
Sam mencari Vio ke rumahnya, tetapi pria itu tak menemukan apa yang dicari.
"Maaf yang bapak cari sudah tidak tinggal di sini lagi," jawab pemilik rumah yang baru.
Sam yang selama ini tidak mengetahui kalau Vio ada di toko itu pun tak tau harus mencari kemana. Teringat dengan Adiba, Sam pun menghubunginya.
Tetapi, Adiba sendiri tidak tau karena Vio yang menyendiri itu tak pernah menghubunginya.
"Rumahnya udah ganti pemilik, terus selama ini dia tinggal di mana?" tanya Sam.
"Di tokonya, Om. Om, Diba lagi kerja, udah dulu ya!" Setelah itu, Adiba langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Toko! Apa toko yang menjual keperluan bayi itu miliknya?" tanya Sam seraya menyimpan kembali ponselnya ke saku celana.
Dan Sam pun segera menuju toko.
Sesampainya di toko, Sam segera turun dari mobil, Sam yang sudah berada di depan toko itu terus memanggil Vio, tetapi, tak ada jawaban.
Sam pun bertanya pada tetangga Vio yang menjual perlengkapan wanita.
"Permisi, Bu, saya mau nanya, pemilik toko sebelah ada di dalam enggak, ya?" tanya Sam pada pegawai toko tersebut.
"Kayanya sih ada, tapi enggak pernah keluar," jawabnya.
"Kalau dia enggak pernah keluar kok ibu tau di sebelah ada orang?" tanya Sam, ia merasa ragu dengan jawaban itu.
"Biasanya ada kurir yang anter makanan, Pak. Kan berarti ada orangnya, tapi tumben ini belum ada kurir yang dateng."
"Oh gitu, kalau begitu saya permisi," kata Sam yang tidak lupa mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih."
"Sama-sama," jawabnya.
Sam berkacak pinggang, berdiri di depan toko, memperhatikan pintu yang terkunci dari dalam.
"Jangan-jangan dia nekat lagi!" kata Sam dalam hati, Sam mengatakan itu karena ingat saat Vio meminta untuk ditabraknya di malam pertama bertemu.
__ADS_1
Sam melihat ke seberang jalan, di sana ada bengkel las dan Sam berpikir akan meminta mereka untuk membuka pintu toko Vio.
****
Vio yang ada di dalam itu tau kalau Sam ada di depan, Vio mendengar saat Sam memanggilnya.
Vio yang tak ingin bertemu dengannya itu bangun dari jongkok. Masih dengan tali tambang ada di tangannya.
"Kalau minum racun, di sini enggak ada racun, ada cuma losion obat nyamuk, enggak bikin mati cepet, yang ada aku sama anak aku tersiksa!" kata Vio dalam hati.
Vio yang sudah berada di bawah pintu itu kembali menatap tali yang ada di tangannya.
"Kalau gantung diri mungkin cepet, enggak begitu sakit!" kata Vio dalam hati.
"Ibu, Ayah, Vio mau nyusul kalian!" kata Vio yang sekarang mengambil bangku untuk dijadikan pijakan ia mengikat tali tersebut ke pintu.
Vio yang sedang dalam pengaruh bisikan setan itu sampai tak mendengar kalau pintu tokonya sedang di bobol oleh orang suruhan Sam.
Setelah pintu toko terbuka, Sam melihat pintu kamar mandi, di sana ada bekas percobaan bunuh diri Vio, Sam menggelengkan kepala.
"Bodoh, pake tali rafia tipis gini mana berhasil! Ya putus lah!" kata Sam, setelah itu, Sam merasa penasaran dengan lantai atas dan ia sebenarnya sedikit takut untuk ke sana, takut menemukan Vio sudah dalam keadaan tak bernyawa.
"Bodoh! Apa yang lo lakuin?" tanya Sam seraya berjalan mendekat dan Vio sangat terkejut saat melihat Sam ada di depan matanya.
Vio mengira kalau itu adalah bayangannya saja, Vio pun mengumpat.
"Dasar bajingan! Aki-aki enggak tau diri! Aki-aki sialan!" teriak Vio, terakhir, Vio melepaskan sandalnya kemudian melemparkannya ke wajah Sam dan Sam menghindari itu.
"Mungkin dengan aku mati, semua penderitaan ini selesai dan lihat saja, aku pasti akan menghantui kamu, dasar aki-aki jelek!" teriak Vio. Kemudian, Vio melanjutkan niatnya untuk mengakhiri hidupnya.
Vio benar-benar memasukkan kepalanya ke tali lalu menendang kursi yang menjadi pijakan.
Melihat itu, tentu saja Sam tidak tinggal diam. Dia segera berlari lalu menjadi pijakan Vio supaya Vio tidak kehabisan nafas.
Dan di situlah, Vio baru sadar kalau pria yang ia kata-katai itu bukanlah sekedar bayangan.
"Jangan bodoh, Vio. Di perutmu itu ada calon anak kita! Setidaknya kita jangan menyakitinya, kita yang bersalah, anak itu enggak salah apa-apa!" ucap Sam sedang ada di bawah Vio dan Vio masih tak mau mendengarkan, Vio meronta dan meminta pada Sam untuk pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"Pergi, buat apa bapak nolongin aku? Apa kurang selama ini bapak nyiksa aku!" ucap Vio seraya meronta, sedangkan Sam sekuat tenaga menjadi pijakan dan Vio menendang Sam sehingga pria itu tersungkur dan Vio yang sempat tergantung itu segera Sam peluk kakinya, Sam meninggikan posisi Vio supaya tak lagi tergantung dan Vio dapat bernafas lega.
(Kata setan, 'ya elah segala pake drama kan gagal lagi bundirnya')
Vio mengusap lehernya, ia menangis kesakitan.
"Huaaaaahaaha, sakit!" kata Vio.
Dalam hati, Sam mengatai Vio bodoh, pasalnya, mana ada mati tidak sakit.
Kemudian, Sam pun membujuk Vio untuk melepaskan tali itu.
"Namanya juga melukai diri sendiri ya pasti sakit lah, sekarang, cepat turun!" perintah Sam dan Vio pun mulai mengendurkan tali tersebut.
Dan setan yang membujuk Vio untuk mengakhiri hidupnya pun mulai membubarkan diri.
Sekarang, Vio sudah duduk di lantai, bersender di pintu kamarnya dan Sam berdiri di tengah ruangan, Sam menggelengkan kepala melihat kamar itu yang sangat berantakan.
Kemudian, Sam berbalik badan, ia melihat Vio masih menangis. Sam pun membuka pembicaraan.
"Sekarang, apa yang lo mau?" tanya Sam.
"Enggak tau!" jawab Vio tanpa melihat Sam.
"Kalau gitu, kita harus menikah! Lo boleh nolak kalau lo mau anak itu tumbuh tanpa seorang ayah!" kata Sam dan Vio menghapus air matanya.
Sebenarnya, Sam ingin bertanya pada Vio, apakah benar itu anaknya, atau Vio pernah melakukannya dengan yang lain, tetapi, setelah melihat Vio yang konyol, Sam mengurungkan niatnya bertanya, ia takut akan semakin melukai perasaannya dan Vio akan bertindak lebih jauh lagi.
Vio mendengar apa kata Sam dan Vio memikirkan apa kata pria itu.
Vio mengira Sam akan menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya.
"Kita gugurkan aja kandungan ini, aku enggak mau nikah sama bapak, bapak itu pantesnya jadi bapak aku, bukan suami!" kata Vio, masih tak mau menatap Sam.
"Kita udah berbuat dosa dan akan menambah dosa, dia enggak salah apapun! Ingat itu!" kata Sam yang sudah berjongkok di samping Vio.
Vio memalingkan wajahnya, ia tak mau menatap Sam yah sedang menatapnya.
__ADS_1
Bersambung.
Apakah Vio akan menerima Sam sebagai suaminya? Setelah membaca, jangan lupa like dan komen ya, all. Bintang lima juga 🤗. Terimakasih yang sudah mendukung karya ini 🥰