
" Aaahhh... "
Tindakan Alex ini sangatlah kasar, kepala Viona menabrak kursi kulit yang dingin dan keras.
Itu sangat menyakitkan.
Viona mengerutkan keningnya dan menatap Alex seperti anak kucing yang sedang marah,
" Pak Alex, apa aku kenal denganmu? Hidup dan matiku sama sekali tak ada urusannya denganmu! "
Ini sangat aneh sekali.
Tadinya Alex yang menyelamatkannya dan Viona sangat berterima kasih untuk hal ini. Namun sikap dan tatapannya itu jelas-jelas sedang menghinanya.
Menghinannya? Kalau begitu jangan menolongnya! Apa perlu memperlakukannya seperti ini?
Alex duduk di dalam mobilnya dengan wajah dingin dan mengintruksikan sopirnya,
" Ayo, ke.. "
Begitu dia membuka mulutnya, dia baru tersadar bahwa dia bahkan tidak tau dimana rumah wanita ini.
" Kau tinggal dimana? Aku akan mengantarmu pulang! "
Seringai kecil tampak terlukis di wajah Viona yang mungil dan cantik itu.
" Pak Alex, apa kau tidak mengerti apa yang aku katakan barusan? Aku tidak membutuhkanmu untuk mengantarkan ku pulang, aku mau turun. "
Setelah itu Viona membuka pintu mobil dan hendak keluar dari dalam mobil.
Alex langsung meraih tangannya lalu dengan suara dingin berkata,
" Viona, coba kau pikirkan tentang putrimu itu. Dia tampak sangat imut, tapi kau malah berkerja disini. Apa kau tidak tau kalau tempat ini berbahaya? Kalau sampai terjadi sesuatu denganmu, lalu bagaimana dengan putrimu? Apa yang harus dia lakukan? "
Begitu membahas tentang anak, Viona langsung emosi.
" Ya, aku memang orang yang tak berguna! Aku hamil dan melahirkan anak di usia muda. Aku bahkan tidak pernah mengenyam bangku kuliah, aku gagal menjadi seorang ibu aku membuat mereka ikut menderita bersamaku.
Di Matamu, aku sangat hina dan tak berguna! Tetapi aku tidak memintamu untuk menolongku. Tolong jangan ceramahi aku lagi! "
Setelah berbicara dengan kencang lalu Viona melepaskan tangannya lalu dengan paksa dia membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil Alex, setelah itu Viona langsung berjalan kembali menuju Starducks.
Melihat punggungnya yang berjalan pergi dengan marah, Alex hanya bisa menggerakkan bibirnya namun pada akhirnya dia juga tidak bisa mengatakan apa-apa.
Jari-jarinya mengepal dan mengeluarkan sebatang rokok kemudian menyalakannya.
Lalu Alex mengambil nafas dalam-dalam setelah menghisap rokok nya, Alex tak tau sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya! Begitu melihat wanita itu menderita dia merasa sedikit khawatir sehingga membantunya begitu saja tanpa tau alasannya.
__ADS_1
Hanya saja... Memangnya dia ada mengatakan hal yang menghina dirinya? Mengapa Viona bisa berkata bahwa dia menghina dirinya!!
Alex mengerutkan alisnya, namun tetap saja tidak tau alasannya lalu pada akhirnya dia mendengus dingin dan memberi perintah kepada sopirnya,
" Ayo Pulang. "
Sang sopir tidak berani menghela nafas, dengan cepat dia langsung menginjak pedal gas.
Ini adalah pertama kalinya sang sopir melihat Bosnya membawa seorang wanita ke dalam mobilnya, namun wanita yang sangat cantik itu memiliki tempramen yang sangat buruk.
Viona kembali ke belakang panggung Starducks untuk berganti pakaian, kemudian pergi.
Karena keributan yang terjadi hari ini dia tidak bisa tetap berkerja di Starducks lagi.
Aturan untuk bertahan hidup disini adalah menganggap tamunya sebagai Bos Besar, namun Viona telah menyinggung Bos Besar ini...
Setelah selesai berganti pakaian lalu Viona mengambil tasnya dan berjalan keluar dari ruang ganti.
Pada saat ini, tampak ada banyak orang di sekitar pintu ruang ganti, dan semua orang itu adalah karyawan di tempat ini.
Ada gadis yang bertugas menjual anggur dan ada juga gadis penari seperti Viona.
Viona berhenti, dia mengira mereka datang kesini untuk mengejek dirinya.
Namun pada akhirnya, setelah mereka melihat Viona mereka langsung maju dan berkata dengan penuh pengertian,
" Kakak Viona, penampilanmu hari ini sangat bagus! "
" Aku akan membantu kakak untuk memijat bahu mu, pasti capek kan? "
Keramahan dan kehangatan yang tiba-tiba ini membuat Viona tercengang.
" Minggir, minggir apa yang kalian lakukan disini? Cepat kembali berkerja! "
Pada saat ini, manager Starducks menghampiri mereka dengan melenggak-lenggokkan pinggangnya.
Managernya adalah seorang wanita paruh baya dengan pesonanya yang masih menawan, dia melingkarkan tangannya di bahu Viona dengan penuh kasih sayang.
" Kelinci mungil, sering-seringlah kembali ke sini dikemudian hari. Gajinya akan diberikan dan dihitung perhari, ngomong-ngomong apa kau akrab dengan pak Alex? Lain kali kau bantu lah aku dengan mengatakan hal-hal yang baik di depan pak Alex, yah! "
Viona langsung terkejut. Tadinya dia mengira, manager akan memakinya dengan kencang dan menyuruhnya pergi, namun dia tak menyangka bahwa masalah ini akan berkembang menjadi seperti sekarang ini benar-benar diluar dugaannya..
Lalu managernya juga menyebut nama Alex? Jadi sebenarnya dia mendapatkan manfaat dari Alex.
Tetapi bagaimana pun juga perkerjaannya masih bisa di pertahankan sehingga Viona masih bisa membiayai anak-anaknya.
.....
__ADS_1
Setelah sampai di rumah Viona langsung pergi mandi dan baru hendak bersiap-siap untuk tidur dia merasakan bahwa badannya sedikit panas dan selalu bersin tanpa henti.
Mungkin dia masuk angin saat berjalan pulang dari Starducks, semoga saja obat yang dia minum ini efektif.
Keesokan harinya.
Ketiga anak itu bangun jam tujuh pagi untuk sarapan, biasanya Viona mengantarkan mereka untuk pergi ke sekolah namun hari ini dia merasa sakit kepala, sekujur tubuhnya sakit dan batuk yang tiada hentinya.
Melihat maminya belum bangun Felicia langsung berlari ke kamar Viona dan berkata,
" Mami, ayo cepat! Kalau tidak kami akan terlambat pergi ke sekolahnya. "
Viona membuka matanya dengan susah payah, kepalanya masih terasa sakit dan merasa pusing jadi dengan suara serak dia berkata,
" Cia, suruh bibi Rosa yang mengantar kalian saja, yah? Uhukk... Uhukk... Uhuukk... "
Melihat kondisi maminya yang sedang tidak baik Felicia buru-buru mengulurkan tangannya kemudian menyentuh dahinya dengan cemas,
" Mami, kepalamu sangat panas. Sepertinya kamu demam! "
Pada saat ini, Fedric dan Felix juga masuk dan begitu melihat kondisi Viona mereka langsung memastikan bahwa maminya sedang demam.
" Mami, bangunlah kami akan membawamu ke rumah sakit. ''
Viona memaksakan diri untuk tersenyum, " Mami baik-baik saja, kalian semua pergilah ke sekolah. Nanti kalau sudah agak baik kan mami akan pergi ke rumah sakit sendiri! "
Felicia menggeleng-gelengkan kepalanya, " Tidak bisa, kami mau menemani mami disini. "
Ketiga anaknya sangat dewasa sehingga Viona merasa sedikit kehangatan dihatinya.
" Ayo, cepat pergi ke sekolah. Mami sudah bilang, kalau kalian belajar dengan baik mami juga akan merasa senang lalu penyakit mami juga bisa langsung sembuh. "
" Mami, nanti jangan lupa minum obatnya, yah? Ini obatnya Fedric taruh di atas meja! Kami berangkat ke sekolah dulu. "
Kemudian mereka bertiga mengikuti bibi Rosa keluar dari rumah dan pergi ke sekolah.
Jarak rumah ke sekolah sangat dekat, mereka bisa pergi dengan hanya berjalan kaki.
Tiba-tiba Felicia teringat dengan si paman tampan itu. Kalai saja dia bisa menjaga maminya maka dia juga bisa sekalian memupuk perasaan dan hubungan mereka!
Lalu Felicia menarik tangan Felix dan berbisik,
" Kak Felix, kirim pesan SMS ke nomor paman tampan dan beritahu dia alamat kita serta kata sandi pintunya. Cari cara agar dia bisa membantu kita untuk merawat mami! "
Fedric meminta bibi Rosa pulang untuk merawat Viona, dia mewanti-wanti bibi Rosa untuk terus mengukur suhu tubuhnya setiap beberapa waktu sekali dan memberitahunya obat mana yang harus diminum. Benar-benar seperti orang dewasa tapi versi mini.
Felix mengambil ponselnya dan meniru cara Felicia berbicara dengan mengirim SMS ke Alex.
__ADS_1
[ Paman tampan, Aku Felicia tolong aku! Alamat: jalan Misty no.50 kata sandinya: 520911 ]
Setelah mengirim pesan itu Felix langsung Mengnon-aktifkan ponselnya karena dia tidak boleh menggunakan ponselnya saat di sekolah.