beneran...???? kata Arel senang, Danil hanya tersenyum penuh kebencian.
tapi jangan paksa Amel jika dia tidak mau kata Danil sambil melirik Amel, apa yang harus aku lakukan batin Amel. jika aku ikut pulang aku yakin Arel akan mati, tapi jika tidak pulang aku akan menikahinya dan
bersama-sama menghancurkan keluarga Wijaya dan papa. aku harus bertahan dulu di sini, jika semua sudah stabil baru aku pergi dari sini batin Amel.
__ADS_1
ayo.... kata Arel menjulurkan tangannya, ayo kita pulang kata Arel lembut.
terima tawaran nya maka aku langsung menembakkan pistol ini, dan kau jadi milikku batin Danil senang.
tidak aku tidak ingin pulang kata Amel, kenapa...???? kata Arel marah aku bilang tidak mau ya tidak kata Amel membentak. aku tidak tahu apa yang ada didalam otak mu, sehingga kau tidak ingin pulang kata Arel marah. bukan urusan mu, kau pulanglah jangan paksa aku. karena aku akan segera menikah dengan Danil, kata Amel menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Arel benar-benar sangat marah terhadap Amel, ia telah menghabiskan uang yang sangat banyak untuk Amel. tapi dengan mudahnya dia berkata, akan menikah dengan Danil.
cih....... kata Arel berludah, ternyata kau memang perempuan licik. setelah hartaku habis jadi milik danil, kau baru akan menikah dengan dia kata arel marah.
baiklah jika kau ingin menikahi nya, aku tidak akan perduli lagi kata Arel lalu pergi meninggalkan kan Amel dengan kecewa dan penyesalan.
berlari lah Arel sekuat yang kau bisa, kata Amel saat Arel sudah berjalan keluar. Arel bingung dengan perkataan amel, dia lalu membalikkan tubuhnya.
dor.......... peluru itu mengenai tubuh wanita lemah itu, Amel..... kata Danil dan Arel bersamaan. Danil langsung membuang pistolnya, mereka langsung berlari mengejar Amel.
para bawahan itu sangat bingung, mereka berfikir tuanya ini bodoh atau sudah gila. jika memang mencintai wanita itu, kenapa harus dengan cara seperti ini batin mereka sambil menggelengkan kepala.
Amel kenapa kau lakukan ini kata Arel sambil memegang tangan Amel, Arel maafin aku karena telah meracuni finka kata amel terbata-bata. dan dengan air mata, dan darah segar yang mengalir.
pulanglah.... aku akan tinggal dengan Danil kata Amel, ia sebenarnya ingin ikut arel. tapi Amel takut jika Arel juga mengalami hal yang sama bahkan lebih parah. Danil aku mohon kata Amel sambil memegang tangan Danil, aku tahu Arel salah. tapi tolong lepaskan dia, aku janji akan menikah dengan mu kata Amel yakin. Danil hanya bisa diam, baiklah jika itu mau mu.
Arel kau pulanglah jika kau ingin Amel tetap hidup kata Danil datar, aku tidak akan pulang kata Arel geram. ini semua salahmu kau yang telah melukainya, aku tidak perduli jika kau membunuh ku tapi sebelum itu aku yang akan membunuhmu duluan. Arel langsung menjatuhkan Danil yang sedang berjongkok, ia langsung meninju Danil tanpa ampun. para bawahan itu ingin menghentikan Arel, tapi tiba-tiba datang dua puluh polisi sudah mengepung.
angkat tangan kata polisi tersebut, hingga membuat Danil Arel serta bawahan itu mengangkat tangan nya. Danil dan bawahan itu akhirnya ditangkap polisi, sedangkan Arel dia langsung mengangkat tubuh Amel yang sudah pucat dan tak berdaya itu.
Amel aku mohon bertahanlah, maafkan aku kata Arel sambil masuk kedalam mobil. lalu datanglah Rama dan girang, Arel kenapa dengan Amel.....???? pa nanti aku jelaskan sekarang aku harus membawanya ke rumah sakit dulu kata Arel kalang kabut.
sesampainya di rumah sakit Amel langsung dibawa ke UGD, untuk melakukan operasi. karena peluru yang ada ditubuh nya sudah mengendap di dalam perut, selama kurang lebih dua setengah jam.
Arel bagaimana keadaan amel....??? tanya Rama dan girang, Amel sedang di operasi kata Arel lemas. Rama juga tak berdaya mendengar nya, ia langsung duduk di kursi luar itu.
sudahlah buat apa di sesal kan kata Rama mencoba tenang, lebih baik berdoa saja semoga Amel selamat. dokter keluar dari ruang operasi, mereka semua langsung berdiri. bagaimana keadaannya dok....??? kata Arel khawatir.
maaf kata sang dokter, pasien kehilangan darah yang cukup banyak sehingga dia butuh transfusi darah kata dokter tersebut.
baik dok ambil darahku saja kata Arel dan Rama, tidak kak ini salahku maka darahku saja yang diambil kata Arel ngotot. tidak lebih baik darah ku saja karena aku adalah kakak kamu kata rama. mereka akhirnya
udur-uduran hanya karena darah,
stop........ kata dokter itu marah, bukannya memikirkan malah berdebat batin dokter itu kesal. sekarang saya tanya siapa diantara kalian yang memiliki golongan darah AB...??? Arel seketika itu hanya diam, saya dok saya memiliki golongan darah AB kata Rama. baik kalau begitu ikut dengan suster ini, Rama hanya mengangguk dan berlalu.
Arel hanya bisa duduk lemas, girang tahu itu Arel pasti sangat terluka dan merasa bersalah batin girang.
Arel sudahlah jangan kecewa kata girang menenangkan, tapi pa lihat diriku betapa tidak berguna. bahkan saat Amel membutuhkan darah, aku pun tidak bisa membatu.
tapi coba kak Rama kata Arel menangis, papa tahu tapi kamu juga tahu kan kalau kakak mu dan Amel dulu saling mencintai. jadi maklumin jika Rama, lebih banyak tahu tentang Amel.
pa kata Arel masih dengan air mata yang mengalir, apa papa berencana menikah kan kak Rama dengan Amel...???? tanya Arel. girang sebenarnya ingin tertawa melihat anak bungsunya, kenapa memangnya bukannya kamu yang ngotot ingin bercerai dengan Amel secepatnya...????
papa tahu dari mana...??? Rama yang cerita sama papa, saat kalian bertengkar di rumah sakit.
Arel ada rahasia yang ingin papa katakan sama kamu, rahasia apa pa???? tanya arel. sebenarnya ibu Amel dimakamkan di pemakaman keluarga kita.
apa.......???...!! kata Arel kaget, girang mulai menceritakan kebenaran dari cerita Amel. kenapa papa bisa tahu....???...!!! kata Arel setelah girang selesai bercerita.
iya waktu saat pertama kali Amel datang kerumah kita, papa sudah mengira kalau dia adalah anak dari anesa orang yang papa dan tolong waktu itu. wanita itu meminta tolong agar menjaga kedua anaknya anes dan angel sebelum meninggal dunia.
__ADS_1
tapi sayangnya anes memperkenalkan dirinya dengan nama Amel , jadi papa berfikir kalau dia bukan Amel.
papa terus mencari tahu tentang Amel waktu itu, namun saat papa sudah hampir mengetahui kebenaran nya. tiba-tiba dia pergi kata girang terjeda, lalu melihat kearah arel yang dilihat hanya bisa diam.
apa kamu ingat saat kakak mu kena tangga..??? kata girang, Arel hanya diam. dia ingat dengan kejadian itu, dialah yang menyuruh Amel untuk menjauh dari keluarganya. Arel kau tahu kenapa Mama sama papa sangat menyayangi Ame waktu itu...???
Arel hanya diam melihat papanya dengan wajah penasaran, yang pertama karena kami tidak memiliki anak perempuan. meskipun Finka waktu itu menjadi temanmu, tapi kami sebenarnya kurang suka kata girang jujur.
Finka hanya baik di depan kamu dan juga keluarga kita, tapi dia sangat membenci Amel dan bahkan sangat kasar terhadap orang lain.
Arel langsung melotot dengan perkataan papanya, dia sangat tidak percaya dengan perkataan papanya itu.
pa aku tahu kalau papa dan mama memang sangat menyukai Amel sedari dulu, tapi aku mohon jangan menjelek-jelekkan nama Finka yang sudah tiada kata Arel marah sambil berdiri.
girang hanya bisa menarik nafas menghadapi emosi Arel huh....., papa tahu kamu pasti kecewa tapi papa bicara sesuai dengan fakta yang papa lihat kata girang sambil menarik kembali tangan Arel menyuruhnya untuk duduk.
girang kembali melanjutkan ceritanya, waktu itu Amel sedang menggambar angsa di taman. kata girang mengingat kejadian itu, tetapi gambar amel masih jelek.
lalu kakak' kamu datang menghampiri Amel, kakak kamu selalu menghibur Amel. setelah itu Amel tidak menangis lagi, tapi ketika Rama sudah pergi datanglah Finka.
dia mengatakan gambar Amel sangat jelek, dan bahkan sampai mencoret- coret lukisan Amel. awalnya Amel hanya diam, tapi Finka tidak mau berhenti menghina dan yang terakhir dia merobek gambar Amel. tapi saat kamu datang dia berpura-pura menumpahkan cat di bajunya, Amel tidak tahu jika kamu datang Amel lalu membantu Finka membersihkan baju itu.
sayangnya kamu salah paham, kamu berfikir bahwa Amel lah yang salah. bahkan kamu sampai menolak tubuh Amel dan kau tahu kejadian itu bukan hanya sekali dua kali melainkan hampir setiap kata girang tegas.
Arel hanya bisa diam mendengar semua kenyataan pahit itu, kepalanya penuh campur aduk dengan pertanyaan. jadi kenapa papa baru memberi tahu sekarang kata Arel marah, dan menyembunyikan semua kebohongan ini. apakah kalian semua puas telah membohongi Arel kata nya marah, lalu meninggalkan girang.
Arel tunggu apa kau ingin meninggalkan Amel sendiri, setelah mengorbankan nyawa nya untuk mu tanya girang.
Arel sebenarnya tidak tahu harus ngapain di sisi lain dia kasihan terhadap Amel, tapi sisi lainnya mereka sudah berbohong. akhirnya dia hanya menghela nafas panjang mencoba menenangkan dirinya sendiri. huh..... aku akan menenangkan diri sebentar, jika dia sudah siuman telpon aku kata Arel datar lalu pergi.
setelah operasi berjalan lancar, Amel di pindahkan ke ruang ICU. Rama mencoba menghubungi Arel tapi tidak diangkat, girang juga sudah berusaha untuk menghubungi arel tetapi, tetap juga tidak diangkat.
mereka sangat khawatir terhadap Arel, girang lalu menelpon max untuk mencari Arel.
.......................
kenapa,... kenapa harus gue yang mengahadapi semua ini kata Arel sambil minum bir, Vinto ikut menemani Arel karena dia tadi di telpon. elo kenapa kata Vinto bingung, dia tidak mengetahui jika Amel telah di culik. karena wartawan tidak ada yang tahu, sehingga berita itu tidak tersebar.
Arel hanya diam dia kembali meminum bir nya, elo kenapa sebenarnya kata Vinto kesal melihat pertanyaannya tidak di tanggapi.
kenapa Vinto......???? kata Arel menarik kerah baju Vinto. kenapa apa??? kata Vinto kesal dan mencoba melepaskan cengkraman tangan arel. kenapa semua orang tega membohongi gue kata Arel sambil menangis hu....hu... kenapa....??? kata Arel bertanya lagi.
Vinto sebenarnya sekali meninggalkan Arel sendiri, tapi dia tidak tega melihat Arel terpuruk. memangnya siapa yang telah berbohong tanya Vinto penasaran, semua.....!!!!! kata Arel menjerit. sehingga membuat semua orang yang ada di situ, hanya bisa memandang mereka dengan tatapan tajam dan jijik. di tambah lagi Arel yang nangis sambil menarik kerah baju Vinto, orang mungkin berpikir bahwa mereka adalah pasangan gay sedang bertengkar.
Vinto hanya bisa menarik nafas
dalam-dalam...huh....Arel lepasin baju gue, ayo kita pulang kata Vinto kesal. tapi gue masih haus kata Arel, pokoknya gue akan bunuh semuanya kata Arel menjerit. sambil menunjuk semua pengunjung yang datang dengan tatapan tajam, sehingga membuat semua pengunjung dan bartender hanya bisa diam tak berkutik.
maafin kelakuan teman saya ya kata Vinto sambil tersenyum kaku kepada pengunjung, bro.... sorry ya kata Vinto terhadap pemilik bar itu.
Vinto lalu menarik tangan arel secara paksa, dan membawanya pergi ke luar. dia langsung memasukkan Arel kedalam mobil dengan sangat kesal, di perjalanan Vinto menanyai semua masalah yang Arel hadapi karena dia
jarang-jarang mabuk apalagi sampai menangis.
sesampainya di rumah Arel Vinto langsung membawanya masuk, ya ampun ada apa dengan Arel....??? kata anes khawatir. maaf Tante saya juga tidak tahu kenapa. Arel tadi ngajak saya keluar, jadi saya hanya menemani dia kata Vinto berbohong.
Vinto lalu memapah Arel, untuk masuk ke dalam kamarnya. kalau gitu makasih ya nak Vinto mau mengantar kan Arel kata anes, iya sama-sama Tante. kalau gitu Vinto permisi dulu ya Tante, iya hati-hati kata anes lalu menutup pintu. ada apa sebenarnya ini batin anes cemas,lalu menelpon girang.
__ADS_1
pagi hari sudah tiba, rama dan girang menjaga Amel dari semalam. Rama kamu pulang dulu, biar papa yang menjaga Amel kata girang saat mereka sudah bangun. tidak pa lebih baik papa aja yang pulang, Rama ingin tetap menemani Amel sampai dia siuman kata Rama sambil melihat wajah Amel yang tertidur.
baiklah jika itu mau mu nanti papa akan datang lagi, bersama mama kata girang. oh ya pa, apa enggak sebaiknya kita kasih tahu keluarga Williams bahwa Amel masuk rumah sakit....???.. kata Rama. tapi keluarga Williams baru kehilangan kemarin kata girang khawatir, Rama tahu pa tapi jika kita menutupi semua ini. takutnya keluarga kita jadi di benci mereka, sama seperti Arel kata Rama terjeda. baiklah, papa akan segera hubungi mereka kata girang lalu pergi.