Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 12 Siapa Yang Pantas Menjadi Papi Mereka?


__ADS_3

Viona yang baru saja reda demamnya dan masih dalam keadaan linglung, merasa khawatir kalau putrinya akan di bawa pergi.


Setelah selesai tanda tangan, dia menggigit bibirnya.


" Pak Alex, kau harus menepati janji sesuai ucapan mu yah! Aku yang akan membayar hutangnya bukan Felicia. "


Alex mengambil surat hutang itu kemudian melipatnya dan memasukkan ke dalam jasnya.


" Aku Alex Brama, tidak pernah ingkar janji. Telpon aku kalau kau sudah sembuh! "


Lalu Alex bangkit dan berdiri tegak, sikapnya ini benar-benar sangat mempesona.


Viona tertegun saat merasakan tatapan dingin Alex, dia langsung tersadar kembali dan menstabilkan kembali perasaannya.


Ini pasti gara-gara karena dia demam, kalau tidak bagaimana dia bisa tertarik kepada pria nya Evelin.


Di dalam hatinya Viona berpikir, mungkin pada saat ini seorang yang buruk rupa yang muncul di depannya pun akan dianggapnya sebagai pria tampan!


Ya pasti seperti itu, lagi pula pacar Evelin ini kan memang buruk rupa jadi tidak ada bedanya.


Pada saat ini Bryan masuk, dia membawa kotak makanan termal di tangannya.


" Pak Alex, buburnya sudah dibeli. "


Lalu Bryan meletakkan kotak makan termal itu di atas meja makan lalu sambil tersenyum menyapa Viona,


" Nona Viona, jadi disini rumahmu! "


Pantas saja Pak Alex begitu cemas tenyata Nona Viona sedang sakit jadi aku bisa mengerti bagaimana perasaannya Pak Alex saat ini.


Alex langsung menatap Bryan dengan tatapan setajam pisau, melihat Alex yang sedang menatapnya dengan garang Bryan langsung menciut dan menyadari bahwa dia sudah terlalu banyak bicara, kemudian Bryan langsung bergegas keluar.


Viona yang melihat asisten Bryan yang melarikan diri itu, langsung menatap kearah Alex. Viona merasa bahwa Alex ini pasti sangat sulit untuk diajak bergaul makanya karyawannya sendiri pun tampak begitu takut kepadanya.


" Jangan lupa untuk habiskan buburnya dan kalau kamu sudah sembuh kau bisa datang untuk melunasi hutangnya. "


Selesai berbicara Alex langsung melangkah pergi.


Viona benar-benar merasa sangat lapar sekali, dia berjalan ke meja makan dan membuka kotak makan termal nya.


Yang satu isinya bubur putih dan yang satunya lagi berisi nasi, daging sapi merah, ikan kukus, udang rebus, dan sayur yang ditumis.


Kelihatannya enak tapi tenggorokannya terasa sangat tidak nyaman, begitu dia memakan semua lauk ini mungkin dia akan merasa lebih tidak nyaman lagi.


Jadi, dia hanya bisa menghabiskan bubur putih itu dengan perlahan.


Sambil menyuapkan bubur itu kedalam mulutnya, dia memikirkan kembali apa yang baru saja terjadi.

__ADS_1


Bisa-bisanya dia mendapatkan beban hutang yang sangat besar, sangat menyedihkan sekali.


Meskipun biaya rumahnya sudah terbayar lunas selama satu tahun tapi bagaimana dengan les tambahan ketiga anaknya, meskipun mereka bilang tidak usah mengikuti les tambahan itu tapi Viona ingin anaknya lebih pintar darinya.


Jadi, sesulit apapun situasinya Viona tetap harus mencari uang, dia bahkan rela mengerjakan 4 pekerjaan paruh waktu sendirian.


Viona menggigit sendok nya sambil memaki Alex yang sangat jahat itu, apa mungkin waktunya sepagi itu bernilai $10 juta dolar? Dia pasti bohong, kan ?


Viona langsung mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan SMS kepada Riko karena dia juga adalah CEO dari PT Clover.


Biasanya dia juga sangat sibuk jadi seharusnya waktunya juga sangat berharga.


[ Riko, aku mau tanya! Perusahaan mu akan mendapatkan berapa banyak kerugian kalau kamu membatalkan rapat penting itu? ]


Setelah mengirimkan pesan SMS-nya lalu Viona berkata dalam lubuk harinya,


' Alex, Kalau kau berani bohong padaku! Aku pasti akan memberitahukan kepada semua orang di yang ada di kota Furton ini bahwa CEO dari PT AMC adalah seorang pembohong besar yang berhati kejam.


Aku akan membuatmu masuk penjara dan berdiam disitu sampai pantatmu tepos. '


[ Kalau ada kerjasama penting yang harus didiskusikan pagi itu, mungkin akan bernilai puluhan juta dolar ] Balas Riko kepada Viona.


Dia mengatakan ini juga dengan maksud untuk meningkatkan harga dirinya yang juga sekaligus bisa menunjukkan kepada Viona betapa berharganya waktu yang dia miliki namun dia masih bersedia meluangkan waktunya yang berharga ini.


Setelah melihat pesan balasan dari Riko, Viona hanya bisa menghela nafasnya.


.....


Rumah keluarga Hariss


Evelin dan Vera sedang berjalan menuju bangunan utama sambil bergandengan tangan.


Evelin tampak sedikit khawatir, " Ma, apa perlu kita memberitahu kakek tentang kembalinya Viona ke kota Furton? "


Evelin teringat bahwa pada waktu itu kakeknya mengirim Viona pergi ke Texas utuk belajar tapi mereka malah menjual Viona, kemudian mendengar dari orang bahwa Viona ditabrak mobil dan meninggal.


Lalu mereka meminta orang memberitahu ke keluarga Hariss bahwa Viona melarikan diri bersama seorang pria yang tidak jelas sehingga membuat semua anggota keluarga Hariss percaya akan hal ini.


Hanya sepasang ibu dan anak ini saja yang tahu bahwa Viona sudah mati.


Vera menganggukan sedikit, " Ya, bukannya si lelaki tua itu selalu memikirkan si ****** itu!


Kalau begitu mari kita beritahu saja kalau Viona sudah kembali dan melahirkan tiga anak haram. Asalkan Viona membawa ketiga anak haramnya pulang ke rumah ini, maka Viona pasti akan diolok-olok semua orang.


Si lelaki tua itu selalu menjaga dan menghargai reputasinya sendiri, jadi bagaimana mungkin dia ingin membiarkan semua orang tahu mengenai hal yang memalukan seperti ini. Asalkan dia memiliki jarak dengan Viona atas hal ini, maka kejadian yang kita lakukan di masa lalu itu tidak akan ketahuan. "


" Benar juga yah! " Evelin mengangguk

__ADS_1


Sore hari


Bibi Rosa pergi menjemput ketiga anak itu, saat keluar dari sekolah Felicia langsung menghampiri Bibi Rosa.


" Bibi Rosa, apakah paman tampan ada datang ke rumah? "


Bibi Rosa tersenyum, " Ada mobil mewah yang terparkir depan rumah namun aku tidak masuk untuk melihatnya, seharusnya dia datang! "


Begitu mendengar akan hal ini Felix langsung tersenyum dan berkata,


" Kalau ada mobilnya, berarti orang itu pasti datang. "


Felix mengulurkan tangannya dan menyentuh kepala Felicia, sudut mulutnya terangkat.


Alex sudah lulus ujian pertamanya, setidaknya itu menunjukkan bahwa dia adalah orang yang baik dan dermawan.


Fedric mendengar apa yang kedua adiknya obrolkan dengan Bibi Rosa,


" Apa yang kalian lakukan tanpa sepengetahuan ku? "


Ada sedikit ekspresi marah di wajah mungilnya, beraninya kedua adiknya menyembunyikan sesuatu dari dirinya.


Melihat ekspresi kakaknya yang marah lalu Felicia mencoba untuk menjelaskan kepada kakaknya Fedric.


" Kak Fedric, kau dengarkan aku. Waktu itu aku dan mami pernah bertemu dengan seorang paman yang tampan, dia sangat mirip dengan kalian berdua!


Hari ini mami kan sedang sakit jadi aku memintanya datang untuk merawat mami, kak Fedric sepertinya aku telah menemukan papi kita! "


" Meskipun kita sedang mencari papi, namun kita tidak bisa menganggap dan memperlakukan seseorang sebagai papi, apa kalian mengerti? "


Wajah Felicia berkedut, " Kak Fedric, Aku tidak perduli aku memang menyukai paman tampan itu dan aku mau mami menikah dengannya. "


Felix menatap adiknya Felicia yang sudah hampir menangis dan dia merasa sangat tertekan.


" Kak, aku percaya pada Visi Felicia, aku juga sudah mengetesnya hari ini, sifatnya sangat bagus. Lain kali kau saja yang mengetesnya, setelah itu baru kita putuskan! apakah kita akan membiarkan mami menikah dengannya atau tidak. "


Sebenarnya sejak kecil mereka bertiga juga tahu bahwa seharusnya maminya menikah.


Meskipun maminya tidak pernah membahas tentang siapa papi mereka, namun mereka juga cukup bijaksana dengan tidak bertanya tentang papi mereka.


Mereka juga tidak terlalu paham mengenai perasaan orang dewasa, apa lagi tentang pernikahan, apa itu??


Tetapi yang jelas mereka ingin mami selalu merasa bahagia.


Fedric mengangguk sedikit, dia tidak akan bisa menolak apa yang disarankan oleh adiknya itu.


Saat nanti bertemu dengan pria itu dia akan melihat sendiri apakah pria itu benar-benar pantas untuk mami atau tidak, semua itu tergantung dengan kemampuan pria itu sendiri nantinya.

__ADS_1


__ADS_2