ANTARA SAM DAN DIA

ANTARA SAM DAN DIA
Ingkar!


__ADS_3

Melihat itu membuat Rosi merasa kalau dirinya harus maju membantu Sam, tetapi, Rosi tidak ingin ketahuan oleh Lea, ia pun mengambil maskernya di tas lalu memakainya.


Rosi yang datang itu memberikan contoh pada Sam.


"Om, gini dong caranya!" kata Rosi yang kemudian meninju dagu si pria asing tersebut.


Merasa kesakitan, pria itu pun melepaskan gendongan dan membuat Vio terjatuh.


Sudah begitu tak membuat Vio sadarkan diri.


Melihat si pria menatapnya dengan penuh dendam, Rosi pun bersembunyi di balik badan Sam.


Rosi mendorong punggung Sam saat si pria berusaha menangkapnya. Akhirnya, mau tak mau Sam pun mengeluarkan jurusnya.


Rosi sendiri tak menyangka kalau Sam ternyata seorang jagoan, terlihat Sam berhasil menangkis setiap serangan dari musuhnya. Sam juga berhasil meninju perut yang hampir buncit milik si pria tersebut.


"Aaakkh!" pekik si pria yang punggungnya terbentur dinding.


"Sialan lo! Ganggu aja!" gerutunya seraya kembali menyerang Sam.


Dan lagi Sam yang tidak ingin membuang waktunya itu menendang di area kejantanan lawannya menggunakannya lutut.


Pertama, Sam menangkis tinju dan tendangan dari lawan dan di saat itu juga Sam berhasil menendang burungnya.


Tentu saja itu sangat sakit, sementara si pria kesakitan, Rosi dan Sam membawa Viona pergi dari area basement.


"Setan!" teriak si pria saat melihat Sam membawa Vio.


Sam membawa Vio masuk ke mobilnya dan si pria itu memperhatikan nomor plat mobil Sam.


Bukan masalah uang atau wanitanya, tetapi, si pria menyimpan dendam pada Sam karena telah mengacaukan malamnya.


"Awas kau!" ancamnya dalam hati. Si pria itu juga ingin membalas Sam yang telah menendang burungnya.


Si pria yang masih kesakitan itu menghubungi Lea.


Ia tak mau rugi karena tak mendapatkan barangnya.


"Kalau Lea ganti sama yang lain gimana, Om?" tanya Lea dari sambungan teleponnya.


"Iya dan gadis itu harus kamu atau kamu harus ganti uangnya dua kali lipat!" Dan setelah mengatakan itu, si pria pun memutuskan teleponnya.

__ADS_1


Ia ingin segera ke kamar dan mengobati lukanya.


****


Di mobil, Sam dan Rosi sedang saling melempar Vio, "Sekarang Om enggak tau di mana rumahnya! Jadi malam ini dia tinggal di rumahmu aja!" kata Sam dan Rosi yang tak menyukai Vio itu sudah pasti menolak.


"No! Kan dia sering nyuci mobil Om, lebih baik tinggal sama Om aja!" jawab Rosi seraya bersedekap dada.


"Apa gue anterin ke rumah Adiba, ya?" tanya Sam dalam hati. Sebelum itu Sam melihat jam di tangannya, hari hampir tengah malam dan itu membuat Sam mengurungkan niatnya.


Sam tidak ingin mengganggu orang lain.


Akhirnya, Sam merasa mau tak mau harus membawa Vio ke rumah, padahal, dalam hati kecilnya Sam merasa senang, tetapi, Sam tidak mengerti itu, ia merasa heran atas perasaannya.


"Astaga mikir apa gue ini!" protes Sam dalam hati.


Sam pun melirik pada Viona melalui kaca spion.


Sam tidak menyangka kalau wanita menyebalkan seperti Vio dapat mengganggu pikirannya.


"Lagian enggak seharusnya gue jatuh cinta sama dia! Mungkin seharusnya dia jadi anak gue, cocoknya sih gitu!" ucap Sam dalam hati.


Karena sepi, Sam mulai membuka obrolan dengan bertanya.


"Rosi enggak tau, Om. Itu semua Lea yang ngerjain," jawab Rosi seraya menatap Sam.


"Lain kali jangan mau di ajak berbuat jahat!" kata Sam dan Rosi menganggukkan kepala.


Sesampainya di rumah, Sam yang sudah memarkirkan mobilnya itu seolah mengalami flashback di mana malam pertama bertemu dengan Vio.


Sam pun mulai membopong Vio dan membaringkannya di kamar tamu.


Sam yang masih memperhatikan Vio itu menjentikkan jarinya di depan wajah Vio.


"Biarlah, lagipula hari sudah larut!" kata Sam, kemudian Sam berbalik badan, Sam ingin segera istirahat di kamarnya, tetapi, Sam tertahan saat Vio menggenggam tangannya.


"Mas," lirih Vio, sepertinya Vio sedang bermimpi.


Mendengar itu, Sam mengira Vio sedang memanggilnya. Sam berbalik badan dan masih terlihat kalau Vio memejamkan matanya.


Sam yang beberapa hari ini memikirkan Vio itu teringat dengan pagi lalu, di mana waktu itu Sam mencium Vio.

__ADS_1


Awalnya berniat untuk mengerjainya, tetapi seolah terkena karma, sekarang Sam selalu terbayang dengan manisnya bibir itu.


Sam berjongkok dan mulai memperhatikan wajah Vio yang ternyata jika dilihat semakin lama semakin menarik dan tidak membosankan. Cantik dan juga manis.


Melihat bibir Vio membuat Sam ingin mengulanginya, berpikir mumpung Vio masih belum sadarkan diri, tetapi, Sam juga berpikir kalau itu sama saja dengan mencuri.


"Gue bukan pencuri!" kata Sam yang kemudian bangun dari duduknya.


Sam berjalan dan baru saja dapat beberapa langkah, Sam sudah berbalik badan lagi, ia tak dapat menahan dan ingin mengulanginya.


Benar saja, Sam segera mencium bibir itu dan tanpa di duga Vio membuka matanya, di matanya terlihat kalau itu adalah Surya, Vio yang masih mencintai Surya itu membalas ciuman Sam.


Bagi Vio ini adalah mimpi, tetapi tidak bagi Sam, pria yang mendapatkan balasan itu menjadi bergairah, bahkan sekarang otongnya sudah berdiri tegak.


Permainan Vio semakin panas saat membuka kancing kemeja Sam.


"Astaga, jangan lakukan ini Vio! Gue udah taubat... gue udah janji sama Darren!" ucapnya dalam hati.


Tetapi, Sam yang sudah lama berpuasa itu merasa tidak dapat menahan rasa yang berkecamuk, bahkan tubuhnya sudah mulai panas hanya dengan ciuman dari Vio.


Sekarang, tangan Sam mulai tidak dapat dikendalikan. Tangan itu mulai bergerilya ke sana ke mari bahkan menelusup ke balik kaos rajut Vio.


"Astaga, tangan... berhenti! Stop. Kenapa tangan gue enggak mau dengar apa kata gue!" ucap Sam dalam hati.


Hatinya mengatakan untuk tidak meniduri wanita yang selama ini cukup membuatnya sebal, tetapi lain kenyataannya dan sekarang, Sam sudah bertelanjang dada.


Sam berpikir kalau dirinya tidak mau telanjang sendirian, ia menyudahi ciuman itu, tetapi Vio tak mau melepaskan, Sam pun mulai membuka kaos rajut Vio untuk memulai yang lebih jauh lagi.


Terlihat gunung kembar yang menurut Sam ukurannya terlalu kecil.


"Kecil banget, ini tandanya mantan suaminya itu enggak jago!" kata Sam dalam hati.


"Sini gue gedein dikit!" katanya lagi. Dan kali Sam mulai bermain di sana membuat Vio semakin tidak dapat diam seperti cacing yang kepanasan.


Merasa kepalang tanggung, Sam berjanji pada dirinya kalau ini adalah yang terakhir kalinya ia berbuat nakal.


Sam bangun untuk mengunci kamar tersebut dan Vio yang masih dalam keadaan mabuk itu memanggilnya, "Mas... mau kemana?"


Sam yang melihat Vio sudah merubah posisinya menjadi duduk itu segera kembali menyerangnya.


Dan pertempuran sengit diantara duda dan janda ini berlangsung.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa di subscribe, ya ☺


__ADS_2