Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 41 Bangun Terlambat


__ADS_3

Alex melihat mata Viona yang memerah lalu mengendong Felicia dengan satu tangan dan tangan lainnya merangkul Viona, Viona merasakan kehangatan atas tindakkan yang Alex lakukan padanya ini.


Viona tidak menolak Alex merangkulnya dan memeluknya sampai keluar dari bangsal, kalau dilihat sekilas mereka sudah seperti satu keluarga.


Sang supir sudah menerima pesan dari Alex sebelum mereka turun sehingga mobil sudah ada di depan pintu rumah sakit sebelum mereka keluar.


Begitu melihat mereka keluar, lalu sang supir lalu membukakan pintu untuk mereka.


Alex masuk kedalam mobil dengan seorang anak di pelukannya, sementara Viona melangkah masuk dari sisi lain dan mengatakan sesuatu pada supir.


" Pak maaf yah, sudah membuatmu menunggu sampai larut malam. "


Sang supir tersenyum, " Nona Viona, jangan sungkan pada saya. Karena bagaimana pun juga ini sudah termasuk kerjaannya saya sebagai supirnya pak Alex. "


Viona membalasnya dengan senyuman lalu membungkuk dan masuk ke dalam mobil, saat melihat Alex yang memeluk Felicia di lengannya membuat Viona membayangkan jika saja Felicia sekarang sedang bersama dengan ayahnya pasti dia akan sangat senang sekali.


Viona terus meyakinkan dirinya sendiri untuk segera menemukan cincin itu agar dia bisa bertemu dengan pria itu, tidak perduli seberapa besar dia membencinya namun bagaimana pun juga anak-anak ini adalah darah dagingnya.


Jadi ada baiknya kalau membiarkan mereka segera bertemu dengan ayah kandung mereka.


Ini adalah pertama kalinya Alex menggendong seorang anak seperti ini, Saat melihat wajah mungilnya yang lucu ini Alex langsung bisa mengerti perasaannya Viona.


Takut kehilangan, oleh karena itu begitu mendengar anaknya sakit Viona langsung panik dan gelisah.


Saat sampai di rumah jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari, Alex langsung membaringkan badannya Felicia ke tempat tidurnya Viona.


Dia akan tidur dengan putrinya malam ini untuk mengawasi kondisinya, Setelah melihat Alex membaringkan Felicia di tempat tidur lalu dengan rasa lelah Alex mengangkat tangannya dan menekan pelipisnya.


" Pak Alex, bagaimana kalau kamu menginap saja disini malam ini. Aku akan menambahkan kasur lantai untuk kamu tidur. "


Setelah selesai berbicara Viona baru tersadar bahwa dia sudah salah bicara, bagaimana mungkin Alex mau tidur dilantai?


" Aahh... Tidak, tidak biar aku dan Felicia saja yang tidur dilantai. Kamu bisa tidur di tempat tidurku! "


Kemudian Viona berjalan ke arah lemari untuk mengambil selimut dan kasur lantai.


Saat Alex melihat punggungnya yang ramping itu membuatnya merasa sangat sedih dan prihatin, ternyata begini kesehariannya merawat anak pantas saja dia sangat kurus!


Pasti dia sudah banyak menderita dan banyak beban yang harus dia tanggung sendiri.


Setelah merapikan kasur lantainya lalu Viona bersiap-siap untuk menggendong Felicia untuk pindah ke kasur lantai.


Namun Alex langsung memeluk pinggangnya dari belakang dan membenamkan kepalanya di lehernya Viona, dia menciumnya sangat lama lagi-lagi ada aroma manis di tubuhnya dan langsung membuatnya langsung merasa segar kembali.


Viona merasa sedikit tidak nyaman dan merasa geli di lehernya, ini benar-benar tidak wajar bagi mereka untuk memiliki hubungan yang begitu intim.


Alex ingin berkata, ' kamu tidur denganku di bawah! '


Dia benar-bebar ingin tudur sambil memeluknya terutama ketika dia merasa sangat lelah, tetapi reaksi gadis ini sangatlah kaku jelas bahwa dia menolaknya.


Mau tak mau dia hanya bisa menghilangkan keinginannya itu, ada senyum tipis yang mengembang di wajah tampannya itu.


" Kamu dan Felicia tidur di atas tempat tidur saja, biar aku yang tidur di bawah. Anak ini masih sakit jadi jangan membuatnya semakin sakit dengan tidur di bawah. "


" Baiklah kalau itu maumu, kamu pergi bebersih dulu sebelum tidur! Sikat gigi yang kamu gunakan masih ada di sana. "


Setelah mengatakan ini entah kenapa Viona merasa ada sesuatu yang tidak benar, mengapa dia merasa seperti ada perasaan bahwa Alex akan sering datang kesini seolah-olah mereka sedang berpacaran saja.


" Alex, cepat kamu pergi bersih-bersih dulu. Ini sudah cukup larut malam, dan kamu juga harus segera istirahat. "

__ADS_1


Alex yang memeluknya seperti ini membuat Viona merasa tidak nyaman, namun Alex tak kunjung melepaskan pelukkannya itu.


Viona ingin mundur tetapi Alex enggan untuk melepaskannya, lalu Alex membalikkan badannya Viona untuk menghadap padanya.


Kemudian dia menatapnya lekat-lekat lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Viona, matanya Viona langsung melebar saat bibir Aoex semakin dekat dengan bibirnya.


Kemudian Viona menelan air ludahnya sendiri agar mulutnya terasa lebih baik dan saat bibirnya hendak bersentuhan dengan bibirnya lalu dengan cepat Viona mendorong Alex dengan kuat.


" Alex, mandi sana! Aku akan menggunakan kamar mandi yang ada di bawah. "


Alex menjilat bibirnya sendiri dengan ringan namun dia merasa sedikit kecewa karena tidak berhasil mencium Viona tadi, tetapi saat melihat wajahnya memerah membuat Alex merasa puas dan juga tidak akan mempersulitnya lagi lalu Alex pergi ke kamar mandi.


Setelah setengah jam kemudian...


Viona kembali ke kamarnya setelah selesai mandi, dia juga langsung berbaring di kasurnya karena hari ini dia sudah merasa sangat lelah dan mengantuk sekali.


Begitupun juga dengan Alex saat dia melihat Viona sudah tertidur dia langsung berjalan ke arah tempat tidur, lalu dia mengamati wajah cantiknya Viona yang sangat terlelap dalam tidurnya.


Kemudian Alex mencium keningnya Viona dan berkata, " Selamat tidur sayangku! "


Keesokkan harinya.


Saat Viona membuka matanya dan melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, dia langsung turun dari tempat tidur dan berseru.


" Aahh... Matilah aku terlambat masuk ke kantor! "


Kemudian dia menoleh ke samping dan melihat seorang pria tidur disana dengan sangat nyenyak, Viona baru tersadar kalau Alex juga ada sini jadi dia berjalan kesisinya lalu membangunkan Alex.


" Pak Alex, ini sudah pagi cepat bangun! ''


Alex langsung terbangun begitu mendengar seruannya Viona lalu mengulurkan tangannya untuk mengusap dahinya.


Alex tidur dengan sangat nyenyak malam ini dan biasanya dia selalu terbangun jam 6 pagi namun hari ini entah kenapa dia sangat nyaman sekali.


" Sudah jam sembilan! Pak Alex, ini sudah sangat terlambat untuk masuk ke kantor. "


Alex bangkit duduk dengan perlahan dan berkata, " Tidak apa-apa, kita pergi ke kantor bersama saja. "


Felicia berguling dan langsung terbangun lalu dia mengusap matanya yang besar dan jernih itu lalu tersenyum pada Alex.


" Paman tampan, kamu tidur bersama dengan kami disini? "


Felicia tampak sangat bahagia dan dia langsung tersenyum sehingga memperlihatkan dua lesung pipinya yang lucu.


Sambil tersenyum Alex berkata, " Selamat Pagi, sayang! "


Suaranya terdengar sangat memikat dan terasa menyenangkan untuk di dengar di pagi hari seperti itu.


" Paman tampan, suaramu sangat bagus. Semalam aku bermimpi, bertemu dengan papi... "


Saat belum selesai berbicara Felicia langsung menutup mulutnya dan diam-diam melirik ke arah maminya, ucapan kata ' papi ' tidak boleh diucapkan di depan maminya ini hal ini diberitahukan oleh kedua kakaknya.


Hampir saja dia mengatakannya dan Felicia berharap maminya tidak mendengarnya saat dia mengatakan hal itu.


Tetapi sebenarnya Viona telah mendengarnya, dia tahu bahwa ketiga anaknya itu tidak ingin membuat dirinya sedih sehingga mereka sama sekali tidak pernah membahas tentang papi mereka di depannya langsung.


Kemudian dia bangkit berdiri lalu berjalan ke kamar mandi, Alex melihat bahwa Viona memang sengaja pergi untuk memberikan ruang untuk Felicia bercerita padanya.


" Apa yang kamu mimpi tentang papimu, coba ceritakan pada paman? "

__ADS_1


" Aku semalam bermimpi papiku terlihat sama persis sepertimu, dia juga menggendongku! Dia juga cukup kuat saat menggendongku, dia hanya menggunakan satu tangannya saja. Aku sangat senang sekali, paman. "


Dia tidak pernah mendapatkan perlakukan seperti itu dari ayahnya sedari dia kecil, jadi tentu saja dia merasa sangat bahagia walaupun hanya dengan menceritakannya saja!


Alex mengulurkan tangannya yang ramping dan mengusap kepalanya, " Felicia harus selalu menjadi anak baik yah! Paman akan selalu ada untuk kalian. "


" Terima kasih paman, andai saja paman adalah papi pasti aku bisa merasakan bagaimana memiliki papi disisiku. "


Alex hanya tersenyum mendengar ucapannya Felicia, gadis kecil ini benar-benar sangat menyedihkan dan entah kenapa dia merasa sangat sedih saat mendengar ucapannya itu.


Dia merasa seperti ada perasaan yang sangat dekat yang dia rasakan ketika bertemu dengan ketiga anak ini.


Felicia sedang berbaring di atas ranjang sambil memperhatikan kedua orang dewasa yang keluar masuk dari kamar mandi, setelah itu Viona mengganti pakaiannya sedangkan Alex langsung mengenakan mantel hitamnya.


Mereka akan pergi berkerja, dan sekarang hanya tinggal dia dan Bibi Rosa saja yang tinggal di rumah, kedua kakaknya juga pasti sudah pergi kesekolah.


Viona memberitahu Felicia saat sedang mengenakan syal di lehernya.


" Sayang, nanti mami akan pulang dan menjemputmu jam satu siang dan setelah itu kita akan pergi ke rumah sakit untuk disuntik. "


" Mami, boleh tidak kita tidak usah pergi kerumah sakit. Aku tidak mau disuntik, itu sangat sakit. "


Viona tidak mengatakan apa-apa lagi pada Felicia, yang jelas dia harus pergi ke rumah sakit.


Lalu Viona dan Alex berjalan keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah, tangganya sangat sempit sehingga mereka harus turun satu-satu.


Bibi Rosa yang melihat mereka turun secara bersama-sama dia merasa bahwa mereka tampak seperti sepasang suami istri, sepasang sejoli yang akan pergi ke kantor bersama-sama.


" Pak Alex dan Non Vio, sarapan dulu sebelum berangkat ke kantor. "


Viona juga berharap Alex mau sarapan dulu sebelum pergi, apalagi dia juga sudah merepotkannya sampai larut malam demi menunggunya dan dia juga sekarang jadi terlambat masuk ke kantor karena kesiangan.


Alex mengangkat tangan kirinya dan melihat jam tangannya yang ada dipergelangan tangannya.


" Aku tidak sarapan, jam setengah sebelas nanti masih harus pergi rapat. "


Sekarang pukul sembilan lewat dua puluh menit, seharusnya akan macet kalau tidak pergi sekarang pasti akan semakin terlambat begitu sampai ke kantor.


Begitu dia keluar mobil Alex tidak tampak ada di sana, kemudian Viona mengeluarkan kunci mobil dari dalam tasnya dan mengemudi mobil menuju ke kantor.


Alex duduk di kursi penumpang sementara Viona fokus mengemudi mobilnya, Alex memeriksa ponselnya ada begitu banyak panggilan telepon yang terjawab dari Bryan.


Lalu Alex menelpon kembali Bryan, begitu panggilan telepon tersambung Alex langsung mendengar suara Bryan dari sambungan telepon itu.


" Hallo Pak Alex, akhirnya kamu meneleponku juga! Pak gawat sesuatu telah terjadi, apa kamu sudah membaca berita hari ini? "


Bagaimana bisa Alex yang baru saja bangun bisa membaca berita, dia sama sekali tidak punya waktu untuk melakukan itu.


" Langsung katakan saja, sebenarnya apa yang terjadi? "


Dengan tidak sabar dan dingin Alex menjawab pertanyaan yang diajukan Bryan itu.


Bryan hanya bisa mengelengkan kepalanya mendengar jawaban dari bosnya ini.


" Pak Alex, kemarin saat di bandara Nona Evelin meminta paparazi untuk menjepret foto dia saat bersama dengan anda. Aku juga sudah memblokirnya dan tidak akan masuk dalam berita, tetapi tengah malam kemarin saat kamu sedang menggendong putri Viona dan kamu juga sambil merangkul Viona. Semua foto-foto itu sudah tersebar dan sekarang sedang viral di mana-mana. "


Semalam kejadiannya sudah sangat larut, Bryan sudah tidur jadi dia tidak dapat menanganinya tepat waktu.


Segera setelah foto-foto itu diposting ke internet, mereka langsung viral dan masuk dalam berita utama di Komus.

__ADS_1


Saat Bryan melihatnya tadi pagi semuanya sudah terlambat, berita itu sudah sering direpost dan sudah tidak dapat di hapus lagi.


__ADS_2