Asmara Waktu SMA

Asmara Waktu SMA
penyesalan Haris terhadap Hanna bab 9


__ADS_3

"Aku menyesal bunda kenapa dulu, aku sering membuli nya." Ucap Haris.


"Iyah bunda tau, penyesalan emang selalu datang di akhir sayang, tetapi semoga ini jadi pelajaran untuk kamu kedepan nya, supaya tidak merendah kan siapa pun." jawab bunda.


"Bunda andaikan kedua orang tua nya tau, bagaimana ya.?" Tanya Haris.


"Emang kedua orang tua nya si perempuan itu tidak tau.?" Jawab bunda ku.


"kayak nya nggak deh bund, soal nya tadi Haris main kerumah nya sikap nya biasa-biasa saja."


"Kamu ngapain kesana Ris.?" tanya bunda


"Aku cuman pengen kenal lebih dekat saja bunda, sama Hanna." Jawab Haris.


"Bagaimana sikap keluarga nya terhadap mu.? tanya bunda.


"Mereka ramah-ramah banget bunda, apalagi ibu nya!" Jawab Haris.


"Ya sudah kapan-kapan, Hanna ajak main kesini juga ya."Ucap bunda.


"Emang boleh bunda.?"


"Boleh dong, tetapi ingat jika ia tidak mau jangan memaksanya!" Ucap bundq


"Baik bunda."


"Kamu sudah makan belum sayang.?" tanya bunda.


"Sudah bunda, tadi sore dirumah Hanna." Jawab Haris.


"Makan pake apa disana.?" Tanya bunda.


"Tumis kangkung, sama ayam goreng!" jawab Haris.


"Syukur deh kalau udah, bunda mau siap-siap sholat magrib dulu ya." Ucap bunda


"Baik bunda, nanti aku nyusul yah." Jawab Haris.


"Iyah, tetapi jangan sampe Tidak sholat ya."


"Iyah bunda."


Lalu bunda ku pun pergi mengambil wudhu, aku harus memikir kan bagaimana caranya supaya Hanna bisa ketemu sama bundaku.


Baru kali ini aku mencintai perempuan begitu dalam, sampe-sampe aku tidak ikhlas ia bersama laki-laki mana pun termasuk Fikri temen ku sendiri.


Keesokan hari nya, aku berangkat sekolah diantar kan oleh supir ku yang bernama pak umar. aku meminta lebih pagi berangkat nya supaya aku bisa memantau Hanna.


"Bos Haris tumben berangkat sepagi ini.?" Tanya pak Umar, supir ku


"Iyah pak Umar, Haris ada tugas yang belum dikerjakan." Jawab Haris.


"Oh begitu, pantesan saja kamu pagi banget." Ucap pak Umar.

__ADS_1


"Iyah sorry ya pak Umar." Jawab Haris.


"Iyah gapapa bos Haris." Ucap pak Umar.


Lalu kami pun berangkat ke sekolah, waktu itu sekitar pukul lima lewat lima puluh, dini hari. berharap semoga Hanna tidak digoda sama laki-laki disekolah.


"Bos Haris sudah sampe." Ucap pak Umar.


"Baik pak Umar terima kasih." Jawab Haris.


"Iyah sama-sama, kalau begitu pak Umar langsung pulang saja ya." Ucap pak Umar.


"Iyah silahkan pak Umar, hati-hati dijalan ya." Jawab Haris.


"Iyah bos Haris, semangat belajar nya." Ucap pak Umar.


"oke pak Umar." Jawab Haris.


Lalu aku pun langsung masuk kedalam kelas untuk menaro tas.


*


*


*


"Ibu Hanna berangkat sekolah dulu ya." Ucap ku.


"Iyah Hanna, uang untuk ongkos nya ibu taro di atas kulkas." Teriak ibu ku.


"Walaikumsalam Hanna, hati - hati ya." Jawab ibuku.


Kebetulan waktu aku berangkat ke sekolah, ibu ku sedang berada di kamar mandi, dan ayah ku sudah berangkat bekerja.


Aduh udah pukul enam lewat lima belas, bisa-bisa aku telat lagi. gunam ku dalam hati. lalu aku pun langsung bergegas pergi ke depan gang.


Setiba di depan gang ada mobil angkutan umum lewat. alhamdulilah aku tidak perlu menunggu nya lama - lama.


"Bang tunggu, aku mau naik." Teriak ku.


Lalu Abang nya pun berhenti


"Silahkan neng." Jawab Abang nya.


Lalu aku pun menaiki nya.


"Bang sedikit lebih cepat ya, aku sudah telat." Ucap ku


"Baik neng." Jawab Abang nya.


"Terima kasih bang." Ucap ku.


Lalu Abang nya pun langsung menjalan kan mobil nya, dengan kecepatan yang tidak biasanya. kebetulan penumpang nya cuman ada aku seorang.

__ADS_1


Sekitar lima menit, akhir nya aku pun sampai ke sekolah. alhamdulilah tidak terlambat gunam ku dalam hati.


"Bang ini ongkos nya." Ucap ku.


"Uang nya pas ya neng, terima kasih." Jawab Abang nya.


"sama-sama, Abang hebat kayak pembalap bawa kendaraan nya!" Aku pun sedikit memuji si Abang nya.


"Ah si neng bisa saja heheh." Jawab Abang nya.


Lalu aku pun langsung masuk ke dalam kelas, selagi aku berjalan menuju kelas tiba-tiba Haris memberhentikan perjalanan ku.


"Hanna, kamu sangat cantik." Lantang Haris.


"Tumben pagi-pagi gini sudah merayu." Jawab ku.


"Bukan merayu Hanna, gue bilang seperti ini fakta tau." Ucap Haris.


"Tapi sayang aku tidak percaya sama kamu." Jawab ku sedikit ketus.


"Itu hak kamu Hanna, mau percaya atau tidak." Jawab Haris.


Lalu aku pun bergegas pergi dan tidak memperdulikan rayuan dari Haris. so so an memuji didepan orang, dulu ngebuli didepan orang. gunam ku dalam hati, dengan sangat kesal.


Tiba - tiba aku berpapasan dengan ratu, di depan kelas.


"Heh cewe busuk, ngobrolin apa tadi sama Haris." lantang Ratu.


"Kamu bisa tanya dia, apa yang kita bicarakan tadi." Jawab ku ketus kepada ratu.


Lalu aku pun langsung masuk kedalam kelas, dan mengabaikan pertanyaan yang menurut ku tidak penting. si ratu ketakutan banget laki nya suka sama aku. gunam ku dalam hati.


"Hanna, gue boleh nanya sesuatu tidak.?" Tanya Zaskia.


"Boleh Zaskia, ada apa." Jawab ku


"Gue kemarin di telphone sama si Haris, kata nya ia kemarin main ya kerumah lu!" Ucap Zaskia.


"Iyah aku juga tidak tau kenapa sikap nya bisa berubah secepat itu." Jawab ku dengan terheran-heran.


"Cieeee jangan-jangan Haris suka lagi sama lu." Ucap Zaskia.


"Ih apaan sih Zaskia, ngaco deh pembahasan nya." Jawab ku sedikit tersenyum.


"Hehehehe kan bisa jadi Hanna, coba deh perhatikan, Haris yang sekarang lebih sering memperhatikan kamu." Ucap Zaskia.


"Apaan sih, nggak juga emang sikap nya dia seperti itu ke semua perempuan." Jawab ku.


"Ke Hanna bukan ke setiap perempuan hehehe." Ucap Zaskia sambil memuji ku.


"Mulai deh Zaskia, jangan-jangan kamu bersekongkol ya sama Haris." Jawab ku.


"Enggak kok Hanna, ini menurut pemikiran gue saja." Lantang Zaskia.

__ADS_1


"Awas saja kalau sampe bersekongkol." Jawab ku.


__ADS_2