
Aku langsung mempertimbangkan ucapan Zaskia, ada bener nya juga sih tetapi aku takut kalau ini hanya untuk dipermainkan seperti Fikri.
Meski hati ku bilang, aku mencintai Haris tetapi aku harus memastikan dulu kalau dia sungguh-sungguh mencintai ku.
"Teima kasih Zas, sudah membantu ku." Ucap ku.
"Sama-sama Hanna, tolong dipertimbangkan lagi ya jangan sampe suatu saat nanti kamu menyesali nya." Jawab Zaskia.
"Baik Zas, aku akan memastikan terlebih dahulu kalau Haris, memang sungguh-sungguh mencintai ku." Ucap ku.
"Gue percaya sama lu Hanna, pilihan lu pasti tepat buat diri kamu sendiri." Jawab Zaskia.
"Iyah Zaskia." Ucap ku.
Tiba-tiba guru pun datang ke kelas, waktu nya pelajaran kedua.
Hmmm kenapa aku tidak fokus seperti ini, jangan sampe mempengaruhi belajar ku soal Haris. gunam ku dalam hati.
Pada pukul empat sore bell pulang pun berbunyi.
kriiiiiiiiiiiiiiiiing....
kriiiiiiiiiiiiiiiiing....
kriiiiiiiiiiiiiiiiiiing.....
Alhamdulilah sudah pulang juga, rasa nya sangat lelah hari ini, tidak seperti biasa nya.
Aku pun langsung menunggu angkutan umum datang, lalu tiba-tiba Haris pun datang menghampiri ku.
"Hanna lu balik bareng gue ya." Teriak Haris.
.
"Tidak usah repot-repot Haris, aku tidak terbiasa menaiki mobil mewah seperti mu." Jawab ku.
"Hanna please, maafin gue." Ucap Haris.
"Aku sudah maafin kamu kok Ris." Jawab ku.
Lalu tiba-tiba Zaskia lewat, aku langsung memanggil nya.
"Zaskia aku jadi bareng ya sama kamu." Teriak ku kepada Zaskia.
"Iyah Hanna boleh, mari." Jawab Zaskia.
Aku pun langsung menghampiri Zaskia, dan meninggal kan Haris.
"Zaskia, Hanna bareng sama gue aja ya." Lantang Haris.
"Ris sorry, Hanna mau nya bareng sama gue sekarang." Jawab Zaskia terhadap Haris.
"Ya sudah gue titip Hanna ya sama lu." Lantang Haris, sekaan-akan ia tidak ikhlas aku pulang bersama Zaskia.
"Iyah beres kalau sama gue mah." Jawab Zaskia
"Thanks ya Zaskia." Ucap Haris.
"Sama-sama Haris." Jawab Zaskia.
Lalu aku dan Zaskia pun langsung pulang. Haris tidak berhenti melihat ku pergi dengan Zaskia. sorry ya Ris, aku lakuin ini semata - mata aku tidak mau kamu mempermain kan perasaan ku. gunam ku dalam hati.
Lalu Zaskia pun bertanya kepada ku.
" Hanna lu apain si Haris.?" Tanya Zaskia.
"Aku tidak melakukan apapun terhadap Haris tadi ia sempet mengajak ku pulang bareng, tetapi aku tidak mau." Jawab ku.
"Kenapa tidak mau.?" Tanya Zaskia.
"Aku tidak mau, kalau suatu saat nanti ia mempermainkan perasaan ku Zaskia." Jawab kum
"Iyah gue ngerti Hanna, semoga saja Haris peka soal ini." Ucap Zaskia.
"Dia harus peka soal ini Zas, kalau ia bener-bener mencintai ku pasti suatu saat dia akan bertindak dengan melakukan hal yang positif." Jawab ku.
"Iyah Hanna." Ucap Zaskia.
"Zaskia terima kasih ya, sudah mau ditumpangi oleh ku." Lantang ku.
"Iyah sama-sama Hanna."Ucap Zaskia.
"Habis aku bingung tadi, kalau tidak ada kamu pasti aku di paksa terus-terusan sama Haris." Jawab ku.
"Tadi nya mau gue tegor, eh lu malah manggil duluan heheee." Ucap Zaskia.
"Aku makin tidak ngerti sama sikap Haris sekarang, terkadang ia posesif terhadap ku, terkadang ia juga marah kepada.," Jawab ku.
"Sabar ya Hanna, ngadepin cowo seperti dia yang susah ditebak mau nya apa." Ucap Haris.
"Insya Allah aku bakalan sabar Zas." Jawab ku.
Tak terasa kami pun sudah sampai didepan rumah ku.
"Zas mau mampir dulu gak kerumah ku.?" Tanya ku.
"Tidak usah dulu kayak nya Hanna, lu perlu berfikir jernih urusan ini heheeee.,"
"Ah kamu bisa saja Zas." Ucap ku.
"Nyokap sama bokap lu sudah tau tentang Haris, Hanna.?" Tanya Zaskia.
"Sudah Zas, aku sudah memberi tau nya!" Jawab ku.
"Lalu gimana tanggapan mereka terhadap Haris.?" Tanya Zaskia.
"Ya ibu sama ayah biasa-biasa saja Zas." Jawab ku.
"Kok aneh ya, seharus nya nyokap atau bokap lu marah sama Haris." Ucap Zaskia kebingungan.
"Makannya itu, aku juga bingung Zas." Jawab ku.
"Ya sudah nanti dilanjut lagi ya ngobrol nya, sekarang gue balik dulu takut keburu hujan." Ucap Zaskia.
"Iyah Zaskia, hati-hati ya salam sama mama kamu." Jawab ku.
"Oke Hanna."
Lalu Zaskia pun langsung pergi dan aku masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum." Lantang ku
"walaikumsalam Hanna." Jawab ibuku.
__ADS_1
Aku langsung bersalaman sama ibuku.
"Ibu masak apa hari ini.?" tanya ku.
"Ibu belum memasak sayang, kamu laper ya.?" ibuku bertanya.
"Hehehe Iyah Bu, kalau begitu nanti Hanna Pesen online saja ya." Jawab ku.
"Ya sudah boleh, mandi dulu gih bau asam dari padi pakai baju sekolah." Ucap ibuku.
"Iyah ibu, aku mandi dulu ya." Jawab ibuku.
"Iyah nak silahkan." Ucap ibuku.
Lalu aku pun masuk kedalam kamar ku, untuk mempersiap kan mandi. sebelum mandi aku mengecek ponsel terlebih dahulu.
Ada pesan masuk dari siapa ya. gunam ku dalam hati.
[ "Haii Hanna lagi apa.?"] dari Haris.
Kirain dari siapa, ternyata Haris yang mengirimkan pesan, sudah lah mendingan aku mandi saja.
Aku pun langsung mandi, kurang lebih lima belas menit aku pun selesai mandi.
Selagi aku ganti baju tiba-tiba ibu ku mengetuk pintu.
"Assalamualaikum Hanna." Lantang ibuku.
"Walaikumsalam Bu, tunggu sebentar Hanna lagi pakai baju!" Jawab ku.
"Iyah Hanna." Ucap ibuku.
Tumben ibuku memanggil ada apa ya, apa sekalian mau pesan makanan online. gunam ku dalam hati.
Tidak lama kemudian aku membuka pintu kamar ku.
"Silahkan masuk Bu, maaf ya menunggu lama." Ucap ku.
"Iyah tidak papa, Hanna." Jawab ibuku.
"ibu tumben memanggil ku ada apa, mau sekalian pesen makanan online.?" Tanya ku.
"Tidak nak, tetapi ibu mau memberi tau kalau Haris mengirimkan makanan untuk kita." Jawab ibuku.
"Hah kok bisa Bu.?" ucap ku, sedikit terkejut.
Seketika aku terkejut, saat mendengar Haris mengirimkan makanan untuk kami.
"Dia mengirim makanan apa ke kita Bu.?" Tanya ku.
"Ya sudah ayo kamu nya kedepan terlebih dahulu." Jawab ibuku.
"Iyah Bu, ayo kita kedepan." Ucap ku.
Aku dan ibu ku langsung ke ruang tamu, kebetulan ibuku menaro nya disitu.
"Kok Haris tidak memberi tau ku terlebih dulu Bu, kalau mau mengirim kan sesuatu.?" Tanya ku.
"Ibu kurang tau nak, tadi tiba-tiba ada ojek online yang mengantar nya." Jawab ibu ku.
Haris mengirim kan makanan ini dalam rangka apa ya. gunam ku dalam hati.
" Bu Hanna tinggal dulu ya sebentar." Ucap ku.
"Aku mau menelphone Haris dulu." Jawab ku.
"Ya sudah, tolong sampaikan terima kasih dari ibu, untuk Haris." Ucap ibuku.
"Baik Bu." Jawab ku
Haris kenapa lagi, so so an mengirim kan makanan kerumah lagian aku juga masih bisa beli. gunam ku dalam hati dengan sedikit kesal.
Aku pun langsung mengambil ponsel ku, dan langsung menelphone Haris.
~ berdering ~
Lalu Haris pun langsung mengangkatnya.
Haris: "Assalamualaikum Hanna."
Aku: "Walaikumsalam Haris."
Haris: "Kamu tumben menelphone ku ada apa, rindu ya hehehe."
Aku: "Ih enggak lah, malah aku menelphone kamu mau nanya kenapa kamu ngirim makanan kesini, salah alamat ya.?"
Haris: "Enggak kok emang beneran kesana, buat elu makan."
Aku: "Kan aku masih bisa beli Haris, gak usah so perhatian deh."
Haris: " Emang tidak boleh perhatian sama calon pacar."
Aku: "Calon pacar? siapa yang mau jadi pacar kamu.?"
Haris: "Kamu lah Hanna."
Aku: " Pede sekali kamu, aku ganti duit makan nya di sekolah.,"
Haris: "Hanna jangan gitu dong, gue ikhlas kok memberi nya tanpa mau di balas apapun."
Aku: "Suruh siapa kamu ngirim kesini.?"
Haris: " Tidak ada yang menyuruh, itung-itung maaf dari gue ke elu."
Aku: "Kamu tidak lagi berusaha melet aku kan.?"
Haris: "Astagfirullah Hanna, kok pikiran nya kesitu sih,, ya enggak lah."
Aku: "Terima kasih Ris, kebetulan aku lagi laper nanti uang nya diganti disekolah saja."
Haris: "Jangan di ganti ya Hanna, dimakan saja makanan nya."
Aku" Ya sudah kalau tidak mau diganti."
Haris: "Ya sudah kamu makan dulu, gue mau mandi."
Aku: " Silahkan Ris."
Haris: "Bye Hanna."
Aku: "Bye Haris."
Lalu aku pun langsung memakan pizza kiriman dari Haris. sekalipun aku tidak suka tetapi aku hargain pemberian nya.
__ADS_1
Emmm enak juga pizza nya, si cowo rese ternyata baik juga. gunam ku dalam hati.
"Hanna gimana tadi kata Haris.?" tanya ibuku.
"Katanya ngasih saja sih Bu." Jawab ku.
"Bukan karena ada acara ya.?" Ucap ibuku.
"Bukan kayak nya deh, mau diganti sama Hanna katanya jangan." Jawab ku
" Masya Allah baik juga ya Haris." Ucap ibuku.
" Baik dari mana nya dia bu.?" Jawab ku.
"Ya baik saja, jarang loh orang kaya dia." Ucap ibuku.
"Tidak ada malah Bu, laki-laki ngeselin kaya dia." Jawab ku.
"Kamu masih kesel ya sama dia.?" Tanya ibu ku.
"Enggak sih Bu, cuman Hanna kurang nyaman saja sama dia." Jawab ku
"Ya sudah makan lagi yuk." Ucap ibuku.
"Baik Bu." Jawab ku.
Selagi aku makan bersama ibu ku tiba-tiba ayah ku pulang.
"Assalamualaikum." Ucap ayah ku.
"Walaikumsalam ayah." Jawab aku dan ibu. lalu kami pun langsung bersalaman.
"Kalian lagi apa.?" Tanya ayah ku.
"Ini yah tadi Haris mengirim makanan untuk kita." Jawab ibuku.
"Dalam rangka apa Hanna, Haris mengirim makanan.?" Tanya ayah ku.
"Aku tidak tau ayah, tiba-tiba saja ia mengirimkan makanan kepada kita." Jawab ku.
"Alhamdulilah, bilangin terima kasih ya dari ayah." Ucap ayah ku.
"Baik yah, nanti Hanna sampaikan." Jawab ku
"Ayah sini duduk bareng kami, ibu sengaja sudah menyisihkan untuk ayah." Ucap ibuku.
"Iyah ibu, sebentar ayah cuci muka dulu ya." Jawab Ayah ku.
"Iyah ayah silahkan." Ucap ibuku.
Lalu kami pun menunggu Ayah untuk makan bareng, selagi aku menunggu ayah, aku mengirim pesan terlebih dahulu sama Haris.
[ "Haris terima kasih makanan nya kata ayah dan ibu ku."] send
Tidak lama kemudian Haris pun membalas nya.
[ "sama-sama Hanna, titip salam untuk ayah dan ibu ya."] dari Haris.
[ "Iyah ntar aku sampaikan Ris." ] send
[ " terima kasih Hanna." ] Dari Haris.
Keesokan hari nya aku berangkat sekolah, ntah kenapa hari ini kepala ku serasa pusing sekali.
Selagi aku sampe disekolah tiba-tiba jalan ku sempoyongan. lalu aku berpapasan sama Haris.
"Haii Hanna."
Tiba-tiba aku pingsan. Haris begitu panik terhadap ku.
"Hanna, Hanna are you oke.?" Hanna." Lantang Haris.
Haris seketika menangis melihat ku tergeletak tak berdaya. lalu Haris membawa ku ke ruang UKS.
Setelah aku diperiksa dokter, kata nya aku lagi demam tinggi tidak lama kemudian aku pun sadar. selagi aku sadar didalam UKS hanya ada Haris.
" Hanna, Hanna kamu sudah sadar.?" Tanya Haris.
"Ris aku dimana.?" Jawab ku, kebingungan.
"Kamu ada di ruang UKS Hanna."Jawab aku.
"Kok bisa ada disini Ris.?" Tanya ku.
"Kamu tadi pingsan, kenapa kamu sekolah kalau lagi sakit Hanna.?" Tanya Haris
"Iyah tadi selagi berangkat sekolah pusing banget Ris." Jawab ku.
"Pulang nya gue anter ya Hanna." Ucap Haris.
"Tidak usah Ris, aku tidak mau merepotkan mu." Jawab ku.
"Gue tidak merasa di repotkan sama kamu Hanna.?" Ucap Haris.
"Ya sudah kalau begitu, sekali lagi terima kasih ya Ris." Jawab ku.
"Iyah sama-sama Hanna." Jawab Haris.
Tidak lama kemudian ibu kepala sekolah pun datang menjenguk ku.
"Assalamualaikum." Ucap kepala sekolah
"Walaikumsalam Bu." Jawab ku
"Hanna gimana sekarang, sudah membaik belum.?" Tanya ibu KS
"Alhamdulilah sudah Bu." Jawab kum
"Alhamdulilah, kalau begitu Hanna ibu pulangkan saja ya." Ucap ibuku.
"Iyah bu terima kasih." Jawab ku.
"Izin Bu saya mau mengantarkan Hanna pulang menggunakan taxi online." Ucap Haris.
"Iyah boleh Ris, itu ide yang bagus." Jawab ibu KS
"Baik Bu terima kasih." Jawab ku.
"Sama-sama Ris, ya sudah Hanna ibu tinggal dulu ya." Ucap pak sekolah
"Baiik Bu."
Lalu Haris pun langsung memesan taxi online
__ADS_1