
Tidak lama kemudian Bu Risma pun datang mengantarkan makanan nya.
"Permisi neng, ini nasi goreng nya." ucap ibunRisma.
"Oh iyah bu terima kasih ya." Jawab ku
."Iyah sama - sama." Jawab Bu Risma.
Lalu aku dan zaskia pun sarapan terlebih dahulu. selagi aku makan, Haris ke kantin untuk beli makanan.
Aduh ada dia lagi, mau ngapain ya. gunam ku dalam hati. aku merasa takut kalau ia tiba-tiba muncul di depan ku.
" Zaskia ada haris!" Ucap ku.
" Iyah biarin saja Hanna, nanti juga dia bosan sendiri." Jawab Zaskia.
"Mudah-mudahan ia tidak membuat onar disini." Ucap ku.
"Iyah mudah-mudahan saja ya Hanna." Jawab Zaskia.
aku perhatikan Haris kayak ada yang beda, biasanya setiap dia bertemu denganku pasti ngebuli. gunam ku dalam hati.
"Tumben lu diem." ucap Zaskia terhadap Haris.
"Bukan urusan lu zas." Jawab Haris begitu ketus.
"Tumben seorang Haris menjadi pendiam hahahaha.", Zaskia pun meledek Haris.
"Ini urusan gue." Jawab Haris terhadap zaskia.
Lalu Haris tiba - tiba menatap ku, seakan - akan ia menyesali perbuatan nya!!
Setelah itu haris pun bergegas pergi dari kantin.
"Tumben si Haris hidup nya sesimple itu hahaha." lantang Zaskia.
"Sudah lah zas, kita harus bersyukur kalau emang haris sudah berubah." Jawab aku.
"Kayak nya dia suka deh sama lu Hanna." Ucap Zaskia.
"Ngaco kamu zas, seorang Haris mana bisa tertarik sama perempuan sepertiku." Jawab ku.
"Siapa tau dia jatuh cinta secara tiba-tiba."
"Tidak mungkin zas, sudah deh jangan membicarakan yang tidak mungkin." Jawab ku.
"Cie sebentar lagi bakalan direbutin banyak cowo nih." Lantang Zaskia.
"Ih apaan sih zas." Jawab ku tersipu malu.
"Kita buktiin sama Fikri yang sudah merendahkan lu, kalau perlu beli omongan semua orang yang sudah ngebuli lu." lantang Zaskia.
"Iyah Zaskia, aku akan balas dendam dengan cara merawat wajah ku ini." Jawab ku.
"Kalau ada apa-apa bilang ya Hanna, siapa tau bisa bantu." Ucap Zaskia.
"Iya pasti zas, aku beruntung banget punya temen seperti kamu." Jawab ku.
"Oh Iyah kamu katanya pacaran sama si ilham.?" Tanyaku.
"Iyah Hanna hehehe jadi malu."
"Gapapa dong zas, ya sudah yuk kita habiskan dulu makanan nya." Jawab ku.
Lalu aku dan Zaskia pun menghabiskan makanan nya terlebih dahulu.
Aku merasa bahagia saja, setelah haris dan yang lainnya tidak membuli ku lagi..
Semoga ini seterusnya dan bukan untuk hari ini saja, perubahan Haris terhadap ku..
Setelah selesai makan aku dan Zaskia pun untuk segera ke kelas lagi, dikarenakan bell sudah berbunyi.
Selagi aku jalan menuju kelas, tanpa di sengaja Aku bertabrakan dengan Haris.
"Aww sakit." Lantang ku sambil memegang kepala.
"Sorry-sorry-sorry gue tidak sengaja Hanna." Lantang Haris sedikit cemas.
"Iyah gapapa Ris mungkin aku tidak berhati-hati." Jawab ku.
"Pusing tidak tadi kan lumayan kenceng." Ucap Haris
"Insya Allah enggak." Jawab ku.
Ini si Haris dapet hidayah dari mana, tumben tidak ngebuli aku. gunam ku dalam hati.
"Syukur deh kalau begitu, ya sudah gue duluan ke kelas ya Hanna." ucap Haris.
"Iyah silahkan." Jawab ku.
Tidak lama kemudian Zaskia muncul dari belakang.
"Hanna tumben si Haris perhatian sama lu.?" Tanya Zaskia.
"Aku juga tidak tau zas, ya sudah masuk yuk." Jawab ku
Zaskia terlihat jelas kebingungan sama sikap harus terhadap ku barusan. mudah-mudahan saja aku sama harus bisa berteman baik.
Lalu kami pun belajar, entah kenapa aku kepikiran terus soal Haris yang tiba-tiba sikap nya berubah terhadap ku.
Ah sudah lah, ngapain juga aku memikir kan nya, jelas-jelas dia tidak suka pada ku. gunam ku dalam hati.
Pada pukul dua siang kami pun pulang, selagi aku keluar gerbang tiba-tiba ratu dan kedua temen nya itu memanggilku.
"Hanna, Hanna tunggu sebentar!." Lantang ratu dan temen nya.
"Iyah ada apa ya.?" Tanya ku.
"Tidak usah so polos lu ya."Teriak ratu dengan nada tinggi.
__ADS_1
Ini kenapa lagi ya, kok mereka menyerang ku. gunam ku dalam hati.
"Iyah tapi aku bener-bener tidak tahu." Jawab ku.
"Eh lu tadi cari perhatian kan sama Haris.?" Tanya ratu.
"Cari perhatian apa ya, aku tidak mengerti!" Jawab ku.
"Tidak usah pura-pura gak tau, tadi gue liat lu tabrakan sama Haris, lalu dia begitu perhatian nya sama lu." Lantang ratu.
"Tetapi itu tidak disengaja." Jawab ku.
"Heh cewe busuk jangan cari gara-gara ya sama gue." Teriak ratu.
Tidak lama kemudian April dan Siska menarik rambutku dengan kencang.
"Aww sakit, kenapa kalian lakuin ini terhadap ku." Ucap ku sambil merintih kesakitan.
"Ini balasan lu, karena sudah mengambil perhatian dari gebetan gua hahahaha." Jawab ratu.
Aku bingung harus minta tolong sama siapa, sedangkan Zaskia sudah pulang dijemput oleh supirnya.
Tidak lama kemudian Haris pun datang untuk menolong ku.
"Kalian kenapa memperlakukan dia seperti itu.?" lantang Haris terhadap Ratu, Siska, dan April.
Kamu kok malah nanya seperti itu sih, kan sudah sepantasnya si cewe busuk ini musnah." Jawab ratu.
"Aww sakit aku minta maaf sekali lagi." Ucap ku.
"April, Siska lepasin Hanna, kalian ini kejam banget ya." Lantang haris.
"Ris kok lu malah ngebelain si cewe busuk ini sih." Jawab April dan Siska.
"Terserah gue lah,, gak ngerugiin kalian kan." Lantang Haris dengan cool.
"Ris are you oke.?" Tanya ratu.
"Ini urusan gue sama Hanna, stop ganggu dia.", Lantang Haris dengan nada tinggi.
Lalu Haris pun menarik dan mengantarkan ku pulang mengguanakan motor nya.
"Haris ini apa-apaan." lantang ratu sambil berteriak. tetapi Haris seolah-olah tidak mendengar nya.
"Sial si cewe busuk itu sudah mengambil gebetan gue." Lantang ratu dengan marah.
"Sabar ya quen, lihat aja nanti habis tuh si cewe busuk." Jawab April dan Siska.
*
*
*
" Hanna are you oke.?" tanya Haris.
"aku oke kok Ris, kamu bisa menurunkan aku disini, supaya kamu tidak malu." Jawab ku.
"Tidak baik bagaimana." Jawab ku.
"Sudah nurut aja sih susah banget, tunjukkin saja arah nya kemana." Lantang Haris.
"Sekali lagi terima kasih ya haris." Jawab ku.
"Iyah sama - sama Hanna, gimana kabar lu sama Fikri.?" Tanya Haris.
"Kami sudah putus, Fikri malu pacaran dengan ku." Jawab ku.
"Kok bisa, bukan nya dia cinta sama kamu." Lantang Haris.
"Itu bohong Ris." Jawab ku.
Selagi diperjalanan pulang tiba-tiba perut ku bunyi menandakan lapar. aduh lapar lagi, mudah - mudahan Haris tidak mendengar suara perutku ini.
Di pertengahan perjalanan ada yang jualan mie ayam, tiba - tiba Haris berhenti disitu.
"Haris kok berhenti.?" Tanya ku.
"Perut lu minta diisi makannya gue mampir." Jawab haris.
"Tetapi Ris uang aku cuman ada dua ribu.", Ucapku.
"Tidak usah khawatir soal itu, gue ada kok!" Jawab Haris.
"Aku gak mau ngerepotin kamu, ibu pasti masak kok dirumah." Ucap ku.
"Bang mie ayam nya dua ya." Ucap Haris.
"Makan disini dek." Jawab Abang nya.
"Iyah bang." Ucap Haris.
"Hanna sudah duduk saja, kita makan dulu kebetulan gue juga laper." Lantang Haris. "
Tumben kamu mau makan dipinggir jalan.?" Tanyaku.
"emang kenapa, tidak boleh nih." Jawab nya.
"Ya tidak gitu juga Ris."Ucap ku.
"Lalu apa dong Hanna.?" Tanya Haris.
" Tidak jadi deh,, oh iya nanti uang nya aku ganti ya." Jawab ku.
"Apaan sih Hanna, lagian cuman Lima belas ribu." Jawab Haris.
"Tetapi itu juga uang Ris, aku gak enak ah kalau tidak mengganti." Ucap ku.
"Terserah lu saja deh Hanna." Jawab nya.
__ADS_1
Haris terlihat tampan kalau lagi baik, tetapi kalau ia lagi jahat jelek nya minta ampun. gunam ku dalam hati sambil tersenyum.
"lu kenapa senyum-senyum sendiri.?" Tanya Haris.
"Ih Geer Ris, gue lagi ngebayangin aja bagaimana kamu bisa berubah secepat ini." Jawab ku.
"Hmmm gara-gara apa ya." Lantang Haris.
"Apa hayo heheee." Jawab ku.
"Hanna gue boleh minta sesuatu gak.?" Ucap haris.
"Minta apa Ris." Jawab ku seketika terkejut.
"Gue pengen goreng tempe yang kemarin enak hehe." Ucap Haris.
"Yaelah cuman tempe doang, ya sudah ntar aku bawain" Jawab ku.
"Thanks ya Hanna." Ucap Haris.
" Iyah sama-sama." Jawab ku.
Tidak lama kemudian si Abang nya pun selesai membuatkan mie ayam untuk aku dan Haris.
"Permisi dek, ini mie nya sudah jadi." Ucap abangnya.
"Terima kasih ya bang." Ucap Haris dan aku.
"Iyah sama-sama dek." Jawab Abang nya.
Lalu aku pun mengambil sambal, dikarenakan aku suka pedes jadi lebih banyak sambelnya di bandingkan milik Haris.
"Hanna jangan banyak-banyak nanti kamu sakit perut." Ucap Haris.
"Insya Allah aman ris, lagian aku sudah biasa kok.", Jawab ku.
"Tetapi Hanna, kalau sakit perut nanti gimana." Ucap Haris.
"Sudah kamu makan ya, nanti ibuku khawatir aku pulang telat." Jawab ku.
"Iyah Hanna." Ucap Haris.
Ini diluar dugaan aku, seorang laki-laki seperti Haris bisa berubah secepat ini. pantesan saja ratu marah terhadapku, Haris bisa perhatian seperti ini kepada ku.
Tidak lama kemudian kami pun selesai memakan mie ayam nya.
"Hanna gimana sudah kenyang.?" Tanya Haris.
"Alhamdulilah kenyang, terima kasih ya Ris." Jawab ku.
"Iyah sama-sama, tunggu sebentar ya aku bayar dulu." Ucap Haris.
"Bang dua porsi berapa.?" Tanya Haris terhadap abangnya.
"Jadi tiga puluh enam sama teh manis nya dek." Jawab abang nya.
"Ya sudah nih bang, kembalian nya ambil saja." Ucap Haris sambil memberikan uang lima puluh satu lembar.
"Ya Allah terima kasih banyak ya dek."
"Iyah sama - sama bang." Jawab haris.
Lalu Haris pun kembali ke aku. Haris terlihat bahagia, padahal cuman sekedar makan mie ayam. gunam ku dalam hati.
"Hanna pulang yuk, keburu sore nanti ibu mu nyariin." Lantang Haris terhadap ku.
"Iyah ayo." Jawab ku.
Lalu Haris pun menyalakan motor nya. lalu aku pun naik.
Dari penjual mie ayam tadi ke rumah ku cuman tiga menit, sangat Deket.
Tidak lama kemudian kami pun sampai didepan rumah ku.
"Ini rumah lu Hanna.?" Tanya Haris terhadap ku.
"Iyah ris sorry ya kecil hehehe." Jawab ku
"Gapapa Hanna, lagian gue bukan orang yang suka merendahkan." Ucap Haris.
Lalu ibu menghampiri ku.
"Kamu udah pulang Hanna.?" Tanya ibu ku.
"Alhamdulilah sudah Bu." Jawab ku sambil bersalaman.
"Assalamualaikum Tante." Ucap Haris sambil bersalaman.
"Walaikumsalam nak!" Jawab ibu ku.
"Oh iya Bu ini temen ku, nama nya Haris." Ucap ku.
"Ya sudah suruh masuk dong Hanna." Ucap ibu ku.
"Tidak usah Bu, katanya Haris harus pulang.", Jawab ku sedikit tersenyum.
"Enggak kok Hanna." Ucap Haris.
"Tuh kamu yang bohong kan neng." jawab ibu ku.
"Ya sudah ayo masuk." Lantangku terhadap Haris.
Ih sikap nya masih ngeselin, malah mampir kerumah lagi. gunam ku dalam hati. "
"Nak Haris mau minum apa.?" Tanya ibu ku terhadap nya.
"Tidak usah repot - repot tante." Jawab Haris.
"Ris buruan mau minum apa." Ucap ku.
__ADS_1
"Ya sudah teh manis anget saja."Jawab Haris.
"Nah gitu dong, kan enak gue bikin nya." Jawab ku sambil bergegas pergi ke dapur