Asmara Waktu SMA

Asmara Waktu SMA
Haris mulai mencurigai Aiden suka sama Hanna. bab 18


__ADS_3

Lalu Haris pun pergi ke sekolah menggunakan ojek, yang berada didepan gang ku. kesian juga gara-gara aku ia harus menaiki ojeg padahal sebelum nya ia tidak pernah.


Aku bahagia Ris, kamu memperlakukan aku menjadi orang spesial di kehidupan kamu, meski aku bukan perempuan cantik, baik atau pun sempurna.


Bahkan aku masih jau dari kata itu.tetapi Ris semoga kamu tidak pernah mengecewakan aku lagi. untuk sekarang aku sudah cukup untuk mempercayai mu.


"Hanna kenapa kamu senyum-senyum sendiri.?" Tanya ibuku.


"Gapapa bu." Jawab ku.


"Gimana rasanya diantarkan oleh laki-laki yang kamu benci.?" Tanya ibuku.


"Ibu kenapa Haris dulu jahat ya sama Hanna, padahal Hanna tidak pernah membuat nya kesal.?" Tanyaku.


"Ya begitulah manusia nak, kita tidak bisa menebak nya." Jawab ibuku.


"Rasa benci yang sebelum nya aku punya sekarang sudah berubah menjadi rasa sayang ibu." Ucap ku.


"Secepat ini anak ibu jatuh hati kepada nya." Jawab ibuku.


"Aku tidak tau kenapa, sekarang-sekarang ini Haris yang selalu ada buat aku Bu." Ucap ku.


"Happy dong anak ibu.?" tanya ibuku.


"Tetapi aku takut, suatu saat nanti Haris mengecewakan aku lagi." Jawab ku.


"Itu resiko soal percintaan sayang." Ucap ibuku.


"Aku belum siap kalau aku Harus kehilangan Haris." Jawab ku.


"Mau ibu bantu tidak nak.?" Tanya ibuku.


"Gimana cara nya Bu." Jawab ku.


"Coba deh kamu tanya kesukaan nya apa." Ucap ku.

__ADS_1


"Emang itu bisa membantu ya Bu." Jawab ku.


"Bisa dong nak, dicoba dulu siapa tau itu bisa membuat dia jatuh hati sama kamu." Ucap ibuku.


"Iyah Bu nanti Hanna coba ya." Jawab ku.


"Nah gitu dong, ini baru anak ibu heheee." Ucap ibuku.


"Terima kasih bu.!" Jawab ku.


"Iyah sama-sama nak." Ucap ibuku.


"Ya sudah kalau begitu Hanna, istirahat dulu ya." Jawab ku.


"Iyah Hanna." Ucap ibuku.


Lalu aku pun langsung masuk kamar. Haris beneran tulus sayang sama aku, tetapi aku harus tetep biasa-biasa saja, untuk pura tidak tahu.


Semoga Haris tidak berubah sikap terhadap ku, untuk sekarang aku nyaman dengan perlakuan Haris ke aku. mulai dari perhatian, sabar dan tidak menyerah untuk mendapatkan ku.


*


*


*


"Bang didepan sekolah saja ya." Ucap Haris kepada Abang nya.


"Baik nak." Jawab Abang nya.


Lalu Haris pun sampai disekolah.


"Berapa total nya bang.?" Tanya Haris.


"Total nya jadi dua puluh lima ribu." Jawab Abang nya

__ADS_1


"Ya sudah ini bang, ambil saja kembalian nya." Ucap Haris.


"Terima kasih banyak nak, kebetulan orderan Abang lagi sepi." Jawab abang nya.


"Iyah sama-sama bang." Ucap Haris.


Haris memberikan uang lima puluh, satu lembar. selagi masuk kedalam kelas Haris berpapasan dengan Aiden.


"Ris kata orang-orang tadi Hanna sakit.?" Tanya Aiden.


"Iyah Aiden, tetapi sudah gue anterin pulang kok." Jawab Haris.


"Emang sakit apa Hanna, Ris?." Tanya Aiden.


"Dia demam tinggi kata dokter." Jawab Haris.


"Ya sudah makasih ya info nya, nanti pulang sekolah gue mau mampir sekalian nengok Hanna." Ucap Aiden.


"Gue ikut Aiden." Jawab Haris.


"Iyah ayo Ris." Ucap Aiden


"Nanti kita ketemu di kantin ya, biar berangkat nya bareng." Jawab Haris.


"Oke baik, nanti sekalian ingetin gue untuk beli buah-buahan." Ucap Aiden.


"Iyah Aiden." Jawab Haris.


"Ya sudah kalau begitu gue mau nyari makan dulu, lu mau ikut Ris.?" Tanya Aiden.


"Ohh nggak, terima kasih." Jawab Haris


"Ya sudah gue duluan ya." Ucap Aiden.


"Iyah silahkan, Aiden." Jawab Haris.

__ADS_1


Lalu Aiden pun pergi ke ke kantin. ini si Aiden ngapain sih mau nengok si Hanna, pokok nya gue harus awasin terus jangan sampe Hanna suka sama Aiden. gunam Haris dalam hati.


__ADS_2