Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 13 Paman Leo Datang


__ADS_3

Begitu mereka sampai kerumah, mereka bertiga langsung pergi ke kamar Viona dan melihat Viona sedang istirahat di tempat tidur.


Mereka bertiga saling memberi isyarat untuk diam lalu berbalik dan hendak pergi, namun Viona yang melihat ketiga anaknya sudah pulang kemudian dia duduk sambil tersenyum dia berkata,


" Kalian sudah pulang? "


Suaranya memang agak serak tapi dia sudah tidak batuk lagi.


Tiba-tiba Felicia berbalik dan berlari ke arah viona lalu memeluk Viona,


" Mami, apa kamu sudah sembuh? "


Felix menuangkan segelas air dan memberikan ke Viona,


" Mami, minumlah! Apa ada seseorang yang menjagamu hari ini? Bibi Rosa bilang, ada seorang paman yang datang kesini. Apa dia pacarnya mami? "


Begitu membahas orang yang datang pagi tadi membuat Viona sangat marah, harga untuk waktunya di sepanjang waktu itu adalah $100.000 dolar seperti menyewa seorang pengasuh dengan harga selangit saja, dan di tambah lagi dengan gayanya yang sombong itu.


Viona mengerutkan keningnya, kalau kedua putranya tau dia menandatangani surat hutang karna Alex datang untuk merawatnya pasti mereka langsung pergi menemui Alex untuk berdebat.


Tiba-tiba Felicia menunjuk bibir Viona dan bertanya,


" Mami, kenapa bibirmu bengkak? "


Viona langsung menyentuh bibirnya itu, bibirnya memang terasa sedikit perih dan mati rasa seperti gigit-gigit oleh seseorang.


Dia coba untuk mengingat-ingat lagi tentang apa yang terjadi tadi pagi, sepertinya sewaktu dia tidak sadar tadi dia juga tidak mengigit bibirnya, lalu kenapa bibirnya bisa bengkak?


Mata kedua putranya tertuju pada bibi Viona dan kedua anak itu sama-sama mengerutkan keningnya, mereka merasa bahwa mungkin itu karna Viona sedang demam dan bibirnya juga terlihat pecah-pecah.


" Mami, bagaimana kalau diperiksa ke dokter saja? "


Bibi Rosa masuk ke kamar sambil membawa obat untuk Viona saat berjalan masuk dia mendengar bahwa anak-anak itu berkata bahwa bibir Viona bengkak, dia tidak menahan tawanya.


Dia sudah berpengalaman jadi dia tau apa yang terjadi pada bibir Viona.


" Tidak usah ke rumah sakit! Nanti satu dua hari juga akan sembuh sendiri. "


Viona masih tampak bingung, saat menyentuh bibirnya dia merasa agak kebas.


Adegan dia berciuman dengan seorang pria di dalam mimpinya terlintas dibenaknya, wajah pria itu tampak sangat mirip dengan Alex! Tadinya dia hanya mengira kalau itu hanyalah sebuah mimpi, atau jangan-jangan semua itu benar-benar terjadi?

__ADS_1


" Alex... Dasar bajingan!! ''


Viona memaki dalam hati, dia tidak akan pernah memberitahu siapa pun tentang kejadian itu apalagi ke tiga anaknya.


Anggap saja dia sudah menyewa seorang perawat profesional dan begitu hutang-hutangnya lunas Viona tidak ingin lagi berhubungan dengan Alex.


Felicia menggucang tubuh Viona dan bertanya dengan antusias,


" Mami, apa tadi paman tampan kesini? "


" Iya, iya tadi paman tampan datang ke sini untuk merawat mami! "


Viona merasa bahwa bibi Rosa pasti sudah melihat ada orang yang datang ke rumah dan memberitahukannya kepada ketiga anaknya ini!


Felicia melompat dengan gembira,


" Horee.. Kita akan punya papi! "


Setelah selesai berbicara, Felicia baru menyadari kalau dia telah salah bicara.


Kedua kakaknya pernah berpesan kepadanya, kalau mereka tidak boleh membahas soal papi di depan mami. Namun tadi dia sangat senang sehingga lupa dengan pesan kedua kakaknya ini.


Fedric dan Felix mengernyit sedikit, mereka juga takut kalau mami mereka merasa sedih.


Saat melihat sikap ketiga anaknya itu, dia bisa memahami pemikiran dan maksud mereka.


" Sudah, sudah, kalian mau membahas tentang papi juga tidak apa-apa. Semua orang memang punya papi dan mami, meskipun saat ini mami belum bisa memberitahu tentang papi kalian. Namun yang pasti dia juga sayang kepada kalian bertiga. "


Ketiga bocah itu mendengar ucapan Viona tadi mereka langsung mengangguk setuju.


Mereka juga merasa bahwa papi pasti menyayangi mereka dan berharap bisa bertemu dengannya suatu hari nanti.


Tiga hari kemudian, penyakit Viona sembuh sepenuhnya.


Pada pagi hari, Viona mengantar ketiga anaknya pergi ke sekolah lalu pulang ke rumah untuk memeriksa email-nya.


Dia ingin melihat apakah sudah ada jawaban dari perusahaan tempat dia melamar pekerjaan.


Bibi Rosa pulang dari berbelanja dan saat dia masuk ke rumah dia langsung memanggil,


" Non Vio, ada yang mencari mu. "

__ADS_1


Mendengar ucapan ini Viona bangkit dan berjalan keluar rumah menuju gerbang.


" Nona besar, apakah ini benar-benar kamu? "


Paman Leo berdiri di depan pintu gerbang, wajahnya tampak penuh kegembiraan.


Viona juga terkejut sekali. Dia telah tinggal sendiri selama enam tahun ini dan selama enam tahun ini dia belum pernah bertemu dengan siapapun dari anggota keluarga Hariss.


Lagi pula sekarang Viona hanya menjalani kehidupan orang biasa sementara keluarga Hariss bisa dianggap sebagai keluarga konglomerat, jadi bagaimana mungkin dia bisa bertemu dengan keluarganya ini!


" Paman Leo, ada apa kamu mencariku? "


Viona berdiri di depan pintu dan tidak ingin mempersilakan tamunya ini untuk masuk.


" Nona Besar, kakek meminta saya untuk datang menjemput nona pulang. Nona besar hari ini.. Oh bukan, bukan, maksudnya Nona Kedua hari ini ada acara lamaran, kakek berharap nona bisa datang ke acara ini! "


Mendengar tentang kakeknya, Viona langsung menitikkan air matanya dia sangat kangen sekali dengan kakeknya.


Di dalam keluarga Hariss, kakeknya adalah orang yang paling menyayanginya, namun di masa lalu Viona sudah kehilangan harga dirinya dengan masuk ke kantor polisi dan didakwa pasal tentang prostitusi sehingga membuat kakeknya sangat kecewa padanya.


" Nona besar, kakek hanya ingin bertemu denganmu. Dia tidak punya niatan lain, kembalilah bersamaku dan temui beliau. "


Viona mengangguk sedikit, " Baiklah, aku akan masuk dulu untuk mengganti pakaianku dulu! Paman Leo, tunggu sebentar, Yah! "


Viona tidak mempersilakan paman Leo masuk karena Bibi Rosa ada disini, dia tidak ingin anak-anaknya tahu tentang hubungannya dengan keluarga Hariss.


Kakeknya adalah orang yang mementingkan reputasinya, Viona di besarkan oleh kakeknya dengan penuh kasih sayang namun pada akhirnya Viona mengecewakan kakeknya ini.


Mungkin kakeknya akan merasa semakin kecewa pada Viona kalau sampai melihat dia sudah memiliki anak.


Jadi, lebih baik Viona tidak membiarkan mereka saling kenal.


Viona kembali ke kamarnya dan memilih gaun dengan motif bunga-bunga biru dan mantel bermotif akar teratai, ini adalah salah satu dari sedikit pakaian bagus yang dia miliki.


Viona mengeluarkan sebuah kotak perhiasaan dari bagian terdalam laci, ada dua benda di dalamnya sebuah liontin giok dan sebuah cincin.


Enam tahun yang lalu, cincin ini di letakkan di tangannya setelah malam itu.


Seharusnya ini adalah cincin yang di tinggalkan pria itu, selama bertahun-tahun meski Viona telah menjual semua perhiasannya sekalipun dia tidak pernah berfikir untuk menjual cincin ini.


Viona masih berharap kalau suatu hari nanti dia bisa menemukan ayah kandung dari anak-anaknya, dia juga ingin tahu apa yang terjadi saat itu.

__ADS_1


__ADS_2