Asmara Waktu SMA

Asmara Waktu SMA
kedekatan Haris dan Hanna membuat Fikri cemburu Bab 26


__ADS_3

Aku langsung mengalihkan perkataan ku kepada Haris dan Zaskia.


"Haris kamu mau pesen makan apa?" Tanya ku kepada Haris.


"Gue belum laper Hanna" Jawab Haris.


"Terus kamu ngapain kesini?" Tanya ku sedikit kebingungan.


"Gue cuman mau mastiin elu baik-baik saja Hanna" Jawab Haris.


Lalu Zaskia pun ikut bicara kepada kami.


"Sosweet banget sih kalian, gue gak sabar pengen ketemu pacar" Lantang Zaskia.


"Sirik aja lu Zaskia" Jawab Haris.


"Sudah tidak usah ribut, lagian aku sama Haris cuman temenan kok Zas" Ucap ku.


"Iyah deh sorry, abis gue gemes aja sama kalian hehee" Jawab Zaskia.


"Gemes gimana Zas?" Tanya ku.


"Ya gemes saja Hanna, kayak pasangan romantis!" Jawab Zaskia.


"Mulai ngaco deh kamu Zaskia" Ucap ku.


"Hanna, Zaskia mau ikut gak?" Tanya Haris.


"Ikut kemana Ris"Jawab ku dan Zaskia.


"Nanti malam ke acara ulang tahun nya Ratu" Ucap Haris.


"Gue gak di undang Ris" Jawab Zaskia.


"Aku juga tidak di undang Ris" Ucap ku.


"Hanna lu ikut bareng gue ya, kebetulan di kartu undangan nya tertulis harus bawa pasangan" Lantang Haris.


"Serius! emang kamu tidak malu bareng sama aku?" Tanya ku.


"enggak lah Hanna, oh iya Zas nanti Lu bareng Aiden saja nanti gue bilangin sama dia" Ucap Haris.


"Ya sudah gue setuju Ris, biar si Ratu makin gerah sama kedekatan kalian" Jawab Zaskia.


"Zas jangan balas dendam biarin saja" Ucap ku.


"Hanna lu mau kan bareng gue?" Tanya Haris.


"Kalau Zaskia ikut, aku bakalan ikut ya Ris!" Jawab ku.


Haris terlihat bahagia saat aku mau ikut bersama nya. Tetapi aku masih kepikiran soal Ratu, kenapa ia tidak mengundang aku dan Zaskia padahal kami pun teman nya.


Tidak terasa kami mengobrol di kantin sampe jam istirahat habis.


"Haris aku sama Zaskia ke kelas dulu ya, tiga menit lagi bell bunyi" Lantang ku.


"Iyah Hanna gue sampe gak nyadar untung lu inget" Jawab Zaskia.

__ADS_1


Zaskia seakan-akan terkejut saat ia tidak menyadari waktu.


"Ya sudah kalian ke kelas dulu saja, nanti kita bicarain lagi ya soal ini" Ucap Haris.


"Iyah Ris" Jawab ku.


"Bye Hanna, bye Zaskia" Lantang Haris.


"Bye juga Haris" Jawab ku dan Zaskia.


Aku dan Zaskia langsung bergegas pergi dari kantin. Gila ini pertama kali nya aku merasa panik takut telat masuk kelas.


Setiba kami di dalam kelas mungkin ada satu menit, lalu guru IPS datang.


"Assalamualaikum" Lantang guruku.


"Walaikumsalam" Jawab kami semua muridnya.


Untung saja aku dan Zaskia jalan nya lebih cepat, telat dua menit saja bisa-bisa dihukum. Gunam ku dalam hati.


Setelah pelajaran IPS kami pun pulang. lalu aku menghampiri ratu dan sangat ingin mempertanyakan soal ulangtahun nya yang ke enam belas.


"Haii ratu" Ucap ku.


"Apa cewe busuk, tidak usah so akrab deh sama gue" Jawab ratu ketus.


"Ngomong-ngomong katanya ada acara ulang tahun kamu ya" Ucap ku sambil tersenyum.


"Terus masalah buat elu Hanna?" Tanya ratu kepada ku.


"Ya karena menurut gue kalian itu tidak penting" Lantang ratu.


Ratu pun langsung pergi meninggalkan ku, lalu aku pun bertanya sesuatu kepada ratu.


"Ratu alasan kamu benci sama aku soal apa ya?" Tanya ku.


Lalu tiba-tiba Ratu berhenti melangkah dan menoleh ke arah belakang.


"Masalah nya lu sudah bikin gue benci ditambah sekarang lu merebut kebahagian gue yaitu Haris!" Jawab ratu begitu ngotot kepada ku.


"Ratu aku tidak pernah mengambil Haris dari kamu" Ucap ku.


Lalu tiba-tiba Haris datang, ikut campur pembicaraan antara aku dan Ratu.


"Hanna bener ratu, dia tidak pernah mengambil gue dari lu!" Teriak Haris.


"Lalu semua ini apa Ris?" Tanya Ratu kepada Haris.


"Gue yang terus-terusan ngejar dia, karena gue sayang sama dia!" Teriak Haris.


"Semua itu bohong, andaikan si perempuan busuk itu tidak mendekati mu, mungkin elu bakalan ada terus sama gue" Jawab Ratu dengan penuh kekecewaan.


"Terserah lu mau percaya atau enggak sama gue, yang penting elu sudah tau kenyataan nya!" Lantang Haris.


Haris pun langsung menarik tangan ku dan meninggalkan ratu yang sedang menangis. selagi kami berjalan tiba-tiba ratu bertanya kepada Haris.


"Haris nanti malam lu datangkan?" Tanya Ratu.

__ADS_1


Haris pun langsung berhenti melangkah, saat Ratu bertanya kepada nya.


"Insya Allah Ratu, gue akan datang" Jawab Haris.


"Datang sama siapa, sedangkan diundangan harus membawa pasangan?" Tanya ratu.


"Tentu dengan kekasihku Hanna" Jawab Haris sambil melirik ke arah ku.


Lalu kami pun secepat nya pergi dari ratu. Apa ini nyata atau hanya ilusi mata, laki-laki yang selama ini aku benci sangat menyayangi ku dengan tulus. Lebih dari tiga kali ia slalu menolong ku.


"Hanna Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Haris.


Seketika aku pun melamun disaat Haris mempertanyakan itu kepada ku.


"Hallo Hanna are you oke?" Tanya Haris sambil melambaikan tangan nya kepada ku.


"Oh haii sorry heheee" Jawab ku.


"Kamu kenapa Hanna, kok melamun?" Tanya Haris kepada ku.


"Aku baik-baik saja kok Ris" Jawab ku.


"Yakin kamu baik- baik saja Hanna?" Tanya Haris.


"Iyah Haris" Jawab ku.


"Syukur deh kalau begitu aku lega mendengar nya" Ucap Haris.


Aku dan Haris berjalan menuju taman sekolah,selagi dijalan kami berpapasan dengan Fikri mantan pacarku.


"Haii kalian mau kemana?" Tanya Fikri kepada ku dan Haris.


"Gue mau ngajak Hanna jalan-jalan emang kenapa Fik?"Tanya Haris.


"Oh begitu ya" Jawab Fikri.


"Ya sudah kalau begitu Fikri, aku dan Haris pergi dulu ya" Ucap ku.


Aku langsung menggenggam tangan nya Haris, dan mengajak nya pergi. selagi kami mau melangkah Fikri berbicara sesuatu kepadaku.


"Hanna kamu yakin ingin bersama nya, yang jelas-jelas dulu membuli kamu?"Tanya Fikri kepada ku.


"Aku yakin kalau dia sudah berubah Fik" Jawab ku.


"Buktinya apa kalau Haris sudah berubah?" Tanya Fikri.


"Salah satunya tidak pernah memainkan perasaan wanita manapun termasuk aku" Jawab ku.


Aku sangat kesal kepada Fikri, seakan-akan ia paling bener saja.


"Fikri gue tau lu gak suka melihat Hanna dekat sama gue, tetapi lu harus ingat senakal-nakal nya gue tidak pernah mempermainkan perasaan wanita manapun" Jawab Haris dengan tegas.


"Oke gue pegang omongan lu Ris" Ucap Fikri.


"Silahkan Muhammad Fikri" Jawab Haris.


Lalu kami pun pergi meninggalkan Fikri, sesekali aku menatap wajah nya Haris ternyata ia orang baik.

__ADS_1


__ADS_2