
Tidak disangka aku bakalan dinner dengan laki-laki yang sangat aku benci. gunam ku dalam hati.
"Silahkan tuan putri." Lantang Haris sambil membukakan pintu mobil nya.
"Thanks you Haris." Jawab ku.
"Sama-sama Hanna." Ucap Haris.
Lalu Haris pun langsung duduk di depan bersama pak Umar.
"Bos Haris udah siap untuk berangkat." Lantang pak Umar.
"Sudah pak Umar, terima kasih ya." Jawab Haris.
"Iyah sama-sama bos, oh iya ngomong-ngomong ini pacar nya ya heehehehe." Ucap pak Umar
"Bukan pak, ini temen Haris." Jawab Haris.
"Oh temen kirain pacar heheee." Ucap pak Umar.
Pak Umar sesekali melirik ku, aku cuman bisa tersenyum kepada nya. mungkin pak Umar tidak mempercayai nya kalau aku hanya sekedar temen nya.
Tidak lama kemudian kami pun sampai dirumah nya Haris. selagi aku turun dari mobilnya, aku cuman bisa melamun.
Gila rumah nya Haris besar banget. gunam ku dalam hati.
"Hanna silah kan masuk." Ucap Haris.
"Gila rumah kamu besar banget Haris." Jawab ku sedikit terkejut.
"Ini bukan rumah gue Hanna, ini rumah nyokap sama bokap gue!" Ucap Haris.
"Enak dong tinggal di istana ini.?" Tanya ku.
"Ya begitulah Hanna, ayo masuk bunda ku sudah menunggu." Jawab Haris.
"Aku malu Haris." Ucap ku.
"Malu kenapa Hanna.?" Tanya Haris.
"Malu ketemu bunda kamu." Ucap ku.
"Bunda ku baik kok Hanna, jangan khawatir ya." Jawab Haris, seolah-olah ia menenangkan ku.
"Bismillah, ya sudah yuk Haris." Ucap ku sedikit gemeteran.
"Iyah Hanna, mari." Jawab Haris.
Lalu aku dan Haris pun langsung masuk kedalam rumah nya. Haris langsung menyuruh ku menunggu di ruang tamu nya.
"Hanna tunggu sebentar ya, gue mau memanggil bunda terlebih dahulu." Ucap Haris.
"Baik Haris." Jawab ku.
Selagi aku menunggu nya, aku melirik ke sana-sini. tidak kebayang kalau aku yang ada didalam nya, tetapi aku tidak seberuntung itu. gunam ku dalam hati.
Tidak lama kemudian Haris dan bundanya datang menghampiri ku.
"Selamat sore Hanna." Ucap bunda nya Haris, sambil tersenyum.
"Sore Tante, gimana kabarnya nya Tante.?" Tanya ku.
"Tante alhamdulilah baik kok Hanna." Jawab Tante.
"Alhamdulilah kalau begitu." Ucap ku.
"Silahkan duduk Hanna, kita mengobrol terlebih dahulu." Lantang bunda nya Haris.
"Baik Tante." Jawab ku.
"Hanna sudah kenal lama dengan Haris.?" Tanya bunda nya Haris.
"Sudah Tante, tetapi sebelum nya kami tidak dekat seperti sekarang." Jawab ku.
"Iyah Tante tau kok Hanna, Haris sudah bercerita terhadap Tante." Ucap bunda nya Haris.
"Hehe sebelum nya minta maaf ya Tante." Jawab ku.
"Minta maaf untuk apa Hanna.?" Tanya bunda nya Haris.
"Iyah Haris sudah dekat dengan ku!" Jawab ku tersipu malu.
"Tante tidak jadi masalah kok Hanna, selagi itu bisa membuat Haris bahagia." Ucap bunda nya Haris, sambil tersenyum.
"Tuh kan Hanna, bunda ku baik." Lantang Haris.
__ADS_1
Aku cuman bisa tersenyum saat itu. tidak menyangka nyokap nya Haris bisa menerima ku, padahal aku cuman perempuan biasa.
"Kamu cantik, pantesan anak bunda suka sama kamu." Ucap bunda nya Haris.
"Bunda kok dibocorin." Lantang Haris, seakan-akan iya malu kepada ku.
"Tante bisa saja, mana bisa seorang Haris memuji ku berlebihan heheee." Jawab ku.
"Bisa dong Hanna, Haris juga manusia kan." Ucap bunda nya Haris.
"Tetapi aku tidak mempercayai nya tante heheehee." Jawab ku.
"Sekecewa itu ya nak, sama anak bunda." Ucap bunda nya Haris.
"Hehehehe maaf ya Tante." Jawab ku.
"Iyah gapapa sayang, Tante ngerti kok biar jadi pelajaran untuk Haris." Ucap bunda nya Haris.
"Iyah Tante." Jawab ku.
Terlihat jelas Haris merasa sedih saat ia mengetahui aku tidak bisa mempercayai nya. andaikan saja Haris tidak pernah jahat terhadap ku mungkin apa yang dia ucapkan bisa membuat aku happy.
"Hanna, gue minta maaf ya." Lantang Haris.
"Sudah aku maafin kok Haris, mungkin aku nya saja belum bisa menerima." Jawab ku.
"Ya sudah kalau begitu kita makan dulu ya." Lantang bunda nya Haris.
"Baik bunda, terima kasih ya sudah mendukung Haris." Ucap Haris kepada bunda nya.
"Iyah sama-sama, ibu mana sih yang tidak mau anak nya bahagia." Jawab bunda.
"Hanna, kita makan bareng ya." Ucap Bunda nya, kepada Hanna.
" Baik Tante, sebelum nya terima kasih."
Lalu bunda nya Haris pun menyiap kan segala nya. Haris menatap ku dengan penuh malu. tetapi semua nya sudah terlambat, tidak mudah untuk aku bisa mempercayai nya.
"Hanna kita ke meja makan yuk." Ucap Haris.
"Ayo Haris." Jawab ku.
Lalu aku dan Haris pun menyusul ke meja makan, banyak sekali makanan bahkan dirumah ku biasa nya menyiap kan dua atau tiga menu saja tidak sampai habis.
Lalu aku bertanya terhadap Haris.
"Tidak Hanna, ini untuk kita bertiga!" Jawab Haris.
"Tetapi Haris, ini terlalu banyak mubajir." Ucap ku.
"Itu gampang, sekarang kita makan yuk Hanna." Jawab Haris.
"Ya sudah kalau begitu." Ucap ku.
Aku pun duduk dimeja makan, bersampingan dengan Haris dan berhadapan dengan bunda nya Haris.
"Semoga kamu suka ya dengan masakan disini Hanna." Ucap bunda nya Haris.
"Pasti suka Tante, tapi maaf Tante kalau saya lancang tetapi ini masak nya banyak sekali emang bakalan Habis.?" Tanya ku.
"Gapapa sayang, kami disini terbiasa seperti ini heeheee." Ucap Bunda nya Haris.
"Oh begitu ya!" Jawab ku.
"Hanna, buruan makan ngoceh Mulu." Lantang Haris.
"Iyah Haris bawel." Jawab ku sedikit kesal.
Lalu aku pun mengambil porsi ku, aku bingung disini lauk nya lumayan banyak, rasa nya ingin mencoba semua, tetapi itu tidak mungkin.
Aku mengambil beberapa lauk saja, yang terpenting aku sudah menyicipi nya. disaat kami mau makan Tante bertanya sesuatu terhadap ku.
"Hanna kamu tinggal dimana.?" Tanya bunda nya Haris
"Aku tinggal di Kemayoran, tidak terlalu jauh dari sekolah." Jawab ku.
"Oh begitu, ya sudah yuk kita mulai makan nya." Ucap bunda nya Haris.
"Baik Tante." Jawab ku.
Kami pun langsung menyantap makanan nya. emmm setelah masuk di mulut rasanya enak banget, seperti makan di restauran.
Bersyukur banget bisa mengenal keluarga nya Haris, ternyata ia orang baik. padahal sebelum nya aku kepikiran, takut seperti anak nya Haris.
Tidak lama kemudian kami pun selesai makan. bunda nya Haris terlihat happy saat ia bisa mengenal ku secara langsung.
__ADS_1
"Haris habis ini kamu mau mengajak Hanna kemana.?" tanya bunda kepada Haris.
"Haris belum tau sih, emang kenapa bunda.?" Jawab Haris.
"Tante kayak nya habis ini langsung pulang deh, ibu menyuruh ku untuk tidak terlalu malam pulang nya." Ucap ku kepada bunda nya Harism
"Oh begitu ya sudah, nanti sampe'in salam ya dari Tante."
"Baik Tante, nanti Hanna sampaikan."
Setelah itu aku pun siap-siap untuk pulang, tidak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul delapan malam.
"Hanna kamu sudah siap untuk pulang.?" Tanya Haris.
"Sudah Ris, ayo nanti ibu ku khawatir kalau aku kemaleman." Jawab Haris.
"Ya sudah kita izin dulu yuk sama tante." Ucap ku.
"Ya sudah yuk." Jawab Haris.
Lalu kami pun langsung menghampiri bunda nya Haris yang sedang menonton tv.
"Bunda, Haris mau nganter Hanna pulang dulu ya." Ucap Haris.
"Naik apa sayang.?" Tanya bunda.
"Kayak nya naik motor deh bunda." Jawab Haris.
"Ya sudah kamu hati-hati jangan kebut-kebutan ya." Ucap bunda.
"Baik bunda." Jawab Haris.
Lalu aku pun langsung menghampiri nya secara bertatapan.
"Tante terima kasih, sudah mengajak Hanna makan bersama." Ucap ku.
"Iyah sama-sama cantik." Jawab bunda.
" Hanna pamit pulang dulu ya Tante." Ucap ku.
"Hati-hati Hanna, nanti kabari Tante kalau Haris melakukan tidak baik sama kamu." Lantang bunda nya Haris.
" Hehehe baik Tante, assalamualaikum." Ucap ku.
"Walaikumsalam." Jawab bunda.
Lalu aku dan Haris pun bersalaman dengan bunda nya. andaikan Haris baik dari dulu mungkin sekarang aku akan mempercayai. nya.
" Hanna sini pakai dulu helm nya." Ucap Harus.
"Iyah Haris, sini mana helm nya." Jawab ku.
"Hanna kamu cantik." Lantang Haris.
"Rayuan kamu tidak mempan terhadap ku Haris!" Jawab ku.
"Heheheee bukan merayu Hanna, tetapi emang nyata kamu itu cantik heheeee." Ucap Haris.
"No cantik tetapi perempuan busuk!" Jawab ku sedikit kesal.
"Hanna sudah jangan bicara seperti itu." Ucap Haris.
"Kenapa Ris? Itu kan yang kamu bilang terhadap ku." Ucap ku.
"Ya sudah pulang yuk." Jawab Haris.
"Iyah Haris." Ucap ku.
Lalu aku pun menaiki motor nya Haris, tiba-tiba kaki ku keseleo.
"Aduuuh sakit." Teriak ku.
"Hanna kamu kenapa.?" Haris pun seketika panik, lalu ia langsung menghampiri ku.
"Ris, sakit banget kayak nya kaki ku keseleo deh." Ucap ku.
"Mana Hanna, coba ku lihat." Jawab Haris.
Lalu aku pun langsung memperlihatkan terhadap Haris, ia langsung membawa ku ke teras rumah nya.
"Hanna, sorry ya gue pijit sebentar." Ucap Haris.
"Iyah boleh haris tetapi pelan-pelan ya." Jawab ku.
"Iyah pasti Hanna, tahan sedikit ya rasa sakit nya." Ucap Haris.
__ADS_1
"Baik Haris." Jawab ku.
Lalu Haris pun memijat kaki ku, aku berusaha menahan rasa sakit nya, supaya Haris tidak khawatir terhadap ku.