
Setiba di ruang tunggu, tiba-tiba Hanna dan ibu nya tidak ada. mereka kemana kok tiba-tiba menghilang begitu saja. gunam Haris di dalam hati.
Lalu Hanna dan ibu nya pun datang. ya ampun mereka habis dari mana. gunam Haris dalam hati.
"Tante sama Hanna habis dari mana?" Tanya Haris.
"Tante sama Hanna, habis dari mushola" Jawab Tante.
"kirain kemana tadi Haris nyariin" Ucap Haris.
"Iyah lupa, Tante tidak memberi tau kamu terlebih dahulu" Jawab Tante salsa.
"Ya sudah kita makan dulu yuk" Ucap ku.
"Ris gue gak laper nanti saja ya makan nya" Lantang Hanna.
"Hanna makan ya sedikit saja gapapa" Jawab Haris sambil merayu nya.
"Tidak Ris aku tudak laper sebelum mendengar kabar baik tentang ayah ku" Ucap Hanna.
Hanna sedikit keras kepala tetapi gue akan berusaha yang terbaik untuk nya.
"Hanna mau tidak, temenin ibu makan?" Lantang ibuku.
"Tidak ibu, Haris saja yang nemenin ya" Jawab Hanna.
"Ya sudah kalau begitu, ibu makan duluan ya" Ucap Ibuku.
"Iyah ibu" Jawab ku.
Lalu Tante salsa pun mengajak aku untuk makan bersama nya.
"Haris mau makan bareng sama Tante tidak?" Tanya Tante salsa.
"Iyah boleh Tante" Jawab Haris.
"Hanna jangan dipaksa dulu ya, nanti kita bujuk pelan-pelan." Ucap Tante salsa.
"Baik Tante, ya sudah yuk kita makan dulu"
Lalu gue dan Tante salsa pun langsung makan malam diruang tunggu. tidak tega melihat Hanna seperti itu sekarang. gue bakalan berusaha untuk bikin dia bahagia.
Tidak lama kemudian aku dan Tante salsa pun selesai makan nya.
" Haris Tante boleh minta tolong gak?" Tanya Tante salsa.
"Boleh Tante" Jawab ku.
"Tante mau minta tolong supaya Haris bisa membujuk Hanna untuk makan" Ucap Tante salsa.
"Baik Tante, nanti saya usahakan ya" Jawab Haris.
"Terima kasih ya Haris, Tante tidak tau harus meminta tolong siapa lagi" Ucap Tante salsa.
"Iyah sama-sama Tante" Jawab Haris.
Tante salsa begitu khawatir dengan kesehatan Hanna, ia takut seperti ayah nya.
"Tante yang sabar ya" Ucap Haris.
"Baik nak Haris, Tante akan usahakan itu" Jawab Haris.
Terlihat jelas mata Tante salsa begitu sembab menahan tangis nya. begitu pun Hanna dia merasa hancur melihat ayah nya seperti itu.
Lalu tiba-tiba bunda ku menelphone. tumben bunda menelphone ku, aku pun langsung melirik jam. ya Allah sudah pukul sepuluh malam. lalu aku pun langsung mengkat telphone nya.
Bunda: "Assalamualaikum"
Haris: "Walaikumsalam bunda"
Bunda: "Haris gimana kabar nya ayah Hanna?"
Haris: "Masih di ruang UGD bunda"
Bunda: "Haris nanti pulang gak nak"
__ADS_1
Haris: "kayak nya tidak deh bunda, nunggu perkembangan nya dulu seperti apa"
unda: "ya sudah kalau begitu, jangan lupa makan ya sayang"
Haris: "Iyah bunda, terima kasih sudah ngertiin Haris"
Bunda: "sama-sama sayang, ATM kamu dibawa kan nak?"
Haris: "Dibawa kok bunda"
Bunda: "ya sudah nanti bunda tambahin buat Hanna, buat tambah-tambah pengobatan ayah nya"
Haris: " I Miss you bunda"
bunda: " I Miss you too"
Alhamdulilah bunda sudah mau mengerti aku, Haris bangga punya bunda. gunam Haris di dalam hati. tidak lama kemudian bunda mengirim kan uang ke ATM ku senilai sepuluh juta.
Lalu suster pun keluar dan memanggil keluarga nya.
"keluarga nya bapak Arjuna?" Lantang suster.
Lalu aku pun langsung menghampiri nya.
" Iyah suster sebentar saya bangun kan dulu istri dan anak nya." Jawab ku.
"Silahkan pak." Ucap Suster.
Lalu aku pun langsung menghampiri Tante salsa dan Hanna.
"Tante, Hanna bangun kalian di panggil oleh suster." Ucap ku sambil menggoyangkan pundak nya.
Lalu Hanna dan Tante salsa pun langsung terbangun dengan kondisi terkejut.
"Iyah Haris, sorry gue ketiduran gimana tadi kata suster?" Tanya Hanna.
"Belum tau Hanna, harus keluarganya yang menghampiri nya" Jawab ku.
"Kalau begitu biar ibu saja ya Hanna" Ucap ibuku.
"Ya sudah kalau begitu Hanna, mari" Ucap ibuku.
"Ris lu ikut yuk!" Lantang Hanna
"Iyah yuk Hanna" Jawab ku.
Lalu kami pun langsung bergegas menuju ruangan yang sudah di sediakan.
" Permisi suster" Ucap Hanna.
"Iyah silahkan masuk pak, bu" Jawab suster.
"Iyah suster" Ucap ibuku.
Lalu kami pun masuk dan duduk di kursi yang sudah disedia kan.
"Suster gimana dengan suami saya?" Tanya Tante salsa.
"Suami ibu jantung nya lemah, sementara harus di pindah kan ke ruang NICU" Ucap susternya.
"Biaya nya berapa ya suster kira-kira.?" Tanya ibuku.
"Dua puluh juta bu" Jawab suster nya.
"Tidak bisa kurang ya suster?" Tanya Tante salsa.
"Tidak bu, kalau ibu setuju bisa langsung urus di administrasi" Jawab suster nya.
Terlihat jelas Hanna dan Tante salsa seketika kebingungan saat mendengar biaya nya sebanyak itu.
"Suster saya akan mengurusi administrasi nya, tolong di tindak secepat nya" Lantang Haris.
"Baik pak terima kasih" Jawab suster nya.
"sama-sama suster." Ucap ku.
__ADS_1
Hanna dan Tante salsa pun langsung menoleh kepada ku.
"Ris kami tidak punya uang sebanyak itu" Ucap Tante salsa.
"Tante sama Hanna jangan khawatir ya, insya Allah Haris bisa bantu" Jawab Haris
"Sebelum nya Tante berterima kasih ya nak, insya Allah secepat nya kami bantu" Ucap Tante ku.
"sama-sama Tante, iya silahkan kalau Tante mau ganti tetapi tidak juga gapapa" Ucap ku.
"Terima kasih ya Ris, aku berhutang Budi terhadap mu" Lantang Hanna.
" Sama-sama Hanna, janji ya kamu harus makan" Jawab Haris.
"Iyah insya Allah Ris" Ucap Hanna.
"Ya sudah Tante, Hanna saya tinggal dulu ya" Lantang Haris.
"Iyah silahkan Ris" Jawab Hanna, Tante salsa.
Lalu Haris pun pergi ke administrasi untuk mengurus pembayaran ayah ku. terharu sekali liat kebaikan Haris kepada keluarga ku.
Ibu ku menangis, karena bahagia masih ada orang yang mau menelong nya di saat kesusahan seperti ini.
"Bu alhamdulilah masih ada Haris ya" Ucap ku.
"Iyah Hanna, ibu merasa tidak enak sama dia" Jawab ibuku.
"Mudah-mudahan kita bisa mengganti nya secepat mungkin" Ucap ku.
"Aamiin Hanna" Jawab ibuku.
Setelah itu ayah ku dipindahkan ke ruangan NICU. aku melihat ayah ku terbaring lemah di tempat tidur. ayah cepat sehat ya Hanna rindu. ucap ku sambil berkaca-kaca.
Aku dan ibu mengikuti ayah sampe depan ruangan NICU. cuman bisa mengintip nya di bagian jendela.
Tidak lama kemudian Haris pun datang membawa bukti pembayaran nya, untuk di serahkan kepada suster.
"Nak Haris gimana, sudah selesai kah?" Tanya ibuku.
"Sudah Tante, alhamdulilah" Jawab Haris.
"Syukur kalau begitu" Ucap Ibuku.
Ibu ku pun kembali tersenyum saat Haris mengatakan pembayaran nya sudah selesai.
"Hanna bunda ku menitip salam untukmu" Ucap Haris sedikit pelan.
"Walaikumsalam, titip rindu untuk nya Haris!" Jawab Hanna.
"Siap Hanna, nanti saya sampai kan"
Lalu ibu ku bertanya kepada Haris.
" Nak Haris kamu besok sekolah kan?" Tanya ibuku.
"Iyah Tante, kebetulan ada ujian iya kan Hanna?" Jawab ku sambil melempar pertanyaan kepada Hanna.
"Iyah Bu, tetapi Hanna tidak mau sekolah mau nungguin ayah" Lantang Hanna.
"Ya ampun Hanna, kok tidak bilang sama ibu." Ucap ibuku.
"karena kalau bilang pasti di suruh sekolah" Jawab ku.
"Hanna harapan ayah sama ibu itu kamu, lalu kalau kamu gagal bagaimana dengan kami nak" Ucap ibuku.
Ada bener nya kata ibu, kalau ayah tau aku tidak sekolah pasti ia akan kecewa kepada ku.
"Iyah ibu besok aku kan sekolah kok" Ucap ku sambil tersenyum.
"Nah gitu dong, baru anak ibu sama ayah hehehe" Jawab ibuku.
"Izin Tante, nanti aku sama Hanna berangkat bareng saja ya." Ucap Haris.
"Iyah nak Haris silahkan" Jawab Tante salsa.
__ADS_1