
Tumben si haris pagi ini tidak bikin ulah, apa tidak ada temen nya, syukur deh kalau dia tidak melakukan aneh-aneh.
Lagian Zaskia belum sampe juga, aku khawatir kalau temen-temen ku melakukan hal aneh terhadap ku.
Lalu aku pun masuk kedalam kelas untuk menaro tas ku. selagi aku manaro tas tiba-tiba Haris lewat di depan kelas ku. aduh si Haris pasti lagi mantau aku, gimana dong.
Waktu itu aku bener - bener ketakutan, apalagi dia paling sering ngebuli ku.
Aku pun keluar untuk menghindari Haris, setiba aku didepan kelas aku bertemu dengan pacar ku Fikri.
"Morning Fik." ucap ku sedikit pelan. lalu Fikri tidak membalas ucapan ku. ia langsung bergegas pergi meninggalkan aku.
Ya sudahlah mungkin ia malu mempunyai pacar seperti aku. gunam ku dalam hati.
Lalu aku pun pergi ke toilet supaya aku tidak terlalu sering ketemu dengan Haris.
selagi aku menuju ke toilet, aku melihat Fikri menggandeng tangan siska, terlihat jelas mereka sangat lah mesra.
Aku tidak tahan melihat kemesraan Fikri dan Siska. kenapa Fikri Setega itu terhadap ku, apa emang dia berbohong cinta sama aku. gunam ku dalam hati.
Tidak lama kemudian Zaskia pun ke kamar mandi dan ia melihat ku sedang menangis.
"Hanna are you oke.?" Tanya zaskia.
"Aku oke kok zas, cuman tadi mataku sedih perih!" Jawab ku.
"Kamu tidak sedang membohongi gue kan.?" Tanya Zaskia dengan serius.
"Tidak kok zas, thanks ya sudah merhatiin aku." Jawab ku.
"Kalau ada apa-apa tolong bilang ya sama gue." Ucap Zaskia.
"Iyah pasti kok zas." Jawab ku.
"Ya sudah aku mau pipis dulu ya, sudah kebelet." Ucap Zaskia sambil masuk kedalam toilet.
"Iyah zas aku tunggu ya." Jawab ku. "Iyah Hanna."
Maafin aku ya Zaskia, soal ini aku belum bisa cerita, aku tidak mau ada kekacauan lagi seperti sebelum nya. gunam ku dalam hati.
Tidak lama kemudian, Zaskia pun keluar dari toilet.
"Hanna sudah sarapan belum.?" Tanya Zaskia.
"Sudah kok zas, tadi ibuku masak sayur bayam dirumah." jawab ku.
"Ya sudah anterin gue ke kantin yu sebentar." Ucap zaskia.
__ADS_1
"Ya Sudah yu, emang kamu belum sarapan.?" Tanya ku.
"Iyah belum kebetulan mba gue sedang pulang kampung." Jawab Zaskia.
Lalu aku dan Zaskia pun langsung menuju ke kantin. sesampe kami di kantin Zaskia melihat Fikri sedang bermesraan dengan Siska.
Disaat itulah, kemarahan Zaskia memuncak terhadap Fikri. Zaskia pun langsung menghampiri Fikri dengan wajah ketus.
"Heh anj*** ini apa - apaan.?" Teriak Zaskia terhadap Fikri.
"Lu ngapain sih zas, datang-datang sudah marah-marah saja." Jawab Fikri seakan-akan tidak terjadi apa - apa.
"Heh t*i lu kenapa mempermainkan temen gua, sekira nya lu udah Tidak suka sama dia, kelarin dulu secara baik-baik." Ucap Zaskia.
"Sudah Zaskia gapapa, mungkin dia malu bersama ku." Lantang ku terhadap Zaskia.
"Diem Hanna, biar gue menyelesaikan ini semua." Jawab Zaskia dengan kesal.
"Ya udah, gue bakalan putusin Hanna sekarang juga." Teriak Fikri sambil memegang tangan nya Siska.
"Lu sama bang*** nya kaya si Haris." Jawab Zaskia.
"Eh siapa yang mau sama perempuan busuk kayak dia." Teriak Fikri sambil menunjuk kepada ku.
"Jadi omongan lu yang bilang suka sama dia, itu bohong." Lantang Zaskia sambil menarik kedua kerah baju Fikri.
"Heh Zaskia ngapain lu narik-narik kerah baju yang dipakai oleh pacarku." Lantang Siska.
"Heh lu juga sama bang*** so cantik." Jawab Zaskia ketus terhadap Siska.
"Uhh sayang dia marah hahaaa." Ucap Fikri terhadap Siska.
"Heh anj*** hari ini, detik ini lu putus sama Hanna." Lantang Zaskia.
"Oke Hanna kita putus bye." Jawab Fikri seakan-akan ia happy putus dengan ku.
Lalu aku dan Zaskia pun pergi untuk ke kelas. tidak disangka ternyata Fikri juga sama saja bahkan lebih parah.
Sudah lah ngapain juga aku ngurusin laki-laki kaya dia, mending aku fokus bagaimana aku bisa menghilangkan jerawat ini. gunam ku dalam hati.
"Hanna sorry ya tadi tanpa persetujuan dari lu, gue malah ngambil keputusan." Ucap Zaskia.
"Iyah gapapa zas, bahkan aku berterima kasih sama kamu, sudah membantu ku." Jawab ku.
"Lu tidak marah kan sama gua.?" tanya Zaskia.
"Ya enggak lah Zaskia, ngapain juga aku harus marah sama kamu." Jawab ku.
__ADS_1
"syukur deh kalau begitu, gue lega Hanna."
"Iyah Zaskia, zas bantuin aku mau gak.?" Tanya ku.
"Bantuin apa Hanna.?" tanya Zaskia.
"Iyah bagaimana supaya aku bisa menghilangkan jerawat ini, dan bisa cantik kaya orang - orang." Jawab ku.
"kalau gue liat-liat jerawat elu sudah mulai mengecil deh Hanna, semalem lu pake kan maskernya.?" Tanya Zaskia.
"Iyah aku pake Zaskia." jawab ku.
"Nanti kita lihat hasil nya, dan buktiin lu itu sangat cantik." Ucap Zaskia. "
Terima kasih ya zas, sudah mau membantuku." Jawab ku.
" Iyah sama - sama, pokok nya kamu harus semangat untuk merubah penampilan kamu." lantang Zaskia. " Iyah gue pasti semangat Zaskia." jawab ku.
aku bakalan buktiin sama semua laki - laki yang ada disini, termasuk Haris dan Fikri bahwa aku bisa lebih cantik dari perempuan yang mereka suka. gunam ku dalam hati.
triiiing......
triiiiing......
triiiiiing....
suara bel pun sudah berbunyi, lalu aku dan Zaskia pun masuk.
"Hanna semangat ya, jangan galau." lantang Zaskia. "Iyah aku pasti semangat Zaskia." jawab ku.
kami pun mulai belajar dan soal Fikri itu tidak ada pengaruh nya terhadap ku. aku cukup ngebuktiin bahwa aku tidak sejelek yang dia kira.
pada pukul sembilan pagi, kami pun beristirahat pertama. kebetulan hari ini aku lupa untuk membawa bekal, mau gak mau aku harus membeli nya.
"Zaskia ke kantin yuk." ucap ku. "Iyah ayo kebetulan gue juga laper." jawab Zaskia. "syukur deh jadi aku ada temen nya." ucap ku.
" kayak nya enak nih makan nasi goreng buatan Bu Risma." lantang Zaskia. " ya sudah yuk kita makan bareng." jawab ku.
lalu aku dan Zaskia pun langsung menuju ke kantin. sesampe di kantin aku dan Zaskia langsung memesan makanan nya.
" Bu Risma nasi goreng dua ya, jangan terlalu pedes.", ucap Zaskia. "Iyah neng Bu Risma bikinin sekarang." jawab Bu Risma.
lalu aku dan Zaskia pun menunggu makanan nya jadi.
kebetulan aku ke sekolah membawa handphone dan melihat tutorial cara menghilangkan jerawat.
aduh aku harus mencoba nya nih siapa tau cocok. gunam ku dalam hati.
__ADS_1
"zaskia kemarin mama kamu marah gak main sama aku.?" tanya ku. " enggak kok Hanna, nyokap gue tidak terlalu mengekang gue dan dia juga percaya kalau gue bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk." jawab Zaskia.