Asmara Waktu SMA

Asmara Waktu SMA
Ratu cemburu sama Hanna dan Haris bab 33


__ADS_3

"Zaskia cepetan ambil minyak angin nya" Teriak Haris kepada Zaskia.


"Iyah Ris tunggu sebentar" Jawab Zaskia.


*


*


*


"Ratu rencana kita berhasil" Ucap Siska kepada ratu.


"Hah serius, si cewe busuk itu kecebur?" Tanya Ratu kepada Siska.


"Gue serius tetapi lagi dan lagi Haris menjadi penyelamat buat si perempuan busuk itu" Jawab Siska.


"Bener-bener si Haris masih aja nyempetin buat dia, padahal lagi gabung sama teman juga" Lantang ratu dengan kesal.


"Kayak nya cara ini akan gagal lagi, kita harus bisa mencari ide lain" Ucap April.


"Kira-kira hal apa yang bisa membuat si cewe busuk itu kapok sama kita" Jawab Siska.


"Gue benci banget sama si perempuan itu" Teriak ratu dengan sangat kesal.


Lalu tiba-tiba Fikri datang menghampiri Ratu, Siska dan April.


"Kalian bingung cara menyingkirkan dia dari Haris?" Tanya fikri kepada tiga teman nya itu.


"Emang lu punya ide lain Fikri?" Tanya Ratu.


"Oh jelas punya dong" Jawab Fikri dengan cengengesan.


"Ide apa yang lu punya?" Tanya Siska kepada Fikri.


"Kita jebak Hanna, di ruangan kosong kita bikin si Haris kembali ilfil sama dia haha" Lantang Fikri.


"Ide lu bagus juga Fikri" Ucap ratu.


*


*


*


"Ris ini minyak angin nya" Lantang Zaskia.


"Thanks ya Zas" Jawab Haris.


"Iyah sama-sama Ris" Ucap Zaskia.


Haris langsung mengoleskan minya angin ke bagian leher Hanna, dan mendekatkan nya ke sebelah hidung.


Namun cara itu gagal membuat Hanna bangun, Haris mulai menekan dada nya supaya air yang terminum bisa keluar.


Tetapi cara itu tidak membuat Hanna terbangun, Zaskia memberi kan saran kepada Haris.


"Ris lu mau gak, ngasih nafas buatan buat si Hanna?" Tanya Zaskia.


"Emang tidak ada cara lain Zaskia?" Tanya Haris.


"Kita sudah mencoba nya dengan berbagai cara, tetapi hasil nya gagal Ris" Ucap Zaskia.


Aku harus mencium Hanna didepan umum, rasa nya sangat risih tetapi kalau ini tidak lakukan akan bahaya buat kesehatan Hanna. Gundam Haris dalam hati.


" Ya sudah Zaskia gue mau" Jawab Haris.


" Ya sudah lakukan lah" Ucap Zaskia.


Haris pun langsung lirik sana lirik sini. Ingat demi Hanna, kamu pasti bisa. Gundam Haris dalam hati. Haris mulai mendekatkan bibir nya kepada Hanna.


tiba-tiba Haris grogi untuk mencium nya karena ini takut membuat Hanna marah.


"Zaskia kalau Hanna marah gimana?" Tanya Haris.


"Itu urusan gue Haris" Jawab Zaskia.


Haris pun tidak berfikir panjang, yang terpenting Hanna bisa kembali sembuh. Tidak lama kemudian Haris memberikan nafas buatan untuk Hanna.

__ADS_1


Setelah itu Hanna langsung terbangun.


"Oho oho, oho oho" Hanna pun batuk.


"Hanna kamu sudah bangun?" Tanya Haris sambil tersenyum.


"Emang gue kenapa?" Tanya Hanna.


"Elu tadi tenggelam di kolam" Ucap Zaskia.


" Kepala gue pusing banget" Ucap Hanna.


"Setelah ini kita ke dokter ya Hanna" Jawab Haris.


"Tidak usah Ris, pasti sebentar lagi juga sembuh" Ucal Hanna.


"Tetapi gue sangat khawatir sama lu Hanna" Jawab Haris.


"Hanna kali ini nurut ya sama Haris" Lantang Zaski.


"Emang kenapa Zaskia, lagian aku pasti baik-baik saja" Jawab Hanna.


"Lebih baik periksa supaya tidak kenapa-napa, kalau elu sakit kesian ibu mu mengurus dua orang!" Lantang Zaskia.


"Iyah Zaskia aku ngerti" Jawab Hanna.


"Hanna mau kan kita ke dokter?" Jawab Haris.


"Iyah aku mau Ris" Jawab ku.


"Alhamdulilah kalau begitu, gue seneng dengernya" Ucap Haris.


*


*


*


"Ini bener-bener gila, mereka bisa-bisanya sweet di depan umum" Lantang Ratu dengan sangat kesal.


"Sudah kalian diem disini, gue mau pergi" Lantang Ratu.


"Pergi kemana ratu?" Tanya April.


Ratu terlihat cemburu dengan Haris dan Hanna.


*


*


*


Setelah Hanna tersadar, Haris meminta nya untuk dibawa ke rumah sakit.


"Haris terima kasih" ucap Hanna.


"Sama-sama Hanna, setelah ini kita ke dokter ya" Jawab Haris.


"Iyah Ris aku mau" Ucap ku.


"Ya sudah aku menelpon pak Umar dulu" Jawab Haris.


"Silahkan Ris" Ucap ku.


Haris pun langsung menelpon pak Umar.


~Berdering~ Tidak lama kemudian pak Umar mengangkat telpon nya.


Pak Umar: "assalamualaikum bos Haris"


Haris: "Walaikumsalam pak Umar"


Pak Umar: "Ada yang bisa di bantu bos"


Haris: "Pak Umar tolong siapin mobil sekarang ya"


Pak Umar: "Baik bos pak Umar siapkan sekarang"

__ADS_1


Haris: "Terima kasih pak Umar"


Pak Umar: "Sama-sama bos"


Haris pun langsung mematikan telpon nya.


"Hanna kamu bisa berjalan gak?" Tanya Haris kepada ku.


"Insya Allah bisa tetapi Pelan-pelan" Jawab ku.


"Gue bantu jalan ya Hanna" Ucap Zaskia kepada ku.


"Iyah boleh Zaskia, thanks ya" Jawab ku.


"Sama-sama Hanna" Ucap Zaskia.


Aku berjalan pelan-pelan menuju ke mobil, rasanya sangat aneh serasa tidak kena dengan tanah.


"Hanna kayak nya kamu harus di gendong, tidak bisa seperti ini" Ucap Haris.


"Iyah Ris" Jawab ku.


Aku bener-bener merasa lemah sekali sehingga aku cuman bisa terdiam saat Haris bicara seperti itu.


"Aiden, Zaskia lu temenin gue ya ke dokter" Ucap Haris kepada Aiden dan Zaskia.


"Iyah Ris, gue pasti nemenin kalian" Jawab Aiden.


"Thanks ya bro" Ucap Haris.


Tidak lama kemudian Haris menggendong ku menuju ke mobil.


"Pak Umar minta agak cepat ya bawa mobil nya" Ucap Haris.


"Iyah baik bos Haris" Jawab pak Umar.


"Ngomong-ngomong ini Hanna kenapa ya?" Tanya pak Umar.


" Dia kesandung sesuatu di pinggir kolam, lalu ia tercebur pak Umar" Jawab Aiden.


"Ya sudah kalau begitu, langsung menuju ke rumah sakit EMC hospital saja ya" Ucap pak Umar.


"Iyah pak Umar" Jawab Haris.


Kami semua pun berjalan menuju rumah sakit, selagi di dalam mobil tiba-tiba aku pingsan. Tidak ada yang menyadari nya kalau aku sedang pingsan.


Sesampai di rumah sakit Haris dan yang lain nya membangunkan ku.


"Hanna bangun yuk, kita sudah sampai di rumah sakit" Ucap Haris.


"Hanna lu tidur kan, Ayo bangun sudah sampai" Lantang Zaskia.


"Zaskia, Aiden kayak nya Hanna pingsan kita langsung bawa kedalam saja yuk" Ucap Haris.


"Ya sudah yuk, kita tidak punya banyak waktu" Jawab Aiden.


Aiden dan Haris berusaha mengeluarkan aku dari mobil sedangkan Zaskia Membawa kan kursi roda untuk ku.


"Haris, Hanna duduk disini saja supaya kamu tidak berat menggendong nya" Ucap Zaskia.


"Iyah Zaskia terima kasih banyak" Jawab Haris.


"Sama-sama Ris" Ucap Zaskia.


"Ya sudah yuk kita masuk sekarang" Ucap Aiden.


"Bos Haris, pak Umar di parkiran ya!" Lantang pak Umar.


"Baik pak Umar" Jawab Haris.


Pak Umar langsung pergi ke parkiran, kami semua masuk ke dalam rumah sakit.


"Haris orang tua Hanna mau dikasih tau gak?" Tanya Aiden terhadap Haris.


"Kayak nya jangan dulu, nunggu Hanna sadar baru kita kabari" Jawab Haris.


"Ya sudah kalau begitu" Ucap Aiden.

__ADS_1


__ADS_2