
Aku harus mempersiapkan apa ya untuk nanti kerumah nya Hanna. aku tidak boleh kalah sama Aiden. pokok nya Hanna hanya boleh menatap ku seorang bukan Aiden.
Haris tidak berhenti untuk mencari perhatian dari Hanna. padahal dulu Haris sudah membuat Hati Hanna hancur berkeping-keping tetapi sekarang ia tidak ikhlas kalau Hanna dimiliki sama laki - laki lain.
Aku telphone bunda dulu deh, untuk meminta izin menengok Hanna. gunam Haris dalam hati.
lalu Haris pun langsung mengambil ponsel nya dan langsung menelphone bunda.
~ berdering~
Lalu bunda nya langsung mengangkat panggilan dari Haris.
Bunda: "Assalamualaikum anak bunda."
Haris: "Walaikumsalam bunda."
Bunda: " Kenapa anak bunda jam segini menelphone.?"
Haris: "Bund aku mau izin pulang nya sedikit telat."
Bunda: "Emang kenapa Haris.?"
Haris: "Aku mau menengok Hanna, terlebih dahulu."
Bunda: "Emang Hanna sakit apa Ris.?"
Hanna: "Kata nya demam sih bunda, tadi sempat pingsan di sekolah."
Bunda: "Ya sudah kalau begitu, bunda izinin tetapi ingat jangan pulang malam."
Aku: "Iyah bunda, nanti pak Umar tidak perlu jemput aku ya."
Bunda: "Emang kamu mau naik apa Haris.?"
__ADS_1
Haris: "aku bareng sama Aiden, temen ku."
Bunda: "Ya sudah hati - hati ya nak."
Haris: "Baik bunda, Miss you."
bunda: "Miss you too sayang."
Alhamdulilah bunda sudah mengizinkan aku. aku bawa bolu saja ya, Aiden kan nanti bawa buah - buahan untuk Hanna. gunam Haris dalam hati.
Lalu tiba-tiba ratu menghampiri Haris.
" Haii Haris, makan bareng yuk." Ucap Ratu.
"Gue gak mau ratu, lagian gue sudah makan!"Jawab Haris.
"Makan dimana Ris.?" Tanya Ratu.
"Emang masakan rumah, mulut lu cocok Ris hahaaaa." Ucap Ratu.
"Masakan ibu Hanna lebih enak daripada masakan di luar." Jawab Haris dengan tegas.
"Menurut lu gue akan percaya Ris, gak mungkin seorang Haris anak pengusaha bakalan suka sama masakan rumahan." Teriak Ratu.
"Itu hak gue ratu, lu gak bisa ngatur-ngatur hidup gue, emang lu siapa gue.?" Tanya Haris.
Lalu Haris pun pergi meninggalkan ratu. tidak Habis pikir gue sama si ratu, ngapain juga harus ikut campur sama urusan gue. gunam Haris dalam hati.
Haris sangat kesal dengan sikap ratu yang selalu menjelek-jelekan Hanna. padahal Hanna tidak pernah jahat kepada siapa pun.
Tidak terasa waktu pun sudah menunjukan pada pukul setengah tiga sore. lalu bell pulang sekolah pun berbunyi.
kriiiiiiiiiiiiing....
__ADS_1
kriiiiiiiiiiiiiing.....
kriiiiiiiiiiiiiiing...,....
Alhamdulilah sudah pulang, aku langsung ke kantin saja deh untuk menunggu Aiden.
Setelah aku sampe di kantin ternyata Aiden belum sampe. kurang lebih tiga menit Haris menunggu, tiba-tiba Aiden pun datang.
"Ris sorry ya Ris, sudah menunggu terlalu lama." Ucap Aiden.
"Iyah gapapa Aiden, jalan sekarang yuk keburu sore." Jawab Haris.
"Iyah ayo Ris." Ucap Aiden.
Haris dan Aiden pun berangkat ke rumah ku pada pukul tiga sore.
Selagi di perjalanan Aiden dan Haris berhenti di toko buah.
"Ris berhenti dulu ya disini, gue mau beli buah-buahan dulu sebentar." Ucap Aiden.
"Iyah silahkan Aiden, tetapi Aiden nanti gue mau beli bolu di toko kue ya." Jawab Haris.
"Iyah ntar gantian sama gue." Ucap Aiden.
"Iyah thanks ya bro." Jawab Haris.
"Sama-sama Ris." Ucap Aiden.
Lalu Aiden pun masuk ke toko buah terlebih dahulu.
Mudah-mudahan Hanna cepet membaik, kalau ia tidak masuk sekolah gue bakalan rindu berat sama dia. gunam haris dalam hati.
Haris tidak berhenti senyum-senyum sendiri saat ia mengingat tentang Hanna.
__ADS_1