Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 44 Eric Menolak Mendonorkan Sumsum Tulangnya


__ADS_3

Viona keluar dari gedung dan langsung memesan taksi untuk pergi ke rumah sakit, dia juga akan membelikan beberapa kue kesukaannya Mimy dan membeli satu set kosmetik untuk Gebby.


Saat Viona masuk ke dalam bangsal dia melihat Mimy sedang disuntik, sedangkan Gebby berbaring di sofa dan tidur dengan nyenyak.


Viona mengambil selimut dan menyelimuti tubuhnya Gebby, namun Gebby yang merasakan ada pergerakkan jadi dia langsung membuka matanya.


Selama dua tahun terakhir ini dia sudah terbiasa karena dia takut terjadi sesuatu dengan anaknya itu, karena itu begitu dia mendengar sedikit gerakkan atau suara dia pasti akan langsung terbangun.


Gebby mengulurkan tangannya untuk mengusap wajahnya, " Viona, kamu ada disini? "


" Ya aku datang untuk menjenguk mu dan juga Mimy, kamu lanjut tidur saja kalau kamu masih mengantuk. "


Gebby menggelengkan kepalanya dan ketika dia melihat satu set kosmetik serta kue di atas meja, matanya langsung tampak meredup.


" Viona, kenapa kamu membelikan aku kosmetik? Aku sama sekali tidak punya pikiran untuk itu sekarang. "


Pada siang hari dia sama sekali tidak punya pikiran untuk berdandan atau semacamnya, kecuali dia berkerja di malam hari di Starduck.


Jangankan untuk berdandan melakukan perawatan kulit saja dia sangat jarang sekarang.


Viona kemudian duduk di sofa dan berkata, " Tidak perduli seberapa menyedihkannya seorang wanita, tetap saja dia tidak boleh lupa untuk merawat diri. Bukan untuk menunjukkan Kecantikannya kepada orang lain tetapi untuk di tunjukkan kepada diri kita sendiri. "


Viona juga melakukan hal yang sama, tidak perduli seberapa sulitnya hari-hari yang dia lewati tetapi dia akan selalu melakukan perawatan diri.


Dia hanya ingin mempertahankan penampilannya agar terlihat bagus, dan saat dia melihat dirinya cantik perasaan dan suasana hatinya juga akan membaik.


Gebby mengangguk, " Ya, kamu benar Viona. Kita tidak boleh pasrah pada diri kita sendiri ataupun keadaan. "


Pada saat yang sama seorang perawat datang, mereka selalu memanggilnya dengan sebutan perawat Vey.


Dia juga yang selalu membantu Gebby untuk merawat Mimy, dia merasa sangat kasihan pada kondisinya Gebby saat itu jadi dia merawat Mimy dengan sepenuh hati.


" Gebby, bukannya kamu hari ini ada kesibukkan? Pergilah biar aku yang menjaga Mimy disini. "


Saat perawat Vey melihat Viona dia mengangguk sedikit kemudian dia menyibukkan diri untuk memeriksa keadaannya Mimy.


Sedangkan Gebby langsung bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka lalu dia kembali dan berkata.


" Viona, bukannya kamu juga masih harus kembali ke kantor? Ayo kita pergi bersama saja! "


Viona kemudian mengambil tasnya dan mengucapakan selamat tinggal pada perawat Vey, lalu keduanya berjalan menuju lift sambil bergandengan tangan.


Saat ini tidak terlalu banyak orang yang ada di rumah sakit, jadi yang ada di dalam lift hanya mereka berdua saja.


" Hari ini aku tidak ingin kembali ke kantor, kamu mau pergi kemana? Bolehkah aku ikut denganmu? "


Gebby meliriknya, " Bukannya kamu bilang kamu akan berjuang sekuat tenaga untuk berkerja di kantormu itu? Lalu kenapa kamu sekarang bolos kerja? "


Sebelumnya Viona sudah memberitahunya kalau dia memiliki pekerjaan yang cukup baik, dan dia juga berkata kalau kehidupannya akan membaik kalau dia berkerja di sana. Lalu ada apa dengan dia sekarang?


Namun saat Viona teringat akan Evelin, dia menjadi marah dan geram.


" Kamu tahu kan kalau kakeknya Alex ingin dia menikah dengan Evelin? Jadi hari ini si Evelin datang ke kantor, dan dia membuat keributan denganku. Karena itu lah aku tidak mau kembali ke kantor sekarang, aku tidak ingin melihat wajahnya yang menyebalkan itu. "


" Itu berarti Alex ingin kamu menjadi wanita simpanannya? Dia kan pernah ingin memintamu untuk menjadi pacarnya kan? "


Ekspresi Viona langsung berubah, " Tidak, aku tidak akan pernah mau menjadi wanita simpanan. Walaupun aku sangat miskin tapi aku masih punya harga diri. "

__ADS_1


Wanita simpanan adalah sesuatu yang paling dia benci dalam seumur hidupnya, kalau bukan gara-gara Vera si pelakor itu dia juga tidak akan kehilangan mamanya sejak dia masih kecil.


Gebby tersenyum dan mencubit pinggang Viona.


" Aku tahu, kamu tidak mau menjadi simpanan tapi kelihatannya Alex sangat menyukaimu. Apa kamu tidak merasakannya? "


Viona menggelengkan kepalanya, " Itu bukan suka, tetapi dia hanya ingin menggangguku saja. Bagaimana pun aku mempunyai hutang padanya. "


Saat teringat dengan Alex, Viona berpikir kalau Alex tidak pernah berhenti untuk mengganggunya.


Namun dia juga mengerti kenapa alasannya Alex memintanya menjadi sekretarisnya, Alex pasti merasa kalau dia mudah ditindas sehingga membuat hidupnya yang terlalu membosankan itu menjadi sedikit menyenangkan.


Melihat Viona yang marah membuat Gebby berpikir bahwa dia sebenarnya cemburu tetapi dia tidak mau mengakuinya saja.


Gebby hanya bisa menghela nafas panjang lalu keluar dari dalam lift bersama Viona.


" Viona, terkadang laki-laki suka menindas seorang perempuan itu karena dia menyukainya! Coba kamu pikirkan apa dia pernah melakukan hal yang sama pada orang lain? Lalu pikirkan kembali bagaimana dia memperlakukanmu? Dari sini pasti kamu bisa mengerti. "


Viona berpikir sejenak, sepertinya memang begitu.


Biasanya Alex memperlakukan orang lain dengan dingin dan kejam, sedangkan pada dirinya?


Viona menghela nafas panjang dan berkata, " Sudahlah aku tidak mau memikirkan tentang itu, lagi pula tidak ada gunanya kalau dia menyukaiku! Sedangkan kakeknya hanya ingin dia menikahi Evelin, bagaimanapun juga kakeknya sedang sakit sekarang jadi dia tidak akan berani membantahnya. Dan yang jelas kalau dia memiliki hubungan dengan Evelin sudah pasti dia adalah musuhku. "


Saat memikirkan hal ini diam-diam Viona bersumpah bahwa meskipun Alex adalah musuhnya namun dia harus bisa mendapatkan gajinya.


Dia akan meminta sedikit banyak agar mereka merasa sedikit sakit hati.


Gebby hanya bisa menggelengkan kepalanya, " Baiklah terserah kamu saja, yang jelas aku akan selalu mendukungmu. "


Menurut Gebby, bagaimana mungkin Alex mau menikah dengan orang yang tidak dia cintai? Meskipun kakeknya memaksa dia pasti juga tidak akan mudah menyerah, orang-orang yang sudah memakan banyak asam garam di dunia bisnis yang keras itu tidak akan mudah menyerah untuk mendapatkan sesuatu.


Lalu keduanya masuk ke dalam taksi, Viona mendengar Gebby berkata kepada si pengemudi untuk pergi ke apartemen Baru.


" Apa kamu ingin bertemu dengan seorang teman? Apa aku masih pantas ikut dan tidak akan mengganggumu? "


Viona berpikir apakah masih pantas dia mengikuti Gebby untuk bertemu dengan pacarnya, dia tidak ingin menjadi pengganggu mereka.


Kalau Gebby bisa menemukan seorang pria yang baik untuk dinikahi maka di kemudian hati kehidupannya pasti juga akan menjadi baik.


Bagaimana pun juga Mimy sudah bisa dioperasi dan setelah dia sembuh nanti, Gebby pasti bisa menjalani kehidupan yang baik.


Gebby melihat keluar jendela lalu dengan santai dia berkata,


" Tidak apa-apa, aku hanya mau menemui orang yang berhasil dicocokkan sumsum tulangnya dengan Mimy! Aku mau memintanya untuk datang ke rumah sakit agar Mimy bisa segera dioperasi. "


Mata Viona langsung berbinar, " Kamu bilang dia adalah seorang tentara bukan? Apa dia sudah pulang? "


Ini adalah sebuah kabar yang baik, tadinya dia khawatir kalau orang itu tidak akan pulang. Karena biasanya jadwal di kamp ketentaraan itu tidak terlalu bebas.


Gebby tersenyum, " Yah, aku rasa tuhan sudah bersikap baik padaku. "


Asalkan Mimy bisa segera pulih, dia pasti akan bersedia melakukan apapun.


Viona bersandar di bahu Gebby dengan senyum tegas di matanya.


" Baguslah. "

__ADS_1


Satu jam kemudian.


Taksi berhenti di depan apartemen Baru kemudian Viona dan Gebby turun dari taksi, Gebby melihat kembali alamat yang ada di ponselnya.


" Rumahnya ada di lantai 15, ayo kita masuk. "


Saat ini Gebby juga tidak merasa yakin apakah orangnya ada di rumah? Mereka akan mencoba peruntungan dulu, kalau orangnya ada di rumah maka itu adalah kabar yang baik.


Tetapi kalau orangnya tidak ada di rumah yah tinggal tunggu saja, cepat atau lambat orang itu pasti akan pulang kan?


Lalu keduanya melaporkan identitas diri mereka dulu sebelum mereka bisa masuk ke dalam apartemen, setelah sampai di lantai 15 lalu mereka mencari unit 105.


Gebby menarik nafas dalam-dalam, " Viona, aku merasa sangat gugup sekarang! Apa yang harus aku lakukan kalau orangnya tidak setuju? "


Meskipun orang ini adalah harapan mereka tetapi kalau orangnya tidak mau maka mereka juga tidak bisa memaksakannya untuk mendonorkan sumsum tulangnya.


Viona mengulurkan tangannya untuk membunyikan bel pintu, " Karena dia sudah bersedia bergabung dengan Bank pendonor sumsum tulang, seharusnya dia pasti bersedia mendonorkannya kan? "


Setelah beberapa saat, terdengar seseorang yang datang dan membuka pintu.


Yang membukakan pintu adalah seorang gadis, dan dia bertanya pada mereka.


" Kalian mau cari siapa? "


Gebby tersenyum lalu berkata, " Aku mencari Eric Winson, apa dia ada di rumah? "


Saat Viona mendengar nama itu dia langsung teringat, bukannya dia adalah temannya Alex.


Gadis itu kemudian berseru ke dalam ruangan, " Kak, ada dua orang gadis yang mencari mu. "


Setelah selesai berbicara lalu gadis itu berjalan masuk, kemudian Eric datang dengan mengenakan piyama dan matanya tampak masih mengantuk.


" Siapa yah? "


Tatapan matanya langsung tertuju pada Viona lalu dia kemudian tersenyum.


" Nona Viona? Ternyata kamu yang mencari ku, ada apa kamu datang kesini? "


Viona terkejut saat melihat orang itu benar-benar adalah temannya Alex.


" Pak Eric, kebetulan sekali. Perkenalkan dia adalah temanku Gebby. "


Baru pada saat ini Eric melirik kearah Gebby dan dia merasa kalau wanita ini sangat tidak bersemangat, tetapi dia juga tampak cantik dengan memiliki paras yang sempurna.


" Hallo. "


Setelah selesai berbicara lalu Eric mempersilakan mereka berdua untuk masuk, " Ayo silakan masuk dan duduklah! "


Viona dan Gebby kemudian masuk ke dalam apartemennya Eric, saat mereka berdua masuk mereka baru menyadari bahwa apartemen ini sangat besar dan tampak mewah.


Eric duduk di sofa dan berkata, " Silakan duduk, dan kalian mau minum apa? "


Gebby memulai percakapan, " Pak Eric, kami tidak ingin minum apa-apa kami datang kesini untuk meminta bantuan mu. Putriku sedang menderita leukemia dan kebetulan sumsum tulangnya sangat cocok dengan milikmu, jadi aku ingin memintamu datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Karena kami ingin melakukan operasi secepatnya. "


Mendengar ini Eric langsung duduk dengan tegak dan berkata, " Nona Gebby, aku sudah memberikan jawabannya kalau aku tidak bersedia mendonorkan sumsum tulangku. "


Dulu itu dia seharusnya tidak ingin bergabung dengan bank pendonor sumsum tulang, tetapi karena pada saat itu mantannya berkerja di sana sehingga demi untuk bisa mendapatkannya jadi berkata bahwa dia ingin mendonorkan sumsum tulangnya.

__ADS_1


Dan kejadian itu sudah sangat lama, mungkin sekitar lima tahun yang lalu. Dia juga sudah melupakan tentang hal ini.


__ADS_2