Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 11 Membuat Surat Hutang


__ADS_3

" Uughh... "


Viona merasa bahwa nafasnya terasa sesak dan sulit, wajahnya sudah panas tapi sekarang terasa lebih panas lagi.


Dia mendengus beberapa kali dengan sulit.


Viona mendorong Alex yang ada di atas tubuhnya itu dengan tangan mungilnya, Alex langsung tersadar.


Apa yang sedang dirinya lakukan? Mengapa dia bisa melakukan hal ini kepada seorang wanita yang tidak dia kenal, apa lagi wanita ini sedang sakit.


Bibir tipisnya itu langsung menjauh dari bibir Viona, Kemudian dengan cepat Alex membantu Viona untuk menyelimuti tubuhnya itu.


Alex tampak terengah-engah, sambil memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya.


Saat membuka matanya lagi, semua emosinya sudah menyurut namun cara Alex memandang Viona yang ada di tempat tidur itu tampak berbeda.


Setelah memberi Viona obat penurun demam lalu Alex mencoba menuruti metode pengobatan dari Gerald yang selanjutnya dengan cara menyeka dahi, telapak tangan dan kakinya Viona dengan alkohol.


Saat Alex menggenggam kakinya Viona ditangannya yang besar sambil menggosokkan alkohol di telapak kakinya, tatapannya tampak sedikit menggelap.


Kakinya yang ramping tampak sangat putih dengan jari-jari kakinya yang seperti batu giok, sangat indah sekali.


Setelah menggosoknya dua kali, obat penurun panasnya juga sudah berkerja, suhu tubuhnya Viona sudah turun sedikit dibandingkan dengan sebelumnya.


Alex memanggil Viona dengan memegang termometer di tangannya untuk kembali mengukur suhu tubuh Viona,


" Viona, aku akan mengukur suhu tubuhmu dulu. "


Dengan rasa linglungnya Viona membiarkan Alex melakukannya, Alex menjempitkan termometer itu ke ketiaknya Viona tetapi tatapannya tertuju pada kulit Viona yang seputih susu, dia benar-benar sangat putih!


Alex merasa bahwa dirinya sudah benar-benar gila, dia datang kesini hanya untuk merawat seorang wanita yang tak dia kenal.


Dan ini benar-benar diluar kendali nya, aromanya ini benar-benar seperti aroma wanita pada enam tahun yang lalu itu..


Pasti karena alasan ini sehingga membuat Alex kehilangan kesadarannya!


Lima menit kemudian, Alex mengambil termometernya dan melihat suhunya sudah menjadi 36 derajat, demam nya sudah mereda.


Obatnya berkerja cukup baik, dan akhirnya ke khawatiran di mata Alex sedikit mereda.


Alex duduk di tepi tempat tidur sambil mengawasi Viona yang sedang tertidur dengan tenang, tiba-tiba Alex menjadi teringat dengan apa yang Viona katakan tadi malam..


Ada usia 18 tahun dia hamil dan bahkan tidak pernah mengeyam bangku kuliah karena harus membesarkan anaknya.


Dimana ayah dari anak ini? Sehingga Viona harus menanggung semuanya sendiri?


Pada saat ini, ponselnya Alex berdering dan itu adalah panggilan telepon dari Bryan,


" Ada apa? "


" Pak Alex, ini sudah siang. Aku sudah memesankan makanan untuk mu! Apa aku bisa mengantar masuk makanannya sekarang? "


Melihat arlojinya lalu Alex tersadar bahwa dia sudah berada di sini di sepanjang pagi ini.


Ini pertama kali dia merawat orang dan menjaganya, Memang sungguh tidak mudah.


" Antar kan saja, dan tolong belikan bubur putih juga! "


Setelah menutup telponnya, Alex membenarkan selimut Viona dan membungkusnya lebih erat lagi.

__ADS_1


Alex kemudian berdiri dan berjalan-jalan di sekitar rumah itu untuk beberapa saat, memang tidak terlihat ada barang-barang pria hanya ada beberapa keperluan perempuan dan anak-anak disini.


Meskipun kamarnya kecil namun tetap tampak rapi dan nyaman, ada beberapa mainan yang berserakan di karpet. Ini pasti punya Felicia!


Mendengan bel pintu rumah berbunyi, lalu Alex turun dan membuka pintu depan.


Alex mengira bahwa Bryan yang datang untuk mengantarkan makan siangnya, namun siapa sangka seorang wanita paruh baya dengan rambut ikal yang berdiri di depan pintu.


" Siapa kau, dimana Viona? "


Wanita itu ingin berjalan masuk namun Alex menahan pintu dengan satu tangannya untuk mencegah wanita itu masuk.


Wanita itu menatapnya lalu bertanya,


" Apa kau suaminya Viona? "


Dengan ekspresi datarnya Alex berkata,


" Viona sedang tidak bisa menerima tamu sekarang! "


Setelah itu ketika Alex hendak menutup pintunya namun dengan buru-buru wanita paruh baya itu menghentikannya.


" Pria tampan, tunggu sebentar! Aku kesini untuk meminta uang sewa rumah ini kepada Viona. Aku mengasihani dia yang membawa dan merawat anaknya seorang diri, Jadi aku menyewakan rumah ini kepadanya. Tetapi dia sudah menunggak uang sewanya selama satu bulan ini! Kalau dia tidak bisa membayar uang sewa lagi aku akan menyewakan rumah ini kepada orang lain. "


Setelah berbicara cukup lama wanita itu melanjutkan bicara nya,


" Apakah kamu suaminya? Kalau memang benar, bayarlah uang sewanya. Masa kamu mau membiarkan anak-anak dan istrimu tidur di jalanan? "


Alex tidak tahan dengan ocehan wanita ini, seakan-akan dia ini adalah pria yang tak berguna saja.


" Berapa uang sewanya? "


Ada tiga rapat yang sangat penting pagi ini dan Alex telah membatalkan semuanya, kerugiannya mencapai puluhan juta dolar.


Terpikir akan hal ini membuat alisnya semakin berkedut.


Wanita paruh baya itu lalu tersenyum dan berkata,


" Nah begini baru benar! Kau baru bisa dianggap sebagai seorang pria. $15.000 dolar yang harus kau bayar! "


" Sewa untuk satu tahun! "


" Ini baru lebih baik, kalau sudah membayar uang sewa selam satu tahun, aku juga tidak perlu repot-repot selalu datang untuk menagih kesini. "


Pada saat ini, Alex membiarkan wanita ini masuk ke dalam. Di ruang tamu Alex mentransfer uangnya dan memintanya untuk menulis tanda terima


Pada saat yang bersamaan, Viona bangun karena merasa haus dan gelas di kamarnya sudah kosong jadi dia harus turun untuk menuangkan air ke dalam gelas.


Saat melihat ada dua orang di ruang tamunya, otaknya masih tampak sedikit linglung.


" Kak santi, kenapa kau bisa ada disini? "


Saat berbicara tatapan matanya bertemu dengan mata Alex, Matanya langsung terangkat.


" Kenapa, kau juga bisa ada disini? "


Kak santi memberikan tanda terimanya kepada Alex lalu bangkit berdiri, kemudian sambil tersenyum dia menghampiri Viona dan menepuk bahunya yang ramping itu.


" Viona, visimu sangat bangus, pria ini sangat keren! "

__ADS_1


Setelah mengatakan itu dia melenggokkan pinggangnya dan berjalan pergi.


Viona bereaksi sejenak sebelum dia benar-benar tersadar.


" Kak santi, kau salah paham! Aku benar-benar tidak akrab dengannya. "


Alex melambaikan tanda terima di tangannya kepada Viona dan berkata,


" Aku sudah membayar uang sewa rumahmu selama setahun, jangan lupa untuk mengembalikannya nanti! "


Viona mengambil kwitansi itu dan meliriknya,


" $180.000 dolar, dan kau bayar uang sewanya untuk setahun? Kak santi masih memberikan diskon padamu? "


Alex yang duduk di sofa dengan kakinya yang terlipat, wajahnya yang tampan mengangguk mengangguk sedikit ke arah Viona.


" Ya, tadinya aku ingin membeli rumah ini untukmu! Tapi rumah ini sudah terlalu bobrok untuk di beli. "


Alex menatap bibir Viona yang bengkak itu karena ulahnya tadi.


Pria ini sama sekali tidak terlihat memiliki rasa bersalah setelah melakukan hal-hal tercela, ekspresi nya tampak tenang dan tidak terlihat panik sama sekali.


" Ngomong-ngomong, aku sudah merawat mu sepanjang pagi ini dengan membatalkan tiga rapat penting. Kerugian yang aku dapati sekitar puluhan juta, jadi aku akan memberikan harga teman sekitar 10% saja untuk biaya perawatan mu sebesar $100.000 dolar. Hutangmu padaku jadi sebesar $280.000 dolar. "


Tadinya Viona sedang memikirkan bagaimana caranya untuk mengembalikan uang $180.000 dolar itu kepada Alex, entah itu harus dicicil selama beberapa kali atau mungkin dengan cara menjual beberapa perhiasannya.


Namun saat mendengar hutangnya bertambah $100.000 dolar, Viona langsung mengerutkan keningnya dan melirik ke Alex.


" Pak Alex, aku tau waktumu sangat berharga namun aku tidak memintamu untuk merawatku, kan? "


Viona sedang bertanya-tanya bagaimana caranya Alex bisa sampai ke rumahnya ini?


Apalagi sekarang dia masih ingin meminta uangnya! Akhirnya aku tau kenapa keluarga Brama bisa begitu hebat, ternyata ini triknya!


Dengan marah Viona mencemberutkan wajahnya lalu memutar matanya dan bergumam memaki Alex,


" Dasar Alex si penipu! "


Alex menyipitkan matanya dan menunjukkan pesan SMS yang dikirim oleh Felicia kepada Viona.


" Putrimu tang memintaku datang kesini, sedangkan aku telah berbaik hati untuk datang kesini! Saat melihatmu sakit, aku merawatmu bukankah sudah seharusnya kau membayar kerugianku ini? Atau aku harus meminta putrimu saja yang membayarnya?


Hmm, boleh juga! Nanti kau suruh saja dia datang ke rumahku untuk berkerja, bagaimana? "


Alex maju selangkah untuk mendekati Viona, lalu berkata lagi.


" Sudah menjadi hukum alam bahwa hutang orang tua di bayar oleh anaknya, namun sayangnya Felicia masih sangat kecil dan di umurnya yang masih belia ini dia harus membantu maminya untuk membayar hutang! Benar-benar menyedihkan sekali. "


Saat membahas tentang putrinya Viona langsung tersulut emosi,


" Tidak bisa, dia masih sangat kecil mau kerja apa? Biar aku saja yang pergi berkerja, jangan ganggu Felicia. "


Alex kemudian mengambil pena dan kertas kemudian menulis surat hutang,


" Kau yang pergi juga boleh, menjadi seorang perawat memang merepotkan! "


Tadinya Alex hanya ingin menggoda Viona saja namun saat melihat keseriusannya dan kebetulan Alex sedang membutuhkan seseorang untuk memasak dan menemaninya makan, akhirnya Alex menulis surat hutang itu dan langsung menyodorkannya kepada Viona.


" Tanda tangan! "

__ADS_1


__ADS_2