ANTARA SAM DAN DIA

ANTARA SAM DAN DIA
Berubah?


__ADS_3

Benar-benar menunggu Vio untuk bercerita, Adiba mencoba bersabar karena Vio mengatakan akan bercerita setelah menghabiskan makanan dan minumannya.


Setelah semua habis, Adiba menagih janji itu dan Vio pun mulai bercerita mulai dari Darren yang meminjamkan uang padanya.


"Terus salah aku di mana?" tanya Vio seraya menatap Adiba.


"Ya enggak salah, sih. Yang salah itu si om kenapa enggak dengerin cerita kamu dulu!" jawab Adiba.


"Makanya, wajar kan aku kesel sama mereka," kata Vio.


"Iya, tapi enggak harus juga kamu menghindar, Vi. Kan Darren enggak salah, dia niatnya bantu kamu loh!"


Mendengar nasehat temannya itu, Vio berpikir... membenarkan ucapannya.


****


Darren mencari Rosi ke rumahnya, ia ingin bercerita tentangnya dan Vio.


Rosi yang sedang berjalan menuruni tangga itu menatap Darren. Bertanya keperluan pria itu datang ke rumahnya.


"Lo kenapa? Kenapa sekarang cuek sama gue?" tanya Darren yang berdiri dari duduk.


"Perasaan lo kali, gue biasa aja!" jawab Rosi.


Sekarang, Rosi sudah duduk di sofa ruang tengah, memeluk bantal sofa.


Rosi sedang berjuang, berjuang untuk menahan perasaannya pada Darren, kalau bisa dan ingin, Rosi memilih inginkan menghapus perasaannya pada Darren.


"Bukan, dari kemarin gue panggilin lo di kampus tapi lo enggak nengok sama sekali!" protes Darren seraya melempar bantal sofa pada Rosi.


Rosi yang ingin mengabaikan Darren itu hanya diam dan membiarkan bantal itu mengenai kepalanya.


Melihat Rosi yang berubah menjadi dingin membuat Darren berpikir kalau dirinya telah berbuat salah padanya.


Darren pun berpindah tempat duduk, ia pindah ke samping Rosi, merangkulnya dan meminta maaf karena telah melemparkan bantal tadi.


"Enggak papa, kan udah biasa, oia minggu besok gue enggak di rumah, gue mau jenguk bokap!" kata Rosi seraya bangun dari duduk.


"Ada yang mau dibicarain lagi?" tanya Rosi seraya merapikan dressnya, ya, Rosi telah kembali ke penampilan awal, ia tidak ingin menjadi orang lain untuk dicintai, ia ingin dicintai apa adanya.


"Enggak ada, ya udah gue balik!" kata Darren seraya bangun dari duduk. Ia merasa kalau Rosi tidak menyukai kehadirannya, Darren pun pamit pada Rosi untuk kembali pulang ke rumah Sarifah.


"Ros, lo kenapa, sih?" tanya Darren dalam hati, sekarang, Darren sudah duduk di mobilnya, ia menatap rumah seberang, rumah Sam yang selalu terlihat sepi.

__ADS_1


"Papi, gimana kabarnya? Darren do'ain semoga papi sehat terus dan panjang umur," doa Darren dalam hati. Setelah itu, Darren benar-benar pergi dari rumah Rosi.


Di kamar, Rosi yang sangat mencintai Darren itu kembali menangis, ia merasa menyesal dengan keputusannya sendiri yang ingin menjauhi Darren, ia merasa tidak sanggup untuk bersikap demikian, hatinya sakit dan semakin sakit setelah mengabaikan Darren.


"Gue harus gimana, Ren? Bertahan sakit melepaskan apalagi!" tanya Rosi yang sedang tengkurap di ranjang, ia menangis dan kembali bercerita pada Lea.


Dan Lea menyarankan pada Rosi untuk mengutarakan perasaannya supaya Darren mengetahuinya, urusan diterima atau ditolak itu belakangan, begitulah saran Lea.


Tetapi, Rosi yang mengetahui kalau akan ditolak itu tidak mau mengikuti saran temannya.


"Kenapa?" tanya Lea melalui chatnya.


"Darren suka cewek lain!" jawab Rosi, Rosi juga memberitahu kalau Darren sering menceritakan wanita itu padanya.


"Siapa ceweknya?" tanya Lea. Lea sedang duduk di kursi meja makan seraya menyeruput es teh manis buatan Justin, gadis berambut pendek sebahu itu merasa geram pada Darren yang sama sekali tidak mengerti terhadap perasaan Rosi.


"Ada, setau gue dia udah kerja, tapi gue enggak tau kerja di mana!" balas Rosi.


Dan setelah mengetahui ada yang menghalangi cinta sahabatnya, Lea ingin mencaritahu dan memberi pelajaran pada gadis tersebut.


****


Malam ini, Vio dan Adiba pergi menonton bioskop, Vio yang mentraktir.


Sementara itu, Darren sedang menunggu di depan toko Vio.


Karena menghilang setelah menerima uang itu, Darren menjadi berpikir buruk tentang Vio.


"Apa benar kata papi? Vio cuma memanfaatkan kebaikan gue? Tapi kan itu kemauan gue, bukan dia yang minta!" kata Darren, masih dengan menatap foto itu.


Darren yang sedang menatap foto Vio itu mendapat panggilan dari Justin yang mengatakan berada di tempat biasa bersama teman-temannya, Justin mengajak Darren untuk hang out.


"Ikut aja kali, ya. Dari pada mikirin Vio mulu!" kata Darren yang kemudian menancap gas.


Dan baru saja memarkirkan mobilnya, Darren melihat Vio yang baru saja turun dari motor Adiba.


"Vi, ada dia tuh. Kayanya dia cinta mati sama kamu! " kata Adiba seraya menerima helm dari Vio.


"Enggak usah ngomongin cinta, orang kita aja baru kenal!" jawab Vio seraya merapikan rambutnya.


"Iya udah, itu urusan kamu, aku balik ya!" kata Adiba, Adiba pun segera meninggalkan Vio yang masih berdiri di tepi jalan.


Setelah Adiba tak terlihat, Darren segera turun dari mobil, Darren dan Vio sama-sama berjalan saling mendekat.

__ADS_1


"Lo kemana aja?" tanya Darren yang sudah berdiri di depan Vio.


"Aku ada, cuma lagi pengen sendiri aja," jawab Vio seraya menyembunyikan tangannya di saku celana jeansnya.


"Lo menghindar dari gue?" tanya Darren, terlihat tatapan rindu dari sorot matanya.


"Enggak, kalau aku menghindar tadi enggak turun dari motor," jawab Vio, ia juga menatap Darren dan melihat Darren yang memiliki kemiripan dengan Sam itu membuat Vio teringat kejadian pagi lalu.


Vio pun mengusap bibirnya menggunakan punggung tangan, rasanya tidak cukup baginya hanya sekali menampar Sam.


Mendengar jawaban itu, Darren seolah mempercayai ucapan Vio, padahal, dalam hati Darren sangat yakin kalau Vio menghindarinya.


"Ok, kalau lo enggak menghindar sekarang ikut gue!" kata Darren seraya menarik lengan Vio, ia membawa Vio masuk ke mobilnya.


"Kemana? Ini udah malam!" protes Vio yang sudah duduk di bangku depan.


"Ikut aja!" kata Darren seraya berjalan memutari mobilnya dan sekarang Darren sudah duduk di bangku kemudi, Darren memberi senyum pada Vio yang melihat ke arahnya.


Kemana Darren membawa Vio? Darren membawa Vio untuk ikut hang out bersamanya, Darren pergi ke alamat yang Justin kirimkan.


"Ke sini?" tanya Vio setelah sampai di alamat tujuan.


"Iya, kita ikut ngobrol aja, jangan ikut minum!" kata Darren dan Darren yang sudah terbiasa menemani temannya mabuk itu merasa yakin bisa menjaga diri dan menjaga Vio.


Vio pun menganggukkan kepala.


Di dalam, Darren mencari keberadaan temannya dan tanpa Darren juga Vio ketahui, di kelab tersebut sudah ada Sam yang sedang duduk di bangku bar tender.


Sam melihat kedatangan mereka, tetapi mereka tidak melihat keberadaan Sam.


Melihat Vio, Sam teringat dengan kejadian pagi itu.


"Ck," decak Sam.


Sam semakin tidak menyukai kedekatan Darren dan Vio.


Terlihat, Darren sedang memperkenalkan Vio pada teman-temannya. Vio pun memperkenalkan dirinya dan ternyata di sana ada Lea juga Rosi.


Lea menyikut lengan Rosi seraya bertanya, "Dia ceweknya?"


"Iya," jawab Rosi singkat.


Lea pun berpikir untuk mengerjai Vio, apa yang akan Lea lakukan?

__ADS_1


Bersambung.


Siapakah penyelamat Vio kali ini, Sam atau Darren?


__ADS_2