
Seketika aku menatap wajah nya Haris, terlihat tulus menolong ku. tetapi aku masih susah untuk mempercayai nya.
"Hanna, sakit Tidak?" Tanya Haris.
"Sedikit sakit Haris." Jawab ku.
"Tahan ya, mudah-mudahan habis gue pijit kaki nya makin membaik." Ucap Haris.
"Thanks ya Haris, sudah mau menolong ku." Jawab ku
"Iyah sama-sama Hanna, ini itung-itung gue menebus dosa." Ucap Haris.
"Iyah Haris." Jawab ku.
Meskipun waktu dipijat nya sangat lah sakit, tetapi setelah itu kaki ku sedikit membaik.
"Hanna, gimana sekarang sudah enakan belum.?" Tanya Haris.
"Alhamdulilah sudah Ris." Jawab ku.
"Syukur deh kalau begitu, coba yuk berdiri dijalanin sakit gak.?" Ucap Haris.
"Oke Haris." Jawab ku.
Haris pun memapah ku untuk berdiri. tidak disangka Haris bisa berubah secepat ini terhadap ku.
"Hanna pelan-pelan ya jalan nya." Ucap Haris.
"Iyah Haris." Jawab ku.
Lalu aku pun menggerakkan kaki ku kedepan. rasanya sudah tidak sakit lagi alhamdulilah. gunam ku dalam hati.
"Hanna gimana sakit Tidak.?" Tanya Haris.
"Tidak Ris, pulang sekarang yuk nanti ibu ku khawatir." Ucap ku.
"Oke Hanna, syukur deh kalau kamu sudah tidak sakit lagi." Jawab Haris.
Lalu Haris pun langsung menyalakan motor nya itu.
"Hanna ayo naik." Ucap Haris.
" Baik haris." Jawab ku.
Haris menatap ku seakan-akan ada yang salah di wajah ku."
"Hanna tunggu sebentar." Ucap Haris.
"Ada apa Ris.?" jawab ku.
"Itu helm nya." Ucap Haris.
" Helm nya kenapa Ris.?" Tanya ku.
lalu Haris pun langsung memasangkan nya dengan benar.
"Kalau kamu pakai helm nya aman seperti ini, aku sedikit tenang Hanna." Lantang Haris.
"Iyah terima kasih Haris."
Lalu aku pun langsung menaiki motor nya Haris. selagi di perjalanan aku bertanya terhadap Haris.
"Ris emang gapapa ya aku berdua'an seperti ini bersama mu.?" Tanya ku.
"Emang siapa yang melarang Hanna, bahkan bunda gue pun tidak menjadikan ini masalah!" Jawab Haris.
"Bukan itu maksud aku." Ucap ku.
"Lalu apa dong?" Tanya Haris.
"Ratu kan suka sama kamu, nanti dia cemburu kalau kita berduaan kayak sekarang." Ucap Haris.
"Ya sudah biarin saja, cinta itu tidak bisa di paksa Hanna." Jawab Haris.
"Tetapi kan Ris, dia berharap banget perasaan nya di balas oleh kamu." Ucap ku.
"Lu tidak usah mikirin hal itu ya Hanna." Lantang Haris.
"Emang kenapa Ris.?" Tanya Ku.
" Gue tidak suka terhadap Ratu." lantang Harus.
"Ya kan siapa tau kamu suka juga." Jawab ku.
"Tidak lah Hanna, sejahat - jahat nya gue tidak pernah mempermainkan perasaan perempuan." Lantang Haris.
"Percaya Tidak yah hehehe." Jawab ku.
"Itu hak lu Hanna, percaya sama gue alhamdulilah tidak juga gapapa." Ucap Haris.
"Iyah deh kalau begitu." Jawab ku.
"Hanna gak keberatan kan gue jadi temen lu.?" Tanya Haris.
"Insya Allah enggak kok Ris." Jawab ku.
"Syukur deh kalau begitu." Ucap Haris.
Aku dan Haris terus mengobrol selama diperjalanan. enak juga ngobrol sama laki - laki ini. gunam ku dalam hati.
Tidak lama kemudian kami sampai rumah. waktu itu ayah ku sedang menunggu di depan teras sambil meminum kopi.
"Assalamualaikum ayah." Ucap ku.
"Walaikumsalam nak." Jawab ayah ku.
Aku pun langsung bersalaman dengan ayah ku. kebetulan waktu itu Haris sedang memarkirkan motor nya.
__ADS_1
" Ayah sudah makan belum.?" Tanya ku.
" Sudah Hanna, kebetulan bunda masakin ayah nasi goreng." Jawab ayah ku.
"Waw enak dong.?" tanya ku.
"Sudah pasti masakan ibu kamu itu enak tidak bisa diragukan lagi heheheee." Jawab ayah ku sambil tersenyum.
Tiba-tiba Haris pun menghampiri kami.
"Assalamualaikum om." Ucap Haris.
"Walaikumsalam Haris." Jawab ayah ku.
Lalu Haris pun bersalaman dengan ayah ku.
"Om maaf ya agak sedikit malam nganterin Hanna." Ucap Haris.
"Iyah tidak papa, yang terpenting anak om pulang dengan selamat." Jawab Ayah ku.
"Iyah om." Ucap Haris.
"Hanna, Haris sudah pada makan belum.?" Tanya Ayah ku.
"Kabetulan Haris sudah makan om." Jawab Haris.
" Iyah yah Hanna juga sudah makan dirumah Haris." Ucap Hanna.
"Syukur deh kalau begitu ayah tenang nak." Lantang yang ku
"Tante dimana om.?" Tanya Haris.
"Dia sedang beristirahat dikamar nya." Jawab ayah ku.
"Oh begitu om." Jawab Haris.
"Ayah aku mau menghampiri ibu dulu ya." Ucap ku
"Iyah silahkan Hanna." Jawab ayah ku.
"Ris aku tinggal dulu ya." Lantang aku kepada Haris.
"Silahkan Hanna." Jawab Haris.
Lalu aku pun bergegas pergi untuk menghampiri ibu ku.
*
*
*
"Assalamualaikum ibu." Ucap ku sambil membuka pintu kamar nya.
"Walaikumsalam sayang, kamu baru pulang ya.?" Tanya ibu ku.
"Alhamdulilah sudah, tadi bareng sama ayah kamu." Jawab ibu ku
"Syukur deh Bu kalau sudah, Hanna lega mendengar nya." Ucap ku.
*
*
*
" Haris mari duduk bareng om." Ucap ayah ku.
"Baik om, terima kasih." Jawab Haris.
Laulu Haris pun duduk disamping ayah ku. dan mengobrol bersama.
" Haris gimana kabar orang tua mu.?" Tanya ayah ku.
" Alhamdulilah baik om." Jawab Haris.
"Syukur deh kalau begitu." Ucap Ayah ku.
"Iyah om." Jawab Haris.
"Om titip Hanna ya sama Haris, tolong jangan sakiti dia." Lantang om ku.
"Baik om, Haris akan menjaga Hanna dengan semampu Haris." Jawab Haris.
"Om percaya sama Haris, kalau Haris mampu menjaga anak om dengan baik." Ucap ayah ku.
"Iyah om terima kasih." Jawab Haris.
Tiga bulan kemudian, jerawat ku sudah hilang wajah ku pun terlihat lebih bersinar, bahkan setiap aku pergi ke sekolah, temen-temen ku banyak yang merayu.
Aku sangat berterima kasih terhadap Zaskia, dia sudah membantu mengobati wajah ku ini. andaikan aku tidak bertemu Zaskia mungkin wajah ku masih penuh dengan jerawat.
Semakin kesini Haris semakin dekat dengan ku, setelah Haris dekat dengan ku, seolah-olah ratu tidak mengenali ku. padahal sedikit pun aku tidak merebut Haris dari nya.
Terlihat sangat jelas Fikri pun menyesali sudah meninggal kan aku dengan memilih Siska. aku bersyukur karena Allah sudah memperlihat kan mana yang tulus dan mana yang tidak!
Pada hari Senin, aku berangkat untuk ke sekolah, seperti biasa aku menaiki kendaraan umum. lalu tiba-tiba Aku bertemu dengan Haris.
"Hanna, bareng gue yuk." Ucap Haris.
"Ris kok disini.?" Tanya ku.
" Iyah gue sengaja mau menjemput elu, tetapi malah ketemu disini hehehhee." Jawab Haris.
"tetapi Ris aku tidak mau merepotkan kamu." Ucap ku.
"Ini tidak merepotkan kok Hanna." Jawab Haris
__ADS_1
"Serius ini tidak merepotkan.?" Tanya ku
"Tidak Hanna. bahkan aku happy berangkat sekolah bareng sama elu." Jawab Harus.
" Ya sudah yuk berangkat, lumayan uang ongkos nya bisa buat ku jajan." Ucap ku.
"Iyah ayo Hanna." Jawab Haris.
Lalu aku dan Haris pun berangkat bersama menggunakan motor. enak juga di perhatikan teman laki-laki. banyak sekali teman perempuan sekelas iri terhadap ku.
Tidak lama kemudian kami pun sampai ke sekolah.
"Selamat pagi Haris." lantang Pak Yanto satpam sekolah ku.
"selamat pagi pak Yanto." Jawab Haris
"Sekarang berangkat bareng pacar nih heehehe." Ucap pak Yanto
"Ah bapak bisa saja." Jawab Haris.
Pak Yanto adalah penjaga gerbang di sekolah ku. kebetulan Haris sering di sapa oleh nya.
Lalu kami pun langsung ke parkiran motor. Haris terlihat senyum-senyum sendiri, lalu aku pun bertanya terhadap nya.
" Ris are you oke.?" Tanya ku.
"emang kenapa dengan gue Hanna.?" Jawab Haris
"Kamu terlihat senyum-senyum sendiri dari tadi." Ucap ku.
"Lu pengen tau gak, kenapa gue bisa seperti ini." Ucap Harus.
"Emang kenapa Ris.?" Tanya ku.
"Jawaban nya adalah elu." Jawab Haris.
" Kok aku Ris.?" Tanya ku
" Ya karena elu sudah bikin gue happy banget." Jawab Haris dengan tersenyum.
"Kan aku tidak pernah melakukan apapun terhadap kamu." Ucap ku.
"Sudah nanti juga kamu tau." Jawab Haria.
" Kalau gitu aku masuk kelas duluan ya." Ucap ku.
" Harus bareng gue Hanna." Lantang Haris.
"Emang tidak boleh sendiri Ris.?" Tanya ku.
"Selagi ada gue, elu gak boleh sendiri." Ucap Haris
"Emang kenapa Ris.?" Tanya ku.
"Sudah nurut aja sih, gak perlu banyak tanya." Jawab Haris
" Ya sudah kalau begitu." Ucap ku.
Semakin kesini, Haris semakin posesive terhadap ku, ada apa sih dengan dia. gunam ku dalam hati.
Lalu aku pun di antarkan oleh Haris kedalam kelas. selagi aku didepan kelas Haris pun berpamitan terhadap ku.
"Hanna, jangan genit-genit ya kalau ada yang jahatin elu laporin ke gue." Lantang Haris.
"Iyah Haris, ntar aku laporan." Jawab ku.
"Ya sudah gue ke kelas dulu ya." Ucap Haris.
"oke, bye Haris." Jawab ku.
"bye Hanna." Lantang Haris.
Haris pun langsung pergi dan langsung menuju ke kelas nya. dan begitu pun aku, langsung masuk ke dalam kelas. lalu tiba - tiba Zaskia bertanya terhadap ku di depan ratu.
"Haii Hanna." Ucap Zaskia.
"Haii zaskia." Jawab ku.
" Cie yang lagi kasmaran sama si Haris." Ucap Zaskia, seakan-akan ia mengejek ku.
"Ih apaan sih zas, aku sama Haris itu cuman temenan biasa kok." Jawab ku.
"Yakin nih cuman temenan heheee." Ucap Haris.
"Iyah Zaskia, kapan aku bohong sama kamu." Jawab ku
"Iyah deh gue percaya, tetapi kalau lu beneran pacaran sama si Haris cerita ya sama gue." Ucap Zaskia
Lalu tiba-tiba ratu menghampiri kami, dan memotong pembicaraan nya.
"Halah cewe busuk tetap aja busuk mau di gimanain juga hahaahaaa." Lantang Ratu
"Heh cewe lemes, gerah ya liat temen gue deket sama Haris.?" Tanya Zaskia.
"Oh Tidak dong, ngapain harus gerah nanti juga dia sadar sendiri." Jawab Ratu.
"Hahahaha jelas-jelas lu itu gerah kan, liat si Haris semakin dekat sama Hanna.?" Zaskia bertanya
"Heh pahlawan kesiangan, tidak usah deh ngompor-ngomporin gue, sebentar lagi Haris sadar kok kalau dia salah ngedeketin si cewe busuk ini." Lantang Ratu
"Sudah please jangan pada ribut, aku sama Haris tidak ada apa-apa." Teriak ku sedikit kesal.
"Hanna lu gak bisa merendah kayak gini sama si cewe lemes ini." Jawab Zaskia.
"Sudah stop, Ratu lebih baik kamu tanya Haris saja deh kenapa dia mendekati ku." Teriak ku
Lalu aku pun langsung ke tempat duduk ku. dan begitupun ratu ia pun langsung ke tempat duduk nya juga.
__ADS_1
Terlihat jelas, Zaskia begitu kesal terhadap ratu yang selalu merendah kan ku. hmm aku merasa beruntung memiliki teman seperti dia.