Asmara Waktu SMA

Asmara Waktu SMA
Haris mengutarakan isi hatinya kepada Hanna. Bab 27


__ADS_3

Aku dan Haris berjalan menuju ke taman. Apa bener Haris mencintai ku, aku harus bisa mempertanyakan nya langsung kepada nya.


Lalu kami pun duduk disalah satu kursi yang ada di taman, aku langsung mempertanyakan kepada Haris soal perasaan nya.


"Haris aku boleh tanya sesuatu sama kamu" Ucap ku.


"Tanya apa Hanna" Jawab Haris.


"Kamu slalu membela ku, slalu membawa soal perasaan mu, apa itu nyata atau hanya alesan?" Tanya ku.


"Itu nyata Hanna, tetapi aku juga sadar kalau kamu tidak akan mudah menerima ku" Jawab Haris.


"Alasan kamu cinta sama aku apa Ris?" Tanya ku.


"Gue tidak tahu alasan nya apa Hanna dan bahkan gue gak tau perasaan ini kapan tumbuh nya!" Jawab Haris.


Tiba-tiba ponselku berbunyi menandakan ada pesan yang masuk. Aku langsung mengecek nya, ternyata itu dari ibuku.


[ "Hanna nanti kerumah sakit minta tolong bawain pakaian ganti ya buat ibu"] Dari ibuku.


Tidak lama kemudian aku pun langsung membalas pesan dari ibuku.


[ "Iyah ibu nanti aku bawakan ya"] Send.


[ "Terima kasih ya anak ibu"] Dari ibuku.


[ " Iyah sama-sama ibu"] Send.


"Siapa yang mengirimkan pesan Hanna?" Tanya Haris.


" Ibuku Ris" Jawab ku.


"Ibu kenapa Hanna, bapak gimana?" Tanya Haris.


"Aku belum tau pasti Ris, ibuku belum ngabarin apa-apa sama aku" Jawab ku.


"Nanti pulang sekolah kamu mau ke rumah sakit lagi?" Tanya Haris.


"Iyah Ris, ibuku meminta pakaian untuk ganti" Jawab ku.


"Nanti gue yang Anter ya, sekalian mau minta izin ke Tante salsa mengajak kamu ke acara ulang tahun nya Ratu" Ucap Haris.


"Iyah boleh, sekali lagi terima kasih banyak ya" Jawab ku.


"Iyah sama-sama Hanna" Ucap Haris sambil tersenyum.


Aku tidak tau harus membalas perasaan Haris atau nggak, luka yang ia buat dimasa lalu masih membekas dihatiku.


"Hanna gue sayang sama lu, tetapi mau kamu terima atau nggak itu hak elu yang penting gue sudah bisa jujur soal perasaan gue ke elu" Lantang Haris.


"Kita jalanin saja terlebih dahulu, jika suatu saat nanti aku sudah bisa menerima cintamu nanti dikabari ya!" Jawab ku dengan tegas.


"Thanks ya Hanna sudah memberikan kesempatan, gue janji tidak akan mengecewakan mu" Ucap Haris.


"Aamiin semoga saja ya Haris" Jawab ku.


Lalu Haris pun mengeluarkan ponsel nya yang berada di saku celana.


"Hanna gue boleh minta sesuatu gak" Ucap Haris.

__ADS_1


"Minta apa Haris?" Tanya ku.


"Gue boleh mengambil gambar kita berdua gak?" Tanya Haris.


"Photo bersama maksud kamu" Jawab ku.


"Iyah, boleh tidak Hanna?" Tanya Haris.


"Iyah boleh Ris" Jawab ku.


Lalu Haris pun menyalakan ponsel nya dan langsung mengambil gambar berdua.


"Waw cantik banget Hanna" Ucap Haris.


"Itu biasa saja Haris, kamu saja yang terlalu melebihi" Jawab ku.


"Hanna gue izin upload ya di whatsap ku" Ucap Haris.


"Emang itu tidak akan menimbulkan kerusuhan di sekolah Ris?" Tanya ku.


"Insya Allah nggak Hanna, bahkan bagus supaya ratu tidak mengganggu kamu lagi" Ucap Haris.


"Ya sudah boleh selagi itu masih positive Ris" Jawab ku.


"Terima kasih Hanna" Ucap Haris.


"Sama-sama Ris" Jawab ku.


Lalu Harus pun langsung membuat status di WhatsApp nya itu dengan caption 'Kamulah takdirku' itu membuat satu sekolah ramai menjadi bahan gosipan.


*


*


*


"Gue belum dapat ide apa-apa soal itu Siska" Jawab ratu.


Saat itu April sedang fokus memainkan ponsel nya. Dengan tidak sengaja ia melihat postingan Haris.


"April lu punya ide gak buat nyelakain si Hanna?" Tanya Siska.


" Gaes, Gaes lihat si Haris memposting photo berduaan sama Hanna ditaman sekolah" Ucap April.


Ratu dan Siska pun langsung melihat di ponsel milik April.


"Gila si Haris beneran pacaran sama si Hanna?" lantang Siska dengan terkejut.


"Ratu ini gimana kalau sudah begini?" Tanya April kepada ratu.


Ratu terlihat marah besar dan ia langsung menghampiri hanna yang sedang mengobrol di taman bersama Haris.


"Haris lu dipelet apa sama perempuan ini sehingga kamu bangga memilikinya" teriak ratu sambil menjambak rambut Hanna.


"Ratu lepasin dia pacar gue, lu harus terima kenyataan itu" Jawab Haris dengan emosi.


"Ratu kamu apa-apaan sih berani nya main kasar" Lantang ku.


"Diem lu Hanna, seharus nya lu gak ada si sekolah ini" Jawab ratu dengan sangat kesal.

__ADS_1


Haris pun berusaha melepaskan jambakan nya itu, dan akhir nya terlepas.


"Ratu sikap lu dari dulu gak berubah slalu kasar sama siapa pun, laki-laki mana yang akan suka sama kamu" Teriak Haris.


"Gue cuman mau elu Haris" Jawab Ratu.


"Tetapi yang gue ingin hanyalah Hanna Alisia bukan elu" Lantang Haris.


"Gue bakalan rebut elu kembali dari perempuan busuk ini lihat saja nanti" Jawab Ratu.


"Itu tidak akan pernah terjadi Ratu, see you night" Lantang Haris.


Lalu Haris pun membawa ku pergi dan meninggal kan ratu.


Gue harus bisa bikin cewe busuk itu kapok sama gue, biar dia tau siapa gue sebenarnya. Gunam ratu dalam hati.


Lalu April dan Siska pun menyusul ratu yang sedang berada ditaman.


"Ratu lu ngapain disini?" Tanya April.


"Gue habis menyerang si cewe busuk itu" Jawab Ratu.


"Lu ngapain lakuin itu, mendingan kita pikirin caranya supaya si Hanna mau melepaskan Haris untuk elu" Lantang Siska.


" Gue setuju sama Siska, lu lakuin ini juga percuma, hanya untuk membuat Haris makin ilfil saja" Ucap April.


"Ya kalian sudah punya ide nya belum?" Tanya Ratu.


"Ya untuk sekarang belum, kita pikirin bareng-bareng dong ratu" Jawab April.


"Ya sudah yuk ke kantin gue laper" Lantang Ratu.


"Yuk kita isi perut dulu" Jawab Siska.


Ratu dan yang lain nya pun langsung bergegas menuju ke kantin.


*


*


*


"Hanna kepala nya sakit gak?" Tanya Haris.


"Sedikit pusing Ris" Jawab ku.


"Habis pulang sekolah kita mampir ke klinik ya supaya kamu cepat sembuh" Lantang Haris.


"Tidak usah repot-repot Haris, lagian ini tidak terlalu sakit" Jawab ku.


"Beneran gapapa Hanna?" Tanya Haris.


"Iyah beneran Ris, jangan khawatir ya" Jawab ku.


"Bagaimana aku tidak khawatir Hanna, kamu tadi kesakitan" Ucap Haris sedikit merenung.


"It's okay aku kan kuat Haris" Jawab ku.


"Ya sudah kalau begitu, kita ke kelas yuk sebentar lagi mau masuk pelajaran ke tiga" Ucap Haris.

__ADS_1


"Iyah ayo Ris" Jawab ku.


Lalu aku dan Haris pun langsung bergegas ke kelas. selagi aku dijalan aku melihat Fikri begitu jutek sekali tatapan nya terhadap aku dan Haris.


__ADS_2