
Sebenarnya, Sarah mengetahui semua apa tentang Rossi, Sarah sering mendengar saat Rossi bercerita di telepon atau saat sedang bersama Dandi dan pekerjaan di Jepang, Rossi dapatkan dari Dandi.
"Dia pergi karena kamu, dia ingin melupakan kamu," kata Sarah seraya menatap Darren yang terdiam.
"Mungkin, jika kamu mengejarnya, Rossi akan mengurungkan niatnya. Tante sedih, Ren. Hanya Rossi yang Tante punya," kata Sarah seraya menghapus matanya yang mulai basah.
Setelah itu, Darren bertanya, "Jam berapa pesawat Rossi terbang, Tan?" tanya Darren dan Sarah pun melihat ke jam dinding, ia mengatakan kalau waktunya tersisa 15 menit lagi.
Darren pergi tanpa permisi, di jalan, ia merasa bingung sendiri atas dasar apa dirinya mengejar Rossi, yang pasti dan jelas hatinya mengatakan kalau Darren harus menjemput Rossi di bandara.
Dan sesampainya di sana, Darren mencari keberangkatan tujuan Jepang, Darren merasa lemas, ia pun berjongkok.
"Rossi, kenapa lo pergi, hati gue sakit saat tau lo pergi!" kata Darren yang sedang menunduk.
Dan Darren yang ditegur orang supaya tidak menghalangi jalan itu mencari tempat duduk.
Darren terlambat dan sekarang Rossi sudah terbang ke Jepang. Darren mencoba menghubungi Rossi, tetapi tak bisa dan Darren mengatai dirinya itu bodoh.
"Bodoh, sebenarnya apa yang lo mau, ketika dia ada lo cuek dan sekarang, dia pergi lo nangis," kata hati Darren dan Darren terdiam, ia duduk dengan menatap ke depan.
****
Waktu terus berlalu, setelah kepergian Rossi, Darren menjadi pendiam, ia tak banyak bicara apalagi dengan orang baru, hanya teman-temannya lah yang menghibur saat dirinya mengatakan kalau sangat merindukan Rossi.
__ADS_1
Sam dan Vio pun ikut merasakan kesedihannya.
Vio yang tak putus komunikasi itu meminta pada Rossi untuk menghubungi Darren, tetapi, Rossi mengatakan kalau dirinya lelah dan untuk apa menghubungi Darren lagi.
Rossi juga mengatakan kalau tidak ingin membahas Darren lagi.
Vio hanya bisa mencoba untuk mengerti usaha Rossi yang tak mau lagi berharap.
Vio pun menyalahkan Sam.
"Sayang, ini semua karena kamu, seandainya kamu menjodohkan mereka, aku yakin mereka akan bahagia, sebenarnya mereka itu saling mencintai!" geram Vio pada Sam yang sedang mengajak Lovely bermain.
Sam tak menghiraukan Vio dan Vio mengerucutkan bibirnya.
"Ok, kalau kamu cuekin aku, nanti malam enggak ada jatah!" kata Vio yang terdengar mengancam dan Sam tersenyum ke arah Vio.
Vio yang sedang merasa kesal itu semakin kesal dengan jawaban Sam dan Vio mengatakan kalau Sam akan puasa selama satu bulan.
"Aiisshh, jangan begitu dong, nanti aku enggak tahan, mau aku cari jajan di luar?" tanya Sam seraya bangun dari duduk, ia membiarkan Lovely bermain sendiri di ranjang dan Sam merayu istrinya yang sedang merajuk duduk di sofa panjang.
"Kalau sampai kamu jajan di luar, aku sumpahin kamu panuan seluruh badan!" jawab Vio yang masih cemberut.
"Cantik, biar kamu happy lagi, aku harus apa?" tanya Sam seraya meraih kedua tangan Vio.
__ADS_1
"Aku tadi bilang apa, sebelum ngambek," kata Vio dan Sam yang ingat Vio membahas Darren dan Rossi itu pun menarik nafas dalam.
"Biarlah, itu urusan mereka, menyesal atau enggak pun nanti mereka yang merasakan, biarkan, ini adalah pembelajaran buat mereka, kamu tidak perlu ikut pusing, kamu boleh pusing hanya mikirin aku dan Lovely!" kata Sam yang setelah itu mengecup kedua punggung tangan Viona.
"Tapi, aku berharap mereka berjodoh, aku tau Rossi bagaimana dia sangat mencintai Darren," kata Viona terdengar lesu.
"Iya, tapi kalau Darren tidak memiliki rasa yang sama, apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan Rossi setelah menikah?" tanya Sam dan Vio membenarkan.
"Iya, kamu benar juga," jawab Vio yang kemudian menjatuhkan kepalanya di dada suaminya.
"Jangan menempel seperti ini, kamu sedang memancingku, ya?" tanya Sam yang kemudian tangannya bergerilya dan Vio menahan tangan Sam.
"Sayang, libur dulu, satu minggu, aku datang bulan," kata Vio yang kemudian bangun dari duduk.
Sam menggelengkan kepala, merasa sudah di kerjai oleh istrinya. Sam yang masih duduk di sofa itu memperhatikan Viona yang sedang menjunjung Lovely, Vio dan Lovely melihat ke arah Sam dan saat itu juga, Lovely yang sudah berusia 6 bulan tersenyum pada Papinya.
TAMAT
Untuk cerita Antara Sam Dan Dia sudah tamat karena Vio sudah menemukan kebahagiaannya bersama dengan Sam.
Mohon maaf untuk segala kekurangan tulisan saya ini.
Terima kasih untuk reader semua yang mau menunggu cerita ini up.
__ADS_1
Salam sayang dari author untuk kaka semua.
Dan jangan lupa untuk mampir di karya yang lainnya, ya. 💙 sampai jumpa.