
Aku sedikit kesal disaat Zaskia, membicarakan Haris terhadap ku. padahal ia juga tau kalau aku sangat membenci nya terhadap Haris.
"Iyah gue minta maaf, gak habis pikir juga gua sama si Haris mau ngedeketin elu." Ucap Zaskia.
"Nah kamu tau, lagian sampai kapan pun aku tidak bakalan mau sama dia." Jawab ku.
"Ngomong-ngomong jerawat kamu sudah tidak terlalu banyak, pake apa Hanna.?" Tanya Zaskia.
"Aku pake yang kamu saranin sebelum nya, yaitu putih telur sama madu!" Jawab ku.
"Syukur deh kalau itu cocok untuk kamu." Ucap Zaskia.
"Iyah sekali lagi terima kasih ya, hasil recommended dari kamu bisa merubah wajah ku!" Jawab ku
" Iyah sama-sama Hanna." Ucap Zaskia.
Tiba-Tiba guru ku pun datang ke kelas.
"Asalamualaikum, selamat pagi." Teriak Bu Rina.
"Walaikumsalam, Bu Rina." Jawab anak-anak murid.
Tolong kalian siap kan buku paket pelajaran matematika, dan buka halaman tujuh puluh." Ucap Bu Rina.
"Baik Bu." Jawab anak-anak murid.
Lalu kami pun mempersiapkan nya, dan mulai belajar. terlihat jelas ratu semakin tidak suka dengan ku.
Tatapan nya yang ketus, dan terlihat jengkel saat menatap ku. aku tidak memperdulikan nya yang terpenting aku tidak pernah membuat ia merasa sakit hati oleh tingkah ku.
Di istirahat pertama aku menemui Haris, kebetulan ibu ku membawakan gorengan tempe tepung untuknya. aku mencari manusia ngeselin itu tetapi aku tidak menemukan nya.
Seketika aku berpapasan dengan Zaskia. lalu ia pun bertanya terhadap ku.
"Hanna, Lu mencari siapa.?" Tanya Zaskia.
"Aku sedang mencari si Haris, dia kemana ya." Jawab ku seolah-olah kebingungan.
"Cieee jadi sekarang seorang Hanna, sedang mencari pangeran nya hheheeheee." Zaskia pun mulai mengejeku.
"Ih apaan sih, aku cuman ketitipan ini oleh ibuku saja!" Jawab ku
"Itu apa Hanna.?"Tanya Zaskia.
"Ini goreng tempe tepung untuk dia." Jawab ku.
"Ya sudah gue mau ke kantin dulu ya, nanti lu nyusul setelah menemukan pengeran mu." Lantang Zaskia.
"Zaskia ngeselin." Teriak ku terhadap Zaskia.
Lalu Zaskia pun melanjutkan perjalanan nya menuju kantin, dan aku sibuk untuk mencari Haris.
Disaat aku mencari nya tiba-tiba, Aiden menegor ku.
"Haii Hanna, mau kemana.?" Tanya Aiden kepada ku.
"Eh Aiden, aku sedang mencari Haris, dia kemana ya.?" Jawab ku, lalu aku bertanya kepada nya.
"Oh dia sedang ada disana, bersama temen-temen yang lain." Jawab Aiden.
"Yah aku kira dia lagi sendiri." Ucap ku.
"Emang ada apa Hanna.?" Tanya Aiden.
"Aku mau memberikan, titipan dari ibu ku untuk dia." Jawab aku.
"Ya sudah nanti aku yang mengantar nya ya." Ucap Aiden.
"Beneran kamu mau membantu ku." Jawab ku, seolah-olah aku happy dengan tawaran Aiden.
"Iyah beneran, ya udah sini." Ucap Aiden.
"Terima kasih ya Aiden." Jawab ku sambil memberikan tempat makan
"Iyah sama-sama Hanna." Ucap Aiden.
Lalu aku pun memberikan nya terhadap Aiden, ia adalah salah satu temen dekat nya Haris. syukur deh dia bisa membantu ku, kalau tidak Haris pasti mengejek ku didepan temen-temen nya.
Aku pun langsung menyusul ke kantin. kebetulan aku tidak membawa bekal lagi.
*
*
*
"Haris ini ada titipan dari Hanna." Teriak Aiden kepada Haris.
"apa itu Aiden.?" Tanya Haris.
"gue tidak tau, tadi gue ketemu Hanna disana." Jawab Aiden.
"Lalu Hanna nya kemana sekarang.?" Tanya Haris.
"tidak tau Ris." Jawab Aiden.
"Ris sekarang lu suka sama si cewe busuk hahahaaaa." Lantang Dimas, ia mengejek nya.
"Diem lu bac** ini urusan gue, lu semua gak berhak ikut campur."
"Yakin lu mau sama si cewe busuk." Teriak Hanif.
Haris tidak bisa menerima kalau Hanna direndahkan sama orang lain termasuk temen nya sendiri.
" Diem lu anj*** dia gak seperti lu omongin barusan." Jawab Haris dengan penuh emosi.
"Lah gimana sih Ris, itu kan kata lu dulu bukan kata gue." Jawab Dimas
"Bacot lu semua."
Lalu Haris pun bergegas pergi dari tempat itu dan langsung mencari Hanna.
"Aiden si Haris gimana, kok malah ngambek.?" Tanya Hanif.
"Gue tidak tau Hanif, lagian elu sih rusuh." Jawab Aiden.
"Lah kan gue fakta, lu inget kan kemarin-kemarin Haris ngebuli dia, tetapi sekarang malah ngebelain." Ucap Hanif.
"Tauau dah gue juga tidak tau." Jawab Aiden, seketika ia pun kebingungan.
*
*
*
Hanna kemana sih, kok dia malah dititipkan bukan nya langsung kasih ke gue. gunam Haris dalam hati.
Lalu Haris pun mencari kesana kemari, tetapi tidak menemukan nya. lalu ia ingat biasa nya Zaskia selalu mengajak nya ke kantin untuk makan.
__ADS_1
Haris pun langsung bergegas pergi ke kantin, untuk memastikan kalau Hanna ada disana. sesampe nya di kantin, Haris melihat Hanna sedang mengobrol dengan Zaskia.
Lalu ia pun langsung bergegas menghampiri nya.
"Hanna, Hanna,."
"Si Haris ngapain kesini.?" Tanya Zaskia kepada ku.
"Aku tidak tau Zaskia, coba tanya sama kamu." Jawab ku dengan kebingungan.
"Ris lu ngapain teriak-teriak manggil si Hanna.?" Tanya Zaskia kepada Haris.
"Gue pengen bilang terima kasih sama dia, karena sudah membawakan gue tempe tepung yang enak." Jawab Haris dengan nafas tidak karuan.
"Oh begitu, awas saja ya kalau elu sampai ngabuli Hanna lagi, gue tidak akan kasih ampun sama lu." teriak Zaskia.
"Nggak kok gue bakalan jaga Hanna, iya kan Hanna.?"Ucap Haris.
"Ih tidak tau, kan kamu belum buktiin ke aku." Jawab ku
"Yaa sudah lu bicara berdua gue mau ke toilet, Haris jangan apa-apain temen gue awas aja." Ucap Zaskia
"Baik Zaskia ananda." Jawab Haris.
Lalu Zaskia pun meninggalkan aku dan Haris. ih ngapain juga sih Zaskia pergi, kan aku males ngobrol berdua sama dia. gunam ku dalam hati.
"Kamu mau ngobrol apa sama aku.?"
"Pertama gue mau bilang terima kasih sama kamu Hanna, kedua aku mau mengajak dinner bareng, kamu mau gak?" Ucap Haris.
"Dalam Rangka apa, kamu mengajak aku untuk dinner." Jawab ku.
" Merayakan pertemanan kita, kamu mau tidak.?" Tanya Haris.
"Dinnner dimana.?" tanya ku
"Dirumah ku, disana ada bunda gue kok, jadi lu tidak usah takut." Jawab Haris.
"Kenapa harus dirumah.?" Tanya ku.
"Karena bunda gue pengen ketemu sama lu." Jawab Haris.
"Bunda kamu tau aku dari mana Ris.?" Tanya ku.
"Ya dari gue lah, emang menurut lu tau dari siapa." Ucap Haris.
"Oh,, kamu nyeritain apa saja tentang aku sama bunda kamu.?" Tanya Hanna.
"tenang gue nyeritain yang baik-baik kok." Jawab Haris.
"Mau dinner jam berapa.?" Tanya ku
"Sepulang sekolah gimana!" Jawab Haris.
"Nanti aku izin dulu sama ibu sekalian ganti baju." Ucap ku.
"Terima kasih ya, sudah mau bertemu dengan bunda ku." Jawab Haris.
"Iyah sama-sama, nanti kamu share lokasi saja ya alamat rumah nya, biar nanti aku naik ojek online saja." Ucap ku.
"Nanti gue anterin pulang dulu, sekalian gue izin sama nyokap lu!" Jawab Haris.
"Ya sudah kalau begitu, nanti pulang sekolah ketemu disini lagi ya, biar pulang nya bareng." Ucap kum
"Ya sudah kalau begitu, gue ke kelas dulu ya." Jawab ku
"Oke silahkan." Ucap ku.
"See you too Haris." Ucap ku.
Lalu Haris pun pergi untuk menuju ke kelas. mudah-mudahan saja bunda nya baik, lagian ngapain juga si Haris menceritakan tentang aku terhadap bunda nya. gunam ku dalam hati.
Tidak lama kemudian suara bell masuk kelas pun berbunyi..
kriiiiiiiiiiiiiiiiing.....
kriiiiiiiiiiiiiiiiiiing....
kriiiiiiiiiiiiiiiiiing....
Aku pun langsung bergegas ke kelas, sebelum guru nya datang terlebih dahulu.
Selagi diperjalanan aku bertabrakan dengan Aiden.
"Aaaduh sorry, tidak sengaja." Ucap ku.
"Hanna ngapain lari-lari.?" Tanya Aiden.
"Mau masuk kelas lah Aiden." Jawab ku.
"Ya kan tidak perlu lari-lari juga." Ucap Aiden.
"Iyah aku minta maaf Aiden." Jawab ku.
"Iyah gapapa, ya sudah yuk ke kelas bareng." Ucap Aiden.
Ya sudah yuk." Jawab ku.
Lalu kami pun berjalan bareng untuk ke kelas bersama Aiden. secara tidak sengaja aku melirik ke belakang, tiba-tiba aku melihat Haris dengan murung.
Si Haris kenapa sih terlihat tidak suka gitu melihat aku sama Aiden. gunam ku dalam hati.
Lalu aku pun masuk ke dalam kelas, dan mulai belajar.
Pada pukul tiga siang bell pulang pun berbunyi.
kriiiiiiiiiiiiiing...
kriiiiiiiiiiiiiiing...
kriiiiiiiiiiiiiiiiing...
Alhamdulilah sudah pulang, aku langsung ke kantin saja deh. gunam ku dalam hati. lalu Zaskia pun bertanya terhadap ku.
"Hanna kamu mau pulang bareng gue gak.?" Tanya Zaskia.
"Tidak zas, sebelum nya terima kasih." Jawab ku.
"Kan searah sama gue Hanna." Ucap Zaskia.
"Aku nanti pulang bareng Haris." Jawab ku sedikit malu.
"Hah serius Hanna.?" Ical Zaskia sedikit terkejut.
"Iyah serius zas, dia meminta ku untuk menemui bunda nya."
"Dalam rangka apa si Haris minta kamu untuk kesana.?" Tanya zaskia
"Kata nya sih dalam rangka merayakan pertemanan." Jawab ku.
__ADS_1
"Oalah ya sudah kalau begitu, hati - hati ya Hanna, kalau si Haris ngelakuin aneh-aneh langsung kabari gue." Ucap Zaskia.
"Pasti Zaskia." Jawab ku.
"Ya sudah kalau begitu gue duluan ya Hanna, bye." Ucap Zaskia.
"Hati-hati Zaskia." Jawab ku
Lalu Zaskia pun pulang terlebih dahulu. aku langsung jalan menuju kantin. tiba-tiba aku diberhentikan oleh ratu, April dan Siska.
"Heh cewe busuk ngapain lu deketin Haris.?" Teriak ratu.
"Siapa yang ngedeketin Haris, kamu bisa tanya dia saja supaya lebih jelas." Jawab ku.
"Tidak usah banyak alesan Hanna, lagian si Haris mana mau sama cewe busuk seperti elu." Ucap April.
Lalu tiba l-Tiba haris pun datang, dan ikut campur.
"Heh kalian kenapa sih gangguin Hanna.?" Teriak Haris.
"Ris lu sehat kan, ngapain Deket-Deket sama perempuan busuk ini." Jawab ratu.
"Ini bukan urusan kalian, gue mau deketin siapa pun juga terserah gua, Hanna ayo kita pulang." Lantang Haris begitu ketus terhadap mereka.
Lalu Haris pun menarik tangan ku. dan langsung membawa ku ke mobil nya.
"Si Haris emang brengsek, sudah jelas dia tau kalau gue suka banget sama dia, malah Hanna yang dia ajak pulang!" Ucap ratu sangat kesal terhadap Haris.
"Kita harus buat perhitungan sama Hanna, biar dia kapok ratu." Jawab April.
"Itu sudah pasti April." Ucap Ratu.
*
*
*
"Hanna are you oke.?" Tanya Haris.
"Aku baik-baik saja kok, terima kasih sudah membantu ku melawan dia." Jawab ku.
"Iyah sama-sama Hanna, nanti bilang sama gue ya kalau lu digangguin sama mereka." Ucap Haris.
"Iyah nanti aku bilang." Jawab ku sambil tersenyum.
Aku perhatikan benar kata Zaskia, Haris semakin perhatian sama aku seakan-akan ia tidak mau jauh dari aku. gunam ku dalam hati.
"Pak Umar kita ke rumah Hanna dulu ya sebentar." Ucap Haris kepada supir nya itu.
"Baik bos Haris, nanti minta diarahin saja ya." Jawab pak Umar.
"Oke pak Umar, nanti saya arahin." Ucap Haris.
Lalu kami pun berjalan pulang, sekitar enam menit akhir nya sampe juga.
"Pak Umar tunggu sebentar ya disini Haris mau masuk dulu." Ucap Haris.
"Silahkan bos Haris." Jawab pak Umar.
Lalu kami berdua pun masuk ke dalam rumah ku.
"Assalamualaikum." Ucap ku sama Haris.
"Walaikumsalam." Jawab ibuku.
"Tante gimana kabar nya.?" Tanya Haris.
"Alhamdulilah ibu sehat, silahkan masuk." Jawab ibuku.
"Ibu Hanna mau izin sama ibu, mau dinner dirumah nya Haris, boleh tidak.?" Tanya ku.
"emang dirumah Haris ada siapa saja.?" Tanya ibu ku.
"Cuman ada bunda sama mba Tante." Jawab Haris.
"Ya sudah kalau begitu, tetapi jangan pulang malam-malam ya." Ucap ibuku.
"Iyah ibu, ya sudah aku mau siap dulu." Jawab Hanna.
"Terima kasih Tante sudah mengizinkan." Ucap Haris.
"Iyah sama-sama, sini masuk dulu Ris." Jawab ibuku sambil tersenyum.
"Baik Tante." Ucap Haris.
Lalu Haris pun menunggu di ruang tamu, dan aku bersiap-siap terlebih dahulu.
Sekitar lima belas menit, aku pun selesai lalu langsung menuju ke ruang tamu.
"Ris kamu sudah minum belum.?"
"Tidak usah repot-repot Hanna, lu diizinin saja gue udah happy." Jawab Haris sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau gitu aku pamit ke ibu dulu." Ucap ku
"Iyah silahkan Hanna."
Lalu aku pun menghampiri ibuku yang sedang dikamar.
Tuk...
Tuk...
Tuk...
"Ibu aku boleh masuk tidak.?" teriak ku didepan kamar ibuku.
"Iyah boleh Hanna, masuk saja." Jawab ibuku.
lalu aku pun membuka pintu kamar ibuku.
"Assalamualaikum." Ucap ku
"Walaikumsalam Hanna." Jawab ibuku.
"Ibu aku izin pamit dulu ya." Ucap ku.
" Ya sudah hati-hati Hanna, inget jangan pulang malem-malem ya." Jawab ibuku
"Iyah ibu, assalamualaikum." Ucap ku.
"Walaikumsalam." Jawab ibuku.
Lalu aku pun langsung menghampiri Haris. terlihat gelisah saat Haris membawa ku untuk makan bersama nya.
"Ris jalan sekarang yuk." Ucap ku.
"Iyah boleh Hanna." Jawab Haris.
__ADS_1
Lalu kami pun berjalan ke arah mobilnya.