
Keesokan hari nya pada pukul lima sore Haris izin pulang terlebih dahulu sama Tante salsa.
"Tante saya izin pulang terlebih dahulu ya, nanti sepulang sekolah langsung kesini lagi" Ucap Haris.
"Iyah silahkan nak Haris, hati-hati ya" Jawab Tante salsa.
"Baik Tante, Hanna ayo kita ke sekolah dulu" Lantang ku kepada Hanna.
"Iyah Ris, tetapi ke rumah aku dulu ya!" Jawab Hanna.
"Iyah Hanna, setelah itu baru kerumah gue" Ucap Haris.
"Ya sudah aku siap-siap dulu" Jawab Hanna.
Mata Hanna terlihat bengkak dikarenakan ia menangis semalaman dan tidak tidur.
"Ibu Hanna pulang dulu ya, kalau ada apa-apa sama ayah langsung kabari aku" Ucap Hanna.
"Iyah Hanna, ibu janji bakalan kabarin kamu" Jawab ibuku.
"Tante Haris juga pamit dulu ya" Lantang Haris.
"Haris Tante titip Hanna ya sama kamu" Ucap Tante ku.
"Baik Tante, bakalan Haris jaga dengan baik" Jawab ku.
"Ya sudah kalian hati-hati ya" Ucap bundaku.
"Baik Tante" Jawab Haris.
Aku dan Hanna pun langsung bersalaman.
"Assalamualaikum ibu" Ucap ku.
"Walaikumsalam nak" Jawab ibuku.
Aku langsung menelphone pak Umar terlebih dahulu untuk mempersiap kan mobil nya.
Haris: "Selamat pagi pak Umar"
Pak Umar: "Pagi bos Haris"
Haris: "Pak siap kan mobil saya pulang sekarang"
Pak Umar: "Baik bos Haris saya kesana sekarang"
Haris: "terima kasih pak Umar"
Pak Umar: "Sama - sama bos Haris"
lalu aku dan Hanna pun langsung keluar, dari tadi Hanna tidak berhenti melamun. aku tidak tau kalau ayah nya sakit ia akan seperti ini. gunam Haris di dalam hati.
"Hanna nanti sarapan nya di rumah gue saja ya, kebetulan bunda ku masak." Ucap Haris.
"Baik Haris terima kasih" Jawab ku.
"sama-sama Hanna" Ucap Haris.
Tiiiin....
Tiiiiin...
Tiin....
Pak Umar pun mengelakson mobil nya, ia langsung membuka kaca mobil nya. lalu pak Umar membuka pintu mobil.
"Hanna mari pak Umar sudah datang menjemput kita" Lantang Haris.
"Iyah sorry Ris, aku lagi kurang fokus" Jawab ku.
"Iyah gapapa Hanna, gue paham kok" Ucap Haris.
__ADS_1
Lalu aku dan Haris pun langsung masuk kedalam mobil.
"Pak Umar kerumah Hanna dulu ya, baru kerumah bunda" Ucap Haris kepada pak Umar.
"Baik bos Haris, kita jalan sekarang saja ya" Jawab pak Umar.
"Silahkan pak Umar" Ucap Haris.
Lalu tiba - tiba Hanna berbicara terhadap gue.
"Haris terima kasih banyak ya perhatian kamu, peduli nya kamu bisa membuat aku dan ibu bisa merawat ayah di rumah sakit" Ucap Hanna.
"Sama-sama Hanna, kamu jangan patah semangat ya, kamu juga harus bikin om Arjuna bangga biar dia bisa cepat sembuh" Jawab Haris.
"Aamiin Haris" Ucap Hanna.
Hanna tersenyum kembali, rasa nya aku bahagia sekali melihat ia seperti itu. Hanna aku janji, aku bakalan bikin kamu bahagia terus. gunam Haris dalam hati.
Sekitar lima belas menit di perjalanan akhir nya kami sampai di rumah nya Hanna.
"Hanna kami menunggu kamu dimobil saja ya, tidak enak kalau didalam." Ucap Haris.
"Iyah Haris, kamu tunggu disini saja ya jangan tinggalkan aku" Jawab ku.
"Pasti Hanna" Ucap Haris.
Lalu aku pun langsung masuk kedalam rumah.
Assalamualaikum, lantang ku sambil membuka pintu rumah.
Terasa sunyi disaat rumah tidak ada ibu dan ayah. sedih sekali melihat rumah keadaan seperti ini, ayah semoga cepat sembuh ya supaya rumah ini terasa hangat kembali. gunam ku dalam hati.
Setelah itu akupun langsung masuk ke dalam kamar ku, dan mempersiapkan pakaian sekolah.
Lalu aku langsung mandi. pada pukul lima lewat lima puluh menit, aku pun sudah siap untuk berangkat ke sekolah.
Aku pun langsung mengunci kembali rumah nya. assalamualaikum ucap ku sambil berjalan ke arah luar.
"Ris sorry ya harus menunggu lama" Ucap ku.
"Iyah gapapa Hanna, gimana sudah selesai semua nya?" Tanya Haris.
"Insya Allah sudah" Jawab aku.
"Coba di cek lagi Hanna takut ada yang ketinggalan" Ucap Haris.
"Sudah Ris, insya Allah ada semua" Jawab ku.
"Ya sudah kita berangkat sekarang saja ya" Ucap Haris"
"Iyah silahkan, kesian bunda kamu pasti nungguin Ris" Jawab ku.
"Iyah Hanna" Ucap Haris.
Lalu Haris pun meminta pak Umar untuk segera jalan.
"Pak Umar jalan sekarang saja ya" Ucap Haris kepada pak Umar.
"Siap bos Haris" Jawab pak Umar.
Lalu kami pun langsung menuju ke rumah nya Haris. kurang lebih dua puluh menit kita sampai ke rumah nya Haris.
Lalu kami pun langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum" Ucap ku dan Haris.
Rumah nya tidak terlalu ramai dikarenakan isi nya cuman bunda, Haris dan mba. kebetulan ibu dan ayah nya Haris sudah bercerai sejak lama.
"Walaikumsalam sini cepat masuk, makanan nya sudah siap" Jawab bunda Nadia.
Bunda Nadia terlihat sangat bahagia saat kedatangan anak satu-lsatu nya.
__ADS_1
"Haii bunda apa kabar?" Tanya Haris.
"Baik sayang, kamu gimana disana" Jawab Haris.
"Alhamdulilah Haris juga baik bun" Ucap Haris.
"Syukur deh kalau begitu, Hanna apa kabar mu sayang?" Tanya bunda Nadia kepada ku.
"Alhamdulilah Hanna baik bunda." Jawab ku.
"Kamu yang sabar ya sayang, insya Allah ayah mu akan kembali sembuh" Ucap bunda Nadia.
"Aamiin bunda, terima kasih" Jawab ku.
"Ya sudah yuk kita sarapan dulu" Ucap bunda Nadia.
"Bunda masak apa pagi ini, Haris rindu masakan bunda hehee" Lantang Haris.
"Bisa saja kamu ini, bunda masak sayur sop iga sapi sama ikan gurame asam manis" Jawab bunda.
"Waw enak banget bunda" Ucap Haris.
"Makannya ayo kita sarapan, Hanna mari kita sarapan dulu cantik" Jawab bunda.
"Iyah bunda terima kasih" Ucap Haris.
Bunda Nadia begitu happy sekali, ia juga terlihat cantik seperti anak usia dua puluh, padahal usia nya sudah hampir empat puluh tahun.
Selagi kami di meja makan lalu aku bertanya kepada bunda Nadia.
"Bunda pake apa sih kok bisa awet muda seperti ini?" Tanya Hanna.
"Bunda tidak pake apa-apa cantik, bunda cuman saranin kunci nya itu dari bahagia" Jawab bunda Nadia.
"kok gitu bund?" Tanya Hanna.
"Dikarenakan kalau tidak bahagia, lalu banyak fikiran itu akan mempengaruhi kesehatan, mental sama badan kita sayang" Jawaban bunda Nadia.
"Begitu ya bund, aku kira bunda menggunakan produk yang mahal gitu hingga seperti ini hehehehe." Ucap ku.
"Tidak sayang, bunda tidak berlebihan seperti itu" Jawab Bunda.
"Hanna mau kayak bunda Nadia?" Tanya Haris.
"Siapa yang tidak mau seperti bunda Nadia Haris, sudah cantik pintar lagi dalam bidang usaha" Jawab ku.
"Iyah sih Hanna, bunda kasih resep nya dong kepada Hanna biar ia bisa mengikuti seperti bunda hehehe" Ucap Haris.
"Ah kamu Ris bisa saja, sarapan dulu ayo nanti ngobrol lagi" Lantang Bunda.
"Baik bunda" Jawab Haris.
Lalu kami pun sarapan terlabih dahulu. beruntung sekali aku bisa bertemu dengan orang-orang baik seperti mereka, meski awal nya kurang baik tetapi alhamdulilah akhir nya menjadi lebih - lebih baik.
Kurang lebih dua puluh menit kami sarapan alhamdulilah kenyang juga.
"Hanna gimana masakan bunda, enak tidak?" Tanya bunda Nadia.
"Alhamdulilah enak banget bunda, aku sampe kekenyangan seperti ini, hehee" Jawab aku.
"Alhamdulilah kalau Hanna suka, bunda seneng" Ucap bunda Nadia.
"Iyah bunda" Jawab kuml.
Lalu Haris pun siap-siap untuk mandi.
"Bunda baju sekolah aku sudah di siap kan belum?" Lantang Haris.
"Sudah sayang, mandi dulu gih nanti Hanna kebau'an sama kamu" Jawab bunda Nadia.
"Iyah bunda ini Haris mau mandi" Ucap Haris.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu" Jawab bunda.