
Gerald merangkul Eric dan mereka menuju keluar gedung, ketika mereka sudah sampai di depan pintu gedung utama meraka melihat sebuah mobil terparkir di depan pintu.
Gerald membuka pintu belakang mobil Volvo lalu masuk kedalam mobil diikuti oleh Eric, Gerald langsung berkata ketika dia sudah duduk di dalam mobil.
" Hai Nona Viona, kita bertemu lagi. "
Viona menoleh dan melihat mereka berdua, dia mencium aroma anggur yang sangat kuat dari mereka berdua.
" Hai juga, apa aku kenal dengan kalian? "
Viona sedang berfikir sebenarnya siapa mereka berdua ini? Apa mereka saling kenal? tapi kenapa dia merasa mereka berdua sangat asing, dia tidak pernah kenal dengan mereka berdua.
Sewaktu Viona masih berfikir keras tentang mereka berdua, tiba-tiba pintu kursi penumpang di sebelahnya dibuka oleh seseorang dan sesosok tinggi masuk ke dalam mobilnya.
Ternyata orang yang baru saja masuk ke dalam mobil adalah Alex, dia menoleh dan menatap dingin ke penumpang gelap yang ada di kursi belakang.
Sambil tersenyum Gerald berkata, " Alex, kami menumpang pada jemputan mu yah? Kami juga mau sekalian menginap Di rumah mu, kebetulan kita bisa reuni atas kepulangan Eric kali ini di rumahmu. "
Viona bertanya kepada Alex, '' Apa mereka berdua temanmu? "
Gerald langsung memperkenalkan dirinya, " Nona Viona, aku Gerald subroto kamu bisa memanggil aku Gerald, sedangkan yang ada di sebelahku ini namanya Eric Winson. Kita berdua adalah teman baiknya Alex Brama. "
Viona menyapa dan tersenyum kepada mereka berdua, " Ohh... Salam kenal aku Viona Hariss panggil saja Viona. "
Gerald menjawab, " Yah, aku sudah tahu namamu. Kita juga sudah pernah bertemu sebelumnya. "
Viona merasa bahwa kepribadiannya Gerald cukup baik dan kesan pertama terhadapnya adalah dia orang yang cukup mudah di ajak bergaul, sementara Eric juga tampak sangat baik dan ramah.
Namun tuan muda Brama yang ada di sebelahnya ini sangat sulit sekali untuk diajak bergaul dia sama sekali tidak seperti mereka berdua, dia selalu saja memasang wajah yang datar dan dingin sama sekali tidak ada senyuman di di wajahnya.
Kalau bukan karena gaji tiga kali lipat yang di tawarkannya, dia juga tidak akan datang untuk menjemputnya mau dia minum sampai mati pun aku tidak akan perduli dengannya.
Dengan dingin Alex berkata, " Cepat jalan. "
Viona menjalankan mobilnya menjauh dari gedung itu dan masuk ke jalan raya, dengan diikuti tiga mobil mewah di belakang mobilnya.
Keempat mobil itu melaju beriringan dengan perlahan dan tampak sangat mencolok sekali di jalanan, keahlian Viona mengemudi pada malam hari itu tidak terlalu bagus.
Dia ingin bergegas melewati perempatan lampu merah pertama, namun lampu lalu lintas itu tiba-tiba berubah warna menjadi warna kuning sehingga dia buru-buru menginjak rem dengan panik.
Mobil langsung berhenti mendadak dan tersentak ke depan untuk beberapa detik, kedua pria yang duduk di kursi belakang langsung menabrak kursi depan dengan bunyi yang cukup keras.
Untung saja Alex mengenakan sabuk pengaman, kalai tidak mungkin kepalanya sudah menabrak kaca depan.
Viona tidak perduli pada mereka yang terpenting adalah dia sudah menghentikan mobilnya tepat waktu, kalau sampai ketahuan dia menerobos lampu lalu lintas maka dia harus membayar denda.
Mobil ini milik Alex, si pria yang sangat pelit kalau sampai dia di denda maka Alex pasti akan menyuruhnya membayar itu sendiri.
Gerald mengusap kepalanya yang sakit dan merasa sedikit pusing dan mual, Eric tampak baik-baik saja dia sudah biasa berlatih di kemiliteran ketika dia menjadi seorang tentara dulu.
Jalan seperti apapun sudah pernah dia lalui bahkan jalan-jalan yang ekstrim, Eric tersenyum dan mengatakan sesuatu kepada Viona.
" Keahlian mengemudi Nona Viona sangat bagus. "
Hanya sedikit orang yang bisa mengemudikan mobil dengan keahlian yang di miliki Viona, dia merasa seleranya Alex dalam memilih perempuan sangatlah unik.
__ADS_1
Viona hanya bisa tersenyum dalam perkataan menanggapi Eric, sebenarnya dia juga di tidak suka dengan orang yang mengerem secara mendadak seperti nya tadi.
Sudah beberapa kali ketiga anaknya tersentak oleh cara mengemudinya yang suka mengerem secara mendadak, setiap Viona mengemudi seperti itu pasti Felicia akan marah dan menyuruhnya mengemudi dengan perlahan karena baginya nyawa adalah yang terpenting.
Alex tertawa, " Kalian berdua, apa kalian mau turun di perempatan berikutnya? "
Memang benar harus menakut-nakuti kedua orang ini seperti tadi, siapa suruh mereka tidak tahu malu dan masih ingin tetap terus mengikutinya.
Biar kalian ketakutan setengah mati!
Gerald langsung menjawab, " Tidak perlu, sebentar lagi kita akan sampai. "
Setelah melewati perempatan berikutnya, Viona langsung melaju menuju gerbang Villa yang Alex tinggali dengan sangat lancar.
Setelah mobil berhenti lalu Viona berkata kepada Alex yang ada di sampingnya.
" Pak Alex, hari ini aku hanya mengantarmu sampai di depan gerbang Villa saja yah? aku tidak bisa mengantar sampai ke depan rumahmu! Nanti kalau sampai aku masuk ke dalam, aku masih harus memutar jauh. Ini juga sudah larut malam, aku harap kamu bisa memakluminya. "
Dia mengatakan dengan sangat jelas, meskipun Alex ingin dia mengantarnya masuk namun dengan keberadaan dua orang itu seharusnya dia tidak bisa melakukan apa-apa kan?
Alex melirik lalu dengan dingin berkata, " Pintu... "
Viona menatap nya sambil memutar bola matanya, ternyata dia sudah benar-benar menganggapnya sebagai supirnya.
Viona hanya bisa keluar dari mobil dan berjalan ke sisi pintu sebelahnya untuk membukakan pintu mobil untuk Alex, kemudian dia melirik dan menoleh ke kursi bagian belakang lalu mendapati kedua pria tadi sudah pergi.
Viona berseru, " Alex, apa kedua temanmu itu hantu? Kenapa mereka sudah tidak ada di kursi belakang? "
Alex yang mendengar pertanyaan Viona hanya bisa mengerutkan keningnya, " Menurutmu apa mereka hantu? "
" Entahlah, tetapi kenapa mereka semua sudah menghilang dari sini dan di luar tidak ada seorang pun, kalau memang mereka sudah keluar dari mobil! "
Viona bertanya dengan gemetaran dan bertanya dengan suara bergetar, " Apa kau yakin kalau mereka benar-benar manusia? "
Dia belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, jelas-jelas tadi mereka berdua ada di dalam mobil lalu kenapa bisa menghilang dalam sekejap mata?
Kalau bukan hantu lantas apa?
Alex berjalan ke samping mobil untuk memastikan kalau mereka berdua tidak sedang bersembunyi, dia mengernyit sedikit lalu melirik ke tempat dia turun dari mobil tadi di bagian barisan belakang mobil.
Ketika dia hendak membalikkan badannya tiba-tiba dia merasa sesuatu yang tidak beres di sini, meski cahaya di sekitar area gerbang Villa cukup gelap namun tidak semuanya gelap.
Lalu Alex mengeluarkan ponselnya untuk menyalakan senter, kemudian ketika senter itu nyala dia mendapati selokan tanpa penutup lubang.
Viona juga melihatnya, " Aahh... Ini sangat berbahaya sekali, kenapa selokan ini tidak ada penutupnya? "
Alex mengerutkan bibirnya dengan dingin, gadis ini sungguh hebat dalam memilih tempat parkir.
" Viona, majukan mobilnya ke depan sedikit. "
Dengan cepat Viona masuk ke dalam mobil dan memajukan mobilnya ke depan, lalu saat dia keluar dari dalam mobil dia melihat Eric merangkak naik dari dalam selokan itu.
Sekujur tubuhnya berlumpur dan berbau busuk karena air dalam selokan itu, Viona sama sekali tidak tahan dengan baunya saat mendekat.
" Huuooeekk... "
__ADS_1
Viona langsung muntah ketika mencium bau di tubuh Eric, sedangkan Eric hanya bisa menggelengkan kepalanya dan lalu tersenyum.
" Alex, pacarmu sangat pintar memilih tempat! Tempat ini sangat bau, Gerald sudah pingsan di sana. "
Bocah itu adalah seorang dokter yang mementingkan kebersihan, dan sekarang dia jatuh ke dalam selokan yang sangat bau jadi tidak heran kalau dia jatuh pingsan.
Alex kemudian memanggil satpam yang berjaga di pos untuk membantu mengangkat Gerald dari dalam selokan, para satpam bergegas mengambil tali untuk evakuasi.
Ketika Gerald sudah di angkat ke atas lalu di baringkan di jalan dengan muka yang penuh lumpur, Viona yang lihat itu langsung membelalakkan matanya.
Viona langsung menyusutkan dirinya ke arah Alex, " Alex, apa dia baik-baik saja? Aku benar-benar tidak sengaja, sumpah? "
Ini adalah pertama kali dia mengalami hal seperti ini yang awalnya dia penakut sekarang dia menjadi sangat ketakutan, bagaimana kalau sampai Gerald mati karena mencium bau itu? Ini bukan salahnya kan? Dan dia tidak mau sampai kembali ke kantor polisi lagi!
Alex memeluk Viona lalu menepuk pundaknya dengan pelan, " Tidak apa-apa, dia akan segera sadar! Aku akan meminta seseorang untuk membawanya pulang nanti setelah dia siuman. "
Melihat Viona yang ketakutan Alex kemudian memanggil sopirnya untuk mengantar dia pulang.
" Viona, kamu pulang saja! Jangan berpikir yang berlebihan, mereka baik-baik saja Gerald hanya pingsan nanti juga sadar sendiri. "
" Yah sudah aku pulang dulu yah! "
Viona sekarang tidak bisa mengemudi karena ketakutan untungnya Alex cukup perhatian dengannya, kalau sampai dia pulang sendiri entah apa yang akan terjadi dengannya.
Setelah melihat Viona pergi Alex kembali ke tempat Gerald berbaring, dia membungkuk untuk memeriksa mulut dan hidung Gerald.
Tidak ada kotoran di sana, jadi tidak mungkin dia mati lemas di sana, namun tiba-tiba Gerald duduk dan berkata.
" Alex, menjadi nyamuk di sampingmu itu hampir saja membuat separuh nyawaku melayang. "
Alex mengangkat tangan untuk menutupi hidungnya lalu bangkit berdiri.
" Ayo jalan, kalian harus mandi aku tidak tahan lagi dengan baunya. "
Ini benar-benar sangat bau sekali, kalau bukan karena mereka adalah teman-temannya dia juga tidak ingin rumahnya di buat bau oleh mereka berdua.
Ketiganya berjalan masuk ke dalam, semakin Eric memikirkan kejadian tadi semakin dia merasa geli olehnya.
" Sial, begitu aku pulang ke sini kalian memberikan aku sebuah acara reuni seperti ini. Aku tidak akan pernah melupakannya seumur hidupku, kalian sungguh-sungguh membuatku terkesan. "
Gerald memaki, " Viona oh Viona, kita berdua baru kali ini menganggu orang yang sedang berpacaran kenapa kamu sampai membuat kami masuk ke dalam selokan seperti ini? "
Alex berjalan menjauh dari mereka berdua, untuk menghindari bau yang sangat menyengat itu.
" Kalian saja yang apes, jadi jangan salahkan dia atas apa yang terjadi pada kalian. Kalian nikmat saja! "
Dia mau lihat apa mereka masih berani mengganggunya lagi ketika bersama dengan Viona, tapi kalau mereka mau merasakan hal semacam ini lagi mereka bisa mencobanya lagi!
Tadinya dia meminta Viona untuk menjemputnya hanya tidak ingin membuat hubungan di antara mereka berdua menjadi tegang, namun apa yang di lakukan mereka berdua ini sudah membuat Viona ketakutan sehingga dia harus membujuk Viona besok.
Begitu tiba di depan Villanya, Alex menghentikan langsung mereka berdua kemudian dia mengambil selang air yang biasa di gunakan untuk menyiram tanaman lalu menyemprotkan air kepada mereka berdua.
Keduanya langsung berteriak karena kedinginan, di musim dingin seperti ini suhu udaranya berada di bawah nol derajat dan Alex dengan kejamnya menyemprotkan air kepada mereka berdua di luar rumah. Ini sangatlah keterlaluan!
Gerald merasa sangat dingin sehingga dia langsung berkata dengan marah, " Alex, kalau besok kita berdua jatuh sakit! Aku akan meminta membuatkan makanan untuk kami sebagai biaya pengobatan. "
__ADS_1
Begitu Alex mendengar ucapan Gerald, lalu dia menyemprotkan air kepada mereka berdua tanpa henti dengan memaki dalam hatinya.
' Rasakan ini! Enak saja kalian mau makan masakannya Viona, yang bisa makan masak kan nya hanya aku seorang. Kalian jangan pernah berharap tentang hal itu! '