Asmara Waktu SMA

Asmara Waktu SMA
disaat Haris mulai mencintai Hanna bab 8


__ADS_3

Lalu aku pun membuatkan teh manis hangat untuk Haris, tidak lama kemudian aku pun selesai membuat kan nya lalu kembali ke ruang tamu.


"Ris jangan lupa diminum." Ucap ku.


"Iyah Hanna, pasti gue minum." Jawab Haris.


"Hanna, Haris sudah pada makan belum.?" Tanya ibu ku.


"Sudah ibu tadi kami mampir ditempat mie ayam." Jawab ku.


"Aku belum Tante." Ucap Haris.


"Ya sudah nanti tante buatin makanan ya." Jawab ibuku.


"Haris bukan nya tadi kamu makan sama aku." Lantang ku sedikit terkejut.


"Emang Tidak boleh ya gue makan ditempat lu.?" Tanya Haris.


"Bukan tidak boleh, tetapi lu sudah makan nanti ibu aku masak banyak!" Jawab aku.


"Gapapa Hanna, nanti sekalian kamu makan lagi ya." Ucap ibu ku.


"Tetapi Bu Hanna masih kenyang." Jawab ku.


"Temenin temen nya makan ya." Ucap ibu ku.


"Ya sudah Bu nanti aku temenin Haris makan." Jawab ku sedikit kesal.


"Yes nanti makan nya ditemenin sama lu!" Lantang Haris.


"Kamu gak ilfil dekat dengan ku." Ucap ku.


"Ilfil kenapa.?" Tanya Haris.


"Dih suka pura-pura lupa." Jawab ku.


"Sorry ya selama ini gue jahat sama lu." Ucap Haris.


"Ada angin apa Ris minta maaf sama aku.?" Tanya ku.


"Emang salah ya gue minta maaf." Jawab Haris.


"Tidak,tetapi mudah-mudahan ini bisa seterus nya ya." Ucap ku sambil tersenyum.


"Iyah Hanna." Jawab nya sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian, ibu ku datang membawa makanan nya.


"Ini makanan nya sudah matang." Lantang ibu ku.


"waw enak banget Tante." jawab Haris.


"Semoga kamu suka ya, seperti Zaskia." Ucap ibuku.


"Zaskia emang pernah kesini ya Tante.?", Tanya Haris.


"Iyah baru kemarin, emang Hanna tidak cerita." ucap ibuku.


"Ibu aku kan tidak terlalu dekat dengan Haris, kebetulan saja dia pengen mengantarkan ku pulang tadi!" Ucap ku.


"Oh begitu ya." Jawab ibuku.


"Iyah Tante heheheee." Ucap Haris.


"Ya sudah silahkan di makan dulu."


"Terima kasih Tante." Ucap Haris.


"Iyah sama - sama." Jawab ibu ku.


Lalu ibuku pun pergi kembali ke dapur. aku tidak tau harus bahagia atau enggak dengan perubahan sikap Haris terhadap ku.


Haris pun mengambil makanan nya. mudah-mudahan Haris tidak mau lagi kesini. gunam ku dalam hati.


"Ris maaf ya makanan nya seadanya." Lantang ku.


"Iyah gapapa Hanna suka kok." Jawab Haris.


"Syukur deh kalau begitu, silahkan makan." Ucap ku.


Lalu aku pun menemani Haris untuk makan. lahap banget melihat Haris makan masakan ibu ku.


"Ris gimana enak tidak.?" Tanya ku.


"Enak banget Hanna, thanks ya." Jawab Haris.


"Aku kira kamu tidak suka sama masakan rumahan hehehe." Ucap ku.


"Tapi kan yang ini beda, ini enak banget." jawab Haris.


"Dih kamu aneh Haris." Ucap ke terheran - heran.


Tidak lama kemudian Haris pun selesai makan. terlihat jelas ia kekenyangan makan dirumah ku.


"Hanna kayak nya gue tidak bisa pulang cepet deh." lantang Haris.


"Hah kenapa, kok bisa." Jawab ku.


"Gue kekenyangan Hanna, makanan nya enak banget sih." Lantang Haris.


"Jadi sekarang kamu menyalah kan masakan yang dibuat oleh ibuku." Jawab ku sedikit keras.


"Tidak Hanna, gue makan nya kebanyakan." Lantang Haris.


"Ya sudah diem aja disitu, tetapi ingat jangan sampe nginap dirumah ku." Ucap ku.


"Iyah Iyah kagak gue." lantang Haris.


"Ya sudah aku tinggal dulu kebelakang, mau cuci piring dulu." Ucap ku.


"Silahkan Hanna." Jawab Haris.


Lalu aku pun pergi kebelakang untuk mencuci piring bekas aku dan Haris makan.


Setelah itu Haris pun menunggu di ruang tamu, dan aku selesai cuci piring aku langsung menghampiri Haris.


Sesampe aku diruang tamu aku melihat Haris telentang di sofa.


",Ris kok tidur.?", Tanya ku.


Haris pun tidak mendengar nya. ia sudah tidur dengan nyenyak.


Ih padahal gue udah bilang jangan sampai tidur, ditinggal sebentar malah tidur hadeuuh. gunam ku dalam hati.


Sudah lah nanti juga dia kebangun sendiri. lantang ku dengan kesal. tiba - tiba ibu memanggil ku.


"Hanna, Hanna kesini sebentar ibu mau minta tolong." Teriak ibuku.


"Iyah ibu tunggu sebentar." Jawab ku.


Lalu aku langsung menghampiri ibuku terlebih dahulu yang sedang di dapur.


"Iyah ibu ada apa.?" Tanya ku.


"Ibu mau minta tolong kamu beliin tepung terigu di super market." Jawab ibu ku.


"Ya sudah boleh, mana uang nya." Ucap ku.


"Ini uang nya, kalau kamu mau jajan pake saja uang itu." Jawab ibuku sambil memberikan uang satu lembar seratus ribu.


"Iyah ibu terima kasih." Ucap ku.


"Iyah sama - sama ya sudah kamu hati-hati ya Hanna." Jawab ibuku.


"Iyah ibu." Ucap ku.

__ADS_1


Lalu aku pun mengambil sweater terlebih dahulu dikamar ku. aku kesana minta tolong Haris saja deh. gunam ku dalam hati.


Lalu aku pun segera membangun kan Haris yang sedang tertidur.


"Ris aku minta tolong boleh tidak?" Ucap ku sambil menggoyangkan pundak nya.


"Minta tolong apaan Hanna.?", Tanya Haris


"Aku mau ke super market tetapi malas jalan." Jawab ku.


"Nentar lagi dong." Ucap Haris.


"Ya sudah nanti bilang ibuku saja ya kalau kamu tidak mau membantu ku." Jawab ku ketus.


"Kok gitu sih Hanna, ya sudah ayo." Ucap Haris sambil terbangun dari sofa nya.


"Nah gitu dong, ayo buruan bangun." Jawab ku.


"Iyah Iyah bawel." Lantang Haris.


"thanks you ya Haris." jawab ku. "Iyah sama - sama." Ucap Haris.


Lalu aku dan Haris pun bergegas pergi menuju ke super market.


setelah tiba di super market aku mengambil tepung terigu, lalu aku mengambil minuman untuk ku dan Haris. aku langsung ke kasir untuk membayar nya.


"Silahkan Kak." Ucap mba.


"Ini mba." Jawab ku sambil memberikan belanjaan nya.


"Total nya jadi tiga puluh ribu kak." Ucap mba nya.


"Ini uang nya mba." Jawab ku sambil memberikan uang tiga puluh ribu.


"Uang nya pas ya." Ucap mba kasir.


"Iyah mba." Jawab ku.


"Terima kasih." Ucap nya sambil memberikan struk belanjaan.


"Sama - sama mba." Jawab ku.


Lalu aku pun langsung menghampiri Haris diparkiran motor.


"Kamu haus gak.?" Tanya ku.


"Tidak Hanna." Jawab Haris.


"Yahh aku beli minumam dua loh." Ucap ku.


"Emang buat siapa tadinya.?" Tanya Haris.


"Buat kamu Ris." Jawab ku.


"Ya sudah gue ambil ya." Ucap Haris.


"Iyah nih, tanda terima kasih aku ke kamu." Jawab ku.


"Terima kasih Hanna." ucap Haris sambil tersenyum.


"Iyah sama - sama." Jawab ku.


"Udah belum belanjanya.?" Tanya Haris.


"Sudah kok, kebetulan ibu cuman minta beliin tepung doang." Jawab ku.


"Ya sudah yuk kita pulang." Ucap Haris.


"Iyah ayo." Jawab ku.


Haris pun langsung menyalakan motor nya.


"Hanna ayo naik." lantang Haris.


"Ya sudah kalau kamu mau minum dulu." Ucap Haris.


Lalu aku pun meminum, minuman yang sudah aku beli tadi. aaaaaah seger banget rasa nya. gunam ku dalam hati. lalu aku pun langsung menaiki motor nya.


"Yuk Haris, bawa motor nya jangan kenceng-kenceng ya." Ucap ku.


"Iyah Hanna." Jawab Haris.


Lalu kami pun langsung menuju untuk pulang kerumah ku. dipertengahan perjalanan tiba - tiba Haris berbicara kepada ku.


"Hanna habis ini gue pulang yah!" Ucap Haris.


"Iyah silahkan Haris." Jawab ku.


"Terima kasih sudah memperlakukan gue dengan baik dikeluarga mu." Ucap Haris.


"Sama-sama." Jawab ku.


Setelah itu aku pun sampai, kebetulan super market tidak terlalu jauh dari rumah ku.


"Assalamualaikum." Ucap aku dan Haris.


"Walaikumsalam." Jawab ayah ku.


Kebetulan ayah ku sudah pulang bekerja. dikarenakan ini sudah pukul lima sore.


"Ayah perkenalkan ini Haris temen nya Hanna." Ucap ku sambil bersalaman. " hallo om." Ucap Haris sambil bersalaman sama ayah ku.


"Temen apa temen nih.?" tanya ayah ku.


"Temen kok yah, tanya saja ibu." Jawab ku.


"Ibu sudah tau soal nak Haris.?" Tanya ayah ku.


"Sudah tau ayah." Jawab ku.


"Om Haris mau izin untuk pamit pulang dulu." Ucap Haris terhadap ayah ku.


" Iyah silahkan, kamu hati-hati ya pulang nya." lantang ayah ku.


"Baik om terima kasih, salam untuk Tante." Jawab Haris.


"Iyah nanti aku sampaikan Ris." ucap ku.


"Terima kasih Hanna. see you di sekolahan ya besok." Jawab Haris.


"Iyah Haris." Jawab ku.


"Bye Hanna." Lantang Haris.


"Byee Haris." Jawab ku.


Lalu Haris pun pergi dan menuju pulang kerumah nya. hmmm tidak di sangka-sangka si Haris bisa seakrab itu sama aku. gunam ku dalam hati.


"Ayah masuk yuk." Ucap ku.


"Iyah yuk Hanna." Jawab ayah ku.


Lalu aku dan ayah ku pun masuk kedalam rumah. selagi sampe diruang tamu ayah ku bertanya.


"Hanna, yakin itu temen kamu.?" Tanya ayah ku.


"Iyah ayah, dulu dia sering ngebuli aku." Jawab ku.


"Kok bisa Hanna.?" Tanya ayah ku.


"Iyah ayah, dulu aku benci banget sama dia."


"Lalu kenapa dia bisa sedeket ini sama kamu.?" Tanya ayah ku.


"Iyah ayah aku juga tidak paham." Jawab ku.

__ADS_1


"Hebat kamu nak, bisa meluluh kan orang yang dulu benci sama kamu." Ucap ayah ku.


"Ih apaan sih ayah." Jawab ku sambil tersipu malu.


" Lagi ngobrol tentang apa nih, kok seru banget." Tanya ibuku.


"Ini Bu, anak mu sekarang sudah punya fans." Jawab ayah ku sambil tersenyum.


"Wah siapa nak.?" Tanya ibu ku.


"Tidak ibu, ayah bohong." Jawab ku.


"Ini Bu yang tadi, siapa nama nya tuh ayah lupa tadi." Ucap ayah ku.


"Haris yah, emang dia.?" Tanya ibu ku.


"Ibu jangan di percaya, ayah bohong." Jawab ku.


"Tadi ayah ngeliat Bu, cara berpamitan dengan putri kita." Lantang ayah ku.


"Serius yah, wah anak kita sudah dewasa ya hehehe." Ucap ibu ku.


"Ibu, Hanna malu tau ." Jawab ku.


"Gapapa sayang asal jangan berlebihan ya." Ucap ayah ku.


"Iyah ayah, terima kasih." Jawab ku.


"Ayah akan dukung kamu selagi positif." Ucap ayah ku.


"Aku sangat sayang ayah sama ibu." Jawab ku.


"Iyah kami juga sayang banget sama Hanna." Ucap ayah dan ibu.


"Ibu mau bikin apa beli tepung terigu.?" Tanya ku.


"Ibu mau bikin bolu kukus sayang." Jawab ibu ku.


"Wah enak banget." Jawab ku sambil tersenyum.


"Itu kan kesukaan kamu Hanna." Ucap ibuku.


"Oh iyah ibu, Haris minta tempe tepung yang waktu itu ibu bawain untuk aku." Jawab ku.


"Emang dia suka Hanna." Tanya ibu ku.


"Ya begitulah ibu, gara-gara goreng tempe ibu Haris baik sama aku." Jawab ku.


"Ya sudah nanti ibu buatkan ya." Ucap ibu ku.


"Terima kasih ibu, ya sudah aku mau mandi dulu ya." Jawab ku.


"Iyah sama-sama Hanna." Ucap ibu ku.


lalu aku pun bergegas pergi ke kamar ku, dan langsung mempersiap kan untuk mandi. selagi aku mau mandi tiba - tiba ponsel ku berdering.


lalu aku pun langsung memeriksa nya. setelah aku lihat ternyata Haris yang menelphone ku. tumben Haris nelphone ada apa ya. gunam ku dalam hati.


Aku: "Assalamualaikum."


Haris: "Walaikumsalam."


Aku: "Ada apa Ris tumben menelphone ku.?"


Haris: "Aku cuman mau ngabari kalau aku sudah sampe."


Aku: "Alhamdulilah kalau kamu sudah sampe."


Haris: " Thanks ya Hanna, setelah apa yang gue lakuin sama lu, tetapi lu masih baik terhadap gue."


Aku: "Iyah sama-sama."


Haris: "Kamu lagi apa Hanna.?"


Aku: "Aku baru siap-siap mau mandi Ris."


Haris: "Emang jam berapa sekarang, kok kamu mau mandi.?"


Aku: "Sudah pukul setengah enam Ris."


Haris: "Oh begitu ya, ya sudah kalau mandi jangan lupa makan ya Hanna."


Aku: "Tumben kamu perhatian sama aku, pasti ada mau nya ya.?"


Haris: "Oh tidak kok, aku tulus perhatian sama kamu."


Aku: " Aku gak bisa percaya secepat itu terhadap kamu Ris, setelah apa yang kamu lakuin sebelum nya terhadap ku."


Haris: "Gue ngerti kok Hanna, makan nya gue mau menebus dosa terhadap lu."


Aku: "Dengan cara apa?, dengan cara kamu membuat aku kesal.?"


Haris: "aemang gue ngeselin ya Hanna.?"


Aku: "Menurut kamu, sikap kamu gimana.?"


Haris: "Iyah deh gue intropeksi diri."


Aku: "Nanti di telphone lagi ya, aku mau mandi sudah sore."


Haris: "Tetapi nanti boleh kan, gue menelphone lagi.?"


Aku: "Iyah insya Allah boleh."


Haris: "Bye Hanna."


Aku: " Bye Haris.


Entah kenapa sulit sekali untuk bisa mempercayai Haris, setelah apa yang dia lakukan terhadap ku, pendekatan nya dengan ku hanyalah membuat risih.


*


*


*


Aduh kenapa gue kipiran Hanna terus sekarang, apa gue cinta sama dia. gunam Haris dalam hati.


Bahkan disaat Hanna sudah putus dengan Fikri kenapa gue yang bahagia, kan seharus nya biasa saja.


Haris terlihat begitu cemas soal perasaan nya, sedangkan Hanna adalah perempuan yang selama ini ia bulli.


Selagi Haris melamun memikirkan Hanna, tiba - tiba bunda nya pun datang menghampiri Haris.


"Haiii kok anak bunda bengong sih.?" Tanya bunda Haris.


"Haris bingung bunda." Jawab haris.


"Bingung kenapa sayang.?" Tanya bunda.


"Haris terus menerus memikirkan perempuan yang sering Haris bulli!" Jawab Haris.


"Kok bisa kamu membuli nya, emang dia kenapa.?" Tanya bunda.


"Karena dia perempuan yang wajah nya penuh dengan jerawat." Jawab Haris.


"Lalu kenapa kamu memikirkan nya sekarang." Tanya bunda.


"Karena dia sudah cantik bunda, aku jadi bingung." Jawab Haris.


"Kamu harus berusaha sayang, apalagi tidak mudah untuk perempuan itu menerima kamu." Ucap bunda.


"Terima kasih bunda saran nya." Jawab Haris.


"Iyah sama - sama sayang." Ucap bunda.

__ADS_1


__ADS_2