
Aku dan ibu mengobrol banyak dikamar ku, rasanya sudah sangat lama aku tidak berbincang seperti ini. Rasanya bahagia sekali bisa dekat kembali sama ibu.
Kurang lebih satu jam kami mengobrol tiba-tiba ayah memanggil ibuku.
"Ibu kesini dulu sebentar" Teriak ayah kepada ibuku.
Lalu ibuku mendengar teriakan dari ayah ku. setelah itu ibu langsung menghampiri ayah ku.
"Iyah ayah tunggu sebentar ibu ke sana" Jawab ibuku.
"Hanna ibu ke ayah dulu ya" Ucap ibu kepada ku.
"Iyah ibu silahkan" Jawab ku sambil tersenyum.
"Bye Hanna" Ucap ibu ku sambil melangkah ke arah pintu kamar.
"Iyah bye" Jawab ku.
Ibuku langsung bergegas pergi ke arah luar kamar ku, untuk menghampiri ayah. selagi di rumah aku bingung harus melakukan aktivitas apa sedangkan semua nya sudah selesai.
Aku mengirim kan pesan kepada Haris siapa tau dia tidak sibuk, lagian aku merasa jenuh diem di rumah saja.
[ "Hai Ris kamu lagi apa?"] Send.
Tidak lama kemudian Haris langsung menjawab pesan ku.
[ "Gue lagi nonton tv Hanna"] Jawab Haris.
[ "Nonton sama bunda ya Ris?"] Send.
[ "Tidak Hanna gue sendiri"] Jawab Haris.
[ "Bunda gimana kabar nya Ris?"]
[ "Alhamdulilah bunda gue sehat Hanna"] Jawab Haris.
Tidak lama kemudian Haris menelpon ku. Padahal lagi kirim pesan tetapi malah ngajak nelpon nih anak. Gundam ku dalam hati. aku langsung mengangkat telpon nya
Haris: "Assalamualaikum"
Aku: "Walaikumsalam Haris, kok nelpon kan lagi saling kirim pesan?"
Haris: "Gue lagi rindu suara lu Hanna"
Aku: "Masa sih Ris"
Haris: "Iyah Hanna, kamu lagi apa di sana?"
Aku: "Aku lagi rebahan saja di kasur"
Haris: "Kamu tidak pergi untuk jalan-jalan Hanna?"
Aku: "Tidak Ris, aku lagi males saja"
Haris: "Tumben males, are you oke?"
Aku: "Aku oke kok cuman lagi males saja"
Haris: "Bagaimana kalau nanti malam kita dinner, kamu mau gak?"
Aku: "Mau dinner dimana Ris?"
Haris: "Di Cafetaria saja yang tidak jauh dari sini"
Aku: "Dinner nya jam berapa?"
Haris: "Sekitar jam tujuh saja, nanti gue jemput ya"
Aku: "Iyah boleh Ris nanti aku izin dulu sama ayah dan ibuku"
__ADS_1
Haris: "Iyah Hanna nanti kabari gue langsung ya"
Aku: "Iyah Ris see you"
Haris: "Dandan yang cantik ya princes ku"
Aku: "Ih apaan sih Ris, malu tau hehe"
Haris: "Emang salah ya gue manggil itu?"
Aku: "Nggak sih, ya sudah aku mau tidur siang dulu ya"
Haris: "Iyah princes ku hehe sampai ketemu nanti malam ya"
Aku: "Iyah Ris"
Aku pun langsung mematikan telpon nya. Ih apaan sih kenapa Haris jadi bucin sama aku. Gundam ku dalam hati. Tidak lama kemudian aku pun tertidur, waktu itu pukul dua belas siang.
Pada pukul tiga sore aku terbangun, aku mendengar suara TV menyala. pasti itu ibu dan ayah ku. Gundam ku dalam hati. Aku langsung menghampiri nya.
"Hai ayah, ibu lagi nonton film apa?" Tanya ku kepada ayah dan ibuku.
"Kami sedang menonton sinetron sayang" Jawab ayah ku.
Ayah sama ibu sudah makan belum?" Tanya ku.
" Belum Hanna, emang kenapa" Jawab ibuku.
"Gapapa Bu hehe" Ucap ku.
"Kamu makan belum Hanna?" Tanya ayah ku.
"Belum ayah" Jawab ku.
"Kenapa belum ini sudah jam tiga loh" Ucap ayah ku.
"Kapan Hanna?" Tanya ayah ku.
"Nanti jam tujuh malam ayah" Jawab ku.
"Naik apa kesana nya?" Tanya ayah ku.
"Di jemput sama Haris kesini yah" Jawab ku.
"Yakin makan malam sama Haris Hanna?" Tanya ayah ku.
"Iyah ayah, ibu ayah gak percaya tuh sama hanna" Ucap ku.
"Ayah harus memastikan Hanna, kamu anak ayah dan ibu satu-satunya" Jawab ayah ku.
"Iyah Hanna kami akan khawatir kalau kamu sampe kenapa-kenapa" Ucap ibuku.
"Ya sudah aku mau menelpon Haris dulu biar ayah sama ibu percaya sama Hanna" Jawab ku.
"Iyah silahkan nak" Jawab ibuku.
Aku langsung menelpon Haris ~BERDERING~ tidak lama kemudian Haris mengangkat telpon nya.
Haris: " Assalamualaikum Hanna"
Aku: "Walaikumsalam Haris"
Haris: "Gimana ibu dan ayah ngizinin gak?"
Aku: "Ini ibu dan ayah ku mau bicara sama kamu Ris, boleh gak?"
Haris: "Boleh dong Hanna"
Aku: "Ya sudah aku kasih ponsel ku dulu ke ibu sama ayah"
__ADS_1
Haris: "Iyah Hanna, silahkan"
Aku langsung memberikan ponsel ku terhadap ayah, orang tua begitu posesif kepada ku mungkin itu bentuk kasih sayang dari mereka terhadap anak nya.
"Ayah ini Haris mau bicara" Ucap ku kepada ayah.
"Iyah Hanna sini ponsel nya" Jawab ayah ku sambil mengambil ponsel ku.
Ayah: "Hello nak Haris gimana kabar nya?"
Haris: "Alhamdulillah baik om, om gimana kondisi nya sudah membaik kah?"
Ayah: "Alhamdulilah om sudah membaik"
Haris: "Alhamdulilah kalau begitu Haris seneng denger nya"
Ayah: "Oh iyah nak Haris tadi Hanna meminta izin terhadap om katanya mau makan malam sama kamu, itu bener nak?"
Haris: "Iyah bener om, Haris mau meminta izin ingin mengajak Hanna makam malam boleh gak?"
Ayah: "Iyah boleh nak Haris tadinya om menelpon hanya memastikan saja takut nya ia berbohong"
Haris: "Alhamdulilah kalau begitu, terima kasih om"
Ayah: "Iyah sama-sama nak Haris"
Haris: "Iyah om"
Ayah: "Nanti kamu jemput Hanna jam berapa Ris?"
Haris: "Jemput jam tujuh malam om"
Ayah: "Ya sudah kalau begitu, kamu bicara sama Hanna lagi ya"
Haris: "Baik om, sekali lagi terima kasih ya"
Ayah: "Iyah sama-sama Ris"
Ayah ku langsung memberikan ponsel nya kepada ku.
Hanna nih ponsel nya, ayah sudah bicara sama nak Haris" Ucap ayah ku.
"Iyah ayah sini" Jawab ku sambil mengambil ponsel nya.
Aku: "Gimana Ris apa ayah ku memberi izin untuk malam ini?"
Haris: "Alhamdulilah ayah mu memberi izin untuk nanti kita makan malam"
Aku: "Alhamdulilah aku seneng kalau begitu"
Haris: "Ya sudah kalau begitu sampai ketemu nanti ya Hanna"
Aku: "Iyah Haris"
Aku langsung mematikan telpon nya, lalu aku berterima kasih kepada ayah ku.
"Ayah terima kasih banyak ya, sudah mengizinkan Hanna untuk makan malam bareng Haris" Ucap ku kepada ayah sambil tersenyum.
"Iyah sama-sama Hanna" Jawab ayah ku.
"Nanti pulang nya jangan sampe kemalaman ya nak" Ucap ibuku.
"Siap ibu, Hanna janji selesai makan pasti pulang " Jawab ku.
"Ya sudah kamu makan dulu, lagian tadi siang gak makan kan?" Tanya ayah ku.
"Iyah ayah hehe" Jawab ku.
Aku langsung ke dapur untuk mengambil makan, ayah dan ibu ku sangat khawatir kalau asam lambung ku kumat lagi makannya kalau perhatian soal makan pasti sedikit lebih tegas hehe.
__ADS_1