
Alex yang melihatnya melakukan segala macam gerakkan aneh itu seperti menggaruk dan menggelengkan kepalanya sambil bergumam sendiri itu membuatnya sangat lucu dan dia tidak bisa menahan tawanya lalu dia bertanya dengan nada dingin.
" Apa minuman anggur yang di berikan oleh kedua putramu padaku itu adalah anggur palsu? "
Viona menggelengkan kepalanya, " Tidak bukan begitu, minuman anggur itu asli dan itu sangat enak. Bibi Rosa sendiri yang membuatnya tetapi memang kadar alkoholnya lebih tinggi dari minuman anggur yang ada di pasaran. "
" Uhmm, semalam aku tidak makan malam! Apakah aku bisa sarapan sekarang? Aku sudah sangat lapar. "
Nada bicaranya Alex terdengar sedikit sangat menyedihkan.
Viona merasa sangat bersalah padanya, " Alex, maafkan aku! Anak-anakku memang sedikit nakal, aku mohon kamu jangan marah pada mereka. Mungkin sarapannya sudah di siapkan oleh Bibi Rosa di bawah, lebih baik kamu pergi mandi dulu sebelum sarapan. "
Semalam dia sudah memberitahu Bibi Rosa bahwa dia harus membuat lebih banyak sarapan pagi ini dan juga membuatkan bubur untuk menghangatkan perutnya Alex.
Alex duduk dan melihat ke bawah lalu menarik selimut untuk menutupinya,
" Siapa yang melepas bajuku semalam? "
" Bibi Rosa yang melepaskannya, tidak apa-apa dengan usianya sekarang ini dia sudah bisa menjadi mamamu, jadi kamu tidak perlu menghawatirkan hal itu. "
Jelas-jelas semalam dia yang melepaskan pakaiannya tetapi sekarang dia malah menuduh Bibi Rosa yang melakukannya.
Alex melengkungkan sudut bibirnya dengan ekspresi dingin lalu dia melirik ke arah Viona, tampak ada sedikit keheranan di matanya yang besar itu.
" Semalam yang ada dalam pandanganku bukan Bibi Rosa yang melepaskannya tetapi kamu! "
Begitu ucapannya Alex di dengar olehnya langsung membuat wajahnya menjadi memerah.
Viona merasa sangat panik!
" Semalam kamu terlalu banyak minum, kamu pasti salah melihatnya! Bibi Rosa yang melepaskan bajumu dan dia juga yang menyeka badanmu, aku hanyalah seorang gadis jadi aku tidak bisa melakukan hal seperti itu. "
Alex menatap Viona yang wajahnya masih memerah ketika dia sedang berusahan berbohong padanya, lalu tiba-tiba dia langsung membuka selimutnya dan bangkit dari tempat tidur.
Tubuhnya Alex yang sempurna itu langsung di lihat oleh Viona dan matanya langsung melebar saat melihat pemandangan yang ada di depan matanya itu.
Viona merasa sedikit terkejut dan malu sehingga mulutnya sedikit terbuka setengah, Apa maksud Alex melakukan hal seperti ini? Apa ini tidak terlalu berlebihan?
Dengan cepat Viona langsung membalikkan badannya, " Pakaianmu sudah di cuci dan di jemur, Aku akan mengambilnya. Kamu tunggu di sini sebentar! "
Kemudian Viona keluar dari kamar dan pergi ke tempat penjemuran baju dan melepaskan pakaiannya dari jemuran lalu menyampirkannya di lengannya.
Saat Viona melihat pakaian yang ada di lengannya ini dia langsung mengernyit sedikit, kenapa pakaian ini sangat kusut sekali?
Tiba-tiba Viona teringat sesuatu bahwa pakaian Alex itu adalah buatan tangan dan kain seperti ini tidak bisa di cuci dengan menggunakan air biasa.
Baju ini hanya bisa di dry clear, kalau sampai baju ini di cuci sembarangan sudah jelas baju ini tidak bisa di pakai lagi.
Dengan cepat Viona melirik merek yang ada di pakaian itu, saat dia sudah melihat mereknya lalu dia mundur beberapa langkah dengan rasa keterkejutannya.
Untuk satu set baju seperti ini setidaknya harganya sekitar puluhan dolar, dan sekarang bajunya sudah rusak karena di cuci menggunakan mesin cuci.
Apa dia harus mengganti pakaiannya ini?
Viona memejamkan matanya, dia merasa bahwa setelah bertemu dengan Alex dia saja mengalami masalah dengan uang.
__ADS_1
Ya tuhan! Dia tidak ingin memasak dan membereskan kamarnya Alex untuk sepanjang hidupnya ini.
Akhirnya Viona hanya bisa menyembunyikan pakaiannya dan kembali ke kamarnya dengan ekspresi malu di wajahnya.
" Hehehe... "
" Mana pakaiannya? "
" Hehe... Alex pakaianmu yang di jemur tadi malam sudah di curi orang, mungkin pakaianmu itu terlalu mahal jadi orang ingin mengembilnya. "
Setelah selesai bicara lalu Viona tersenyum dengan canggung sementara ekspresi wajah Alex terlihat suram.
" Pakaianku rusak kan? Karena kamu cuci dengan sembarangan! "
" Uhmm... Bukan! Bukan, aku tidak mencucinya. Aku hanya menjemurnya untuk menghilangkan baunya saja, tetapi aku tidak akan menyangka kalau pakaianmu akan di curi orang. "
Alex sudah mendapatkan jawaban dari ucapannya itu, tetapi harus di akui gadis ini cukup banyak akal dengan mengatakan bahwa bajunya telah di curi sehingga dia tidak usah membayar ganti rugi.
" Aku akan mencoba mencarikan pakaian yang cocok untukmu, aku punya pakaian seorang pria di sini yabg sebelumnya akan aku berikan kepada... "
Alex pasti tidak akan mau memakai pakaian yang pernah di pakai oleh orang lain, jadi Viona langsung berhenti bicara.
Lalu dia berjalan ke lemari pakaian dan mengambil sebuah sweater abu-abu dan celana yang senada.
" Ini semuanya masih baru, kamu bisa memakainya. "
Dengan hati-hati Viona meletakkan pakaian itu ke tempat tidur, Alex hanya meliriknya saja.
" Apa kamu akan memberikan pakaian ini kepada Riko? "
" Aku merajut sweater ini cukup lama dan untuk celananya aku beli. "
Viona hanya ingin berterima kasih kepada Riko yang sudah banyak membantunya, dia tidak mampu memberikanya barang-barang yang mewah untuk berterima kasih jadi sebagai gantinya Viona membuatkannya sebuah sweater.
Mendengar akan hal ini Alex langsung mengambil dan mengenakannya, pakaian ini sangat pas sekali dengan ukuran badannya.
Viona yang merajut sendiri sweater ini dan dia ingin memberikannya kepada Riko, jadi jangan pernah berharap untuk bisa memberikan sweater ini kepadanya! Karena sweater ini sudah menjadi miliknya.
Setelah melihat Alex memakai baju itu Viona langsung berkata,
" Aku akan mengambilkan sikat gigi dan handuk untuk kamu mandi. "
Viona bergegas ke lantai bawah untuk mengambil semua barang yang Alex butuhkan untuk mandi, setelah beberapa saat dia kembali ke kamarnya dan memberikan semua barang yang dia ambil tadi kepada Alex.
Setelah semua peralatannya sudah ada Alex pun pergi ke kamar mandi yang minimalis dan ukurannya juga tidak terlalu besar, di dalam kamar mandi itu hanya ada wastafel dan shower tidak ada bathtube di dalam sini.
Di kamar mandi itu tampak ada sikat gigi berwarna biru dengan cangkir yang berwarna senada serta ada handuk kecil dan beberapa kosmetik di wastafel, semuanya tampak bersih dan rapi tidak ada setetes air di sana.
Wanita ini menjalani hidupnya dengan sangat nyaman walaupun rumahnya tidak memiliki perabotan mewah.
Namun setelah di rapikan dan di tata sedemikian rupa olehnya rumah ini menjadi terasa hangat dan nyaman untuk di tinggali, tidak seperti rumahnya yang hanya bernuansa hitam dan putih saja.
Viona yang sudah sampai di lantai bawah dia langsung melihat ke tiga anaknya yang belum pergi sekolah, mereka sedang berdiri di depan tangga dengan serempak seolah-olah sedang menunggunya.
Mereka bertiga mengenakan seragam sekolah warna biru tua dan mereka membawa tasnya masing-masing, seharusnya mereka akan berangkat ke sekolah sebentar lagi.
__ADS_1
Felicia langsung tersenyum saat melihat maminya berjalan mendekat, " Mami, sudah bangun? Apa paman tampan juga sudah bangun? "
Wajah Viona tampak tersipu sedikit tetapi dia berusaha untuk tetap tenang.
" Dia sudah bangun, sekarang orangnya lagi mandi. Fedric dan Felix ikut mami sebentar, ada yang ingin mami katakan kepada kalian. "
Felicia melirik ke dua kakaknya itu dan berpikir sejenak llu berkata kepada ke dua kakaknya itu,
" Lain kali kakak tidak boleh menindas paman tampan lagi, oke? "
Fedric mengusap kepala adik tersayang itu, " Baiklah, kami tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. ''
Setelah mendengar jawab kakaknya itu Felicia langsung tersenyum manis dan berkata,
" Aku akan menunggu kalian berdua diluar, cepat sedikit kalau tidak nanti kita bisa terlambat pergi kesekolah. "
Viona menggenggam tangan mereka berdua dan berjalan ke sofa kemudian duduk dan menatap lekat-lekat ke arah mereka berdua.
" Lain kali kalian tidak boleh berbuat seperti itu kepada tamu, apa kalian paham? "
Alex ini adalah orang yang hebat kalau sampai mereka menyinggungnya bisa-bisa dirinyalah yang akan menderita.
Fedric dan Felix mengangguk, " Baik mami, kami tahu salah! "
" Ya sudah, kalian pergi ke sekolah saja sekarang! Nanti terlambat. "
Lalu Viona setengah beteriak memanggil Bibi Rosa,
" Bibi Rosa, tolong antar mereka bertiga pergi ke sekolah. "
Bibi Rosa keluar dari dalam dapur dan berkata,
" Baik Non. Oh ya buburnya ada di dalam rice cooker dan semua lauknya sudah ada di meja makan, Non Vio bisa sarapan sekarang. "
Setelah memberitahu Viona lalu Bibi Rosa pergi mengantar ke tiga anak itu ke sekolah.
Viona menuangkan segelas air hangat dan meminumnya, dia masih memikirkan tentang pekerjaannya, dan sekarang dia harus mencari pekerjaan yang baru.
Bersamaan dengab ini tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata yang menelponnya adalah Gebby.
" Hallo Gebby, ada apa? "
" Viona, rumah sakit bilang kalau mereka sudah menemukan sumsum tulang yang cocok untuk Mimy. Tetapi orang itu adalah seorang tentara dan dia masih berada di kamp ketentaraan sehingga masih harus menunggu kabar darinya. "
Ini adalah kabar baik ternyata semuanya menjadi mudah setelah ada uang, padahal baru dua hari yang lalu mereka membayar semua biayanya dan sekarang sekarang pihak rumah sakit mengatakan sudah ada pendonor yang cocok.
" Bagus sekali kalau begitu, kamu juga jangan lupa untuk desak mereka untuk segera melakukan operasi secepatnya. "
Viona tersenyum, akhirnya Gebby memiliki harapannya lagi untuk bisa melihat anaknya sembuh dari penyakit yang dia derita selama ini.
Saat Alex turun dari lantai atas dia mendengar suara tawa bahagianya Viona, lalu dia melangkahkan kakinya dengan pelan agar Viona tidak menyadari keberadaanya ini.
Kemudian Alex mendengar Viona yang ingin mencari pekerjaan baru lagi, kemarin dia sudah melihat Vidio yang Gerald kirimkan kepadanya.
Gadis ini berkerja di toko hewan? Perkerjaan ini sangat tidak cocok dengannya, jadi sudah sewajarnya kalau dia kehilangan pekerjaan itu.
__ADS_1