
Aku pun langsung mengejar Haris, tidak enak rasa nya ia sudah menolong ku tadi.
"Ris, Haris tunggu." Teriak ku.
Tetapi Haris seolah-olah tidak mendengar ku, ia terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. tiba-tiba ratu memberhentikan ku.
"Heh cewe busuk, seharus nya lu sadar diri kalau Haris tidak mungkin suka sama lu."
"Sorry aku tidak punya urusan sama kamu." Jawab ku.
Lalu tiba-tiba ratu menarik rambut ku begitu kencang, sehingga aku merasa kesakitan.
"Heh cewe busuk, berhenti mengejar Haris dia cowo gue." Lantang Ratu.
" Aww sakit ratu." Jawab ku dengan kesakitan.
Aku pun merintih kesakitan, kebetulan disitu cuman ada aku dan ratu. lalu tiba-tiba Haris muncul dari belakang.
"Ratu lu apa-apaan sih, lepasan Hanna gak.!" Teriak Haris.
"Tidak Haris!! ini pelajaran buat dia, karena sudah berani deketin elu dari gue." Jawab Ratu.
"Itu hak dia ratu, lu tidak bisa ngatur-ngatur gue sama Hanna." Ucap Haris dengan kesal.
"Please lepasin ratu, sakit banget." Lantang ku.
"Diem lu gak usah banyak bac**." Jawab ratu kepada ku.
"Heh Ratu lu ada urusan sama gue, bukan sama Hanna." Lantang Harus dengan emosi.
Haris langsung menarik tangan ratu, setelah itu ia langsung menarik ku.
"Heh lu liat saja cewe busuk, gue bakalan bikin perhitungan sama lu." Teriak ratu.
Lalu ratu pun pergi dengan wajah kesal. sebenar nya salah aku apa sih, sehingga ratu sebenci itu terhadap ku. gunam ku dalam hati.
Kepala ku sedikit pusing, Ratu beneran nekat soal ini. apa jangan-jangan tadi yang mengunci ku di toilet itu ratu. gunam ku dalam hati.
"Hanna are you oke." Tanya Haris.
"Aku oke kok Ris, thanks ya hari ini kamu menolong ku sudah dua kali." Jawab ku.
"Iyah sama-sama, kepala kamu pusing gak.?" Haris sambil mengelus kepala ku.
"Iyah cuman sedikit, Ris." Jawab ku.
"Ya sudah ikut yuk sama gue, Hanna." Ucap Ratu.
"Mau kemana, Ris.?" Tanya ku.
"Sudah ikut saja." Ucap Haris.
Haris menarik tangan ku, tiba-tiba jantung ku berdetak begitu kencang. ya Allah ini jangan sampe Haris tau. gunam ku dalam hati.
Lalu Haris pun mengajak ku ke taman sekolah. ini si Haris mau ngapain sih bawa aku kesini.
"Ris kok bawa aku kesini.?" Tanya ku.
"Biar lu tidak terlalu pusing, kalau didalam berisik nanti lu makin pusing lagi." Jawab Haris.
"Nggak kok Ris, gue gapapa." Ucap ku.
"Sudah diem disini saja sama gue, lagian gue juga gak bakal ngapa-ngapain elu kok." Jawab Haris.
"Aku laper Ris, kekantin yuk." Ucap ku.
"Lu mau makan apa Hanna.?" Tanya Haris.
"Apa saja Ris." Jawab ku.
"Aku pesen online saja ya." Ucap Haris.
"Nanti mahal Ris." Jawab ku.
"Sudah gapapa, sekalian gue juga lapar" Ucap Haris.
__ADS_1
Lalu Haris pun memesan kan makanan HOKBEN. kebetulan aku membawa headset ke sekolah.
Aku langsung mendengarkan musik selagi menunggu makanan nya datang.
"Hanna, dengerin musik apa.?" Tanya Haris.
"Kamu mau mendengar kan nya juga." Jawab ku.
"Boleh Hanna." Ucap Haris
"Sebelah kamu, sebelah aku ya." Lantang ku.
"Oke Hanna." Jawab Haris.
Lalu aku pun langsung memberikan nya terhadap Haris, kami berdua sambil bernyanyi ditaman.
Rasa nya bahagia sekali, senyaman ini bisa Deket sama Haris. gunam ku dalam hati.
Lau tiba-tiba Zaskia datang menghampiri kami.
"Haris, Hanna kalian lagi apa.?" Tanya Zaskia.
Seketika aku terkejut mendengar suara Zaskia.
"Eh zas, ada apa.?" Tanya ku terbata-bata.
"Kalian ngapain disini berduaan.?" ZAskia bertanya kembali kepada ku.
"Aku lagi nongkrong aja sih, kamu mau gabung.?" Jawab ku, sambil menawarkan Zaskia untuk gabung.
"Tidak thanks Hanna, gue cuman mau memberi pesanan Haris." Jawab Zaskia.
"Thanks ya zas, sudah lu ambil." Ucap Haris.
"Iyah sama-sama Ris, tadi kebetulan ada Go-Jek mencari elu." Jawab Zaskia.
"Zas kamu mau makan bareng kami.?" Ucap ku.
"Tidak terima kasih Hanna, gue kesini cuman mastiin elu baik-baik saja." Jawab Zaskia.
" Gue gak percaya sama lu Haris!" Jawab Zaskia.
"Kok tidak percaya sama gue Zas.?" Tanya Haris.
"Emang menurut lu, gue bakalan gampang percaya gitu sama lu." Jawab Zaskia.
"Iyah gue ngerti Zas, tetapi gue bakalan berusaha menebus kesalahan gue." Ucap Haris.
"Oke baik gue terima Haris, Hanna gue cabut duluan ya." lantang Zaskia.
"Kamu tidak mau gabung sama kita zas.?" tanya ku.
"Tidak Hanna terima kasih, gue tidak mau jadi nyamuk lu sama haris hahaa." Jawab Zaskia.
Lalu Zaskia pun langsung pergi, dan meninggal kan kita.
"Hanna makan dulu yu, biar pusing nya hilang." Ucap Haris.
"Iyah Ris, boleh." Jawab ku.
Lalu aku dan Haris pun langsung makan terlebih dahulu. enak juga punya temen baik dan perhatian, kayak nya ini pertama kali deh aku punya temen kaya dia. gunam ku dalam hati.
Kurang lebih sepuluh menit, akhir nya makan pun sudah selesai.
"Hanna kamu masih pusing Tidak.?" Tanya Haris.
"Alhamdulilah sudah enggak kok Ris." Jawab ku.
"Nanti kalau lu di kasarin sama ratu, wajib laporan sama gue." Ucap Haris.
"Emang wajib banget ya Ris.?" Tanya ku.
"Wajib dong, kan gue temen lu." jawab Haris.
" Iyah deh ntar aku laporan sama kamu." Jawab ku.
__ADS_1
"nah gitu dong." Ucap Haris.
Hanna terlihat cantik, manis dan sangat sederhana sekarang aku sejatuh cinta ini terhadap nya, bahkan ia Deket sama laki-laki lain pun aku merasa tidak rela. gunam Haris dalam hati.
Lalu tiba-tiba Aiden menegor kami.
"Haii kalian disini." Ucap Aiden.
"Iyah Aiden, kamu Habis dari mana.?" Tanya ku.
"Aku Habis dari lapangan Hanna." Jawab Aiden.
"Oh gitu ya." Ucap Haris.
Haris terlihat ketus terhadap Aiden, padahal Aiden salah satu teman dekat nya.
"Ris lu tumben Tidak main futsal sama yang lain.?" Tanya Aiden.
"Lagi gak mood saja, lu kenapa gak ikutan.? Tanya Haris.
"Ya kan lu tau sendiri gue kurang suka main futsal Ris." Jawab Aiden.
"O iya sorry gue lupa." Ucap Haris.
"Iyah gapapa Ris." Jawab Aiden.
Lalu tiba-tiba Haris mengajak aku pergi, padahal aku tidak enak sama Aiden.
"Hanna kita pergi dari sini yuk." Lantang Haris.
"Tetapi Ris, Aiden mau gabung sama kita." Jawab ku.
Haris menarik tangan ku, seolah-olah aku tidak boleh berdekatan dengan Aiden. Haris semakin hari semakin aneh, aku gak tau kenapa tiba - tiba sikap nya seperti itu.
"Ris sebener nya kita mau kemana sih, kenapa aku tidak boleh ngobrol sama Aiden.?" Tanya ku.
" Ya karena aku tidak suka kamu berdekatan dengan dia atau pun dengan laki-laki lain." Jawab Haris.
Haris semakin posesive terhadap ku, padahal kita hanya sekedar teman biasa. tetapi aku tidak suka dengan cara nya Haris yang seperti itu.
"Kenapa tidak suka, lagian kita hanya sekedar teman bukan pacar Ris." Ucap ku.
"Karena aku cinta sama kamu, makannya setiap kamu Deket sama orang lain aku cemburu." Jawab Haris.
"Ucapan mu bulsyit Ris." Ucap ku.
Lalu aku pun pergi meninggalkan Haris, aku semakin tidak paham dengan sikap nya ke aku seperti itu.
"Hanna aku sangat mencintai mu." Teriak Haris dengan suara kencang.
Beberapa teman ku mendengarkan perkataan nya, tetapi aku pura-pura tidak mendengar.
Aku langsung masuk ke dalam kelas. selagi aku di kelas, aku kepikiran tentang Haris. dia beneran cinta sama aku atau hanya sekedar pura-pura, bahkan soal ini aku tidak bisa mempercayai nya. gunam ku dalam hati.
"Hanna, are you oke.?" Tanya Zaskia.
"Zas aku lagi bingung." Jawab aku.
Aku langsung memeluk Zaskia. di sekolah aku cuman bisa mengadu kepada nya.
"Lu kenapa Hanna.?" Tanya Zaskia.
"Haris nembak aku, tetapi aku tidak mempercayai nya Zas." Jawab ku.
"Jawaban nya ada di elu tau Hanna, gue gak bisa ngambil keputusan soal ini." Ucap Zaskia.
"Tetapi aku tidak mau jadi pacar nya, aku cuman mau jadi temen nya saja." Jawab ku.
"Emang kenapa Hanna.?" Tanya Zaskia.
"Sikap masalalu dia kepada ku begitu buruk, itu menyakitkan kalau sampe aku pacaran sama dia." Jawab ku.
"Coba pertimbangkan lagi pelan-pelan ya Hanna, lu pasti bisa memilih, gue tau sebener nya lu juga suka." Ucap Zaskia.
"Tidak! aku tidak suka Zas." Jawab ku
__ADS_1
"Mungkin lu bisa ngebohongin gue, tetapi lu tidak bisa membohongi hati lu sendiri." Ucap Zaskia.