Asmara Waktu SMA

Asmara Waktu SMA
Hanna menemani Haris di rumah sakit Bab 47


__ADS_3

Kurang lebih lima belas menit Haris sampai ke rumah nya, waktu itu jam delapan malam.


"Assalamualaikum" Lantang Haris sambil membuka pintu nya.


Tetapi bunda nya Haris tidak menjawab. Bunda kemana ya kok tumben tidak menjawab salam ku. Gundam Haris dalam hati. Lalu Haris langsung mencari bunda nya.


Haris langsung mengecek kamar nya, setelah Haris sampai di kamar bunda nya ia melihat kalau bunda nya sudah tertidur lelap menggunakan selimut.


Kok tumben bunda jam segini sudah tidur, apa bunda ketiduran menunggu ku pulang. Gundam Haris dalam hati. Lalu Haris langsung menghampiri bunda nya.


"Bunda tumben sudah tidur" Ucap Haris sambil menatap bunda nya.


Tetapi bunda nya tidak mendengar ucapan dari Haris. Haris sangat penasaran banget, karena sebelum nya tidak pernah seperti ini. Lalu Haris langsung menghampiri sambil memegang jidat bunda nya.


"Astagfirullah bunda demam tinggi, pantesan saja bunda pingsan seperti ini" Lantang Haris.


Haris langsung membawa bunda nya ke rumah sakit karena membutuhkan perawatan medis. Aduh aku minta tolong siapa ya untuk menjaga bunda sementara. Gundam Haris dalam hati.


Kira-kira Hanna mau gak ya menolong ku, aku coba tanya dulu deh. Gundam ku dalam hati. Haris langsung menelpon Hanna. ~ BERDERING~ tidak lama kemudian Hanna langsung mengangkat nya.


Hanna: "Assalamualaikum"


Haris: "Walaikumsalam Hanna"


Hanna: "Kamu kenapa Ris, kok nafas nya kayak panik gitu?"


Haris: "Iyah Hanna bunda ku sakit, ini lagi on the way rumah sakit"


Hanna: " Bunda sakit apa Haris?"


Haris: "Entahlah Hanna aku belum tau pasti, tadi tiba-tiba bunda pingsan dikamar nya"


Hanna: "Kamu ke rumah sakit sama siapa Ris?"


Haris: "Sendiri Hanna, kebetulan pak Umar sedang izin cuti"


Hanna: "Ya sudah nanti aku temenin di rumah sakit ya"


Haris: "Kamu dapat izin dari ibu sama ayah?"


Hanna: "Iyah aku pasti izin kok, ya sudah aku siap-siap dulu ya"


Haris: "Thanks ya Hanna sudah mau membantu ku"


Hanna: "Iyah sama-sama Ris"


Haris: "Kamu hati-hati ya dijalan"


Hanna: "Pasti Haris"


Haris: "See you"


Hanna: "See you too"

__ADS_1


Aku langsung mematikan telpon nya dan langsung siap-siap untuk ke rumah sakit. setelah itu aku langsung izin ke ibu dan ayah semoga saja mereka mengizinkan aku. Gundam ku dalam hati.


Kebetulan ibu dan ayah ku sudah masuk kamar, aku langsung menghampiri nya.


Tuk...


Tuk...


Tuk..


"Assalamualaikum" Ucap ku di depan pintu kamar ibu dan ayah.


"Walaikumsalam Hanna" Jawab ayah ku.


"Ayah Hanna boleh masuk gak?" Tanya ku kepada ayah.


"Silahkan masuk nak" Jawab ayah ku.


Aku langsung masuk ke dalam kamar nya, alu melihat ibu sedang tertidur dan ayah sedang memainkan ponsel nya


"Hanna kok sudah rapih, mau kemana nak malam-malam begini?" Tanya ayah ku.


"Ayah bunda nya Haris di rawat di rumah sakit, Hanna boleh kesana gak untuk nemenin bunda nya Haris, kebetulan Haris masih sibuk kesana kesini" Jawab ku.


"Emang di sana ada siapa saja nak?" Tanya ayah ku.


"Cuman Haris sama bunda nya saja yang ke Rumah sakit, kebetulan pak Umar sedang cuti" Jawab ku.


"Ya sudah ayah izinin, kamu jangan lupa makan ya di sana" Ucap ayah ku.


"Paling bisa nih merayu ayah nya hehe" Ucap Ayah ku sambil tersenyum.


"Ayah aku jalan sekarang ya, assalamualaikum" Jawab ku sambil bersalaman.


"Walaikumsalam Hanna, hati-hati ya" Ucap ayah ku.


"Iyah siap ayah" Jawab ku sambil bergegas pergi dari kamar ayah dan ibu.


Aku langsung memesan ojek online untuk ke rumah sakit. Kurang lebih lima menit aku menunggu nya datang, tiba-tiba ojek online nya datang.


Aku langsung menaiki motor nya.


"Bang minta sedikit lebih cepat ya mengendarai nya" Ucap ku kepada Abang ojek nya.


"Iyah baik mba, silahkan pake helm nya terlebih dahulu" Jawab Abang nya.


"Iyah bang" Jawab aku.


Aku langsung memakai helm nya, lalu langsung berangkat menuju rumah sakit. Entah kenapa rasa nya begitu panik saat mendengar kabar itu dari Haris.


[ "Haris aku sudah di jalan ya"] Send.


Tidak lama kemudian Haris langsung membalas pesan ku.

__ADS_1


[ "Iyah Hanna terima kasih"] Dari Haris.


[ "Iyah sama-sama Haris"] Send.


Kurang lebih dua puluh menit, aku sampai ke rumah sakit. Alhamdulilah akhir nya aku sampai juga. Gundam ku dalam hati.


"Abang ongkos nya berapa?" Tanya ku kepada Abang ojol nya.


"Empat puluh ribu mba" Jawab Abang nya.


"Ini bang, ambil saja kembalian nya" Ucap ku sambil memberikan uang lima puluh ribu.


""Terima kasih banyak ya mba" Jawab Abang nya dengan bahagia.


"Iyah sama-sama" Ucap ku


Lalu aku langsung masuk ke dalam rumah sakit, selagi aku masuk langsung bertemu dengan Haris yang sedang mengurusi surat-surat nya.


"Haris" Lantang ku sambil menghampiri nya.


"Eh hai kamu sudah sampai juga Hanna" Jawab Haris sambil tersenyum.


"Bunda di ruangan mana Ris?" Tanya ku kepada Haris.


"Masih ada di NICU, kalau besok sudah mendingan bisa pindah ke ruangan rawat inap" Jawab Hanna.


"Kamu masih ngurusin surat-surat nya Ris?" Tanya ku.


"Iyah Hanna, tadi aku sempet kebingungan untuk menunggu bunda" Jawab Haris.


"Kebingungan kenapa Ris?" Tanya ku.


"Iyah kan aku masih ngurus-ngurusin surat nya, sedangkan bunda tidak ada yang jaga tetapi untung nya ada kamu hehe" Jawab Haris.


"Iyah aku sengaja kesini, karena tau pasti kamu repot" Ucap ku.


"Terima kasih ya Hanna, sudah sangat membantu ku" Jawab Haris.


"Iyah sama-sama Haris, ya sudah aku mau nunggu di ruang penunggu ya takut bunda kenapa-kenapa" Ucap ku.


"Iyah Hanna, love you" Jawab Haris.


" Love you more" Ucap ku sambil tersenyum.


Setelah itu aku langsung menunggu di ruang tunggu, untuk siaga kalau suster memanggil aku.


Pada pukul sebelas malam, aku sangat ngantuk sekali dan tertidur di bangku yang sudah di sedia kan. Keesokan pagi nya aku terbangun pada pukul enam.


Tetapi sudah ada Haris di sampingku lalu ia menyelimuti ku, sampe-sampe ia menggigil kedinginan karena selimut nya di pakai kan kepada ku.


Aku langsung mengembalikan selimut itu, tetapi Haris malah memeluk ku dengan erat, begitu pun tangan nya sampai keriput karena menahan dingin.


Ya Allah kenapa dia memeluk ku sih, kan gak enak sama yang lain kalau di bangunin kasian nanti dia pusing lagi. Gundam ku dalam hati. Aku langsung memeluk balik Haris.

__ADS_1


"Masya Allah ganteng nya aku tertidur pulas, pasti kecapean gara-gara semalem hehe. Aku bersyukur sekali bisa bersama nya.


__ADS_2