Asmara Waktu SMA

Asmara Waktu SMA
Haris mengantarkan Hanna pulang bab 27


__ADS_3

Aku tidak menyangka, kalau Haris bisa sepanik itu saat mengetahui aku sakit. aku semakin yakin kalau Haris bener-bener sayang sama aku. gunam ku dalam hati.


"Haris are you oke.?" Tanya ku.


"kok lu nanya gue Hanna." Jawab Haris.


"Aku melihat kamu, seperti orang panik Ris!" Ucap ku.


"Aku panik sama lu Hanna, takut terjadi apa-apa sama lu." Jawab Haris.


"Aku baik-baik saja kok Haris, mudah-mudahan cepat membaik." Ucap ku.


"Ya sudah kalau begitu." Jawab Haris.


"Iyah Ris, gimana taxi online nya sudah datang belum.?" Tanya ku.


"Sudah, sebentar lagi juga sampai Hanna." Jawab ku.


"Ya sudah kita nunggu didepan yuk, supaya Abang nya tidak menunggu lama." Ucap ku.


"Baik Hanna, tetapi kamu pakai kursi roda ya." Jawab Haris.


"Iyah Haris." Ucap ku.


Lalu Haris pun mengambil kursi roda nya terlebih dahulu.


"Hanna ini gue udah dapet kursi roda nya." Lantang Haris.


"Iyah Haris terima kasih." Jawab ku.


" Sama-sama Hanna." Ucap ku.


Lalu aku pun pelan-pelan bangun dari tempat tidur ku.


"Sini Hanna, biar gue bantu." Ucap Haris.


"Iyah Ris." Jawab ku.


Haris pelan-pelan membantu ku untuk bangun.


"Pelan-pelan ya Hanna." Ucap Haris.


"Iyah Ris." Jawab ku.


Aku pun melangkah ke kursi roda, kepala ku masih sedikit pusing. haduh kalau masih pusing begini, pasti besok nya aku tidak sekolah lagi. gunam ku dalam hati.


Lalu Haris pun mendorong kursi nya ke luar, selagi membuka pintu ruang UKS tiba-tiba ada ratu, April dan Siska.


"Ris lu ngapain lakuin ini sama perempuan busuk ini.?" Tanya Ratu.


"Kalau lu punya urusan sama Hanna berarti kalian semua punya urusan sama gue." Jawab Haris dengan kesal.


"Maksud lu apa Ris.?" Tanya Ratu.


"Ya karena sekarang, gue pacar nya Hanna." Lantang Haris.


"Menurut lu, gue bakalan percaya sama lu Ris.!" Teriak ratu

__ADS_1


"Mau percaya atau tidak itu urusan lu ratu, yang terpenting sekarang gue udah menjelas kan nya sama lu." Jawab Haris.


" Aneh lu Ris." Ucap ratu, terheran-heran.


"Yang aneh itu kalian, tidak malu apa gangguin Hanna terus.?" Tanya Haris.


"Gue tidak bakalan berhenti sampe si cewe busuk ini kapok!" Jawab ratu.


Aku cuman bisa terdiam, bahkan aku sendiri pun tida bisa apa-apa dengan kondisi ku sekarang. terserah kalian mau bicara apa saja juga yang terpenting tidak merugikan aku. gunam ku dalam hati.


"Terserah lu ratu, permisi gue mau anter hanna pulang." Lantang Haris.


"Ris kok lu yang mengantarkan Hanna pulang.?" Tanya ratu.


"karena gue pacar nya ratu." Jawab Haris.


Bahkan disaat Haris mengakui sebagai pacar aku pun, aku cuman bisa terdiam saja. selemah ini aku sekarang. gunam ku dalam hati.


Haris pun langsung bergegas pergi membawa ku jauh-jauh dari ratu.


"Hanna sorry ya, lu harus bertemu sama nenek lampir terlebih dulu." Ucap Haris.


"Iyah gapapa Ris, lagian aku sudah biasa sama mereka." Jawab ku.


"kalau mereka mengganggu mu, kabarin gue ya." Ucap Haris.


"Iyah nanti aku kabarin kamu." Jawab ku


Lalu tiba-tiba Abang taxi online nya menelphone Haris.


Haris: "Iya siang, maaf ini siapa ya."


Abang: " Ini dari taxi online, mau memberi tahu kalau saya sudah sampe dititik tujuan."


Haris: "Iya bang, kita sedikit lagi saya keluar."


Abang: "baik mas."


Lalu Haris pun langsung mempercepat saat mendorong ku.


"Hanna Abang taxi online nya susah datang." Ucap Haris.


"Oh begitu ya sudah cepetan Ris." Jawab ku.


"Iyah Hanna." Ucap Haris.


Setiba aku didepan sekolahan, aku langsung menaiki mobil nya.


" Bang sorry ya lama." Lantang Haris.


"Iyah dek gapapa." Jawab Abang nya.


Lalu aku dan Haris pun langsung masuk ke dalam mobil nya.


"Hanna gimana kondisi lu sekarang.?" Tanya Haris.


"Sedikit membaik Ris, cuman pusing saja." Jawab ku.

__ADS_1


"kalau kamu kenapa-kenapa nanti langsung kabari gue ya, jangan sungkan-sungkan." Ucap Haris.


"Iya Ris pasti." Jawab ku.


"Kamu tadi pagi sarapan tidak.?" Tanya Haris.


"Kayak nya tidak deh Ris, emang kenapa.?" Jawab ku.


"Tumben tidak sarapan, biasanya kamu paling rajin soal itu." Ucap Haris


"Iyah kebetulan tadi aku bangun nya kesiangan." Jawab ku.


"Pantesan kamu pusing, sekarang kamu mau makan apa Hanna.?" Tanya Haris.


"Nanti aku makan dirumah saja, kesian ibu ku pasti sudah masak Ris." Jawab ku.


"Ya sudah kalau begitu." Ucap Haris.


Tidak lama kemudian kami pun sampai didepan rumah ku.


"Hanna kenapa Ris, kok dia pulang cepat.?" tanya Tante salsa.


"Iyah Tante, dia tadi pingsan disekolah." Jawab Haris.


"Hanna kamu sakit apa, kenapa tidak bicara saja sama ibu." Ucap Tante salsa.


"Tadi pas berangkat sedikit pusing saja Bu." Jawab Hanna


"Ya sudah mari kita makan terlebih dulu ya." Ucap Tante salsa.


"Iyah ibu, kebetulan tadi pagi aku tidak sarapan dulu." Jawab ku


"Ya ampun Hanna, ada-ada saja!" Ucap Tante salsa.


Lalu Haris pun berpamitan untuk kembali lagi ke sekolah.


"Tan Haris izin ke sekolah lagi ya."


"Tidak makan dulu bareng Hanna, Ris.?" Tanya Tante salsa.


"Terima kasih Tante, tetapi sekarang masih waktu Nya belajar." Jawab Haris.


"Ya sudah, terima kasih ya Haris, sudah mengantarkan anak Tante." Ucap Tante salsa.


"Iyah sama-sama Tante." Jawab Haris.


"hati-hati ya Ris." Ucap Hanna.


"Oke Hanna, lu cepet sembuh ya." Jawab Haris.


"Iyah aamiin, Haris." Ucap Hanna.


"Assalamualaikum." Ucap Haris.


Lalu Haris pun bersalaman terlebih dahulu kepada ibu ku.


"Walaikumsalam Haris." Jawab ku dan ibuku.

__ADS_1


__ADS_2