Asmara Waktu SMA

Asmara Waktu SMA
Haris cemburu terhadap Hanna. bab 14


__ADS_3

Lalu Haris dan pak Yanto pun secepat nya mengambil kunci, setelah itu langsung menghampiri Hanna.


"Hanna, are you oke.?" Tanya Haris.


"Aku baik-baik saja kok Ris, gimana kamu sudah menemukan cara nya.?" Jawab ku.


"Sudah Hanna, gue dan pak Yanto membawakan konci nya." Ucap Haris.


"Terima kasih ya Ris, terima kasih pak Yanto." Lantang ku.


"Sama-sama Hanna." Jawab Haris.


"Iyah sama-sama neng, pak yanto buka dulu ya pintu nya." Ucap pak Yanto.


"Iyah silahkan pak." Jawab ku.


Lalu pak Yanto pun membuka kunci nya, tidak lama kemudian pintu nya pun bisa terbuka.


"Alhamdulilah akhir nya aku bisa keluar juga." Lantang Ku.


"Ya sudah pak Yanto tinggal dulu ya Ris, neng." Ucap pak Yanto.


"Baik pak sekali lagi terima kasih ya." Jawab ku.


"Iyah sama-sama neng." Ucap pak yanto


Lalu pak Yanto pun pergi, Haris langsung menatap ku dengan penuh ke khawatiran. tidak disangka ia seperti itu terhadap ku.


"Hanna lu gapapa kan.?" tanya Haris.


Haris pun langsung memeluk ku. terdengar jelas suara nya gemetaran saat ia menanyakan kabar ku.


"Aku baik-baik saja kok Ris, thanks ya sudah mau menolong ku." Jawab ku.


" Hanna siapa yang ngelakuin ini sama lu.?" Tanya Haris.


"Aku tidak tau Ris, tadi aku lagi ganti baju ditoilet tiba-tiba pintunya tidak bisa dibuka." Jawab ku terbata-bata.


"Aku khawatir banget sama lu Hanna." Ucap Haris.


Haris begitu erat memeluk ku, aku gak tau harus melakukan apa. aku cuman memeluk kembali.


"Ris sedikit demi sedikit, kamu berhasil bikin aku percaya sama ucapan mu." Ucap ku.


"Terima kasih Hanna." Jawab Haris

__ADS_1


"Sama-sama Ris, Haris pelukan nya lepas ya gak enak kalau ada orang lain lewat, nanti disangka nya kita ngapa-ngapain lagi disini." Lantang ku.


",Iyah Hanna." Jawab Haris.


Lalu Haris pun langsung melepas pelukan nya.


"Sorry ya Hanna, gue tidak sengaja memeluk lu gara-gara khawatir." Lantang Haris.


"Iyah gapapa Ris aku maklumin, ya sudah aku mau absen dulu sebelum pak Yana datang." Jawab ku.


"Oke Hanna, bye!" Lantang Haris.


"Bye Ris." Jawab ku


Lalu aku pun langsung bergegas pergi dari tempat itu, tetapi aku malah kefikiran tentang Haris. aduh pikiran ku penuh dengan Haris, masa iya aku jatuh cinta sama dia. gunam ku dalam hati.


Udah stop Hanna, tidak mungkin kamu jatuh cinta sama laki-laki itu. pikiran dan hati ku terus berperang bahkan aku bingung mana yang harus aku pilih.


aku langsung mengabsen kan diri, tidak lama kemudian pak Yana pun datang. alhamdulilah aku tidak telat. gunam ku dalam hati.


Lalu aku tidak sengaja menengok ke atas, tidak disangka Haris sedang memperhatikan ku, lalu ia tersenyum kepada ku.


"Cie di pantau sama ayang." Ucap Zaskia meledek ku.


Entah kenapa, kali ini di ejek oleh Zaskia rasa nya happy banget, beda dengan sebelum nya.


"Itu kenapa senyum-senyum.?" Tanya Zaskia.


"Aku pengen senyum saja Zas, emang gak boleh." Jawab ku.


"Yakin nih cuman senyum hahaaaa." Lantang Zaskia.


"Sudah stop Zas, jangan mengejek ku nanti pak Yana melihat kita, kamu mau di hukum.?" Jawab ku.


"Gapapa ya gue teriak biar semua orang tau." Ucap Zaskia.


"Zas, stop dong aku malu tau." Jawab ku tersipu malu.


"Iyah sorry, abis kalian tuh gemes nya hehehe." Ucap Zaskia.


"Gemes kenapa emang nya zas.?" Tanya ku.


"Yang satu nya gengsi, yang satu nya nyari perhatian terus." Ucap Zaskia.


"Ihh nggak, biasa saja tau." Jawab ku.

__ADS_1


"Oke deh biasa aja hahahaha." Ucap Zaskia.


Zaskia tida berhenti mengejek ku, padahal disamping ku ada ratu dan yang lain nya. tetapi ya sudah lah, aku juga tidak bisa menutup kebenaran ini.


Pada pukul setengah sepuluh kami pun mulai beristirahat.


"Haii Hanna." Aiden menegor ku.


"Haii Aiden, kamu ngapain disini.?" Tanya ku.


"Enggak tadi sekalian lewat saja, lalu aku melihat kamu disini." Jawab Aiden.


"Ya ampun, kirain kenapa." Ucap ku.


"Si Haris kemana, Hanna.?" Tanya Aiden.


"Aku tidak tau Aiden, mungkin di kelas atau di kantin." Jawab ku.


" Oh begitu ya." Ucap Aiden.


Lalu tiba-tiba Haris pun datang dengan wajah kesal.


"Eh tuh datang orang nya." Ucap ku.


"Eh iyah, baru gue omongin elu Ris, iya kan Hanna.?" Jawab Aiden.


"Iyah Ris, kamu kenapa kok wajah nya kusut." Tanya ku.


"Gue gapapa kok Hanna, silahkan dilanjut lagi pembicaraan nya."


Lalu Haris pun pergi dan meninggal kan aku dan Aiden.


" Aiden, Haris kenapa sih.?" Tanya ku.


"Gue gak tau Hanna." Jawab Aiden.


"Sikap nya tiba-tiba aneh saat melihat kita." Ucap ku.


"Iyah gak ngerti gue sama si Haris." Jawab Aiden.


"Aiden aku tinggal dulu ya." Lantang ku.


"Lu mau kemana Hanna.?" Tanya Aiden.


"Aku mau mengejar Haris." Jawab ku.

__ADS_1


__ADS_2