
Sambil menunggu Haris selesai mandi dan siap-siap untuk sekolah, aku melanjutkan ngobrol bersama bunda Nadia.
Kurang lebih dua puluh menit aku menunggu Haris, akhir nya ia pun selesai. ish laki-laki mandi nya lama banget. gunam ku dalam hati.
"Hanna sorry ya menunggu lama" Ucap Haris.
"Iyah gapapa kok Ris, berangkat yuk ntar telat lagi" Jawab ku.
"Iyah Hanna kita berangkat sekarang" Ucap Haris.
Lalu aku dan Haris langsung izin kepada bunda Nadia.
"Bunda Haris sama Hanna berangkat sekolah dulu ya, bunda hati-hati dirumah" Ucap Haris kepada bunda Nadia.
"Baik Hanna, Haris" Jawab bunda Nadia.
"Assalamualaikum bunda" Ucap ku dan Haris.
"Walaikumsalam" Jawab bunda.
Lalu aku dan Haris pun langsung masuk ke dalam mobil. yakin gak sih aku berangkat bareng Haris. gunam ku dalam hati.
"Haris ini beneran, kamu mau berangkat sama aku?" Tanya ku.
"Iyah Hanna beneran, lagian ngapain gue bohong sama lu" Jawab Haris.
"Ya kan kamu tau sendiri, nanti bakalan banyak perempuan yang sangat benci sama aku" Ucap ku.
"Kok bisa Hanna?" Tanya Haris.
"Ya dikarenakan aku sekolah bareng sama kamu" Jawab ku.
"Udah rileks saja Hanna, gue bakalan lindungi lu kok" Ucap Haris.
"Yakin nih mau lindungi aku?" Tanya ku.
"Seribu yakin Hanna, gue teman dekat lu jadi tidak akan tinggal diem kalau kamu di jahatin sama yang lain" Ucap Haris.
"Iyah terima kasih Haris" Jawab ku.
"Sama-sama Hanna, hehehehe" Ucap Haris.
Lalu kami pun sampai, kurang lebih lima belas menit di perjalanan. lalu pak Umar pun turun untuk membuka kan pintu mobil nya.
"Terima kasih pak Umar." Ucap aku dan Haris.
"Sama-sama bos" Jawab pak Umar.
Kami pun langsung jalan ke arah kelas, selagi aku berjalan semua orang terkejut di saat aku sekolah bareng Haris. pasti banyak pertanyaan dari diri mereka soal aku dan Haris. gunam ku dalam hati.
"Hanna serius lu dianterin sama Haris" Lantang Zaskia dengan terkejut.
"Iyah Zaskia, kebetulan dia ikut nginep dirumah sakit" Jawab ku.
"Emang siapa yang sakit Hanna?" Tanya Zaskia.
__ADS_1
" Ayah ku Zas" Jawab ku.
"Ayah lu sakit apa Hanna?" Tanya Zaskia.
"Ayah ku sesak nafas Zas, mungkin kecapean bekerja" Jawab ku.
"Mudah-Mudahan segera di sembuhkan ya Hanna" Ucap Zaskia.
"Aamiin terima kasih ya Zaskia" Jawab ku.
"Masuk kelas yuk, bentar lagi bell bunyi" Ucap Zaskia.
"Iyah Zaskia."
Setelah itu aku pun dan Zaskia berjalan menuju ke arah kelas. selagi aku sampai didepan kelas aku bertemu dengan ratu, Siska dan April.
"Ada si cewe busuk nih baru datang" Teriak ratu.
"Tumben kesiangan biasanya paling awal nih" Lantang siska.
"Sorry aku tidak punya urusan dengan kalian" Jawab ku sambil bergegas pergi ke dalam kelas.
"Si cewe busuk ini tidak ada sopan-santun enak aja dia ninggalin gue begitu saja" Lantang ratu dengan penuh emosi.
"Quen kita hajar saja nanti pulang sekolah" Jawab April.
Ratu terlihat sangat jengkel kepada ku, tetapi aku tidak memperdulikan nya, rasanya sudah lelah dengan sikap ratu dan teman-temannya.
Pada pukul sembilan pagi kami beristirahat, aku dan Zaskia langsung ke kantin untuk jajan.
"Zas ke kantin yuk" Aku mengajak Zaskia.
"Kok tumben tidak sarapan dulu, emang kenapa Zas?" Tanya ku.
"Bangun nya kesiangan Hanna, jadi tidak sempat sarapan deh" Jawab Zaskia.
"Ya ampun Zaskia ada-ada saja hehehe" Ucap ku.
"Ya sudah yuk kita ke kantin sekarang nanti ngantri lagi" Lantang Zaskia.
"Iyah ayo Zas" Jawab ku.
Lalu aku dan Zaskia pun langsung bergegas menuju kantin, sesampai kami disana sudah ada ratu dan temen-temen yang lain nya.
"Haii teman-teman liat si cewe busuk ini sudah menjadi orang ketiga dia antara gue sama Haris" Teriak ratu.
Ini apa-apaan si Ratu gak jelas banget deh. Gunam ku dalam hati. Lalu Zaskia pun terlihat kesal dengan sikap ratu kepada ku.
"Ratu lu ngapain ngomong kayak begitu terhadap Hanna, alay banget sih hidup lu" Lantang Zaskia dengan kesal.
"Sudah Zas, tidak perlu ribet lagian aku juga tidak peduli ratu mau menilai aku seperti apa" Jawab ku dengan kalem.
"Heh cewe busuk tidak perlu sombong, jangan mentang-mentang lu dekat dengan Haris bisa seenak nya sama gue" Teriak Ratu.
"Ratu itu hak kamu yang jelas aku tidak peduli dengan ucapan mu sedikitpun" Jawab ku.
__ADS_1
"Anj**Ratu si Hanna sudah mulai berani sama kita" Lantang April dan Siska.
Ratu terlihat sangat kesal kepada ku, mereka pun langsung pergi meninggalkan kantin.
"Hanna are you oke?" Tanya Zaskia.
"Aku baik kok Zas, emang ada yang salah ya sama aku" Jawab ku sedikit terheran-heran.
"Gila temen gue sekarang sudah menjadi orang pemberani" Ucap Zaskia.
"Pemberani gimana maksudnya Zas?" Tanya ku.
"Sudah berani melawan Ratu padahal sebelum nya kamu takut banget kan" Jawab Zaskia
" Ya ampun Zaskia aku tidak menyadari hal itu" Ucap ku sedikit terkejut.
"Yeyeeeee basmi saja si Ratu Hanna supaya tidak ada korban yang lain nya" Jawab Zaskia dengan sangat happy.
Ya ampun aku sampai tidak menyadari hal itu, bahkan barusan aku berani menentang ratu si perempuan paling angkuh disekolah ini. gunam ku dalam hati.
Aku sedikit Happy saja ada nya perubahan dihidupku, jadi setelah ini tidak ada lagi yang menginjak harga diriku lagi.
Tidak lama kemudian Haris pun menyusul ku ke kantin.
"Hanna kamu mau makan apa?" Tanya Haris.
"Aku lagi pengen nasi goreng buatan ibu Risma" Jawab ku.
"Kok kamu tidak bilang kalau mau ke kantin" Ucap Haris.
Tiba-tiba Zaskia meledek kami dan ia mengira nya kami sudah berpacaran.
"Eheeem sekarang harus laporan-laporan nih kalau kemana-mana heheee" Lantang Zaskia.
"Tidak kok Zas, Haris nya saja yang terlalu posesif" Jawab ku sedikit malu.
"Ris gimana sudah mendapatkan hati Hanna?" Tanya Zas kepada Haris.
"Hehehe belum sih Zas, susah banget mendapatkan nya" Jawab Haris.
"Berjuang terus ya Ris, gue dukung deh" Ucap Zaskia terhadap Haris.
"Ih Zaskia kok gitu" Ucap ku.
"Tidak usah malu-malu sama gue Hanna, Ia kan Ris?" Tanya Zaskia kepada Haris.
"Iya lah kan Zaskia temen deket lu Hanna" Jawab Haris.
"Tuh dengerin kata calon pacar lu" Ucap Zaskia.
"Emang siapa yang mau pacaran sama dia Zaskia?" Tanyaku.
"Ya elu lah Hanna ya kali gue, kan sudah ada"Jawab Zaskia.
"Haris mana mau sama cewe busuk Zaskia" Ucap ku.
__ADS_1
"Gue mau kok Hanna" Jawab Haris dengan simple.
Sebener nya aku suka sama kamu Ris, tetapi sikap arogan dimasalalu kamu ke aku itu membuat aku sangat takut.