
Lapangan golf dengan rumput berwarna hijau tampak terhampar dengan indah di pinggiran kota, tidak tampak ada awan di langit yang biru.
Matahari di musim dingin ini juga terasa hangat sehingga membuat orang-orang merasa sangat nyaman.
Gerald memegang tongkat golf dengan menunjukkan gayanya yang keren itu, kemudian dia mengayunkan tongkat golfnya dan bolanya terbang jauh namun tidak masuk ke lubang golfnya.
Eric Winson yang berada di sampingnya tersenyum meledek sambil berkata, " Gerald, kita sudah lama tidak bertemu tetapi kenapa kemampuan bermain golf mu masih tetap buruk sekali sama seperti dulu. "
Alex menganyunkan tongkat golfnya dan bolanya langsung masuk ke dalam lubang.
Melihat Alex bisa memasukkan bola golf ke dalam lubang hanya dengan sekali pukulan dia langsung berkata dengan muram,
" Aku tidak mau bermain lagi! Aku tidak dapat mengalahkan kalian, kalian saja yang bermain aku sudah tidak ada mood untuk bermain golf. "
Eric Winson adalah seorang mayor jendral bertemu dengannya sangat lah sulit karena setiap hari dia selalu sibuk hingga tidak ada waktu untuk berkumpul dengan teman-temannya, namun kali ini dia bisa berada di kota Furton karena tetua di Keluarga nya selalu menuntutnya untuk segera menikah di usianya yang sudah mencapai 28 tahun ini.
Semua itu di lakukan keluarganya demi meneruskan garis keturunannya, jadi mau tidak mau dia harus pergi berkencan dengan gadis yang di pilih keluarga nya untuk saling mengenal satu sama lain.
Lalu ketiganya berjalan ke meja batu tempat mereka beristirahat dan meminum seteguk air.
Gerald menggunakan pakaian olahraga berwarna putih dan topi yang serupa sementara kedua pria yang duduk di seberangnya menggunakan baju olahraga berwarna hitam.
Alex melirik jam tangannya dan mendapati sudah pukul empat sore kemudian dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Viona.
[ malam ini aku mau makan hotpot. ]
Setelah mengirimkan pesannya lalu dia memegang ponselnya untuk menunggu balasan dari gadis itu, sebentar-sebentar dia melirik ponselnya sehingga membuat kedua pria yang ada di seberangnya merasa sedikit tidak nyaman.
Eric bertanya, " Alex, jangan-jangan kamu sudah memiliki seorang pacar, yah? "
Waktu dia pulang kemarin Gerald menemaninya makan malam, dia juga sudah mengajak Alex untuk bergabung dengan mereka tapi dia menolak dengan alasan dia sangat sibuk jadi dia tidak datang waktu itu.
Lalu Gerald memberitahunya kalau Alex tidak bisa datang karena dia sedang bersama dengan pacarnya, saat itu dia masih merasa tidak yakin dengan ucapan Gerald padanya tapi sepertinya itu benar adanya setelah dia melihat sendiri sikap Alex barusan.
Alex bangkit berdiri dan berkata, " Aku mau mandi dan berganti pakaian, kalau kalian masih mau berolahraga kalian lanjutkan saja! "
Eric melihat Alex yang tidak mau menjawab pertanyaannya merasa sedikit kecewa, dia melirik kearah Gerald lalu keduanya bangkit berdiri dan merangkul bahu Alex.
" Alex, malam ini kami akan pergi ke rumahmu untuk makan malam, kebetulan bisa minum-minum juga. "
Melihat tatapan mata mereka yang penuh dengan harapan lalu Alex berkata, " Baiklah, terserah kalian saja! "
Kemudian dengan cepat dia melepaskan belenggu dari kedua temannya itu lalu mengambil ponsel yang ada di sakunya untuk mengirim pesan ke Viona.
[ Malam ini kamu tidak usah datang ke rumah, hari ini libur ]
Viona baru saja sampai di rumah bersama ketiga anaknya dan dia melihat pesan pertama kali di kirim oleh Alex, jadi dia baru saja hendak membalasnya dengan bertanya apa dia mau makan pedas? Lalu dia ingin sup bening atau hotpot bebek mandarin?
Belum juga dia selesai mengetik kata-katanya tiba-tiba masuk lagi sebuah pesan di ponselnya, lalu dengan cepat dia menghapus rangkaian kata yang sudah dia ketik sebelumnya membalas dengan yang baru.
[ Libur juga di hitung gaji kan? ]
Yang paling dia khawatir kan adalah masalah ini dia berhutang banyak kepadanya, jadi tidak apa-apa baginya kalau tidak ada hari libur supaya hutang-hutangnya cepat lunas.
Begitu teringat dengan biaya pengobatan Mimy yang telah di jambret hari ini membuatnya merasa sangat sedih sekali, dia ingin sekali menghukum dirinya sendiri karena telah ceroboh sekali.
Alex keluar dari kamar mandi kemudian menyeka air dari rambutnya dengan handuk kemudian melihat ponselnya yang tergeletak di atas meja.
[ Tentu saja. ]
Lalu Viona membalasnya dalam hitungan detik.
__ADS_1
[ Pak Alex, anda sangat baik sekali! Emote: cium ]
Apa mungkin nanti di setiap hari minggu adalah hari libur? Semakin dia memikirkan nya semakin dia merasa bahwa Alex bos yang sangat pengertian dan baik hati.
Saat Alex melihat emote yang ada di balasan pesan dari Viona dia sedikit mengerenyitkan dahinya sedikit, Viona mau mencoba merayunya jangan harap dia akan tergoda.
Setelah selesai makan malam Viona membawa kotak makanan lalu pergi ke rumah sakit, saat masuk ke bangsal dia melihat Gebby sedang makan.
Itu adalah makanan cepat saji yang mungkin saja dia membelinya di kantin rumah sakit, melihat Gebby yang tidak nafsu untuk makan Viona merasa pasti dia sedang memikirkan soal biaya pengobatan Mimy.
Begitu Mimy melihat ada orang masuk, dia langsung tersenyum kepadanya.
" Tante Vio! "
Begitu Gebby mendengar suara lirih yang memanggil Viona, dia langsung menoleh.
" Vio, kenapa kamu datang lagi? "
Viona melangkah masuk ke dalam lalu duduk di sebelah Gebby dan menyerahkan kotak makanan kepadanya.
" Bibi Rosa memasakkan semua makanan kesukaan mu, jadi kamu makan yah! Jangan terlalu banyak pikiran nanti kamu juga sakit, kalau kamu sakit nanti siapa yang akan menjaga Mimy? "
Kemudian Viona mengambilkan sedikit bubur yang di buat oleh Bibi Rosa untuk Mimy lalu menyuapinya, Mimy tampak sangat bersemangat hari ini sambil tersenyum dia berkata.
" Tante Vio, aku bisa makan sendiri. "
" Baiklah kalau Mimy mau makan sendiri. "
Kemudian Viona membantunya meletakkan bubur di atas meja yang ada di samping tempat tidur RS lalu membiarkan nya duduk di tempat tidur untuk makan.
Sedangkan Gebby makan di meja kecil lainnya, masakan yang di buat oleh bibi Rosa sangat sesuai dengan selera nya jadi dia makan dengan sangat lahap sekali.
Viona duduk di ranjang rumah sakit lalu berkata,
Matanya Gebby langsung menyipit saat mendengar ucapannya Viona barusan.
" Berani sekali menjambret di siang bolong! Sekarang semakin banyak saja penjambret yang merajalela, Vio itu semua gara-gara aku. Aku akan membelikan satu lagi untukmu ketika nanti aku sudah menjadi orang kaya. "
Viona tidak pernah memberitahukan asal usul cincin itu kepadanya, karena hal semacam ini tidak logis untuk di ceritakan.
Dia sendiri tidak tahu apakah itu hanya halusinasi, mimpi, atau kenyataan namun anak-anak itu benar-benar lahir sehingga hal ini pastilah nyata tetapi bagaimanapun juga dia tidak bisa mengatakannya.
" Gebby, tetangga ku bisa meminjamkan $500 ribu dolar untuk pengobatan Mimy. Kita bisa meminjam uang itu dulu untuk sementara, nanti kita bayar pinjaman itu bersama-sama jadi hal ini tidak akan terlalu berat bagi mu."
Saat Gebby mendengar ucapan ini, Air matanya langsung menetes keluar dari matanya.
" Viona, baru-baru ini aku sudah menawarkan rumahku untuk di jual nanti kalau sudah terjual aku pasti akan membayarnya, terima kasih kamu sudah mau membantuku di saat aku lagi kesusahan seperti ini. "
Dia sudah mencoba untuk meminjam uang kepada para saudara dan teman-temannya namun tak ada satupun dari mereka yang mau meminjamkan uang kepadanya.
Jadi terpaksa dia hanya bisa menjual rumahnya untuk biaya pengobatannya Mimy, dia sudah tidak ada jalan keluar lagi.
Viona mengangguk, " kalau begitu aku akan meminjam uangnya besok sehingga Mimy bisa secepatnya di operasi. "
Kemudian Viona melirik ke arah Mimy nafsu makannya masih tidak terlalu baik, dia berhenti makan setelah beberapa suapan kemudian dia bermain dengan boneka barbie nya.
Boneka barbie nya itu di berikan oleh Felicia kepadanya dan kedua bocah ini sangatlah menyukai boneka-boneka barbie, jadi setiap kali Felicia membeli boneka seperti ini dia langsung teringat dengan Mimy.
Tak berselang lama setelah makan malam selesai si perawat untuk menjaga Mimy datang dan Gebby harus berangkat untuk berkerja di Starduck malam ini.
Keduanya meninggal kan rumah sakit bersama-sama, Viona mengantarnya hingga ke Starduck sebelum turun Gebby turun dari mobilnya Viona bertanya padanya.
__ADS_1
" Gebby, apa menurutmu aku harus kembali menari lagi di Starduck? "
Meskipun dia tidak menyukai tempat itu namun demi bisa untuk bertahan hidup, dia merasa bahwa dia bisa kembali lagi untuk menjadi penari di sana.
Gebby terdiam sesaat lalu dia menatap Viona dan berkata dengan tegas kepadanya,
" Vio, kalau kami sudah pergi jangan pernah kembali lagi. Tempat ini sangat kacau jadi kalau bisa pergi dari tempat ini lebih baik cari pekerjaan lain. "
Viona mengangguk sedikit, " Yah, kalau begitu aku tidak akan kembali lagi menjadi penari di sana. Nanti kalau penyakit Mimy sudah sembuh, kamu juga harus berhenti berkerja di sana. "
Gebby tersenyum, " Baiklah, kalau begitu kita bisa makan, minum dan senang-senang bersama lagi. "
Setelah melihat Gebby turun dari mobil dan memasuki Starduck lalu Viona melajukan mobilnya kembali.
Tiba-tiba ponselnya berdering, kemudian Viona meraih ponselnya dan mengangkat panggilan telpon itu.
" Hallo. "
Dia tidak sempat melihat siapa yang menelponnya.
" Viona, datang jemput aku! Aku ada di Milkehake. "
Terdengar suara Alex yang seperti nya sedang minum anggur, sehingga nada bicaranya terdengar sedikit lebih lembut.
" Pak Alex, bukannya hari ini aku libur? "
" Gaji tiga kali lipat. "
" Baiklah, kamu tunggu aku sebentar. Aku akan segera kesana! "
Tempat ini sangat dekat dengan Milkesake, setelah menutup panggilan telpon nya lalu dia langsung memutar balik arah lajunya sehingga pengemudi lain memakinya.
" Woyy... Bisa nyetir mobil gak sih? "
Viona pura-pura tidak mendengar teriakan pengemudi itu, bagaimana pun juga gaji tiga kali lipat adalah hal yang baik untuknya. Senang sekali rasanya!
Sepuluh menit kemudian Viona sampai di Milkesake, Dia memarkirkan mobilnya di depan pintu Milkesake lalu menelpon Alex.
" Pak Alex, aku sudah sampai jadi kamu keluarlah. "
Begitu Alex mendengar suara bahagia Viona, sudut bibirnya langsung terangkat sedikit ada senyum di matanya.
" Cepat sekali dia datang! "
Godaan gaji tiga kali lipat cukup besar jadi hanya butuh waktu sepuluh menit baginya untuk sampai ke sana dan itu membuat dirinya terkesan.
Dua orang yang sedang adu tancho di meja makan melihat Alex yang hanya meminum segelas anggur lalu dia bangkit.
" Kalian lanjutkan saja, aku mau pulang! Aku sudah cukup mabuk. "
Apa dia malu? Baru minum satu gelas sudah mabuk bilang saja kalau dia punya sakit maag, tetapi mereka berdua tidak ingin membuat Alex malu.
Gerald langsung memaki, " Lihatlah hanya Alex saja yang ketika sudah punya pacar langsung lupa dengan teman-temannya. "
Alex tidak perduli dia hanya melengkungkan sudut bibirnya dengan dingin.
" Kamu benar, ada seorang wanita yang datang menjemput ku. Kalian yang tidak di jemput oleh seorang wanita, terus lanjutkan minum di sini saja. "
Eric dan Gerald langsung tercengang mendengarnya, apa Alex sedang pamer dengan mereka kalau dia sudah punya pacar?
Lalu mereka berdua saling mengedipkan mata dan bangkit berdiri secara bersamaan.
__ADS_1
" Kami sudah terlalu banyak minum anggurnya jadi tidak bisa mengemudi, kebetulan sekali bisa ikut dengan mu untuk pulang. "
Kemudian tanpa memperdulikan seseorang yang wajahnya tampak dingin dan sangat jelek, mereka berdua langsung berjalan keluar dari ruangan VIP.