
Haris kepikiran untuk sarapan lontong sayur didepan rumah sakit, lalu ia mengajak Zaskia dan Aiden
"Zaskia, Aiden gimana kalau kita makan lontong sayur yang ada di depan rumah sakit" Ucap Haris.
"Iyah boleh tuh bro" Jawab Aiden.
"Lu mau nitip sama kita" Ucap Zaskia kepada Haris.
"Iyah lah gue kan mau ngurusin sarapan nya untuk Hanna" Jawab Haris.
"Lu peduli banget sama Hanna, emang lu suka sama dia?" Tanya Zaskia kepada Haris.
"Iyah gue suka sama dia, sekali pun respon nya Hanna ke gua kurang baik" Jawab Haris sambil tersenyum.
"Semangat ya bro gue bakalan dukung elu" Lantang Aiden kepada Haris.
"Thanks ya Aiden gue janji bakalan bikin dia bahagia" Jawab Haris.
"Gue percaya sama lu Ris, titip Hanna ya dia satu-satunya temen baik gue" Ucap Zaskia.
"Gue pasti jagain Hanna Zaskia" Jawab Haris sambil menetes kan air mata.
"Ya sudah gue sama Zaskia ke depan dulu ya Ris untuk membeli lontong sayur nya" Lantang Aiden.
"Iyah Aiden thanks ya" Jawab Haris.
"Ris pastiin Hanna ya supaya sarapan" Ucap Ucap Zaskia.
"Iyah Zaskia, thanks ya" Jawab Haris.
"Iyah sama-sama" Jawab Zaskia.
Aiden dan Zaskia bergegas pergi menuju tukang lontong sayur, Haris kembali ke ruangan ku untuk menyuapi sarapan.
"Hanna makan sekarang ya" Ucap Haris kepada ku.
"Iyah Haris boleh" Jawab ku.
Haris langsung menyiapkan sarapan ku secara detail nya.
"Haris kamu sarapan apa sama yang lainnya?" Tanya ku kepada Haris.
"Gue lagi memesan lontong sayur sama Zaskia dan Aiden" Jawab Haris.
"Syukur deh kalau begitu" Ucap ku kepada Haris.
"Ya sudah sarapan dulu ya sekarang Hanna" Jawab Haris.
"Iyah Haris hehe" Ucap ku sambil tersenyum.
Haris menyuapi sarapan ku pagi ini, merasa kayak sudah menikah saja hehe. Gundam ku dalam hati.
Semakin kesini aku semakin sayang sama Haris perhatian nya yang full, kasih sayang yang tidak berhenti membuat aku luluh terhadap Haris.
"Haris kamu ganteng" Lantang ku terhadap Haris sambil menatap wajah nya.
"Emang kamu baru nyadar ya Hanna hehe" Jawab Haris dengan senyum tipis nya.
"Dulu kamu jelek sekali selagi masih mengejek ku habis-habisan" Ucap ku.
"Sudah jangan dibahas lagi nanti kamu benci sama gue" Jawab Haris ketus kepada ku.
"Iyah sorry Haris tapi itukan nyata" Ucap ku.
" Ya sudah lu habisin dulu makan nya" Jawab Haris.
"Iyah Haris" ucap Hanna" Ucap Hanna.
"Sekarang lu habisin ya sarapan nya" Lantang Haris kepada ku.
__ADS_1
"Siap komandan ku hehe" Jawab ku sambil tersenyum kepada Haris.
Tidak lama kemudian Zaskia dan Aiden mengetuk pintu kamarku.
Tuk...
Tuk...
Tuk...
"Assalammualaikum" Lantang Zaskia dan Aiden.
"Walaikumsalam" Jawab Hanna dan Haris.
"Boleh kami masuk?" Tanya Zaskia.
"Silahkan masuk Zaskia" Jawab ku.
Lalu Zaskia dan Aiden masuk kedalam kamar ku.
"Gimana ada lontong sayur nya?" Tanya Haris kepada Zaskia dan Aiden.
"Alhamdulilah ada Ris" Jawab Aiden.
"Kalian sudah makan belum?"Tanya Haris kepada Aiden dan Zaskia.
"Alhamdulilah gue sudah tadi makan ditempat" Jawab Zaskia.
"Ini tinggal lu doang Haris" Lantang Aiden.
"Ya sudah thanks ya, gue tanggung lagi menyuapi Hanna sedikit lagi" Jawab Haris.
"Aku sudah kenyang Haris" Ucap ku kepada Haris.
"Hanna tidak mau dihabiskan dulu, tinggal dua suap lagi lho?" Tanya Haris kepada ku.
"Aku sudah kenyang banget Haris" Jawab ku.
Haris rela tidak sarapan terlebih dahulu demi aku. Gundam ku dalam hati sambil tersenyum.
"Kalian bawa tempat nya gak, untuk gue makan?" Tanya Haris kepada Aiden dan Zaskia.
"Tidak ada Haris gue lupa tidak minta" Jawab Zaskia kepada Haris.
"Lalu gue makan nya gimana dong?" Tanya Haris kepada Zaskia dan Aiden.
"Sudah kamu pakai mangkok bekas aku sarapan saja Ris" Jawab ku.
"Nah itu ide bagus Hanna, lu mau kan Ris?" Tanya Zaskia kepada Haris.
"Ya sudah gapapa gue mau deh" Lantang Haris.
"Emang kamu tidak jijik bekas ku" Jawab ku.
"Tidak lah Hanna, jijik apa nya sih" Ucap Haris.
Haris pun langsung memakai mangkuk bekas sarapan ku. Tidak lama kemudian ponsel ku berdering menandakan ada panggilan yang masuk, lalu aku langsung mengecek nya.
Setelah aku cek ternyata ibuku yang menelpon, aduh gimana jawab nya kalau ibu mempertanyakan keberadaan ku. Gundam ku dalam hati.
"Hanna kok gak di angkat telpon nya?" Tanya Zaskia kepada ku.
"Aku takut ibu ku bertanya soal keberadaan ku" Jawab ku.
"Angkat saja Hanna, siapa tau penting mau beri kabar tenyang ayah mu" Lantang Haris.
"Iyah Ris kamu benar" Jawab ku.
Aku pun langsung mengangkat telpon nya, kalau ibu bertanya keberadaan ku, aku tinggal mencari alasan saja. Gundam ku dalam hati.
__ADS_1
Aku: " Assalamualaikum bu"
Ibu: "Walaikumsalam Hanna "
Aku: "Ibu ada apa, ayah baik-baik saja kan?"
Ibu: "Alhamdulilah ayah baik-baik saja Hanna"
Aku: "Syukur deh kalau begitu"
Ibu: " Hanna kamu sedang dimana?"
Aku: "Aku masih di kamar Bu"
Ibu: "Ya sudah kalau begitu, nanti kamu kesini jam berapa?"
Aku: "Lihat entar saja ya Bu, aku masih ngantuk"
Ibu: " Jangan terlalu siang ya Hanna"
Aku: "Insya Allah ibu"
Tiba-tiba suster masuk ke dalam ruangan ku.
"Permisi atas nama ibu Hanna" Lantang suster nya.
"Iyah saya suster" Jawab ku
Lalu suster nya pun langsung keluar lagi. Aduh pasti ibu mendengar suara suster tadi. Gundam ku dalam hati .
Ibu: "Hanna kamu sedang dimana?"
Aku: "Emang kenapa Bu?"
Ibu: "Kok kaya di rumah sakit nak?"
Aku: "Hehe Iyah bu"
Ibu: "Kamu kenapa Hanna?"
Aku: "Hanna baik-baik saja ibu, semalem ke cebur di kolam berenang waktu pesta lalu Haris khawatir terhadap ku makan nya Hanna ada di sini"
Ibu: "Sekarang gimana keadaan kamu?"
Aku: "Insya Allah pagi ini juga Hanna pulang kok Bu"
Ibu: "Gimana kata dokter?"
Aku: "Hanna cuman gangguan pernafasan karena kelamaan tenggelam"
Ibu: "Gak ada yang lebih parah kan Hanna?"
Aku: "Insya Allah gak ada ibu"
Ibu: "Alhamdulilah kalau begitu, nanti kamu pulang ke rumah saja untuk beristirahat ya"
Aku: "Jangan bilang ayah ya bu soal ini"
Ibu: "Iyah ibu tidak akan bilang Hanna"
Aku: "Terima kasih ibu"
Ibu: " Iyah sayang sama-sama"
Aku: "Ya sudah kalau begitu Hanna tutup dulu ya telpon nya"
Ibu: "Iyah Hanna kabari ibu ya kalau kamu kenapa-kenapa"
Aku: "Baik bu, assalamualaikum"
__ADS_1
Ibu: "Walaikumsalam"
Ibuku begitu cemas saat ia tau aku berda di rumah sakit. Haduh lagian suster ada-ada saja malah masuk kedalam ruangan ku. Gundam ku dalam hati.