Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 6 Keterkejutan Evelin


__ADS_3

Evelin menggelengkan- geleng kan kepalanya,


" Tidak, aku tidak pernah pacaran jadi tidak mungkin aku menerima hadiah seperti cincin. Dan lebih tidak mungkin lagi untuk tidur dengan seorang pria, Aku masih perawan!! "


Ekspresi Alex menjadi sedikit agak murung, Dia mengira bahwa enam tahun yang lalu di malam itu kakeknya yang mengirim wanita ini kepadanya sehingga ketika beliau sadar, langsung meminta Alex untuk menikahi putri sulung keluarga Hariss, dia mengira wanita itu yang selama ini dia cari.


Tetapi sekarang, sepertinya tidak begitu.


Ekspresi Alex tampak dingin lagi seperti biasanya, lalu dia menyodorkan sebuah surat perjanjian ke depan Evelin,


" Nona Hariss, tujuanku bertemu denganmu hari ini adalah membicarakan sebuah kerjasama. "


Evelin belum pernah bertemu dengan pria ini sebelumnya, bukannya dia mengajaknya berkencan karena dia menyukainya? Lantas mengapa dia malah membicarakan masalah bisnis?


Evelin melihat surat perjanjian di tangannya dengan heran terdapat 3 halaman di dalamnya, dan dia hanya mengerti beberapa tulisan yang sederhana saja.


" Maksud Tuan Alex, kamu ingin aku menikah kontrak denganmu? "


Alex mengangguk sedikit, " Masa pernikahan kontraknya adalah satu tahun, aku dapat memutuskan kontrak ini lebih awal. Sebelum aku memutuskan kontrak ini kamu dapat menikmati semua hak mu sebagai nyonya Muda Brama, setelah kontraknya berakhir kau bisa mendapatkan $ 30 juta dolar sebagai kompensasi, bagaimana apa kamu setuju? "


Saat Evelin mendengar tentang hak- hak nya sebagai nyonya muda Brama , dia tergoda.


Bagaimanapun juga pria ini adalah pria yang terpandang di kota Furton ini, ada berapa banyak wanita yang ingin menikah dengannya?


Dengan mengatasnamakan namanya, tidak akan ada orang yang berani menggertaknya saat keluar dari rumah.


Dan seluruh keluarga Brama akan memperlakukannya dengan cara yang berbeda, mungkin kakeknya akan memberikan warisan keluarga Hariss kepadanya.


Dan akan lebih baik lagi kalau selama setahun ini hubungannya dan Alex akan semakin membaik sehingga dia akan menjadi nyonya muda Brama yang sah!!


Di dalam hatinya Evelin merasa sangat bersemangat sekali meski ekspresi di wajahnya tetap tampak tenang, dia sebisa mungkin menahan rasa gembiranya ini.


" Tuan Alex, kenapa harus aku yang menikah denganmu? "


" Karena kakekku sedang sakit parah dan ini adalah permintaannya, aku hanya ingin memenuhi permintaanya saja!! "


Alex telah mencoba untuk mencari wanita itu namun dia sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun, Namun pada saat itu saat Alex pergi dia sempat meninggalkan sebuah cincin untuknya.


Alex berharap bahwa dia akan melihat cincin itu dan menerimanya.


Seorang pria yang meninggalkan cincin untuknya pada saat itu juga demi menunjukkan ketulusannya.


Dulu dia fikir bahwa kakeknya menaruh obat di anggurnya untuk memaksanya menikah dan wanita itu pasti dikirim oleh kakeknya.


Namun sekarang, semuanya tidak sesuai.


Bagaimanapun juga, Alex tidak akan menyerah dia harus menemukan wanita itu.


Evelin melihat ekspresi Alex yang tampak semakin murung dan mengira bahwa dia sudah mengganggunya dan terlalu banyak tanya.


Kemudian, dengan cepat Evelin mengambil pena dan menandatangani perjanjian pernikahan itu.


Nikah kontrak ya nikah kontrak. Jarang-jarang ada kesempatan baik seperti ini untuk bisa dekat dengan orang yang tampan dan terpandang.

__ADS_1


Asalkan Evelin bisa berusaha, dia pasti bisa mengubah pernikahan kontrak ini menjadi pernikahan yang sah!!


Alex mengambil surat perjanjian yang telah di tanda tangani oleh Evelin lalu dengan suara rendah berkata,


" Nona Hariss, hari jum'at depan aku akan datang ke rumahmu untuk melamar. "


" Kalau begitu, aku akan menunggu Tuan Alex datang, aku pergi dulu ya? "


Evelin bangkit berdiri lalu pergi, dia tampak bersemangat sekali saat keluar dari ruangan VIP.


Tetapi, tiba- tiba Evelin melihat seseorang yang tampak persis dengan Viona. Matanya langsung membelalak ketakutan.


Viona, bukannya dia sudah mati?


Setelah berfikir sebentar Evelin menghampiri dan menyapanya dengan ragu.


" Viona. "


Viona menoleh dan melihat ekspresi keterkejutan di wajah Evelin.


Seketika itu juga rasa kebenciannya semakin menguat, dia ingin sekali menerkam dan mencekik leher wanita jahat ini.


Felicia yang mendengar seseorang memanggil maminya lalu melihat ke tante yang berpakaian yang indah itu.


" Mami, temanmu memanggilmu! "


Saat Evelin mendengar ucapan gadis kecil ini dia mundur selangkah karena terkejut, Viona benar-benar tidak mati??


Setelah beberapa kemudian Evelin kembali tersadar,


Felicia memang anak yang lincah, karena mengira bahwa Evelin teman maminya jadi dia dengan semangat menjawabnya,


" Ya, aku berusia lima tahun ini, aku juga masih punya dua kakak laki- laki umurnya juga lima tahun kami kembar tiga! "


Viona langsung menutup mulut Felicia, Dia tidak ingin Felicia memberitahu Evelin tentang hal ini namun Felicia adalah anak yang bawel dan tidak bisa merahasiakan sesuatu.


" Kembar tiga? "


Evelin bahkan tampak lebih terkejut lagi,


" Kamu hebat juga ya, pantas saja penampilanmu sangat lusuh, tidak mudah yah membesarkan tiga anak? "


Memangnya kenapa kalau Viona masih hidup? Hidup Viona sekarang hanyalah bagaikan sampah yang tidak ada artinya sedangkan dirinya akan menjadi nyonya muda dalam keluarga Brama.


Sebuah status yang tidak akan pernah Viona dapatkan!!


Felicia menatap wajah Evelin lalu beralih ke wajah maminya, Felicia merasa bahwa wanita ini bukan lah teman maminya.


Felicia mengerutkan bibirnya dia tampak marah dan matanya yang besar itu langsung tampak memerah, kemudian dia turun dari kursi dan menyentuk gaun putih yang di gunakan Evelin dengan tangannya yang berminyak.


" Bibi, gaunmu sangat cantik!! "


Kamu mengatai mami lusuh, memangnya kamu tidak? Sekarang aku mengotori gaunmu itu.

__ADS_1


Evelin langsung berseru, " Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tau seberapa mahalnya gaun ini?? "


Evelin mengangkat tangannya hendak memukul Felicia namun dengan cepat Viona meraih pergelangan tangannya sehingga membuat Evelin sangat marah dan memaki.


" Viona, anak haram mu ini sangat menyebalkan sama seperti kamu!! "


Viona langsung menampar wajah Evelin dengan keras,


" Evelin, perhatikan ucapan mu. Kau sendiri juga anak haram!! "


Evelin tampak terkejut dengan tamparan ini, berani- beraninya dia menamparku!!


Lalu dengan ganas Evelin mencoba menjambak rambut Viona namun Evelin langsung di dorong oleh viona sehingga menyebabkan Evelin menabrak seorang pelayan nampan di tangannya, sup yang ada di nampan itu langsung tumpah ke badannya Evelin.


Emosi Evelin langsung tersulut. Dia menatap ke arah Viona dengan penuh kebencian.


" Viona, aku bunuh kamu!! "


Viona langsung mengelak dan menjatuhkan dirinya ke arah Bryan dan mendorongnya mundur beberapa langkah sehingga hampir menabrak Alex.


" Pak Alex, apa anda baik-baik saja?? "


Bryan tampak gugup lalu memaki.


" Wanita gila dari mana ini? Kamu hampir saja menabrak bos kami!! "


Begitu Evelin mendengar ucapan ini, dia langsung mengangkat kepalanya yang tampak acak-acakan kemudian dengan cepat mundur beberapa langkah sambil menunjuk ke arah Viona.


" Alex, dia menjahati ku!! "


Alex mengangkat kepalanya dan mendapati seorang wanita yang mengenakan mantel hitam dengan celana pensilnya berwarna hitam.


Pakaiannya tampak sederhana namun jika dibandingkan dengan penampilannya sewaktu di rumah sakit, dia tampak sangat cantik hari ini.


Terutama matanya itu, mata yang hitam, besar, dan berkilau seterang bintang di langit malam.


Alex tertegun. Sepasang matanya itu terasa familiar seolah-olah mereka telah kenal lama.


Melihat Alex yang tak berbicara Evelin tampak tercengang kemudian menghampirinya.


" Alex, kamu adalah tunangan ku! Kamu harus membantu dan membelaku. "


Alex yang mendengarkan ucapan ini langsung melirik dengan tatapan datar.


" Nona Hariss, kamu sangat cepat beradaptasi dalam permainan ini, yah!! "


Evelin tampak bingung, dia takut bahwa Alex akan memberitahukan bahwa hubungan mereka ini palsu.


Dengan begitu dia akan gagal berpura-pura di depan Viona.


Felicia tampak sangat kecewa sekali ketika melihat paman tampan itu bersama dengan wanita jahat yang ada di depannya.


Lalu dengan berpura- pura berakting, dia berlari menghampiri Evelin dan berkata,

__ADS_1


" Bibi, maafkan aku! Aku tidak sengaja mengotori gaun mu itu. Jangan pukul aku dan jangan pukul mamiku juga, yah? "


__ADS_2