
Tidak lama kemudian Harus terbangun, dia seperti kebingungan di lihatin sama orang-orang yang ada di sekitar nya. Haris langsung bertanya kepada.
"Hanna kenapa semua orang menata kita seperti itu?" Tanya Haris kepada ku.
"Kamu tidak nyadar apa yang kamu lakukan disini" Jawab ku sambil tersenyum.
"Emang kenapa Hanna?" Tanya Haris kepada ku.
"Hehe ini kamu meluk aku dari tadi" Jawab ku sambil tersenyum.
"Astagfirullah Hanna sorry aku gak sengaja" Ucap Haris sambil melepaskan pelukan ku.
"Kamu kedinginan ya sampe-sampe meluk aku tadi?" Tanya ku kepada Haris.
"Hehe Iyah, ya sudah kita nyari sarapan yuk" Jawab Haris.
"Emang nya kita mau sarapan apa ya?"Tanya ku kepada Haris.
"Kalau ada sih lontong sayur Hanna" Jawab Haris.
"Emang di deket-deket sini ada Haris?" Tanya ku.
"Aku kurang tau juga sih, tetapi kita coba lihat didepan ya" Jawab Haris.
"Iyah boleh tuh Ris" Ucap ku.
"Ya sudah yuk kita kesana" Jawab Haris.
"Iyah boleh Haris, tetapi sebelum itu kita cuci muka terlebih dahulu ya" Ucap ku.
"Iyah siap Hanna hehe" Jawab Haris.
Lalu aku dan Haris langsung menuju ke toilet untuk cuci muka, kebetulan disini tidak bisa mandi hanya untuk buang air kecil dan buang air besar.
Setelah selesai cuci muka aku dan Haris langsung menuju ke luar rumah sakit mencari sarapan, kebetulan yang jual lontong sayur ada didekat sini.
"Alhamdulilah Haris yang jual lontong sayur ada" Ucap ku sambil tersenyum.
"Mana Hanna?" Tanya Haris.
"Itu Haris di samping yang jual bubur ayam" Jawab ku.
"Alhamdulilah akhir nya ada juga ya" Ucap Haris.
Lalu kami langsung menghampiri nya, kebetulan tidak terlalu banyak yang antri.
"Bang pesan lontong sayur nya dua ya, jangan terlalu pedas" Ucap Haris kepada Abang nya.
"Iyah pak silahkan tunggu di di meja yang sudah di sedia kan ya" Jawab Abang nya.
"Iyah bang" Jawab Haris.
Lalu aku dan Haris menunggu di meja makan yang sudah di sediakan oleh Abang nya.
" Haris kamu suka banget ya sama lontong sayur?" Tanya ku kepada Haris.
"Iyah hehe kalau lagi kepengen banget aku suka minta tolong mba ku untuk masak lontong sayur buat sarapan" Jawab Haris.
__ADS_1
"Oh begitu ya" Ucap ku.
"Iyah Hanna" Jawab Haris.
Tidak lama kemudian lontong sayur nya sudah jadi, dan Abang nya langsung mengantarkan ke meja makan.
"Pak, Bu ini Lo Ting sayur nya" Ucap Abang nya sambil menaruh dua mangkuk yang isi nya lontong sayur.
"Iyah bang terima kasih ya" Jawab ku.
"Iyah sama-sama Bu" Ucap Abang nya.
"Selamat makan pacar ku" Lantang Haris kepada ku, sambil menatap wajah.
"Iyah kamu juga Sayang" Jawab ku sambil tersenyum.
Lalu kami langsung menyantap lontong sayur nya. Enak juga sarapan menggunakan lontong sayur kapan-kapan aku minta ajarin bikin lontong sayur deh sama ibu. Gundam ku dalam hati.
Kurang lebih sepuluh menit kami sarapan lontong sayur, akhir nya selesai juga.
"Kamu sudah kenyang atau mau nambah lagi Haris?" Tanya ku kepada Haris.
"Aku sudah kenyang Hanna, kalau kamu sudah kenyang belum?" Tanya Haris kepada ku.
"Alhamdulilah sudah kenyang Haris" Jawab ku.
"Syukur deh kalau begitu, aku lega mendengar nya" Ucap Haris.
Selagi kami mengobrol tiba-tiba ponsel milik Haris berdering. Haris langsung mengecek ponsel nya itu lalu langsung mengangkat panggilan nya.
Suster: "Hello selamat pagi bapak Haris"
Suster: "Ini suster dari rumah sakit pak"
Haris: "Oh Iyah suster ada apa, apa bunda saya baik-baik saja?"
Suster: "Alhamdulilah sudah membaik, ini mau dipindahkan ke ruang inap tetapi pihak keluarga harus menandatangani surat izin terlebih dahulu"
Haris: "Baik Suster saya kesana sekarang ya"
Suster: "Baik pak saya tunggu ya"
Haris: "Iyah suster"
Lalu Haris langsung menutup telpon nya dan bergegas bayar lontong sayur nya. Lalu aku bertanya kepada Haris.
"Haris siapa yang menelpon barusan kok kamu tergesa-gesa?" Tanya ku kepada Haris.
"Pihak rumah sakit Hanna" Jawab Haris.
"Bunda kenapa Ris?" Tanya ku.
"Dia membaik kok tetapi bunda mau dipindah ke ruang inap, makannya aku tergesa-gesa supaya surat nya bisa secepat nya aku tanda tangan" Jawab Haris.
"Ya sudah yuk kita kesana sekarang" Ucap ku.
"Iyah Hanna ayo" Jawab Haris.
__ADS_1
Lalu aku dan Haris langsung bergegas pergi menuju ruangan NICU. Sesampai di sana Haris menandatangi surat nya sedangkan aku menemui bunda.
"Assalamualaikum selamat pagi bunda" Ucap ku sambil membuka pintu nya.
"Walaikumsalam sayang, kamu kesini sama siapa Hanna?" Tanya bunda kepada ku.
"Sama Haris bunda lagian semaleman aku disini kok" Jawab ku.
"Terima kasih ya nak sudah membantu Haris dan bunda" Ucap bundaku sambil tersenyum.
"Iyah sama-sama bunda, sekarang bunda jangan banyak pikiran dulu ya" Jawab ku.
"Iyah siap Hanna, oh iya Haris kemana kok gak kelihatan?" Tanya bunda kepada ku.
"Haris sedang mengurus surat-surat, kan bunda mau pindah ke ruang rawat inap" Jawab ku.
"Oh gitu ya Hanna" Ucap bunda.
"Iyah bunda, semoga lekas membaik yah bund" Jawab ku.
"Iyah aamiin, semoga saja" Ucap bunda.
Tidak lama kemudian Haris datang bersama suster nya.
"Hai bunda gimana keadaan nya sekarang?" Tanya Haris sambil bersalaman kepada Bunda nya.
"Alhamdulilah bunda sedikit membaik sayang" Jawab bunda sambil mencium kening nya Haris.
"Syukur deh kalau begitu Haris sedikit tenang" Ucap Haris.
"Gimana Ris sudah bisa dipindahkan sekarang?" Tanya ku kepada Haris.
"Alhamdulilah sudah Hanna, nanti di bantu sama suster ini" Jawab Haris kepada ku.
"Alhamdulilah kalau begitu aku lega mendengar nya" Ucap ku kepada Haris.
"Bunda sudah siap untuk pindah belum?" Tanya suster nya.
"Siap suster disini rasa nya gak nyaman hehe" Jawa. bunda nya Haris.
"Ya sudah kalau begitu kita dorong sekarang saja ya" Ucap suster nya.
"Iyah suster silahkan" Jawab bunda.
Lalu suster nya pun langsung memindahkan bunda ke ruang rawat yang ada di lantai dua no B 04.
"Assalamualaikum" Ucap kami semua saat membuka pintu kamar nya.
Lalu suster langsung merapihkan tempat tidur untuk bunda. Setelah itu bunda di angkat ke ke atas kasur sama Haris.
"Ya sudah semua nya udah siap ya, nanti kalau ada apa-apa langsung tanya ke perawat yang ada di depan" Ucap suster nya.
"Iyah baik suster, Terima kasih" Ucap aku, Haris dan bunda.
"Iyah sama-sama permisi" Jawab susternya.
"Iyah suster" Jawab ku.
__ADS_1
"Bunda sudah sarapan belum?" Tanya Haris kepada bunda.
"Alhamdulilah sudah, tadi di siapkan oleh suster nya" Jawab bunda.